Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
14. Teka-teki yang mulai terkuak


__ADS_3

Sepeninggal Jordan sore itu Raffael juga tidak mengistirahatkan tubuh dan otaknya. Membiarkan pikirannya terus mengembara. Baginya rahasia ini telalu besar dan butuh persiapan serta strategi yang jitu untuk mengungkap semua.


Ditemani dengan orang-orang kepercayaannya Raffael berharap semua berjalan sesuai dengan rencana. Perlahan melangkahkan kakinya ke balkon rumah mewahnya. Hawa dingin menyeruak masuk begitu terasa menembus pori-pori di kulit tubuhnya.


Dengan memakai sweater Hoodie berwarna biru dongker, dipadu celana panjang santai tampak begitu sempurna membalut tubuh tegap CEO Antara group itu.


Tangannya terselip di antara kedua saku celananya, tatap matanya yang tajam menggelap melihat langit tanpa warna. Mengabaikan gemericik hujan yang terus mengguyur seiring kegundahan hatinya.


"Teganya kau melakukan semua ini kepada keluargaku. Setelah sekian lama kami berusaha untuk melupakan dan mengubur dalam-dalam, kenangan pahit, yang dalam mimpi pun tidak ingin kami ingat, Dave!" Tatap matanya terlihat penuh amarah. Rahangnya mengeras


dengan sorot mata tajam yang menakutkan.


"Aku sekarang, bukalah Raffael yang sepuluh tahun atau lima belas tahun yang lalu. Yang hanya berlaku patuh dan duduk manis. Tidak puaskah kamu dan Paman menikmati semua peninggalan kakek selama ini?'


Raffaell tidak bisa menutupi perasaan kecewanya.


"Harta benda bisa dicari tapi harga diri harus dibayar dengan mahal." Bibirnya mendesis dipenuhi amarah.Tangannya mengepal dengan kuat setiap saat ingat peristiwa itu


"Terlebih lagi kau berani mengusik ketenangan orang-orang yang aku sayangi, berarti hari ini juga kau dan Paman sudah menabuh genderang perang dengan darah daging sendiri untuk kedua kalinya."


Dengan kilatan amarah yang tidak sama sekali meredup, kilasan demi kilasan peristiwa masa lalu menari-nari di pelupuk matanya.


Seperti terancap ribuan pisau dalam satu waktu, Hanya dirinya sendiri yang menahan sakit, karena berharap keluarganya tidak ikut menanggung rasa yang dirasakan untuk kedua kalinya.


Raffael menghela napas dengan berat. Kejamnya hidup dimasa lalu membentuk karakternya menjadi kuat, keras, setegar batu karang. Siapa lagi kalau bukan dirinya sebagai pewaris tunggal ANTARA GROUP, sudah selayaknya Raffael berdiri kokoh menjadi prisai keluarganya.


"Kalau dugaanku benar, kau ada sangkut pautnya dengan kehancuran TIRTA WIJAYA GROUP di masa lalu dan berkomplot dengan NAM GROUP, bersiaplah kalian tidak akan melihat terbitnya matahari lagi."


Raffael memejamkan matanya, merasakan kesakitan yang luar biasa. Dia tidak bisa membayangkan bahwa dalang kehancuran perusahaan Keluarga besar Key adalah orang terdekatnya. Dadanya terasa sesak memikirkan reaksi wanita itu, suatu saat kebenaran terungkap ke permukaan.


"Apakah kau akan membenciku? terlebih saat ini kau sedang sangat dekat dengan Andreas. Orang yang aku yakini begitu sempurna mencintaimu."


Dadanya terasa nyeri memikirkan hal itu dan berharap dugaannya salah. Tetapi semakin hari bukti mengarah kepada hal-hal yang tidak dikehendakinya.


"Kuncinya cuma satu, siapa Danu purba sebenarnya ...." ujarnya pelan.


"Raffael!" Sebuah panggilan Jordan mengagetkan dirinya.


"Ada apa?"


"Nona Nova memintamu untuk menelponnya."


