
Andreas hanya mampu menatap kelamnya malam sepeninggal, Raffael. Walaupun bintang berpendar terang menghias malam, namun hanya kegelapan yang terasa dalam hatinya. Sesak yang menghimpit yang hampir saja membuatnya melemas.Tidak hanya karena patah hati, melainkan sesuatu yang terrenggut dengan paksa dari dalam dirinya membuatnya terasa begitu sia-sia semua.
Kepercayaan, persahabatan dan pekerjaan yang melibatkan Raffael terlepas secara perlahan menyisakan amarah yang meluap entah kapan akan mereda. Begitupun memikirkan Key yang mungkin akan membencinya membuatnya ikut terluka. Andreas ingin pergi tanpa menyakiti hatinya, cukup dirinya saja yang terluka tetapi semua berjalan dengan berbeda.
Ada perasaan bersalah dalam dirinya yang tidak putus- putus. Keyakinannya untuk pergi jauh, membawa cinta dalam hati yang dimilikinya seorang diri, harus meninggalkan bekas luka yang menganga walaupun sepenuhnya bukan salahnya. Mengendalikan hatinya tidaklah semudah membalik arah dan berputar kembali mencari persemayaman yang lebih indah dan lantas semua akan selesai dengan sendirinya. Tidak semudah itu, cinta begitu keras kepala membelenggu seseorang sehingga lupa untuk berpijak dengan semestinya.
Dua malam lagi, harusnya aku datang kekediaman Wijaya, untuk menghadiri pesta bujang, Raffael.Tapi rasanya tidak mungkin," gumannya pelan. "Aku takut akan mengacaukan segalanya, bagaimanapun aku belum bisa membuktikan kasus penyerangan itu."
"Tidak kusangka semua akan serumit ini. Aku percaya Key bisa mengendalikan, Raffael dan aku masih beruntung tidak mendapatkan bogem mentah saat mengajaknya untuk bertemu. Mengingat betapa dahsyatnya peristiwa penyerangan dengan hujan peluru disertai bahan peledak saat itu. Ini benar-benar gila. Mungkinkah ada seseorang di balik aksi, Clara?" Kenapa wanita itu begitu kekeh tidak mau buka suara. Aku harus mencari akal untuk membuka mulutnya.
Sebuah panggilan telepon dengan segera diangkatnya dengan tidak sabar.
"Bagus! Terus ikutin orang tersebut jangan sampai lepas, apabila ada kabar terbaru cepat katakan," perintahnya dan memutuskan panggilannya.
Andreas melesat dengan Mercedez Maybach miliknya membelah malam dengan penuh rasa gundah menuju rumahnya. Malam semakin larut dan
buru-buru masuk ke dalam kamarnya. Kilasan-kilasan kemarahan Raffael, dan kesedihan Key silih berganti memainkan perasaannya dan menjadi bayang-bayang
yang terus menguntitnya.
Andreas membaringkan tubuhnya menatap langit-langit kamarnya dengan mengganjal kepalanya dengan kedua tangannya. Pikirannya sama kacaunya dimanapun dirinya berada.
Aku harus bisa mengungkap ini semua. Hanya itu yang bisa mengubah semuanya.
Lalu tangannya menulis pesan kepada Donny untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah dipikirkan oleh siapapun pada Clara.
ππππ
Suatu malam di Mansion sehabis bercengkrama dengan Carroline Key memutuskan untuk tidur. Matanya sulit terpejam berbeda dengan malam- malam sebelumnya. Malam itu Key tidur seranjang dengan Carroline istri dari Bryan sahabat raffael yang memutuskan untuk datang lebih awal. Orang yang sudah makan asam garam, pahit, manisnya kehidupan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
"Key, apakah kau begitu nervous?" Carolline menatap sahabatnya itu yang terlihat gelisah membolak-balikkan badannya.
"Rasanya aku sulit sekali untuk tertidur. Teror itu begitu mengganguku," jawabnya yang diikuti manik kecoklatan carolline mencari pemilik netra Indah itu.
"Aku mengerti, tapi cobalah untuk tidur. Percayakan semuanya pada, Raffael, pasti dia bisa mengatasi semua," hiburnya.
