
Raffaell melirik kearah samping mobil yang dinaikinya. Terlihat ada tiga orang sedang mengikutinya dengan mengendarai dua motor berukuran besar berkapasitas ribuan cc. Tiga orang berjaket dengan menggunakan helmet yang menutupi seluruh wajahnya. Sementara Jordan yang sedang menyetir tengah bersiaga. Sesekali matanya melirik orang yang terus merapatkan motornya melalui kaca spion mobilnya.
"Sayang, Raffael menarik tubuh key dan merebahkannya untuk tidur dipangkuannya."
"Tetap seperti ini jangan memprotes," perintahnya saat salah satu penunggang motor tersebut terlihat ingin mempersiapkan sesuatu.
Jordan spontan menaikkan kecepatan mobilnya dengan begitu derasnya. Menimbulkan suara decitan yang memekakkan telinga dengan dibarengin raungan dari suara motor berkapasitas besar yang saling bersahut-sahutan. seketika membuat suasana mulai bising dan gaduh.
Memang tidak terdengar dari dalam mobilnya karena mobil Raffael memiliki peredam suara mesin terbaik.Tetapi pemandangan yang terlihat di luar sudah melukiskan segalanya.
Pengendara motor itu mulai tercecer, namun kemudian berhasil mendekat kembali. Tidak mau kalah anak buah Jasson berhasil mengikis jarak dan mengepungnya di sisi kiri dan sisi kanan. Jordan yang sudah berpengalaman memutar balik arah dan menggiring mereka kearah jalan yang searah dengan markas besar kepolisian berada
Bagaimanapun dirinya berharap ada bantuin lebih cepat dan menangkap aksi nekat peneror yang diyakini seperti halnya di kantor Antara. Jordan melirik sekilas Raffael, pria itu mendadak tegang
dengan mengusap lembut rambut Key sengaja tiduran di pangkuannya.
"Bos, ada yang bermain- main dengan kita!" Raffael masih bungkam karena tidak ingin Key curiga. Perempuan itu bahkan belum menyadari bahwa ada maut sedang mengintai.
Cittttttt......brem...brem... !!!Suara decitan mobil dan raungan moge kembali terdengar bersahutan dan terlihat bagaimana pengedara itu, mulai mencoba mengarahkan senjata api, untuk melakukan tembakan kearah mobil Jasson dan anak buahnya yang terbagi dua, yang sengaja mulai menempel.
"Awassss, Jasson, mereka mulai melakukan tembakan!" teriak Jordan melalui sambungan telekomunikasinya dengan memperhatikan layar monitor dari dalam mobil. Hal ini sontak membuat Key terlonjak kaget dan spontan terduduk. Namun dengan cepat Raffael menutup mata kekasihnya dan memeluknya erat-erat.
"Menjauh Jordan! Pastikan Tuan muda dan Nona selamat, Kami akan baik-baik saja!"
"Raffael. Apa yang terjadi!"teriaknya panik.
"Tenang sayang. Kita akan baik-baik saja. Jangan panik. Jangan panik, ok?" Tetap seperti ini," Ingin rasanya Raffael mengucapkan sumpah serapah yang sudah mau meledak diubun- ubunnya kalau saja tidak ingat ada Key bersamanya. Tetapi Pria itu mencoba untuk tetap tenang.
DOR..!!! DOR...!!DOR!!! Suara rentetan tembakan yang membabi buta mulai terdengar beruntun, diwarnai kepulan asap yang membumbung tinggi keudara. Suasana mendadak mencekam disertai bunyi desing peluru melesat memborbardir ke arah mereka. Suara motor dan mobil meraung- raung memekakkan telinga, Jordan yang menyadari musuh mulai melancarkan aksinya, menyalakan dua monitor sekaligus yang memperlihatkan seluruh bagian luar mobil, Raffael, untuk mendeteksi keadaan sekitar.
CCTV rahasia yang terpasang di beberapa bagian luar Mobilnya bekerja dengan baik. Key yang mendengar suara Jordan mencoba untuk bangun, tetapi Raffael menahannya dan memeluknya dengan erat. Sumpah demi apapun, pria itu sangat menyesalkan kejadian ini, karena ada Key bersamanya.