"Urus saja!" jawabnya malas.


Jordan menggeleng tak percaya. Sifat angin-anginan Raffael selalu saja membuatnya bingung.


Jordan berlalu, suasana hati Tuan mudanya benar-benar sedang tidak baik-baik saja.


"Baiklah," jawabnya pelan. Jordan menolehkan sekilas sebelum benar-benar


berlalu.


****


Brakkkkk!! Prankkkkk!! terdekar bunyi barang yang berjatuhan.

__ADS_1


"Pesetan dengan semua!" teriak Dave keras. Amarahnya meluap tidak bisa ditahan lagi. Matanya melotot dengan napas yang tersengal. Jalannya mondar-mandir resah di ruang kebesarannya.


Dave marah besar banyak tender raksasa terlepas begitu saja. Sebagai perusahaan pengembang yang tidak main-main Angkasa mengalami kerugian yang tidak


bisa dianggap sebelah mata.


"Silall! Anak ingusan itu mulai tidak tahu diri, awas saja, kau, Raffael!" umpatnya. Rahangnya kokoh mengetat dengan bunyi gemerutuk gigi yang beradu. Menjadi pemandangan wajahnya yang merah padam. Dave seperti macan ompong yang kehilangan taringnya. Barang- barang di sekitarnya


menjadi sasaran kemarahannya.


"Ini benar-benar tidak masuk diakal. Bagaimana bisa, dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun ANTARA GROUP berubah menjadi macan Asia. Bahkan mereka merajai di berbagai sektor keuangan dan multi media mereka bener-bener cerdik."


Dave tangannya masih gatal belum puas telah menghancurkan barang miliknya. Napasnya yang ngos-ngosan terus memutar otaknya, bagaimana untuk menghentikan Raffael dan ANTARA GROUP.


Orang-orang yang dia kirim untuk menyabotase perusahaan Raffael menghilang tanpa jejak tak jelas rimbanya.Tiba-tiba saja Dave tertawa terbahak-bahak, suaranya membahana di ruangan kebesarannya seperti seorang yang kerasukan setan.


"Hemm ... bagaimana bisa, aku begitu sangat bodoh seperti ini, satu cara gagal total tetapi masih akan ada cara lain yang akan membuat Raffael bertekuk lutut."


"N-O-V-A ," ucapnya dengan penuh penekanan dan kembali membuatnya


tertawa terbahak-hahak.


"Nova, bahkan tanpa bersusah-payah berhasil mencuri hati Raffael. Mereka dalam waktu dekat akan bertunangan, begitu mereka menikah Nova akan dengan leluasa untuk mencuri data rahasia perusahaan dan aset penting lainnya." Optimis Dave dengan suara penuh kemenangan.


"Ha ... ha ...ha ... benar-benar sangat menyenangkan. Begitu Raffael lengah


semuanya akan dengan mudah aku


kendalikan. Dave tidak akan rela menjadi abu saja."


"Keyrane Anaya Aqueency Tirtawijaya, kau cuma akan menjadi milikku." wajah setan Dave begitu menyeramkan. Tangannya meraih foto Key yang tersimpan di laci mejanya. Senyum devilnya menyeriangai di wajahnya.


"Kau akan menjadi miliku saja, sayang, tidak dengan yang lainnya. Tetapi kenapa kau begitu sukanya berdekatan dengan anak ingusan itu? Apa hebatnya Raffael? Aku lebih segalanya ,key!" teriaknya tidak terima.


*******


Hari terasa begitu panjang, sebelum malam tiba dan pertemuan rahasia di gelar untuk menuntaskan misi panjangnya, Raffael berlalu pergi setelah


berpamitan dengan Jordan yang stand by


di rumahnya.


"Hati-hati, Raffael." Tangan Jordan melambai memberikan kode pada anak buahnya untuk mengikuti Raffael secara diam-diam.


