Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
52. Janji


__ADS_3

"Tidak ada, sayang. Semua baik-baik saja. Oh, ya, kamu ingin konsep pernikahan kita seperti apa?" Raffael membiarkan, Key, turun dari atas pangkuannya dan duduk disampingnya.


Tidak mungkin, aku mengatakan, bahwa telah terjadi penyerangan, sedikit saja aku tidak ingin membuat Key merasa cemas.


"Raffael, menggelar pernikahan untuk satu bulan ke depan, "apakah cukup untuk melakukan persiapan?" Key terlihat sedikit ragu.


"Mami sudah mengaturnya, saat pertama tahu, kamu adalah calon menantunya."


"Aku benar- benar sangat bersyukur mempunyai dua orang tua yang sangat menyayangiku di dunia ini," Netranya berbinar bahagia.


"Dua orang tua?"


"Hemmm ... "


"Tetapi tidak ada kata dua suami dan___"


"Dan dua istri," potong Key cepat. lalu keduanya tertawa bersama-sama


"Mudah-mudahan kau bisa memegang janjimu itu. Kau sangat tampan, banyak uang dan pasti ____ "


Raffael membungkamnya bibir Key dengan begitu manis seketika membuatnya gelagapan.


"Stop It honey. Hari ini, kau membuatku sesak napas terus," protesnya gemas.


"Berhenti mengoceh yang tidak perlu, atau aku akan terus menghukum mu."


"Plakkk!!" Bahu Raffael berjengit.


"Kita sedang serius membicarakan pernikahan kita, sayang. Jangan berani-


beraninya untuk memikirkan yang lainnya."


"Tidak usah terlalu berlebihan. Sederhana saja, yang penting sah dihadapan Tuhan, "Itu sudah lebih dari cukup bagiku."


Raffael mengacak pucuk kepalanya dengan sayang. "Memintalah selagi aku bisa," pintanya.


"Kau sudah memberikan ku segalanya."


"Sayang, kalian di sini? Mami mencari mu." Seorang wanita yang masih cantik


di usia pertengahan datang dengan senyuman.


"Mami! Sapa keduanya serentak."


"Key, sayang. Mami kangen. Pantas Raffael betah di sini! Goda Nyonya Wijaya


melirik putranya.


"Selamat datang, Mam! Keduanya berpelukan dengan penuh kasih."


"Wow!! Desain ini bagus sekali!" Tangannya meraih lembaran kertas dan


dengan tulus memujinya.


"Key yang membuatnya, Mam," jelas Raffael.


"Bagus sayang, mami suka, lain kali mami datang ke butik mu, ok," antusias Nyonya Wijaya.


"Boleh, Mam."


"Tetapi tidak dalam waktu dekat ini," protes Raffael mengingatkan. Untuk sementara Raffael melarang keluarga intinya untuk bepergian tanpa pengawalan yang ketat.


"Baiklah."


"Mami sudah makan siang?"


"Belum sayang, lapar," rajuk nyoya besar, lalu diiringi tawa keduanya.


Nyonya Wijaya menggandeng,Key, menuju meja makan, sementara Raffael


berjalan di belakangnya sibuk dengan ponselnya. Hidangan makan siang telah


tersedia, kedua keluarga besar siap untuk

__ADS_1


bersantap siang bersama.


"Bibi, apa ini semua? Kenapa begitu banyak sekali makanannya?" Key terlihat heran. Netranya menatap sesuatu yang aneh dengan menu makanan yang terhidang di depannya dan tampak berbeda dengan yang lainnya.


"Nona, Nyonya Wijaya yang menyuruh saya untuk menghidangkan semua ini," jawab bi Mila, salah seorang pelayan yang membantu memasak siang itu.


"Mami?"


"Iya. sayang. Mami sendiri yang memilih


bahannya," senyum Nyona besar terlihat sangat bahagia.


"Mami kenapa repot-repot?" tanya Key tidak enak hati dan kembali fokus dengan


makanan dihadapannya.


"Nona, ini sayuran segar, buah-buahan serba organik, termasuk nasi putih yang terhidang. Ada ikan pilihan, serta ayam yang di grill dan jangan lupa minum susu kedelainya," terang Burhan yang diketahui sebagai chef keluarga Wijaya.


