
"Donny, cari keberadaan Clara sampai ketemu. Awasi dia terus menerus tetapi jangan memancing kecurigaannya," perintahnya dengan wajah gusar, lalu menutup panggilan teleponnya dengan sedikit kasar.
Kalau terbukti Clara dalang dibalik ini semua, aku akan membuat perhitungan dengannya. Cuma dia satu-satunya orang yang tahu perasaanku pada, Key. Kurang ajar sifat ingin tahunya benar- benar bisa menimbulkan petaka, dan tidak bisa dibiarkan.
Andreas merasa serba salah dan semakin kalut. Terpaksa harus mengakui perasaanya pada Raffael adalah suatu hal yang sangat tidak diinginkannya. Namun, akhirnya terbongkar sudah. Ia sangat menyesal, karena tidak bisa mengendalikan perasaannya pada wanita yang sudah begitu lama bertahta dalam hatinya. Seorang wanita yang setiap hari ada dihadapannya, tetapi terasa sangat jauh dari jangkauannya.
Maafkan aku, Key. Aku berjanji akan meluruskan ini semua.
Di lain sisi, Raffael yang sudah kembali ke rumahnya bergegas masuk ke Privet room dan menyalakan monitor untuk memantau keadaan. Kediaman utama Wijaya begitupun Mansion melalui rekaman CCTV yang terhubung dengannya.
Tidak main -main, malam itu pengamanan diperketat diberbagai sektor penting. Seluruh orang-orang kepercayaan Raffael dikerahkan. Jordan sebagai tangan kanan utamanya, mengendalikan suasana gedung utama Antara yang terdapat sebuah ledakan. Sementara tim Gegana menyisir sejumlah wilayah dengan seksama untuk memastikan tidak ada sesuatu yang membahayakan.
Dengan sigap, Pria itu mengadakan video telekonferensi dengan Jordan, beserta orang-orang terpentingnya untuk mengadakan meeting darurat, setelah mengendus kejanggalan yang diberikan oleh para informan rahasia, Raffael. Waktu sudah menunjukkan pukul 0400 pagi, segenap karyawan diliburkan keesokan harinya menuggu suasana kembali kondusif.
"Jordan setelah ini kembali ke rumahku. Gunakan mobil yang aku berikan padamu, jangan lupa perhatikan tingkat keamananmu," seraya mengakhiri meeting darurat tersebut.
Pria tampan itu semakin geram dengan wajah letih karena kurang tidur. Hati kecilnya mengatakan ini sengaja dilakukan oleh segelintir orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mensabotase hari pernikahannya.
"Dasar mereka para ninja bodoh. Beraninya melakukan hal-hal yang sangat receh!" Raffael menahan napas dengan sorot mata tajam dan otaknya mulai berpikir keras, setelah informan rahasia itu mengirim video detik-detik mereka melempar bom molotov, yang melibatkan dua pengedara motor dengan pakaian ala ninja terekam dengan jelas.
"Kerja yang bagus!" Serahkan bukti ini kepada pihak yang berwajib. Ingat, laporkan setiap ada perkembangan baru," perintahnya dengan tegas melalui sambungan telepon.
"Kalau ucapan Andreas itu bisa dipercaya, berarti ada orang lain yang sengaja mencari celah untuk menghancurkan semuanya.Tetapi kalau itu hanya dalihnya, ini benar-benar memalukan. Sebelum dia bisa membuktikannya, aku tidak akan pernah percaya siapapun," Amarah dalam dirinya serasa naik ke ubun-ubun. Wajahnya seketika memerah, seiring tangannya menggebrak meja dengan keras dan meraup wajahnya kasar lalu, menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur super king mewah miliknya, untuk sekedar menjernihkan otaknya.
"Satu masalah belum selesai, datang masalah yang lain lagi. Andreas... apa yang terpikir dalam otakmu, "Kau benar-benar membuatku.... ****!! Ia mencoba menetralkan amarhnya dengan menatap langit- langit kamarnya. Pikirannya terus berkelana, hingga mimpi dipagi buta itu menyapa dirinya dalam letih yang menggelayuti raganya.