"Terimakasih untung ada kamu disini."
" Kita semua akan selalu ada untukmu. Besok teman-teman calon bridesmid akan datang semua. Setelah menikah, kau akan lebih tenang karena ada Raffael tidur disisimu," goda Carolline mencairkan suasana.
Key merona menyadari dirinya sebentar lagi tidak sendiri lagi, dan akan melepaskan sesuatu yang berharga dalam dirinya π
"Pertama memang akan terasa sakit, Key, tetapi selanjutnya bersiaplah, Raffael akan menerbangkanmu kelangit ke-tujuh," seloroh Carroline sambil terkikik, mendapati sahabatnya itu terdiam seperti memikirkan sesuatu. Carrol terus menggodanya bertujuan untuk mengalihkan perhatian yang sedang bercokol di dalam pikirannya.
"Ohhh, Raffael," goda Carolline lagi.
__ADS_1
"Kau ini ada-ada saja!"
Ha..ha..ha.. keduanyapun tertawa bersama .
"Bukankah begitu kenyataannya?"
"Kau yang sudah berpengalaman, jangan bertanya kepadaku," Sebuah guling melayang ke arah muka Carolline dan membalasnya dengan sengit.
"Uppsss..!! Nona galak sekali, "sepertinya besok kaupun akan mencakar punggung, Raffael yang diikuti oleh tatapan horor Key, karena Carroline terus menggodanya.
"Tetapi itu kenyataannya Key, bahkan aku melakukannya kepada Bryan, saat itu," yang sukses membuat Key meremang dengan kejujuran sahabatnya itu.
Apakah aku juga akan melakukan hal yang sama pada Raffael?
"Ahhhhh..!!" Key salah tingkah dan membenamkan wajahnya menghindari tatapan menyelidik Carroline.
"Ohhh, CARA," ujar Carrol menirukan panggilan sayang Raffael yang diikuti oleh lemparan bantal Key.
"Apakah kau jadi berangkat ke Singapura minggu depan?" Aku berharap program hamil yang kau jalani berhasil," ucapnya tulus seraya mengalihkan pembicaraan.
"Do'akan, Key, Jujur aku mulai tidak nyaman dengan pertanyaan itu.
Semoga ini tidak akan pernah terjadi kepadamu..." ujarnya lirih yang seketika membuat raut wajahnya berubah muram.
Carolline bersedih karena niatan untuk memiliki malaikat kecil dari buah cintanya bersama Bryan belum terwujud dan harus lebih bersabar.
Key terdiam, tidak sepantasnya dirinya cemas karena gerbang pernikahan belum dimulai, tetapi begitu menikah sebuah kehidupan baru dan segala riak-riaknya pasti akan mulai mewarnai.
"Tidurlah, besok kalau matamu berkatung, akan mengurangi kecantikanmu, tenang saja semua berjalan lancar." Carroll yang diam-diam masih memperhatikan.
"Hemmm... Key memposisikan dirinya mencari kenyamanan untuk tertidur. Pikirannya melayang pada malam seribu bintang dan bulan penuh bunga- bunga yang selalu membuatnya berdebar- debar tak karuan hanya dengan mengingatnya saja yang tinggal menunggu hari. Ingatannya tentang bagaimana seorang Raffael yang sangat manis dan begitu posesif mendadak membuat darahnya berdesir.
Ahhh!! Apakah dia akan semanis itu .
Membayangkan bagaimana Pria bertubuh Atletis itu akan beraksi memamerkan otot- ototnya, dada bidangnya, perut sixpacks nya menghadirkan gelombang panas dalam dirinya dan membuat Key semakin menekan wajahnya pada bantal karena mendadak tubuhnya panas dingin.
ππππ
Jordan mondar-mandir dikediaman Raffael. Malam sudah larut. Pria itu sedang menunggu kabar dari anak buahnya, berharap dalang dari penyerangan itu terungkap supaya bisa cepat ditangkap.
"Orang-orangnya Dave, Daniel atau mungkin Andreas sendiri? Mereka menyebutnya Andreas, tetapi pergerakannya tidak terdeteksi, hemm... mereka benar-benar bermain rapi," Jordan menyalakan layar laptopnya, memeriksa beberapa situs rahasia tetapi tidak ada hal-hal yang mencurigakan.
