
"Sayang, tidak perlu repot-repot. Jangan terlalu lelah. Biarkan pelayan saja menyiapkan semua."
Key berhenti dan menoleh ke belakang. "Mereka, sudah membantuku menyiapkan semua. Aku tinggal mengeksekusinya dan tidak akan terlalu lama, "bukankah calon istri yang baik itu, senantiasa menghidangkan makanannya dengan tangannya sendiri?" kerlingan manjanya membuat Raffael gemas, dan sangat sayang untuk tidak mendaratkan sebuah cubitan kecil pada dagu lancip miliknya.
"Auww..!! Sakit! jeritan kecilnya keluar dari bibir manisnya disambut kekehan Raffael dengan sebuah kecupan sayang di keningnya.
"Tidak harus seperti itu, percuma aku membayar mereka, kalau kau kelelahan."
"Raffael..."
"Hemm..."
"Apakah kau bahagia?"
"Kenapa bertanya?"
"Karena kau yang biasa menanyakan itu padaku, sekarang giliranku yang bertanya padamu." Raffael tersenyum masam mendengar tingkahnya.
"Pangeran tampan, kau belum menjawab pertanyaanku." Kali ini dengan menampilkan wajahnya yang cemberut. Key memanyunkan bibirnya yang membuat Raffael semakin gemas melihatnya.
"Aaaaa... Raffael!" teriaknya saat tubuhnya tiba-tiba terangkat dan Raffael memutarnya dengan begitu manis. Sepasang angsa putih yang mengapung di danau buatan itu, menjadi saksi kemesraan mereka berdua.
"Hemm... apakah kau masih ingin bertanya lagi, Cara? Raffael mengulum senyumnya dengan masih membopong tubuh Key ala bridal. Kedua tangannya bergelayut manja pada lehernya dengan sesekali matanya terpejam, menahan aksi mendebarkan spontan Raffael.
"Sudah..! Sudah! Turunkan, Raffael! Aku tidak akan bertanya lagi," Dengan napasnya yang sedikit tersengal.
"Ada Jasson melihat kita," bisiknya lirih yang di respon lirikan sekilas Raffael. Sementara diseberang sana Jasson tidak berhenti memuji kemesraan mereka.
"Dasar, Tuan muda yang tidak pernah jatuh cinta. Sekali jatuh cinta, dunia serasa milik berdua, yang lainnya membayar sewa ha..ha..ha.
"Raffael!" protes Key dengan mata yang membola.
"Biarkan saja! Siapa tahu, setelah ini dia akan mengakhiri kesendiriannya.
" Kau ini!" Cubitan kecil mendarat di lengannya sukses membuatnya meringis menahan sakit.
"Sayang, setelah ini dia tidak akan berpikir dua kali untuk berkencan," Mukanya memerah saat dengan sengaja Raffael melintas di depan Pria bertubuh tinggi, besar, itu yang terlihat membungkukkan badannya.
"Carilah teman kencan, kau membutuhkan itu," ledek, Raffael dengan kedua alis bertaut.
"Tuan muda, saya kembar tiga! teriaknya. Aku nantikan tantangan dari Tuan muda!" seloroh Jasson tidak mau kalah.
"Shitt....!!! umpat, Raffael, kesal yang hanya di sambut tawa lebar Jasson dengan gelengan kepalanya puas. Sementara, Key, semakin tersipu menyadari arah pembicaraan mereka, dan dengan cepat melepaskan diri dari cengkraman lengan kekarnya lalu berjalan mendahului, Raffael, untuk masuk ke dalam Mansion dengan semakin tersipu malu. "Kalian ini!" protesnya dengan langkah yang lebih cepat.
πππ
Raffael berbincang dengan kedua orang tua, Key diruang tamu yang begitu megah. Sesekali terdengar tawa renyah mereka mengiringi ketiganya yang sedang mengobrol.
"Nak, apa tidak sebaiknya saya pulang kerumah? Sepertinya suasana sudah lebih baik," tawar Tuan Tirta Wijaya kepada calon menantunya.
"Papa dan Mama akan pindah ke cluster yang tidak jauh dari kediaman untuk Wijaya, setelah kami resmi menikah," jawab Raffael dengan sopan.
"Nak, tidak perlu. Ini terlalu berlebihan," Tuan Tirtawijaya kaget dengan rencana Raffael begitupun Nyoya Tirtawijaya. Keduanya menoleh bersamaan untuk meminta pendapat, tetapi Nyoya Tirtawijaya memilih menyerahkan semuanya kepada suaminya.