Sebuah Bugatti hitam miliknya meluncur dengan deras. Hati Raffael berdesir nyeri mengingat Key. Wanita itu kelihatan begitu gigih meniti usaha barunya dengan kerja kerasnya sendiri, bahkan menolak bantuannya. Key, bahkan beberapa hari ini tiba-tiba begitu sulit untuk dihubunginya.


Mobilnya terparkir di depan rumah yang tampak sederhana namun terlihat sangat


asri. Bunga-bunga dan danau kecil menghiasi kediaman Tuan Tirtawijaya.


Perlahan Raffael turun dari mobilnya, menatap sekeliling dengan sedikit ragu.


Setelah memantapkan hatinya Ia bergegas masuk setelah seseorang


membukakan pintu gerbang untuknya.

__ADS_1


Seorang lelaki berusia 60 tahun tampak kaget dengan kedatangan anak rekan bisnisnya di masa lalu itu. Dengan sopan


Raffael menyapa dengan membungkukan


badannya hormat.


"Apa kabar om?" sapanya sopan.


"Seperti yang kamu lihat, nak! Saya sudah bersyukur diberikan kesehatan oleh yang Maha Kuasa dan om sudah tidak memikirkan yang lainnya. Saya dengar kamu akan bertunangan, selamat semoga berjalan lancar dan bahagia." Tuan Tirtawijaya berucap bijak.


Walaupun dari dalam hatinya beliau


Berharap key yang akan menjadi jodoh Raffael. Karena di samping baik dan tanggung jawab, Raffael adalah anak rekan bisnis di masa lalunya di samping orang tua Raffael sangat menyayangi Key seperti putrinya sendiri.


Keduanya terlibat pembicaraan serius. Beberapa kali Tuan Tirtawijaya mengusap pundak Raffael. Air mata lelaki itu menetes dengan segara Raffael memeluknya untuk memberikan kekuatan.


"Apa ku yakin, nak. Bicarakan dengan orang tuamu, sungguh saya, sudah mengikhlaskan semuanya kepada sang


pencipta. Sekarang yang menjadi prioritas saya adalah kebahagiaan Key


tidak ada yang lainnya," jelasnya dengan terisak.


Tuan Tirtawijaya begitu terharu.


kasus lama TIRTA WIJAYA GROUP akan kembali dibuka setelah lima tahun terhenti. Siapa sangka Raffael menyelidikinya secara diam-diam dan


berdiri di barisan terdepan untuk mendukungnya.


"Kenapa kau merasa bertanggung jawab dengan semuanya, Nak. Ini bukan salah


keluargmu," ucapnya bijak. Raffael berterus terang kemungkinan melibatkan


kerabat dekat keluarganya yang tidak sejalan dengannya. Dan sepenuhnya akan menjamin keselamatan keluarga besar Tirtawijaya.


"Pantas saja saya merasa ada yang mengawasi rumah saya beberapa hari ini," balas pria itu sambil tersenyum.


Setelah dirasa cukup, Raffael berpamitan tetapi ada yang mengganjal hatinya, ia tidak melihat Key berada di rumahnya.


Apakah kau sedang pergi bersama, Andreas.


Raffael menahan diri untuk tidak bertanya. Perempuan yang diam-diam mengambil seluruh dunianya dan membuatnya bisa melakukan apa saja untuknya.


Tetapi seiring berjalannya waktu membuat langkahnya terhenti untuk tidak mengharapkannya, karena merasa tidak pantas bersanding dengan perempuan yang keluarganya sudah dihancurkan hidupnya oleh pamannya sendiri.


Aku bertekad akan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikmu dan keluargmu. Karena memastikan kau baik-baik saja itu sudah lebih dari apapun


di dunia ini.


Raffael menatap sekilas sebelum akhirnya masuk kedalam mobilnya dan melaju. Dari jauh dilihatnya mobil mewah Andreas yang diyakini sedang mengantar Key untuk pulang melintas tidak luput dari pandangannya.


Kamu adalah alasan aku sampai di titik ini.


___________________


Sahabat tersayang 😘

__ADS_1


jangan lupa untuk like dan komennya,ya


terimakasih dear🤗


__ADS_2