Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
112. Rencana untuk bertemu


__ADS_3

Hari masih pagi, namun jalanan ibu kota sudah sangat ramai. Setelah satu minggu berlalu, hari ini sepasang netranya kembali disuguhkan oleh padatnya kendaraan yang berlalu lalang, pertanda semua aktivitas ibu kota telah menanti. Key mengedarkan pandangannya melalui Jendela kaca mobil yang dikendarai oleh Jasson, sementara, Raffael yang duduk disampingnya tidak bisa melepas fokus dari ponselnya.


Senyumnya kembali terukir mengingat tempat yang memberikan banyak kenangan dengan begitu indah, sejenak menghapus berbagai peristiwa horor yang menegangkan sebelum hari pernikahannya. Ada rasa enggan untuk kembali. Palace yang sunyi dan begitu damai begitu menentramkan hati dan pikirannya.


Raffael benar, Tempat itu menghadirkan sesuatu yang baru dan membuat segalanya lebih jernih," batinnya senang.


Diliriknya yang masih serius tanpa sepatah katapun. Perempuan itu hanya mengurai napas pelan untuk mengurangi ketegangan yang tiba-tiba muncul dalam benaknya.


Apa yang sedang dilakukan oleh Raffael?


Apakah ada sesuatu yang serius?


"Jasson langsung kekediaman pribadiku saja, "apakah kau lupa, kalau aku sudah menikah?" suara Raffael menginterupsi ditengah keheningan, tanpa menoleh saat menyadari, Jasson salah jalan menuju kediaman Tuan besar Wijaya.


"Bagaimana kau tau, Jasson salah jalan, sementara kau begitu sibuk dengan ponselmu?" Key menatapnya heran dengan memperlihatkan senyum masam kearahnya.


"Ini..!!" Raffael menunjukkan sebuah aplikasi penunjuk jalan dengan memperlihatkannya kepada, Key.


"Kau mengaktifkannya? Apakah kau sudah berpikir jasson lupa jalan pulang?"


"Tidak meleset, bukan?" Aku sudah menduganya." Key menggeleng pelan. Dia berpikir Raffael hanya sibuk memeriksa berbagai email masuk melalui ponselnya, nyatanya netranya masih menangkap kesalahan, Jasson. Tidak lama berselang sebuah gerbang terbuka secara otomatis, memasuki pekarangan rumah mewah yang akan menjadi saksi perjalanan hidup baru mereka yang telah dimulai.


"Selamat datang Tuan muda dan Nona," Mita menyapanya ramah," Tangannya terulur untuk membantu membawa koper yang dibawa oleh Jasson. Sementara Key dan Raffael mengangguk tersenyum, sebelum akhirnya keduanya bergegas masuk ke kamar pribadinya. Tidak lama kemudian kakinya keluar dari walk in closet dengan dress selutut berwarna cream muda yang mengexpos kulit putihnya. Dilihatnya Raffael yang merebahkan tubuhnya, bertumpu dengan kedua lengannya dengan sepasang kaki yang menjuntai kelantai, menatap langit- langit kamarnya.


"Gantilah pakaianmu," Dengan berjalan mendekat kearah, Raffael dengan baju ganti ditangannya lalu duduk disampingnya.


"Taruh saja, sayang. Sebentar lagi," jawabnya malas.


"Aku akan buatkan teh hangat. Cepatlah kau ganti pakaian," perintahnya dan beranjak.


Raffael menerawang jauh pandangannya fokus pada suatu arah. Walaupun tidak terjangkau mata untuk memandang, jantungnya kembali berdetak kencang, mengingat rumah baru, yang disediakan Andreas untuk, Key, yang letaknya masih satu lokasi dengan Mansion, dan tidak jauh darinya. Sebuah kenyataan yang kembali mengusiknya, tetapi Ia mencoba berdamai dengan diri sendiri.


"Luar biasa, rupanya kita mempunyai selera yang sama untuk menyenangkan seorang wanita. Bahkan kita mencintai wanita yang sama pula," ujarnya pelan dengan tangan yang sedikit mengepal. "Apakah kau sengaja, Andreas?" Dadanya kembali bergemuruh. Namun cepat- cepat Raffael menetralkan perasaannya, saat suara derit pintu kembali terbuka diikuti, Key yang datang dengan secangkir teh serta camilan kecil di tangannya.


