
Pagi menyapa terasa lebih indah dari biasanya. Kedua sejoli yang sedang menikmati madu cinta itu, menyeret langkahnya menuju petualangan baru pada sebuah gedung tertinggi pencakar langit di Dubai. Keduanya saling menatap dan tersenyum, setelah turun dari lift dengan kecepatan paling mutakhir itu.
"Senyum terus, sayang. Apakah kamu terlalu bahagia?"
Sesuai janji Raffael, Burj Khalifa menjadi destinasi wisata selanjutnya, sebelum keduanya meninggalkan Negeri yang terkenal kaya minyak tersebut. Bangunan
super megah, dengan arsitektur menyerupai bunga Hymenocalis( bunga bakung putih, air mancur) adalah, fakta menarik lain dari Burj Khalifa. Hal ini dapat terlihat dari inti pusat, yang muncul di bagian atas dan berpuncak pada puncak menara yang terpahat.
"Kita berdua sedang berbahagia, honey. Aku ingin menghabiskan uang mu di sini."
Key memamerkan senyum paling manis pada orang terkasihnya itu, yang hanya sukses mendapat cubitan gemas pada pipinya yang mulus.
"Sepertinya pipimu chubby sekali, cara..!"
"Ahh, yang benar saja! Apakah aku mulai menggemuk? Kamu terlalu membuatku berselera dan banyak makan," Key mengerucutkan bibirnya dengan tatapan merajuk.
"Kamu lupa, setiap malam aku menguras tenaga'mu itu," suaranya berbisik nakal.
"Bahkan di siang hari pun, kamu tidak melewatkannya!" Key tersunggut manja.
Dan kembali mencubit lengan, Raffael gemas dan membuat tawa keduanya pecah.
Pria itu memperlihatkan rasa bahagianya dan mengusap pucuk kepalanya dengan sayang. Seolah tidak akan pernah puas untuk memupuk kebersamaan, sebelah tangannya menggapit pinggang Key dan berjalan beriringan.
Berada di ketinggian 828 meter atau sekitar 2.716,4 kaki, dapat dikatakan gedung megah symbol kota Dubai itu, sekitar tiga kali lipat lebih tinggi dari Menara cinta symbol keromantisan dunia 'Eiffel', di Prancis. Bangunan tinggi Dubai ini juga hampir dua kali lebih tinggi dari Empire State Building, yang berada di Negeri Paman Sam Amerika serikat. Burj Khalifa symbol kemegahan yang akan menyapa kita, bagaimana rasanya menembus awan, sehingga membuat banyak orang kagum- kagum karena kemegahannya dan atmosfer yang ditawarkan.
"Nyonya Raffael, jangan terlalu mengumbar senyum, aku tidak ingin orang lain menikmati senyum itu secara diam-diam," Raffael lagi-lagi membisik yang hanya dibalas dengan cubitan kecil kali ini mendarat di pinggangnya.
"Tuan muda yang paling tampan, kamu masih saja posesive. Padahal aku sudah menjadi milikmu."
Raffael kembali terkekeh mendengarnya.
__ADS_1
"Kita akan menikmati malam yang indah. Bukankah kamu ingin melihatnya, bagaimana Burj Khalifa memantulkan, cahaya dari puncak dan terlihat dari kejauhan," Raffael berucap dengan senyum yang bahagia.
"Tidak perlu cemas, aku menyewa hotel di lantai atas pada gedung ini," beritahunya lagi.
"Berbelanja, makan di Mospere dan menonton sepuasnya. Hari ini, aku akan menjadi wanita paling matrealistis di dunia! Jadi bersiaplah!" Key mengedikan bahunya dengan menatapnya genit.
Raffael tersenyum, "Dan aku akan menjadi pecinta yang terpuaskan di sini," Bibirnya membisik dengan senyum smirk.
"Oh, My God! Honey! Bibir dan otakmu itu!" Key melepas lengan Raffael dan berjalan lebih cepat menyeret langkahnya.
Raffael berjalan mengekor di belakangnya dengan kembali senyum-senyum. Pria itu kali ini benar-benar puas melihatnya sangat bahagia dan antusias sepanjang perjalanan mereka.
Setiap hari aku ingin melihatmu bersemangat seperti ini.
Kata- kata Romantis, pujian, makan enak, menonton, shopping, menikmati gemerlapnya lampu- lampu warna-warni dari ketinggian, menjadi agenda perjalanan romantis mereka berdua. Hingga hari berganti malam, Key melemas dalam pelukan Raffael. Tubuhnya letih, tungkai kakinya terasa lepas tulang- tulangnya dan dengan telaten pria itu memijit kakinya pelan yang terasa pegal.
