Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
105. Victoria palace


__ADS_3

Key dan Raffael berpamitan di keesokan harinya. Tuan dan Nyonya Tirta Wijaya begitu terharu sekaligus bahagia melepas keduanya. Putri semata wayangnya sudah ada yang menjaganya. Raffael tidak berhenti untuk memberikan kebahagiaan padanya.


"Jadi kalian berdua langsung berangkat untuk berbulan madu?" Tuan Tirta wijaya bertanya sambil tersenyum menatap keduanya.


"Kami hanya sebentar saja dan tidak jauh-jauh,Pa."


"Lama juga tidak apa-apa, sayang. Bukankah kalian adalah pasangan suami istri yang sedang berbahagia?" Godanya sambil terkekeh.


"Oh, iya ada pengawal yang akan megawal Papa dan Mama. Dan tolong pakai fasilitas yang diberikan oleh Raffael," perintahnya seraya merangkul keduanya. Hatinya begitu cemas, ingin rasanya dia bercerita tentang penyerangan itu namun belum saatnya untuk tahu. Keduanya tidak ingin melihat orang tuanya khawatir, setelah semua selesai dan berhasil diatasi, Raffael yang akan menceritakannya sendiri.


"Raffael, rupanya kau tidak hanya menjaga putri Papa, nak, tetapi juga kami berdua Papa dan Mama," ujarnya tertawa bahagia. "Terimakasih. Terimakasih, sayang. Kalian berdua baik- baik sampai tujuan. Raffael, tidak usah khawatirkan Papa dan Mama, kami bisa menjaga diri, lagipula kami tidak hobby untuk kluyuran lagi." Tuan Tirta wijaya mengelus pundaknya dengan halus tidak bisa menutupi rasa bangganya pada menantunya itu.


"Itu lebih baik, Papa dan Mama istirahat di rumah," potong key cepat.


"Iya, sayang. Saatnya kalian berdua yang bersenang-senang. Raffael, titip putri cantik kesayangan, Papa. Kalian hati-hati semoga perjalanan kalian menyenangkan." Keduanya saling menatap dan tersenyum, lalu mengangguk. Pagi itu akhirnya merekapun berangkat. Raffael menoleh Key yang terdiam duduk disampingnya. Digenggamnya jemari tangannya dengan lembut seolah hatinya tahu apa yang sedang difikirkan oleh pujaan hatinya.


"Tidak perlu cemas! Pengawal akan memenuhi setiap kebutuhan yang diperlukan oleh kedua orang kita. Sebisa mungkin mereka akan mencegah mereka untuk tidak keluar tanpa pengawalan khusus sementara waktu.


"Tetapi aku benar-benar cemas, Raffael. Apa tidak sebaiknya kita bicarakan sama mereka saja?" Raffael menarik puncak kepalanya dan merebahkannya di bahunya. "lebih baik kau tidur, aku akan membangunkanmu begitu kita sampai."


"Sebentar lagi sampai bandara. Rasanya aku tidak mengantuk lagi."


Sebuah privet jet telah menunggu kedatangan mereka dengan beberapa awak pesawat. Mereka membungkuk hormat mengetahui siapa yang telah datang.


"Terimakasih." ucap Raffael singkat.


"Jordan titip urusan kantor, sementara waktu," Raffael menepuk pundaknya dengan pelan ketika hendak memasuki pesawat.


"Tidak perlu cemas. Semua bisa diatasi dan baik-baik saja. Kalau ada apa-apa cepat beritahu kami," tegas, Jordan sungguh-sungguh.


"Terimakasih. Ajak Naya bersamamu kalau kau merasa kesepian," tambah Raffael sambil tersenyum menepuk bahu Jordan kembali.


"Bos, bisa saja. Save flight Bos."


"Kamu juga berhati-hatilah."


🍁🍁🍁

__ADS_1


Nuansa alam yang menghijau bak permadani yang terhampar luas. Jalanan terlihat sepi dan lengang, tetapi tidak mengurangi rasa nyaman yang ditimbulkannya. Terlihat mega-mega memutih begitu kontras dengan birunya langit yang membentang laksana atap bagi lautan lepas yang terhampar dengan begitu indahnya. Sesekali terlihat segerombolan burung -burung terbang bernyanyi dengan riangnya menghias angkasa yang begitu cerah hari itu. Dari kejauhan terlihat sebuah bangunan megah menyerupai sebuah castle modern menjulang tinggi diatas bukit begitu kontras keberadaannya diantara rimbunnya pohon yang tertata dengan apik menghadap kesebuah pantai yang indah. Resort-resort mewah terhampar sepanjang pantai menambah kesan megah namun tetap terasa begitu alami.


"Raffael....?"


"Hemmm... apakah kau menyukainya?" Raffael sengaja menyetir seorang diri selepas penerbangan dengan mobil sport mewahnya dengan bagian atap terbuka. Semilir angin menerpa rambut indah, Key dengan kaca mata hitamnya.