"Terimakasih," ucapnya. Tangannya mengambil cangkir dan menyesap tehnya sampai habis, yang sejurus kemudian, Raffael berjalan menuju ruang kerja pribadinya, yang terhubung dengan kamarnya. Key yang melihatnya


memperlihatkan tatapan memprotesnya.


"Apa kau tidak bisa istirahat sebentar saja?" Melihatnya yang mulai berkutat dengan laptopnya.


"Sebentar saja!" Jawabnya singkat. Kau istirahatlah kalau merasa capek," balasnya memerintah.


"Ah, aku tidak lelah. Aku ingin ke butik sebentar."

__ADS_1


Sontak saja ucapnya itu membuat, Raffael menoleh padanya dengan tatapan mengintimidasi dan sukses membuyarkan fokusnya. Ditutupnya kembali layar monitor yang telah terbuka dan perlahan Raffael berjalan mendekat kearahnya. Key tersenyum dalam hati dan mencoba untuk tetap tenang. Setidaknya hal ini sukses membuat Raffael meninggalkan pekerjaannya.


"Kenapa kau begitu suka menguji kesabaranku?" tatapnya dengan seringai tak terbaca.


"Kenapa? Tidak boleh?" Bukankah kau juga sibuk bekerja," jawabnya datar tanpa menoleh. Key hanya ingin melihat Raffael istirahat. Wanita itu sangat paham, mengendalikan beberapa perusahaan besar miliknya menguras seluruh waktu tenaga dan pikirannya. Wajar saja ibu mertuanya menjulukinya manusia kalong yang saat malam hari tidak pernah istirahat, bahkan tidur sekenanya saja.


Raffael menarik dagu nya dengan pelan dan mempertemukan netra keduanya untuk saling bertaut. "Apakah kau lupa?" Cukup menjadi Nyonya, Raffael yang selalu mendukungku," ujarnya tidak suka.


"Itu pasti! jawabnya, lalu memalingkan wajahnya kembali. Dadanya bergemuruh oleh hembusan napas hangat, Raffael yang menerpa wajahnya.


"Perempuan pembangkang, You are so beautiful," bisiknya **** yang seketika membuat pipinya merona.


"Dasar lelaki aneh!" sergahnya salah tingkah dan bergegas ingin keluar, namun secepat kilat, tangan kokohya sudah menarik pinggang rampingnya dan menyatukan bibirnya dengan lembut. Key memejamkan matanya menikmati gelayar aneh yang kembali merasuki tubuhnya.


"Aku lupa, jika setiap kita datang ditempat terbaik, kita harus bercinta dengan begitu indahnya," bisiknya nakal berniat menggodanya.


"Bukan itu maksudku! Aku hanya ingin melihat kau beristirahat. Jangan aneh - aneh dechh!" sungutnya kesal dengan melayangkan pukulan gemas pada dada bidangnya.


"Apakah mami yang mengajarimu?" Tebak, Raffael menyadari istrinya itu sama cerewetnya dengan orang tuanya kalo menyangkut kesehatannya.


"Manusia kalong. Itulah mami melabelimu." ejeknya.


He..he..he.. Raffael merapatkan pelukannya dan mengusap lembut rambutnya. "Kau akan mengerti bagaimana aku bekerja. Semua Aku lakukan untuk kalian semua."


sendu pada wajah Raffael yang tidak berjarak.


"Kau benar.Tetapi aku tetap harus ikut campur dalam segala hal."


"Aku mengerti, Raffael, "apakah ada yang menganggu pikiranmu? Apakah ada masalah yang serius? Apakah semua sangat darurat?" Raffael membungkam bibirnya yang terus mencecar pertanyaan dengan ciuman yang memabukkan.


"Berhentilah untuk bertanya, Cara! Raffael mengangkat tubuh indah itu dan merebahkannya diranjang king size miliknya. Wanita itu benar-benar terus mengujinya. Key tersenyum berhasil membuat Raffael kembali meluruh dalam penyatuan cinta yang begitu indah. Pria tampan itu memejamkan matanya dengan malas dan kembali memeluknya.


"Sihir apa yang kau miliki? Kau mengacaukan segalanya hari ini," bisiknya ****.


"Aku hanya ingin kau beristirahat."


"Tetapi kau malah membuatku lelah, Cara!" protesnya senang.


"Tidurlah."


"Hemmm... "Keduanya akhirnya terlelap dalam mimpi indah dengan saling memeluk.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Bos, Tuan muda Raffael sudah kembali. Baru saja orang kepercayaanku mengabariku."