Sementara itu pagi- pagi sekali, Jordan tiba dirumah pribadi Raffael dengan menepati kamar khusus untuk beristirahat. Dirinya kadang bermalam di kantor karena pekerjaan yang ditinggalkan oleh Raffael akhir- akhir ini.
Jordan merebahkan tubuhnya yang terasa penat. Sesekali dia menelepon orang-orangnya dan memastikan semua terkendali. Area Perkantoran Antara, gedung hotel tempat pernikahan dan pihak-pihak yang terlibat semua mendapatkan jaminan keamanan yang luar biasa.
"Pernikahan Tuan muda Bos dan Nona Key tidak boleh terganggu. Semua harus sempurna dan berjalan dengan semestinya," tekad Jordan. Dirinya yang mengetahui sepenuhnya perjalanan cinta Raffael dan segala intrik yang mengiringinya merasa bertanggung jawab penuh. Ada rasa haru pada akhirnya hari bahagia itu akan segera tiba dan mudah- mudahan sesuai rencana.
"Astaga! Aku sampai lupa keduanya sedang berselisih, dan ini pasti ulah- ulah mereka. Mungkin sekarang Bos sedang beristirahat. Sialan, siapa yang sedang bermain-main dengannya? Rasanya tidak mungkin orang yang sedang mendekam di penjara itu?" Pria itu tangannya mengepal dan ikut merasa geram. Terlebih Kurir bunga yang sedang ditahan oleh Jasson begitu kekeh mengaku orang suruhan, Andreas.
"Oh, My God... ini benar-benar tidak masuk di akal, di sisi lain Tuan muda, Andreas merasa dicatut namanya."
πππ
__ADS_1
Di Mansion, Key menyempatkan diri untuk menikmati Spa dan treatment lain yang tersedia di Mansion.Tubuh dan pikirannya terasa penat sehingga, membutuhkan sedikit relaksasi untuk menyegarkan tubuhnya. Walaupun itu bukan kebiasaan rutinnya, tetapi dia merasa membutuhkannya, mengingat
dia adalah orang yang simpel dan tidak aneh- aneh. Bahkan tak jarang Ia, tanpa perhiasan layaknya sosialita pada umumnya diluar acara resmi saja.
"Semalam Ia datang padaku, tetapi kenapa Raffael tidak kemari atau berkirim kabar? Apakah dia masih marah padaku?" Netranya menatap cincin pada jari manisnya yang berharga fantastis itu,
sambil menikmati Spa dengan aroma terapi yang sedikit menenangkan.
"Nona bisa sambil tidur, nanti begitu selesai saya akan membangunkan Nona, yang diangguki oleh Mitha yang duduk tidak jauh darinya. Tidak lama kemudian terlihat Key mulai memejamkan matanya dan terlihat begitu rilex.
Kulit Nona, Key, putih sekali, rambutnya hitam dan panjang, begitupun dengan bola matanya benar- benar indah," batin Mitha tersenyum dalam hati. Tidak terbayang Tuan muda nanti setelah menikah, bisa-bisa Nona, Key, di kurung terus menerus heeee...
Setelah beberapa Jam berlalu, Key keluar diikuti oleh Mitha dibelakangnya.
Tubuhnya terasa begitu rilex dan beberapa kali tangannya mengecek ponselnya, berharap ada pesan dari Raffael. Tetapi pada akhirnya Ia hanya menelan Salivanya pelan, menahan kekecewaannya, saat tidak ada pesan satupun darinya dan berniat untuk ke butik, sekedar membunuh rasa jenuhnya.
"Jasson, Apakah Raffael baik-baik saja?" Wanita itu pura-pura tidak mengetahui kedatangannya semalam, walaupun diakui olehnya kehadiran, Raffael diam-diam membuat suasana hatinya jauh lebih baik. Setidaknya Pria itu masih
peduli dengannya walaupun berlalu tanpa kata.
"Tuan muda baik-baik saja, sebaiknya Nona di Mansion saja jangan pergi kemana- mana," pengawal itu tidak memberitahu, bahwa telah terjadi penyerangan di Kantor utama Antara dan serapat mungkin menutup akses pemberitaan media atas permintaan, Raffael.
