Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
21. Amarah dalam cinta part 1


__ADS_3

"Maaf, bos, mengganggu." Donny


memasuki ruangan, Andreas. Selepas jam makan siang ada utusan Antara ingin bertemu."


"Suruh mereka menunggu sebentar lagi. setelah jam makan siang selesai. Aku harap kamu bisa menahan seseorang yang ingin bertemu denganku." Andreas sedikit terusik.


"Baiklah, bos." Donny berlalu setelah tersenyum ke arah Key.


Utusan dari Antara? Berarti orangnya Raffael?


"Maaf sedikit mengganggu." Andreas menatap Key yang sedang makan. Sungguh debaran hatinya terasa nyata, saat wanita yang sudah lama dikenalnya itu duduk di hadapannya. Menghadirkan sensasi yang membuat hatinya terus tergetar mengalirkan perasaan bahagia luar biasa.


Tangan Andreas meraih tissue dan mengusap lembut sisa makanan yang menempel di bibir Key yang mungil.


Key terpaku. Kepalanya sedikit terangkat dan refleks menatap pria tampan yang sedang duduk di depannya itu tenggelam dalam tatapan kelam miliki Andreas.


"Maaf, ada sisa makanan yang sedang menempel," katanya seraya mengulum senyumnya.


Kendalikan dirimu, Andreas, jangan terburu-buru.


"Terimakasih."


Ingin rasanya Key cepat keluar, untuk menghindari rasa canggung


yang tiba-tiba melingkupinya, tetapi setenang mungkin dibuatnya bersikap biasa saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Ada apa dia? kenapa Andreas mendadak


sangat Aneh.


Merasa Key sedikit kebingungan, Andreas menatapnya ekpreif buru-buru menguasai perasaannya.


Bagaimana bisa, Raffael tidak menoleh perempuan seistimewa, Key. Bukankan seharusnya aku senang, itu artinya keberuntungan sedang menaungiku.


Keduanya terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing. Setelah selesai makan,


Andreas bermaksud memberikan segelas air mineral kepada Key. Tetapi tanpa


sengaja sebelah tangannya menyenggol gelas dan membuat airnya tumpah


membasahi meja dan juga bajunya.


"Astaga! Apa yang terjadi! Hati-hati."


Key bangkit berdiri dengan cepat mengambil tissue dan tanpa ragu membersihkan sisa air yang membasahi kemeja Andreas. Perhatian Key ini membuat bunga-bunga bermekaran dalam hati pria itu yang tidak lepas mematri senyumnya.


Jarak yang sangat dekat, membuat aroma vanilla Lace ciri khas dari wangi tubuh wanita itu, menguar dan dihidu kuat-kuat, seiring dadanya yang terus menggemurh.


"Ada meeting hari ini dan bajumu kotor."


tangannya terus membersihkan baju Andreas, sementara sang empunya


hanya diam mematung, bukan hal baru lagi Itulah,Key. Dia akan bereaksi cepat terhadap hal-hal kecil di sekitarnya.


Setelah itu Key berniat mengelap meja


yang basah, tetapi buru-buru Andreas menahan tangannya. "Biar aku panggil OB saja untuk membersihkan," ucapnya


melarang.


"Ada baju di wardrobe, sebaiknya kau berganti pakaian. bukankah ada utusan


dari kantor Antara yang datang?"


Antara dan Wiratama group menjalin kerjasama di sektor esensial, mengingat adanya persahabatan yang terjalin antara Raffael dan Andreas.


Melangkah tergesa menuju wardrobe room, yang didesain khusus di ruangan CEO, Key memilihkan baju yang pas untuk pria itu. Andreas tidak berhenti mengulum senyum. Hatinya menghangat, melihat wanita itu begitu menghawatirkannya dan menerima baju yang dipilihnya tanpa protes sedikitpun.


"Thanks, Key," ucapnya tersenyum lalu menuju ruang ganti.


Seorang OB datang masuk membersihkan sisa makanan di atas meja dengan bantuan sekretaris cantik itu. Andreas yang hendak melangkah keluar menatap kaget melihat apa yang dilakukan Key di hadapannya.