"Atur pertemuanku dengannya, dan ingat jangan hari ini. Aku tidak ingin menganggu istirahat mereka."


"Siap boss!!"


Andreas termenung sejenak. Hatinya ingin semua cepat berlalu dan selesai. Beberapa saat lagi untuk pertama kalinya setelah menikah, dirinya akan bertatap muka dengan Raffael. Orang yang mengikat perempuan yang paling dicintainya dan diharapkan seumur hidupnya.


Key, apakah mungkin aku juga akan bertemu denganmu. Ingin rasanya aku mengucapkan selamat atas pernikahanmu, walaupun hatiku masih enggan untuk mengerti. Maafkan aku. Rasa ini masih tetap sama, bahkan aku tidak tahu sampai kapan hati ini akan menyadari. Satu hal yang aku rasakan saat ini, hatiku telah mati untuk cinta yang lain.


"Boss!! Donny menyadarkan Andreas yang sedang termenung. Ia tidak ingin melihat, Bosnya berteman kalut dengan patah hati yang masih menyiksanya.


"Aku baik-baik saja. jangan dibahas lagi!" ucapnya dengan mengibaskan tangannya .


Sebagai orang kepercayaannya, Donny sangat paham apa yang sudah direncanakan oleh bosnya untuk kebahagiaan wanita yang dicintainya itu.


" Pergilah...aku ingin Istirahat." usirnya halus. Pria itu tersenyum membuka kenangan demi kenangannya saat kebersamaannya dengan, Key. Berbagai meeting penting bersama klien terabadikan dengan begitu jelas.


"Senyum itu masih tetap sama," lalu mengusap fotonya dengan pelan.


"Aku tahu rasa ini salah. Tetapi biarkan aku mengenangmu tanpa mengganggumu dalam hatiku, sampai hati ini siap untuk jatuh cinta lagi." Andreas menyimpan semua foto yang berhubungan dengan Key pada brankas rahasianya. Hatinya belum sanggup untuk membuangnya. Baginya Key adalah wanita terindah yang pernah mengisi hari-harinya walaupun tidak harus memilikinya.


"Tidak ada niat sedikitpun untuk mengusik kehidupanmu. Mungkin kau akan marah melihatku seperti ini. Maafkan aku masih mencintaimu." Pria itu memasukkan sebuah kode rahasia untuk membuat brankas rahasianya kembali terkunci.


Andreas menerawang jauh. Ingatannya kembali kepada ressort ARKEY miliknya di pulau B. "Apakah kau pernah menatapnya walaupun sebentar saja. Itu adalah untukmu?" Andreas tersenyum tipis mengingat, keduanya yang berbulan madu ke pulau B. Dari beberapa laporan orang kepercayaannya, Andreas juga mengetahui Victoria Palace hadiah cinta Raffael untuk perempuan yang masih bertahta dalam hatinya itu lokasinya tidak begitu jauh.


Andreas alterio Wiratama, dunia akan menertawaimu. Kau yang biasa berdiri kokoh diantara pesaing bisnismu, nyatanya kau binasa oleh cinta bertepuk sebelah tanganmu. Kau patah hati. Kau terluka.


"Betapa cinta sangat bodoh! umpatnya tertahan. Pria itu memejamkan matanya, mengingat berkali-kali Key menolak kebaikannya.


Harusnya aku sadar saat itu, tetapi aku masih punya keyakinan yang kuat, bahwa suatu saat kita akan bersama. Itulah Cintaku padamu, Key, sekecil apapun itu aku merangkainya dalam sebuah harapan. Bahkan saat harapan itu sudah tidak mungkin aku masih ingin mengenangmu dalam hatiku. Aku bahagia, setidaknya aku tidak akan pernah melihat lagi air matamu. Raffael akan menghapusnya dan menggantinya dengan sebuah kebahagiaan.


Andreas kembali tersenyum mengingat untuk pertama kalinya merasakan jatuh cinta padanya. Perempuan cantik yang tegar dan mencoba berdiri kokoh ditengah keterpurukan keluarganya. Perempuan yang sama sekali berbeda dengan banyaknya wanita yang Ia temui, yang membuatnya nyaman saat bicara dan bekerja sama.


"Aku pikir aku hanya bersimpati kepadamu waktu itu, tetapi ternyata aku benar-benar mencintaimu. Semoga kau bahagia."


____________________________


Catatan penulis:


Sahabat tersayang jangan lupa untuk like dan komennya, ya.😊


Terimakasih dear πŸ™

__ADS_1


__ADS_2