"Tetaplah seperti ini! tegas Raffael. Sebelah tangannya, menghunus senjata api dari balik jaketnya dan sebelah tangannya lagi melindunginya. Jordan melempar rompi anti peluru ke arah Raffael dan memakainya kepada Key dan juga dirinya.
"Mereka mulai menembak, Jordan!"
"Raffael apa yang terjadi!" tanyanya bertambah panik. lalu membenamkan wajahnya pada dada bidangnya, saat sepasang nertranya secara tak sengaja melihat monitor yang terpasang di bagian depan mobil Raffael. Dua pengendara motor saling berkejaran-kejaran dengan beberapa mobil dan melakukan aksi baku tembak dengan melancarkan sejumlah rentetan tembakan kearah mobil Raffael dan yang lainnya, yang diketahui mobil anak buah Jasson untuk mengalihkan perhatiannya.
Jordan begitu lihai mengendalikan hypercar monster Buggati milik Raffael yang mempunyai kapasitas 8000 CC dan bisa menempuh waktu 500 km/ jam ini dengan luar biasa. Mobil dari pabrikan Prancis ini bahkan bisa melibas satu lap sirkuit sekelas Le mans dalam hitungan detik saja. Mempunyai tingkat keamanan tingkat tinggi, dengan kapasitas 16 silinder sudah biasa dibayangkan bunyi mesin yang akan dihasilkan.
Bayang-bayang mereka akan dilempar oleh bom molotov seperti dikantor Antara, menghantuinya.Terdengar Raffael memberikan arahan kepada anak buah Jasson dengan handset handsfree yang terpasang pada telinganya. Key bergidik ngeri mendengarnya. Keringat dingin mulai merembes membanjiri tubuhnya yang terasa gemetaran, bahkan wanita itu sudah terlihat pucat pasi mencengkeram kuat- kuat tubuh Raffael.
"Tenang, sayang. Ada aku disini, Baby..." bisik Raffael lirih untuk menenangkan. Hatinya mulai menggeram penuh amarah. Ia bersumpah akan membuat perhitungan setelahnya dengan tanpa ampun.
Dor...!!Dor....!! Bunyi tembakan mengarah ke mobilnya tetapi hanya mengenai ruang hampa karena Jordan begitu lihai mengendarai mobilnya melesat bak terbang di daratan. Key berteriak saat sebuah tembakan mengarah ke kaca mobil bagian samping tempat duduknya.
"Aaaaaa....!!! Raffael..!!" teriaknya histeris. Wanita itu mencengkeram kembali kuat-kuat, tubuh Raffael dan kembali membenamkan wajahnya. napasnya tersengal dan air matanya kini mulai mengalir deras. Tangis wanita itu
pecah, membuat Raffael tidak berhenti menyalahkan dirinya sendiri dan mendekapnya erat-erat sambil mengutuk aksi peneror itu.
__ADS_1
"Tenang..! Tenang, sayang. Mereka tidak akan bisa menembus kaca mobil kita, bahkan mobil ini bisa menahan daya ledak dengan kekuatan tertentu. Raffael mencoba menenangkan Key, yang semakin ketakutan. Wanita itu memejamkan matanya dan menutup telinganya meringkuk dalam pelukan Raffael dengan pemandangan begitu miris.
Melihat Tuan mudanya terancam Jasson melompat mengambil alih kendali mobilnya dan memerintahkan semua anak buahnya untuk mengunakan rompi anti peluru dan penutup baja pada bagian kepalanya.
"Jordan !! teriaknya keras membahana. Keduanya terus melakukan percakapan dengan headset handsfree yang terpasang. Mobilnya memang melesat menjauh, tetapi kecepatan lesatan peluru dari gun yang dipakai pengendara itu luar biasa dan beberapa kali menghantam mobil, Raffael dan mereka meyakini mereka menggunakan senjata api yang tidak main-main. Bahkan ketepatan menembak peneror itu benar- benar sangat jitu. Satu layar monitor mati seketika karena cctv terkena tembakan.
"Sial...!!" Mereka berhasil."