" Wowww!! Back to nature." Key merentangkan kedua tangannya dengan memejamkan matanya, menghirup dalam-dalam udara segar yang masih terasa alami dan mengembuskannya pelan.


"Berteriaklah sepuasmu. Lepas semua beban pikiran yang membelenggumu." Raffael menatapnya sambil tersenyum, dengan ulahnya yang begitu rilex menarik napas dengan panjang dan membuangnya pelan lalu kembali merentangkan kedua tangannya.


"Hai semesta aku datang bersama pangeran cintaku!" teriaknya begitu kencang.


"RAFFAEL, AKU MENCINTAIMU....!!!!."


Raffael tertawa mendengar teriakkan, Key dan spontan melepas kacamata hitamnya yang bertengger di netra indahnya. Sebelah tangannya asyik menyetir dengan kecepatan melambat dan sengaja berputar-putar disekeliling bukit yang berhadapan langsung dengan pantai yang membentang. Lautan lepas yang masih alami menjadi magnet tersendiri untuk betah berlama-lama memandangnya.


"Hey! Hati-hati kau sedang menyetir."


Saat dengan lembut sebuah kecupan mendarat dengan begitu manis dibibirnya.


"Kau bahkan sudah melihat semuanya," Key berbalik menggoda, Raffael.


"Sangat indah dan aku suka. Tidak sabar rasanya untuk melihatnya lagi," Raffael menautkan sebelah alisnya dengan tersenyum smirk menatap cintanya. Diraihnya jemari tangannya dan kembali digenggamnya dengan begitu erat.


"Apakah ini adalah kejutan yang kau maksud?"


"Bagaimana? Apakah kau suka?" Sesekali senangkan dirimu sendiri. Kau harus bahagia," tangannya mengusap lembut pucuk kepalanya.


Key mengangguk dengan perasaan terharu. Raffael tidak berhenti untuk membahagiakannya hingga sebuah mobil Hypercar jenis Bugatti la voiture noire berwarna terang itu berhenti didepan bangunan megah yang sangat classic diatas bukit yang menjulang tinggi tetapi dengan jalan memutar yang diatur dengan begitu indahnya.


"VICTORIA PALACE"


Sebuah bangunan menyerupai castle modern yang menjulang tinggi dari kejauhan tadi adalah Victoria palace,


Istana kemenangan Raffael untuk cintanya, Key.


__ADS_1



"Istana kemenangan kita." Raffael berucap sambil tersenyum menatap, Key. berkaca-kaca menahan haru, lalu memeluk Raffael dengan begitu erat.


"Terimakasih..."ucapnya lirih dengan mata yang mulai berembun." Sekarang Ia tahu kenapa Raffael pernah memberikan miniatur berbentuk kastil mewah itu padanya dahulu. Raffael diam-diam ingin mewujudkan semua impian masa remajanya.


"Apakah kau tahu, aku memberikan miniatur itu saat aku tidak mempunyai apapun, tetapi aku sangat yakin suatu saat nanti, aku bisa membangunkannya untukmu." Dengan mata sembab Key kembali memeluk erat, Raffael. Pria tampan itu bisa merasakan Key begitu emosional mengekpresikan perasaannya untuknya.


"Selamat datang Tuan dan Nona."


"Jasson !" Panggil, Key, kaget. Karena begitu bahagianya sehingga dirinya tidak memperhatikan keadaan sekitar dan membuat Jasson menelan salivanya pelan menatap kemesraan mereka.


"Apakah karena kau begitu bahagianya sampai kau tidak melihatnya?"


"Kau membuatku malu saja," Perlahan Ia melepas pelukannya dengan masih tersipu malu.


"Kau boleh terus memelukku sampai kita masuk ke kamar kita," bisik Raffael nakal.


"Kau juga!! protesnya."


"Kau yang memulai," Tanpa aba-aba Raffael membopong tubuh rampingnya memasuki istana kemenangan mereka.


"VICTORIA PALACE"


Symbol cinta mereka berdua yang berhasil melewati berbagai intrik kehidupan dari awal perjalanan cinta, yang mengiringi keduanya. Raffael melangkah pelan-pelan memasuki Palace dengan Key yang masih bergelayut manja dengan tatapannya yang begitu romantis.


Perempuan itu dibuatnya diam memaku saat melihat begitu banyak foto terpasang yang menampilkan lukisan- lukisan dari masa kecil kedua keluarga besar mereka berdua. Berbagai peristiwa terlukis dengan begitu indahnya. Ada moment bahagia, sedih semua terlukis dengan begitu nyata. Tetapi diantara semua foto ada, ada satu foto yang sangat mencuri perhatiannya bertepatan dengan Raffael yang menurunkannya di depan sebuah foto berukuran besar terpasang di ruang utama Palace.



"Raffael.....?" Key menatap tak percaya.


_______________________


Catatan penulis:


Sahabat tersayang, jangan lupa untuk tinggalkan like dan komennya, ya. Terimakasih dear πŸ™

__ADS_1


__ADS_2