"Papa dan mama adalah orang tuaku juga, yang harus saya jaga dan hormati. Tolong Papa dan Mama, jangan menolak ini semua. Anggaplah tempat tinggal yang baru ini, adalah awal dari semuanya,"Jelas Raffael dengan mimik muka memohon.
"Papa dan Mama akan mempertimbangkannya
__ADS_1
lebih dulu, Nak."
"Raffael mengangguk paham. Dirinya menyadari rumah kedua orang tua, Key penuh kenangan yang tidak akan pernah terlupakan. Disitulah Semua bermula dan begitu juga berakhir dengan sangat menyedihkan dan akhirnya kembali lagi seperti sekarang ini.
Lama mereka berbincang, hingga tidak terasa waktu makan malam telah tiba.Key dengan anggun menyiapkan makan malam bersama dibantu dengan para pelayan yang ada di Mansion.
"Sayang, ini pasti sangat enak," puji Nyonya Tirtawijaya dengan mengedarkan pandangannya, seraya mengulum senyum menatap putrinya. Hidangan makan malam yang sederhana, tetapi istimewa tersaji dengan apik malam itu.
Ayam pek cam kee, nasi merah dan sayuran segar adalah menu yang dihadirkan oleh Key malam itu.Tidak lupa Potongan buah segar dan Air mineral pilihan juga tertata dengan begitu menggoda.
"Papa harus jaga kesehatan." Tangannya terulur mengambilkan nasi merah dan lauknya kepada Tuan Tirtawijaya. Dirinya sengaja memasak hidangan sehat malam itu karena Raffael juga sangat menyukainya.
"Sayang, harusnya kau mengambilkan Raffael. Papa biar mamamu saja yang mengambilkannya, diikuti oleh anggukan nyonya Tirta Wijaya.
"Hemm... aku juga akan mengambilkan ini untuk mama," Netrannya melirik Raffael sambil tersenyum, sementara Pria itu, mengangguk setuju dengan apa yang dilakukan oleh, Key.
"Sayang... ," Nyonya Tirta Wijaya mengusap lembut wajah putrinya.
"Apakah Mama dan Papa tahu, mungkin sebentar lagi saya tidak akan melakukan hal ini lagi untuk kalian," Key merangkul bahu kedua orang tuanya secara bersamaan dengan menempatkan dirinya ditengah-tengah mereka dan memeluknya dengan penuh kasih.
Raffael yang melihatnya begitu bahagia merasakan kelembutan dan perhatian yang tunjukkan oleh sang pujaan hati. Pikirannya berkelana membayangkan betapa indahnya suatu hari nanti, apa bila ada malaikat kecil yang hadir diantara mereka. Dia memiliki segalanya, tetapi keluarga kecil yang bahagia tetap menjadi impian Raffael dalam hatinya.
"Ini untukmu," Jemarinya begitu lentik mengambilkan makanan untuk Raffael. Dirinya sengaja mengambilkan porsi lauk yang lebih banyak, karena Raffael sedikit menghindari karbohidrat dimalam hari.
"Sayang, sudah cukup. Terimakasih."
"Ini nasi merah, tambahlah sedikit saja," perintahnya dengan lembut yang akhirnya membuat Pria itu hanya bisa menurut.
Suasana hening. Hanya bunyi denting sendok yang terdengar pelan. Mereka menikmati hidangan sederhana dengan suasana istimewa yang tercipta. Bukan makanannya berlebihan tetapi nuansa cinta kasih yang tercipta membuat makan malam itu terasa sangat istimewa.
"Besok datanglah kerumah, aku menjemputmu dipagi hari. Mama sangat merindukanmu," Raffael berucap sekalian melakukan pamit. Key mengiringi langkahnya untuk mengantarkan Rafael sampai halaman Mansion.
Good night, Baby," ucapnya dengan senyum menggoda sebelum akhirnya benar-benar melaju dengan mobilnya.
πππ
Pagi menjelang Key, teringat dengan janjinya. Kekediaman calon mertuanya, berangkat fitting baju dan menemani Raffael bermain golf menjadi agendanya.
"Mitha persiapkan keperluanku. Aku akan mandi," perintahnya dan bergegas ke kamar mandi.
"Baik Nona".
"Jangan lupa persiapkan kostum untuk bermain golf."
Mitha menganggukkan kepalanya paham.
"Seperti janjinya, Raffael datang pagi itu, untuk menjemput Key lebih awal. Mata kelamnya menatap tak berkedip ke arah, Key yang begitu cantik dengan dress warna putih tanpa lengan yang sukses menghipnotis dirinya. Wanita cantik itu sudah menunggu dengan para pengawal
yang menjaga ketat dirinya.