"Lelah...?"
"Besok kita kembali, sayang. Kalau memungkinkan kita akan kemari lagi," janji Raffael.
"Aku sudah sangat puas dengan bulan madu kita kali ini. Aku benar-benar berterimakasih kasih padamu." Dengan manis mencuri kecupan di pipinya dengan sayang.
Iris matanya yang kelam menatap intens Key yang mencari kenyamanan dalam pelukannya. Manik matanya meredup. Wanita cantik itu benar-benar dilanda kantuk dan rasa letih yang luar biasa.
Raffael menyandarkan kepalanya tanpa berniat melepas usapan lembut pada punggungnya yang sedang terlelap. Sesekali tangannya mempermainkan rambut indahnya yang panjang terurai. Pria itu tersenyum dan kembali membawa tatapannya yang lembut, menyasar wajah cantik yang semakin di rasa manja padanya itu.
Menikmati Langit malam Dubai dengan menginap di hotel berada di puncak ketinggian terasa luar biasa. Menciptakan atmosfer laksana menembus awan dengan berkawan angin malam yang menderu kencang, seandainya saja mereka berada di luar hotel. Tetapi indahnya malam itu tidak mampu mengusir rasa lelah pada wanita yang sudah resmi menyandang istrinya itu. Key lebih nyaman terlelap dalam pelukan Raffael.
πππ
Di tempat yang berbeda. Pulau B yang memesona mata membuat seorang pria termenung menatap bangunan megah di tengah laut. Desain megah pada bangunan ini meninggalkan warna dan kesan tersendiri pada perasaannya yang dia sendiri masih bingung untuk bermuara di sana.
__ADS_1
"Aku tahu, saat ini kau sedang di Dubai. Mungkin ini terakhir kalinya, aku menginjakkan kaki di sini. Di tempat ini dan di kota ini... hatiku sudah cukup damai melihatmu bahagia. Aku sudah mengikhlaskannya, Key, walaupun aku harus pergi menjauh."
Tatapan lembut pria itu mengarah pada Ressort ARKEY yang pernah diimpikan untuk Key. Sejenak pria kembali melepas senyum, mengingat kekonyolan yang pernah dilakukannya saat di kantor dengan sedikit membuat permainan untuk para karyawannya.
"Waktu itu, aku hanya punya satu tujuan, untuk tahu apa yang kau inginkan di masa yang akan datang, bila kesuksesan datang pada setiap individu."
Aku ingin mendirikan panti asuhan. Beramal baik. Dan akan meminta istana cinta, sekali pun sangat sederhana dari sang pangeran cinta.
Andreas tersenyum mengingatnya. Mata pria itu berkaca-kaca untuk sesaat.
"Aku memberikannya padamu Key... semuanya. Walaupun tidak satu pun pernah sampai di tanganmu, bahkan kau tidak pernah tahu. Tetapi setidaknya, aku pernah merasakan bagaimana mencintai seseorang dengan tulus."
Andreas melangkah pelan dan terdengar menelpon seseorang.
"Ganti nama Ressort ARKEY. Dan ingat, jangan menyertakan nama belakang aset yang ada kaitannya dengan Wiratama Group." Andreas menutup panggilannya. Ia ingin melepaskan diri dari belenggu cinta yang pernah mengungkungnya.
Tetap saja dadanya bergemuruh, saat terakhir kalinya menatap tulisan besar yang menyertakan nama Key di sana.
Semua tentang Key dilepaskannya satu persatu dan hanya akan menyimpannya dalam kenangan saja.
Sekali lagi Andreas memelankan langkahnya. Tatapan matanya yang lembut dan tenang melirik ke suatu arah yang tidak jauh darinya.
VICTORIA PALACE
"Iya. Kamu sudah mendapatkan istana cintamu..." Andreas tersenyum. Saat ini hatinya jauh lebih siap untuk memulai sesuatu yang baru. "Raffael bisa memberikan segalanya dan aku tenang untuk itu."
Walaupun tentang hatinya sempat menciptakan polemik dengan Raffael. Dan itu sangat disesalinya seumur hidupnya, tetapi untuk sekarang setelah masalah itu selesai Andreas merasa langkahnya meringan.
________________________
Sahabat tersayang π
__ADS_1
mohon maaf slow update. Terimakasih yang masih setia membaca ππ