"Apakah orang itu orang suruhan Marco?" Beberapa saat yang lalu anak buah Jasson mengikutinya dan bertemu, Dave dibalik Jeruji besi," batinnya.
"Sebaiknya aku fokus kepada pernikahan Raffael, ini pasti ulah mereka untuk memecah konsentrasi besok." Jordan tersenyum smirk menelpon beberapa orang yang dianggap vital, setelah dirasa keadaan aman dirinya baru merebahkan tubuhnya untuk tertidur.
__ADS_1
Ditempat terpisah Raffael juga sangat sulit untuk memejamkan matanya. Bryan Andreas dan Hansen yang malam itu memutuskan untuk bermalam lebih awal setelah mendengar serangan maut yang mengancam sahabatnya itu. Ketidak hadiran Andreas menjadi pertanyaan para sahabat, yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Padahal mereka bertiga sudah berjanji akan mendampingi Raffael menjelang pernikahannya.
"Sebelum ini ada orang yang mencoba menyerangku dan itu adalah orang-orang Dave. Mereka mencoba untuk menabrakkan mobilnya padaku waktu itu," gumamnya pelan menoleh Hansen
"Apakah aku terlalu berlebih-lebihan mencurigainya? Tetapi apa yang dilakukan pada Key secara diam-diam juga tidak pantas dilakukan oleh orang selayaknya sahabat. Aku mengerti rasanya mencintai dalam waktu yang lama, tetapi Key tidak pernah memberikan harapan padanya."
Hansen mendekat dengan segelas minuman ditangannya setelah mendengar penjelasan Raffael tentang Andreas.
Hansen terdiam mendapati masalah pelik yang diam-diam terjadi dan melibatkan orang terdekatnya.
"Aku berharap bukan dia pelakunya."
Pria itu tidak habis pikir tetapi hatinya menyakinnya tidak demikian.
"Sudahlah jangan dibahas." Raffael tersenyum. Terukir diwajahnya sebuah gurat bahagia tidak lama lagi "CARA"nya akan menjadi cinta abadi untuk pelabuhan jiwanya. Kemenangan cintanya setelah sekian lama menunggu, menghadirkan mimpi indah untuk selalu menikmati hari-hari bahagia bersamanya.
Kau adalah milikku. Aku tidak sedang merebutmu dari siapapun, karena itu tidak boleh seorangpun yang berani mengusikmu, apalagi merebutmu.
Senyumnya kembali melengkung sempurna. Hari istimewa didepan mata ,disitulah kehidupan sesungguhnya akan dimulai bersama cintanya.
Hansen menepuk pundak Raffael pelan. "Aku harap kalian kembali akur setelah masalah ini terbongkar." Rasanya sulit dipercaya Andreas dan Raffael bagai pinang dibelah dua baik ketampanan, kemapanan dan selera. Tidak jarang keduanya berburu hunian mewah bersama untuk menunjang penampilan dan gaya hidupnya. Yang pada akhirnya cinta menjerat pada satu wanita yang sama pula.
Astaga kenyataan apa ini? Andreas berniat untuk melenyapkan Raffael? Tidak mungkin, ini terlalu gegabah dan ceroboh. Pasti ada yang salah dengan semua ini.
"Rumit...."
"Tidurlah. Bryan sepertinya sudah tidur lebih dulu."
"Kamu juga harus beristirahat, Raffael."
" Hemm... aku akan menyusul."
"Jangan banyak pikiran. Dua hari lagi kau akan menikah." Hansen berlalu dengan berbagai dugaan bercokol dalam benaknya.
Sedang apa kau, apakah kau juga sudah tidur?
π Raffael
"Semoga kau mimpi indah. Peluk hangat dariku sampai bertemu besok ditempat bersejarah kita. "I love you." Sent. Sebuah pesan terkirim.
Lama Raffael menunggu balasan tetapi sepertinya sang pujaan hatinya sudah terlelap. Dirinya merasa tenang karena ada carroline yang menemaninya.
________________________
Catatan penulis:
__ADS_1
Sahabat tersayang πΉ
Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komentarnya. Terimakasih π