"Jasson, lakukan tembakan balasan," instruksi Raffael.
"Jordan, upayakan mobilmu menjauh dengan kecepatan penuh, aku akan mengalihkan perhatian mereka kembali." Jasson tangannya sudah gatal dan berinisiatif melakukan tembakan balasan dengan instruksi Raffael. Detik-detik menegangkan itu terekam dengan jelas pada monitor yang tersisa yang masih terpasang pada mobil Raffael, yang sudah didesain sedemikian rupa.
"Saatnya beraksi..!!! Pastikan Tuan muda dan Nona dalam keadaan aman!" perintahnya dengan teriakan keras.
Key kembali bergidik ngeri mendengarnya. Pria bertubuh besar itu benar- benar menantang maut.
"Laksanakan sesuai perintah !!!."
Dan .... akhirnya Jasson pun benar- benar beraksi. Raffael mengijinkan untuk melakukan tembakan balasan karena pengendara itu sudah melakukan manuver yang membahayakan nyawa mereka.Terlihat pengendara itu ingin melemparkan sesuatu kearah mobilnya yang diduganya sebuah bahan peledak seperti di kantor ANTARA tetapi, perhatiannya mendadak terpecah saat dengan gagah mobil Jasson membuka secara otomatis dan memuntahkan peluru dengan sejumlah rentetan tembakan.
Bunyi desing peluru saling bersahutan, diikuti dengan mobil membuka dan menutup secara otomatis dengan gerak cepat, memudahkan Jasson melakukan tembakan balasan. Diikuti oleh anak buahnya yang menyemprotkan gas air mata.
"Awas!!! mereka memegang bahan peledak. Hati- hati. Jangan membuat kesalahan sedikitpun."
Jasson yang mempunyai tubuh paling besar diantara saudara kembarnya itu mengkomando anak buahnya untuk melakukan jurus terakhir, saat salah seorang pengendara motor itu bersiap untuk melempar sesuatu ke arah mobil Raffael yang sebenarnya sudah sedikit menjauh. Dengan cekatan anak buah Jasson menyemprotkan gas air mata kembali untuk mempersulit jarak pandang mereka dan terbukti ampuh membuat pengendara itu kocar-kacir. Keadaan mendadak pekat dengan warna memutih kepulan asap membumbung tinggi memenuhi tempat kejadian.
Dorrrrrr...!!!
"Aarkkkkk.....kkkk...!!!!!!!!! Erangan keras dari pengendara terdengar, namun sepertinya masih bertahan dengan kesakitannya. Satu tertembak pengendara yang lain mencoba melepaskan sejumlah rentetan tembakan membabi buta tanpa arah yang jelas karena terhalang jarak pandang.
"Awas! Sedikit menghindar. Putar Arah dan tetap jaga jarak. Ombang- ambingkan mereka." Mobil menutup dengan cepat dan kali ini Jasson membuka pintu samping mobil dan dengan jeli mencari celah untuk melakukan tembakan.
"****..!!" Dor... dor.. dor....dor
"Arkkkkhhhhhh....... Arrrkhhhh....
Jasson melakukan tembakan yang bertujuan untuk melumpuhkan dan terbukti, tepat sasaran mengenai kaki dari pengendara itu, walaupun penutup kepala pengendara itu sudah terlepas dan kembali menyemprotkan gas air mata kearahnya, bertepatan dengan benda berbentuk kotak hitam itu melayang ke udara.
"Awassss..!! Menjauh!" mobil pun melesat dalam sekejap.
Tim Gegana datang dengan tepat waktu. benda itu jatuh tepat didalam drum besar terbuat dari baja dan sesaat terdengar dentuman yang cukup keras dan menggelegar yang disertai oleh suara gemuruh.
Booommmmm"
"Kita berhasil..!!!!"
__ADS_1
"Kita aman, sayang... bisik Raffael dengan menggoyangkan tubuhnya yang terlihat pucat dan gemetaran. Air matanya bercucuran dan badannya melemas bahkan Key nyaris kehilangan kesadarannya. Raffael memperhatikan layar monitor dan memastikan pengendara itu terjatuh karena tembakan Jasson dan terlihat tim gegana meringkusnya.