"Oh, terimakasih. Tetapi tidak perlu repot-repot seperti ini," Key terlihat bingung.


"Hemm ... maksudnya tidak usah serba organik juga tidak apa-apa."


"Tapi ini adalah perintah Nyonya Besar, Nona."


"Iya, sayang. Sekarang kamu adalah calon menantu Mami dan mulai sekarang kamu adalah calon ibu dari pewaris sah keluarga Wijaya. Jadi Kamu harus makan-makanan yang sehat dan bergizi untuk mempersiapkan hari pernikahanmu dan Raffael," terang Nyonya Wijaya dengan tersenyum simpul .


Hemm... maksud Mami, begitu kalian


menikah, supaya Key lebih siap untuk


hamil dan mempunyai keturunan. Makanan ini sangat bagus, agar rahim perempuan lebih subur," jelas Nyonya Wijaya malu-malu.


"Uhukkk!! Key tersendak karena gugup. Suasana menjadi riuh, setelah mereka berhasil membuat key tersipu malu. Buru-buru Raffael memberikan segelas air putih untuknya.


"Minumlah," Raffael mengusap punggung Key dengan pelan.


"Terimakasih. Mohon maaf," ucap Key. Tangannya sibuk membersihkan bibir mungilnya dengan tissue yang diberikan oleh Raffael kemudian.


"Kenapa kau menjadi segugup ini, Cara?" bisik Raffaell di telinga Key. Wanita itu hanya bergeming, dan dengan cepat kembali menyesuaikan diri dengan keadaan. Netranya melirik sekilas Raffael yang tersenyum dengan penuh kemenangan. Sementara para orang tua


"Jangan sok cool, Raffael, Papi pernah muda," Seloroh Tuan Wijaya yang diiringi senyum Tuan Tirta Wijaya. "Kamu pasti sudah tidak sabar untuk menikahi pujaan hatimu ini, "bukan?! Godanya sambil terkekeh.


"Bukankah Kamu sudah menyiapkan semuanya, Raffael? Baiklah sehabis makan, kita akan bahas semua. Sudah saatnya kita berbahagia," tambah Tuan besar dengan penuh semangat.


"Hem... cinta memang luar biasa dan mengalahkan segalanya, Tirta. Sebagai orang tua, kita hanya bisa mendoakan kebahagiaan anak dan cucu kita," yang diikuti oleh anggukan Tuan Tirta wijaya


beserta Nyoya.


Raffael dan Key saling melirik. Rona merah diwajahnya tidak sanggup lagi


untuk disembunyikannya. Kedua orang tua mereka sukses untuk membuatnya


tersipu malu.lagi dan lagi.


Sehabis makan siang Tuan Wijaya berbicara serius dengan Tuan Tirta Wijaya untuk membahas pertunangan dan pernikaha Raffael dan Key . Sebagai pihak perempuan Tuan Tirta Wijaya menyerahkan semua keputusan kepada Tuan Wijaya dan Raffael.


"Akhir bulan ini, kita sepakati bersama sebagai hari pertunangan putra putri kita dan satu bulan kemudian adalah hari pernikahan mereka berdua," terang beliau menjelaskan.


Tampak wajah-wajah bahagia terukir dalam senyum mereka, begitupun dengan Raffael. Menikahi key secepatnya, jauh lebih baik dan sudah menjadi impian nya sejak dahulu.


Lain halnya dengan key, hatinya sangat gelisah dan nervous hanya dengan mengingatnya saja. Penerimaan yang tulus dan kasih sayang keluarga besar, Raffael, padanya diam-diam membebaninya.


Mengingat Raffael adalah putra tunggal dan harapan satu-satunya keluarga besar


Wijaya yang kedudukannya tidak main-main.


"Apakah kamu tidak bahagia dengan hari istimewa kita? Dari tadi kau diam saja?" tanya Raffael sambil menatap manik mata key yang kelihatan sendu. Perlahan digenggamnya jemari lentik miliknya dengan lembut dan berjalan menatap


senja di sekeliling Mansion.


"Tentu saja, aku sangat bahagia, tetapi sejujurnya aku merasa cemas ditengah kasus hukum yang masih berjalan."


