Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
72. Ide Brilian


__ADS_3

Malam berlalu Raffael belum juga memejamkan matanya. Dirinya sedang mempersiapkan ide-ide brilian yang sudah tersetting secara sempurna di dalam otaknya. Sebuah layar laptop kembali menyala dengan perlahan dia menuangkan seluruh idenya. Sektor pendidikan rupanya sedang menjadi prioritas Raffael sekarang ini.


"Rasanya bukan sesuatu yang buruk, mengeluarkan sebagian dana kepada beberapa yayasan pendidikan di kota ini. Setidaknya untuk mengurangi kesenjangan sosial yang ada, "bukankah mereka adalah anak -anak yang cerdas?" Gumamnya pelan dengan menelaah sejumlah dana yang ingin disumbangkan.


Seseorang akan abadi dikenal karena kebaikannya, jasanya, pengabdiannya, bukan karena seberapa besar jumlah harta kekayaan mereka.Karena itu berbuatlah sesuatu yang berguna selagi kita bisa walaupun itu sangat kecil hitungannya.


Raffael tersenyum bahagia. Ingatannya kembali melayang saat-saat ,Key mencoba mengguruinya. Dan dia pantas untuk mendapatkan ocehan itu, karena hampir saja hatinya sekeras batu karang di saat ketidak adilan meluluhlantakkan keluarga besarnya.


"Apakah kau malaikat cinta?" Kenapa setiap ucapanmu adalah peluru tajam yang selalu membuatku kalah telak," tangannya mengusap bingkai foto sang pujaan hati dan seakan tidak akan pernah bosan untuk melihatnya lalu menyunggingkan senyumnya.


"Bagaimana bisa kau selalu memikirkan nasib orang lain, terlepas sesuatu yang buruk pernah terjadi di masa lalu, yang begitu melukai hatimu. Bahkan, aku harus berjuang keras untuk melawan egoku atas ketidak adilan yang aku terima dari orang yang aku sebut sebagai pamanku, begitupun saudaraku."


Raffael menarik napas dengan dalam, serta memejamkan matanya dengan kepala menyandar di kursi. Privet room adalah dunia keduanya untuk menyusun ide-ide briliannya untuk eksistensi ANTARA yang akan datang selain di dalam kantornya.


"Akan aku pastikan semua berjalan sebagaimana mestinya. Aku tidak ingin orang-orang yang aku sayangi mengalami hal-hal yang tidak aku inginkan dimasa yang akan datang," lirih Raffael setengah berbisik. Tidak dipungkiri kesuksesannya di dunia bisnis juga menghadirkan competitor bisnis yang tidak main-main. Berbagai cara bahkan mereka lakukan untuk menaikkan pundi-pundi kekayaan mereka. Raffael mengamankan aset-aset terpentingnya, menyusun bisnis strategis dengan men gkombinasikan dengan charity event adalah langkah selanjutnya.


Sebuah tepukan dipundaknya mengagetkan Raffael yang sedang berpikir untuk merealisasikan idenya.


"Papi," ucapnya sambil membenahi tempat duduknya.


"Raffael, jam segini kau masih saja bekerja? tanya tuan besar. Netra beliau mengamati wajah putranya dengan seksama.


"Istirahatlah, Raffael. Adakalanya tubuhmu juga ingin diistirahatkan," nasehat tuan besar dengan mengambil tempat duduk di samping, Raffael.


"Apakah ada sesuatu yang serius di kantor?" tanya Tuan besar kemudian. Seutas senyum tersungging diwajahnya disaat beliau sedang fokus menatap layar laptop milik, Raffael.


"Ide yang sangat brilian. Papi setuju kamu punya fokus di dunia pendidikan dengan menjadi donatur sejumlah yayasan pendidikan.


"Mereka yang nantinya akan menjadi unjung tombak Antara, Papi. Kita ciptakan sebuah generasi yang unggul disamping kita memberikan beasiswa kepada mereka yang berprestasi," Raffael menjabarkan idenya satu persatu termasuk mendirikan sebuah, sekolah, universitas, yang nantinya untuk lulusan terbaik bisa mendapatkan pekerjaan di kantor-kantor Antara group sesuai dengan keahliannya masing-masing.

__ADS_1


"Luar biasa, Raffael. Papi akui, Papi tidak sampai berpikir ke sana, tetapi kau benar-benar genius mempersiapkan masa depan ANTARA berikut orang-orang yang nantinya akan bekerja di sana. Papi benar- benar bangga padamu, sayang." Tuan besar diliputi oleh rasa haru. Putra sulungnya itu tidak hanya menyelamatkan muka keluarga besarnya tetapi juga bisa bertanggung jawab penuh untuk existensi Antara Group kedepannya.


"Bukankah ini semacam kita menyediakan masa depan mereka yang akan datang?"


Tuan besar mengangguk pertanda setuju. Rasa bangga dalam dirinya begitu membuncah, Raffael mempunyai kepedulian tinggi untuk sesama. Apalagi saat berita Raffael menjinakkan para perampok dan pembegal jalanan dengan memberikan pelatihan kerja dan mencoba menghadirkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya untuk merubah mindset mereka, membuat Tuan besar tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Raffael, kau tidak hanya seorang CEO ANTARA, tetapi kau adalah seorang revolusioner," Tuan besar menepuk pundak putra kesayangannya.