"Jangan Nona, saya khawatir ada orang yang sedang mematai- matai Nona, mengingat ada yang mencoba mengancam menyebar foto rekayasa itu."
Wanita kemudian berpikir sejenak dan berjalan mengeloyor masuk menuju kamarnya, dengan Mitha yang masih mengekor di belakangnya dan menyuruhnya untuk keluar.
Bergegas kakinya menuju walk in closet, diraihnya baju santai miliknya dan memakainya. Netra indahnya menatap sekeliling, tidak biasanya penjagaan begitu ketat dan menimbulkan tanda tanya pada hatinya dan dengan kesal
membenarkan ucapan Jasson.
"Apakah semua karena teror buket itu?"
Key duduk termenung, tetap saja ia berharap Raffael datang ke Mansion. Ia
ingin melihat mata kelam itu, dan merindukan kelembutannya, ucapan manisnya tidak seperti sebelumnya yang penuh amarah yang meluap-luap. Bahkan dirinya sempat speechless dengan apa yang di katakan Raffael padanya.
Ini, baru permulaan saja, kehidupan setelah menikah, adalah dimana sebuah kehidupan berjalan dengan sesungguhnya. Aku harus lebih bersabar lagi.
__ADS_1
Perempuan itu tidak bisa menutupi rasa kecewanya, saat mengingat Raffael yang tidak berusaha menghentikan langkahnya
dan bertekad untuk menjadi wanita yang lebih mandiri dalam hal apapun.
"Nona," suara Jasson seketika membuyarkan lamunannya dan bergegas keluar kamar. Sebuah video yang terekam oleh Camera CCTV sedang mencoba ditunjukkan oleh Pria itu. Tampak sebuah mobil mewah terparkir dibawah pohon yang rindang samping Mansion, sesaat kemudian terlihat seorang pria tampan keluar dengan kaca mata hitam turun dari mobilnya menatap kearah Mansion dalam waktu yang lama dan kemudian berlalu. Namun mobil tersebut datang kembali, lewat dini hari seperti memantau keadaan dan kembali berlalu.
"Andreas... apa yang dilakukannya
Semalam?" Netranya menajam, membaca tanggal dan waktu yang tertera pada tayangan video itu dan menoleh Jasson dengan tatapan bingung.
Itu adalah malam, di mana Raffael habis bertemu dengannya.
"Apa yang sedang kau pikirkan, Jasson?"
"Tuan muda, Andreas merasa telah dicatut namanya dan diadu domba dengan Tuan muda. Dia mengaku, hanya mengirimkan bunga itu sekali, tetapi sepertinya ada yang sengaja memanfaatkan momen tersebut, dan beliau sedang berusaha untuk membuktikannya kepada Tuan muda.
"Apa...!!
"Lihatlah ini, Nona? Tangannya menunjukkan peristiwa ledakan bom molotov diarea parkir Antara dini hari tadi dan membuatnya sangat shock.
"Raffael! Teriaknya dengan mata membola dan bibir bergetar. Tangannya menutup mulutnya yang menganga karena kaget.
"Nona, tenang.Tuan muda ada di rumahnya dan baik-baik saja. Semua aman terkendali, Nona jangan panik."
"Apakah Raffael tahu video itu, Jasson?"
Perempuan itu dengan sedikit terseok berjalan dan duduk di sofa dengan dada bergemuruh.
"Kemungkinan tahu, karena tuan muda bisa mengakses rekaman CCTV itu dari kediamanya. Pengirim buket itu memang Tuan Muda, Andreas, tetapi pelaku ledakan di ANTARA masih dalam penyelidikan."
"Ohh, Tuhan."
Andreas mengakui, kirim buket hanya sekali saja, tetapi apa yang dilakukan malam-malam seperti itu di dekat Mansion? Hal ini bisa semakin memancing kecurigaan, Raffael dan berasumsi yang tidak- tidak. Pantas saja Raffael begitu marah padaku, masalah ini menjadi semakin rumit dan melebar kemana-mana. Siapa yang sedang bermain- main dibelakangnya.
_________________________
Catatan penulis:
__ADS_1
Sahabat tersayang π
jangan lupa untuk tinggalkan like dan komennya, ya. Thank you, dearππ