"Jangan terlalu dipikirkan, biarlah kasus mereka berjalan semestinya. Percayalah kepadaku semua akan baik-baik saja," hiburnya.

__ADS_1


Key mengangguk. "Bicaralah kalau ada menganggu pikiranmu, aku ingin melihatmu bahagia, seperti halnya diriku, Cara."


"Justru karena aku teramat bahagia, aku takut mereka yang begitu mencintaiku akan kecewa," Sepasang netranya memberanikan diri untuk menatap wajah


Raffael.


Raffael tersenyum dengan lembut lalu menangkup wajah cantik milik, Key.


"Lihat aku Cara, aku mencintaimu tanpa sebuah alasan. Aku hanya, merasakan cinta yang terus menerus tumbuh dan tiada pernah tergantikan dari waktu ke waktu. Tidak peduli seperti apa dirimu," Raffael menangkap kegelisahan Key karena betapa istimewanya perempuan itu dihadapan kedua orangtuanya. Dan itu tidak dipungkiri oleh Raffael sendiri.


"Aku cuma ingin melihatmu bahagia," jelas Raffael lagi".


"Aku bahagia, teramat sangat bahagia," jawabnya dengan air mata yang mulai mengembang dipelupuk matanya.


"Apakah kau tahu, Kau datang dengan cintamu, di saat aku mencoba untuk melepasmu. Aku kesakitan setiap hari, bahkan menangisimu dalam tidurku.


Aku percaya kau mencintai Nova. Dan


saat itu, aku juga tahu bagaimana rasanya kehilanganmu. Sejak saat itu,


aku memutus mimpi memiliki cinta sebesar yang kau miliki," netra indah itu


terlihat berkaca-kaca.


Raffael yang tidak kuasa mendengar kejujuran, Key, dengan penuh kasih merengkuh tubuh ramping itu dalam pelukannya.


"Ini bukan mimpi, sayang. Yang kita rasakan adalah sebuah kenyataan, "Maaf,


untuk sampai di sini, aku banyak menyakiti mu," bisiknya.


Tangan mereka saling menggenggam dengan erat. "Mencintaimu adalah napasku dan jangan coba-coba untuk pergi dariku, karena sama saja kau membunuhku secara perlahan."


"Jangan bicara seperti itu, aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan mu, "apakah kau tahu, mengkhianati mu sama halnya juga dengan membunuhku, "janji, Key, dengan mengeratkan pelukannya.


"Kita berjanji," keduanya menautkan jari kelingkingnya dan tersenyum bahagia.


"Apakah ada yang masih menganggu pikiranmu?" tanya Raffael.


Key terdiam tidak disangka kepergiannya dari rumahnya dan tinggal Mansion milik Raffael akan membuat status baru bagi dirinya.


"Cara, apakah kau memikirkan ucapan mami, "bersabarlah menghadapinya."


"Maksudmu?"


"Tentang seorang keturunan."


Key kembali dibuatnya tersipu, bagaimana bisa Raffael membaca pikirannya.


"Setelah kita resmi menikah, kita akan bekerja keras untuk itu," bisik Raffael menggoda di telinga, Key.


Kulit putihnya seketika memerah, membayangkan ucapan Raffael dan sukses membuat jantungnya hendak melompat keluar.


"Aku sangat merindukankunya, baby," bisiknya kembali nakal.


Key menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena malu.


"Kau benar-benar mesumm!!"


Raffael terkekeh mendengarnya. Tidak dipungkiri, Key adalah magnet cinta yang senantiasa melemahkan otak dan urat syarafnya. Raffael sangat bahagia wanita pujaannya begitu diterima dan disayangi oleh keluarga besarnya. Tidak jarang banyak pasangan yang harus susah payah untuk mendapatkan restu keluarganya, Key sejak dahulu datang sudah mencuri hati kedua orang tuanya.


Kamu tahu, di dunia ini banyak sekali wanita cantik, tetapi wanita istimewa


tetap saja susah dicarinya. Tetapi kau adalah definisi keduanya itu ( cantik dan istimewa)



_______________________________


Catatan penulis:


Sahabat tersayang 🌹


Jangan lupa untuk like dan komentarnya

__ADS_1


ya! Terimakasih 🙏


__ADS_2