"Aku sudah bilang, biar OB saja yang membersihkannya, kenapa ikut kotor- kotoran? protesnya lalu meraih tangan Key menyingkir dari sisa-sisa makanan dan tumpahan air yang terlihat


masih tercecer.


"Maaf, Pak, saya sudah melarang Nona tetapi___"


"Cepat bersihkan saja!" perintahnya tegas.

__ADS_1


Key mengurai genggaman tangannya perlahan, begitu menyadari tangan Andreas yang masih bertaut dengan lembut.


Pria itu tersenyum menyadari apa yang baru saja terjadi. "Hanya itu yang bisa aku lakukan, supaya kamu tidak nekat menyentuh benda jorok itu." Kembali Andreas berucap dalam nada rendah dan menatapnya dengan intens.


"Jangan berlebihan, itu hanyalah bekas tumpahan Air dan box makanan. Baiklah,aku permisi dahulu"


Dering ponsel Andreas yang menyala menghentikan langkah kaki Key, dan melihat sang Bos kesulitan untuk mengangkat, karena sebelah tangannya sibuk memasang dasinya.


Dengan ragu melangkah, Andreas memberikan kode untuk memasangkan dasinya, hingga embusan napasnya yang terasa hangat menyapu wajah Key, dengan posisi sedikit membungkukkan badannya. Sementara Andreas sendiri masih terus sibuk menerima panggilan telepon.


"Sudah selesai"


"Terimakasih Key."


Andreas menatapnya dengan begitu kelam, dengan jarak yang sangat dekat.


Bahkan, mengabaikan teleponnya sesaat. Ingin rasanya dia menarik perempuan itu


kedalam pelukannya dan membisikkan kata cinta yang sudah bertahun-tahun di


pendamnya.


Tidak lama berselang, Donny dan Jordy masuk. Tetapi matanya tidak luput melihat OB yang sedang berlalu sedang membersihkan bekas makanan dan mendapati Nona muda mantan anak petinggi Tirtawijaya group itu, berada di ruangan, Andreas. Dengan memegang dasi kotor hendak membawanya keluar.


"Selamat siang pak, Andreas dan Nona," sapanya ramah. Keduanya mengangguk


dan tersenyum,.


"Selamat siang pak Jordy."


Sepertinya mereka habis makan bersama, dengan dibumbui drama romantis. Memasangkan dasi kepada


atasannya. Bukankah itu sangat intim


sekali?


"Silakan, pak Jordy. Andreas dengan berat hati menyuruh Key untuk keluar.


Hari menuju sore, Jordy belum ada tanda-tanda keluar. Key sedikit resah


dengan pikirannya. Hatinya tidak berhenti


"Aku tidak bisa menghentikan, Raffael,


untuk menindaklanjuti kasus Tirtawijaya.


Karena ternyata Papa tidak keberatan dengan hal itu. Apa yang membuat papa


berubah pikiran? Bukankah ini benar- benar kedengaran sangat aneh?"


Key menggeleng pelan. "Raffael sudah


meminta izin kepada Papa. Papa yang menentukan semua. Sudah tidak ada alasan lagi untukku, mau tidak mau, aku


akan mengikuti alur cerita ini lagi."


Wanita itu mendadak berdiri mendapati Jordy orang suruhan Raffael yang keluar


dari ruangan CEO dan membungkukkan badannya dengan hormat.


Terimakasih pak Jordy," ucapnya kembali ramah begitu melintas di depan ruanganya.


"Nona, saya yang berterimakasih," balasnya tidak kalah sopan. Bagaimanapun wanita itu bukan


orang sembarangan dan kesayangan Tuan mudanya diam-diam.


Hari beranjak sore, kidung kehidupan selalu menawarkan hal-hal yang tidak terduga. Sesuatu yang membuat insan manusia bisa saja tertawa bahagia, menangis, berharap atau meminta.


Seperti yang terjadi saat ini, hati Andreas tidak berhenti untuk berharap, bahwa pada akhirnya Key akan melabuhkan hatinya padanya. Senyumnya terus melengkung sempurna, dengan terus mematri kuat-kuat wajah Key di pelupuk matanya.