"Berhenti Jordan sepertinya ada mobil Jordy mendekat. Dengan mobile Buggati silver miliknya dan diketahui pria itu yang melakukan laporan kepada pihak yang berwajib dengan mendatangkan tim Gegana dengan tepat waktu.
"Tuan muda dan Nona baik-baik saja?" Namun Jordy harus disuguhkan dengan pemandangan miris, melihat calon istri Tuan mudanya itu.
"Kerja yang bagus, terimakasih."
"Hey.. semua sudah berakhir," bisiknya. Raffael kembali memeluk tubuh Key yang lemas tak berdaya dengan rasa nyeri di dalam hatinya. Wanita itu masih terkulai dengan wajah pucat pasi, bahkan Key sampai kesulitan untuk berbicara, karena rasa panik yang luar biasa dengan pandangan nanar tanpa suara.
Niatan Raffael untuk menikmati waktu dengan berjalan keluar untuk membahagiakan wanita itu, tetapi harus disuguhi oleh peristiwa yang mengerikan yang dalam mimpi saja dirinya tidak ingin melihatnya.
Brengsek siapa berani membuatmu seperti ini! rahangnya mengeras dengan tangannya mengepal menahan amarah. Diusapnya wajah yang kemudian terpejam dan lemas karena shock dengan penuh kasih. Dirinya khwatir Key akan trauma setelah ini, tetapi dia berharap itu tidak akan terjadi mengingat gerbang pernikahan mereka yang sudah di depan mata.
Perempuan itu tidak henti-hentinya merapal doa didalam hati menyemangati diri sendiri dan perlahan memberanikan diri membuka mata dan kembali menangis dengan memeluk Raffael.
"Apakah Nona baik-baik saja?"Jordan menatapnya tidak kalah cemas. Pria itu lalu turun dari mobilnya, setelah melihat aparat kepolisian datang menghampirinya.
Jordan memberikan hormat .Yang kemudian salah satu petinggi kepolisian itu tersadar bahwa mobil yang diserang adalah milik pewaris tahta ANTARA GROUP.
"Apakah Tuan muda dalam keadaan baik-baik saja?"
"Tentu...!"
"Terimakasih atas bantuan bapak-bapak sekalian. Jordan terlibat pembicaraan sebentar dan menyerahkan semuanya kepada pihak yang berwajib. Jordan menatap sekilas dengan sinis kepada orang yang sedang terikat tak berdaya tersebut dan kembali sebelum akhirnya masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Siapa bedebah itu, Jordan?" tanyanya geramm.
"Orang yang sama sekali baru Bos!!" Intelejen kita sedang menyelidiki asal muasal pergerakan mereka," jawab Jordy menyahut. Sementara Jasson yang ingin memastikan keselamatan Tuan dan Nona Mudanya membuka kaca mobilnya yang mulai mendekat ke arah mobil Raffael.
Pria bertubuh kekar itu setengah berkelakar melakukan hormat kepada Raffael yang hanya disambut oleh senyum masam Pria itu.
"Ku akui, kau luar biasa hari ini."
"Bahkan aku merasa sedang beradu cepat dengan the Doctors Valentino Rossi, Boss." Kelakarnya.
Jasson yang terkenal mempunyai keberanian lebih gila mendapatkan Big Applause dari Raffael. Karenanya Bodyguardnya itu dikhususkan untuk menjaga kekasih hatinya.
"Bagus!! Kita kembali sekarang. Jangan lupa minta rekaman CCTV di TKP. Aku ingin mendengar percakapan mereka. Mereka bagai monster tanpa suara dan hanya membabi buta dengan sejumlah tembakan."
Raffael yang menyadari ketiga
bodyguardnya itu memakai kendaraan mewah koleksinya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tetapi Pria tampan itu sangat murah hati kalau sudah menyangkut keamanannya.
____________________
Sahabat tersayang 😘
Jangan lupa untuk like dan komennya, ya.
__ADS_1
Maaf Kalau ada penyampaian yang kurang pas. Penulis semaksimal mungkin
mengupayakan yang terbaik. Terimakasih untuk yang setia membaca.