Baby, you look so beautiful," bisiknya dan mencuri kecupan manis di bibirnya.
__ADS_1
"Raffael," protesnya seraya melirik Jasson yang sedang mengemudi.
OMG Tuan muda, bikin kepingin saja, tetapi kalau Nona secantik itu, "bagaimana bisa Tuan muda akan tahan," batinnya.
Setibanya di kediaman utama Wijaya Nyoya besar sudah menunggunya.
"Sayang, akhirnya kau datang juga. Kamu cantik sekali," Keduanya saling berpelukan dan mengobrol ringan lalu mengajaknya untuk sarapan. Key yang sangat hafal makanan kesukaan Tuan dan Nyoya besar, membawakan Pancake kegemarannya dan beramai- ramai untuk menikmati breakfast sederhana pagi itu.
"Kalian jangan pergi jauh-jauh. Kalian butuh istirahat. pernikahan kalian sudah semakin dekat, kali ini dengan mimik muka serius.
"Cuma mau fitting saja," Mam.
"Tidak boleh keluyuran, sehabis fitting kembalilah pulang," sarannya dengan penuh perhatian. Key menatap Raffael yang berniat untuk bermain golf sehabis fitting baju. Bukan apa-apa Raffael sakit dan Key jatuh pingsan membuat Nyoya besar sangat cerewet menjelang pernikahannya. Dan menyuruh Jordy bersama Jasson untuk mengawal, sementara Jordan sibuk dengan urusan kantor, saat Raffael tidak datang.
Sehabis sarapan, Raffael menunjukkan foto-foto yang tersusun dengan rapi di galeri pribadinya. Key begitu menawan dengan gaun mewah koleksi Ivanka Fashion dan juga hasil rancangannya sendiri.
Raffael," Netranya menatap tak percaya melihat banyaknya foto yang terbingkai dengan begitu indah terdisplay dengan rapi, laksana sebuah galeri pameran.
"Kau melakukan ini semua?"
"Hemm... apakah kau menyukainya, sayang," Raffael memeluknya dari belakang dan meletakkan dagunya diantara ceruk leher jenjangnya.
Menghirup kuat- kuat aroma vanila Lace yang menguar dari dalam tubuhnya. Napasnya menghangat menyapu lembut wajahnya seketika membuat darahnya berdesir. Key memejamkan matanya menikmati sensasi yang dihadirkan oleh Raffael dan dirasakan usapan lembut pada pinggang rampingnya.
"Itu semua akan kita pamerkan dihari bersejarah kita, sayang. Aku meminta mereka menyiapkan dengan sebagus mungkin," ujarnya dengan mencium lembut pipinya.
"Terimakasih sekali," Key memutar tubuhnya dan fokusnya terhenti menyasar mata kelam dengan jakun Raffael yang terlihat naik turun. Dengan sedikit ragu, kakinya berjinjit untuk mendaratkan ciuman kecil di pipinya yang dipenuhi dengan jambang halus yang tercukur dengan rapi, sesaat menimbulkan sensasi menggelitik yang membuat tubuhnya meremang.
Key mendesah pelan saat Raffael membalasnya dengan begitu intim dan dirasakan Raffael mendekapnya dengan sayang.
"Mulai besok mami tidak mengijinkan kita untuk bertemu menjelang hari pernikahan kita. Pasti aku akan sangat merindukanmu, Cara."
"Itu lebih bagus, karena pangeran sangat nakal," jawab Key dengan memukul dadanya gemas.
"Benarkah?!"
"Hemmm...."
" Tetapi, Kau sangat menyukainya, baby."
"Terserah padamu saja." sungutnya.
"Key mengambil tempat duduk dengan memandang foto-foto dirinya, dengan berbagai pose. Gaun mewah yang membalut tubuh indahnya begitu terlihat sempurna. Dirinya terharu Raffael tidak pernah berhenti memberikan kejutan untuknya. Siapa sangka Invanka fashion sudi untuk membingkai hasil karyanya, bahkan gaun hasil rancangan key akan dipamerkan secara exlusive dihari pernikahannya.
"Kau selalu penuh dengan kejutan." pujinya.
"Setelah kita menikah nanti, bersiaplah untuk semakin terkejut, sayang."
"Raffael___"
_________________________
Catatan penulis:
Sahabat tersayang π
Jangan lupa untuk like dan komennya, ya, kawan. Terimakasih dear π
__ADS_1