Pulang bekerja Andreas ingin mengajak Key untuk dinner bersama dan berniat mengajaknya datang kepernikahan kolega bisnisnya. Bahkan Pria itu sudah merencanakan lamaran romantis dalam waktu dekat ini diam-diam.


Bukan lagi menjadikan Key sebagai pacar atau tambatan hatinya, tetapi Ia sadar,


Key adalah wanita yang selama ini Ia cari untuk melengkapi hidupnya.


****


Seorang pengacara ternama datang ke kediaman, Raffael. CEO itu ingin berkonsultasi hukum seputar kasus Tirtawijaya group.

__ADS_1


Lelaki berumur enam puluh tahun dengan baju khas lowyer membungkuk hormat, melihat siapa yang sedang berdiri di hadapannya.


"Tuan Muda, senang bertemu denganmu."


"Terimakasih, silakan duduk," perintahnya dengan sama sopannya. Raffael memberikan isyarat dengan tangannya.


Pengacara kondang itu termangu sesaat


mendengar putra mahkota Antara Group


itu, yang hendak kembali mengajukan


upaya hukum seputar kasus Tirtawijaya group lima tahun silam yang sempat terhenti. Sebuah kasus besar yang sempat menjadi kasus Nasional yang menggemparkan jagat


perbisnisan di Negeri ini.


"Bapak masih ingat sepuluh tahun lalu,


adalah awal mula Antara group berdiri.


Lima tahun kemudian, Antara meroket. apalagi saat berduet dengan Tirta Wijaya


Group. Tetapi saya merasakan banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi, hingga pada akhirnya keruntuhan Kerajaan bisnis Tirtawijaya tidak bisa diselamatkan lagi.


Kemudian CEO muda Antara itu memberikan setumpuk berkas hasil


penyelidikannya untuk kemudian diserahkan kepada Pengacara kondang


itu untuk dipelajari.


Luar biasa, ini benar-benar seperti bom waktu yang siap meletus kembali. Bertahun-tahun kasus ini terhenti walaupun diduga ada Mastermind yang tersembunyi. Tetapi sangat sulit untuk


membuktikan pelaku utama tersebut dengan alasan mati.


Pengacara itu manggut-manggut dengan sesekali menoleh kepada Putra mahkota ANTARA GROUP itu.


"Tuan muda, apa Tuan besar sudah mengetahui hal ini?"


"Belum, saya tidak ingin terburu-buru. Yang paling penting saat ini adalah, kehadiran Om.Tirta Wijaya selaku korban


untuk bicara lebih lanjut dengan Anda.


Saya mohon lakukan upaya hukum yang seadil-adilnya untuk beliau."


Seseorang yang sudah sangat dikenalnya


keluar dari ruangan. Seketika pengacara itu berdiri dan memberikan pelukan hangat kepada Tuan besar Tirtawijaya yang sudah dipersiapkan oleh Raffael.


"Ini bagai mimpi saya dipercaya untuk menangani kasus besar ini. Mudah-mudahan saya bisa mengemban tugas Ini dengan baik," janji pengacara itu


dengan menepuk-nepuk pundak Tuan Tirtawijaya.


Lama mereka mengadakan diskusi secara rahasia. Beberapa bukti telah


di depan mata.


"Minimal dengan dua alat bukti yang dianggap cukup, sudah bisa untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Kasus Tirtawijaya berakhir dengan kematian empat orang staf keuangan dan seorang


manager keuangan yang diduga sebagai dalang utama, yang masih mendekam di bui, " ujar pengacara tersebut.


"Kalau memang diduga ada pelaku yang lebih besar, dan ada bukti yang akurat, bukan hal mustahil kasus ini akan menemui titik terang."


"Titik utama permasalahan ini adalah, siapa Danu purba sebenarnya dan apa


motif utamanya," timpal Raffael.


"Danu purba .... " ucapnya pelan.


Saya punya bayangan tentang orang itu, Raffael," ujar tuan besar Tirtawijaya sambil menerawang jauh. Wajahnya


seketika mendadak sedih.


________________


Sahabat tersayang 😘


jangan lupa jempolnya ya!


Dan komen kalian saya tunggu.

__ADS_1


maaf masih banyak kekurangan🙏🙏


__ADS_2