Bagaimana tidak, kurang dari satu dasawarsa ANTARA menjelma sebagai


Korporasi raksasa yang mempunyai citra positif dikalangan masyarakat luas. Dan berhasil mengepakkan sayapnya di berbagai sektor, yang semula hanya bergerak di bidang properti saja. Berbagai bisnisnya pun sangat berpengaruh di seantero negeri membuat keberadaannya sangat di hormati dan disegani.


"Bahkan, papi perlu waktu bertahun-tahun lamanya hanya untuk sekedar membuat ANGKSA GROUP berjaya pada masanya, Raffael. Perusahaan yang papi besarkan dengan susah payah dengan paman Bayu. Dan Papi sangat sedih tidak bisa menjaga peninggalan Kakekmu itu pada akhirnya,"Tuan besar dengan mata berkaca-kaca. Beliau masih sering bersedih diam-diam dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh saudara tirinya tersebut.


"Papi, semua sudah kembali, aset Kakek sekarang dalam kuasa Raffael. Raffael merasa terpanggil untuk menjaganya kembali setelah Paman bayu dan Dave dinyatakan bersalah. Hanya perusahaan Delta dan SMRC yang didirikan oleh Dave yang saya serahkan kepada Tante Laura. Papi tidak usah bersedih, demi kakek, aku lakukan semua ini, Pi," ujarnya seraya memeluk Tuan besar.


"Papi adalah pewaris sah yang dinyatakan berhak oleh putusan akhir pengadilan.Walaupun Delta dan SMRC berdiri dari uang Angkasa group, tetapi saya tidak berminat dan demi kelangsungan kerja para karyawan, saya serahkan kepada Tante Laura untuk mengurusnya," jelas Raffael kepada orang yang telah membesarkannya tersebut diikuti oleh rasa haru dalam hatinya. Tuan besar berkaca-kaca mendengarkan penjelasan Raffael dan keduanya kembali saling berangkulan.


"Lakukan semua ide brilianmu itu, Papi mendukung dibelakangmu," imbuhnya lagi.


"Terimakasih,Pi! Raffael selalu minta bimbingan, papi."


"Kamu lebih pintar dari Papi," pujinya sambil terkekeh.


"Apakah ini ada campur tangan pujaan hatimu itu," goda Tuan besar kali ini dengan tertawa menyelidik. "Papa tahu, Key punya kepedulian sosial yang tinggi dan sifat lembutnya itu berhasil mengubah sikap keras kepalamu itu," goda Tuan besar lagi dengan menaikkan sebelah alisnya. "Makanya tidak salah kalau kau sekarang menjadi pribadi yang hangat, perhatian dan bucin akut kepadanya," lagi-lagi Tuan besar menggoda Raffael.


"Papi, ada-ada saja. Sifat seorang anak pasti menurun dari kedua orang tuanya, Pi, "bukankah Papi juga bucin akut kepada mami, bukan?" Kenapa Papi susah sekali mengakuinya ha..ha..ha," terdengar tawa Raffael penuh kemenangan.


"Sudah-sudah! Kalian ini seperti anak kecil saja bercandanya," Nyonya besar masuk privet room, Raffael tanpa sepengetahuan mereka berdua."

__ADS_1


"Apakah mami menguping,mi," canda Tuan besar kepada istrinya tersebut.


"Aku sudah dengar semua, dan tahu apa yang Raffael kerjakan. Anak dan calon menantu kita memang luar biasa, Pi!"


"Tentu saja! Siapa dulu mereka? Tuan besar menautkan sebelah alisnya ke arah Nyoya besar dan keduanya kembali tertawa bahagia.


"Papi, Raffael, butuh istirahat," Nyonya besar menarik tangan suaminya dan mengajaknya berlalu pergi."


"Raffael, sayang,Good night, cepatlah istirahat," Mereka berdua dengan perasaan senang, berlalu dengan saling bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih.


Raffael tersenyum melihat keharmonisan kedua orang tuanya dan perlahan Ia pun beranjak untuk tidur dengan tidak lupa meminum supplement kesehatan yang diberikan oleh, Key. Bahkan sejak dia sakit wanita pujaannya itu mengatur menu makanannya dan menyuruh Jasson mengantarnya setiap hari.


"Apakah kau sudah tidur?" Dengan perlahan diciumnya foto pada layar ponselnya.


"Ahh..!! Cara, aku jadi sangat merindukanmu." Raffael mengakui kelemahannya kalau sudah berurusan dengan Key dan dengan sedikit iseng dia mengirim pesan singkat kepadanya.


💌 Raffael.


Good night, jangan lupa mimpikan aku😘.


Pesan terkirim tetapi tidak ada tanda key membacanya.


"Pasti kamu sudah tidur. lalu dirinya pun terlelap dalam mimpi yang indah yang sama.


______________________


Catatan penulis:


Sahabat tersayang 🌹

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komennya, ya.


Ternyata dear💓


__ADS_2