Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
84. Suatu malam


__ADS_3

Raffael lalu duduk dipinggir tempat tidurnya yang mewah, dengan kasar mengusap wajahnya yang tampak letih. Pikirannya sedikit lebih tenang dan mencoba berdamai dengan diri sendiri. Berselisih dengan pujaan hatinya, ternyata tidak memberikan ketenangan dalam dirinya.


Wajah tampan itu lalu berjalan berlahan mondar-mandir untuk menata hatinya. Dirinya yakin Key sangat pemurah. Dia sangat mengenal bidadari cintanya itu. Ada rasa penyesalan dalam dirinya. Dia sendiri tidak tahu kenapa, cepat sekali tersulut emosi, kalau sudah berurusan dengan orang yang menaruh hati kepadanya.


"Aku bahkan tidak bisa sabar untuk menunggu pagi," ucapnya gelisah. Dipejamkanya matanya yang sebenarnya sedang menahan kantuk.Tubuhnya terasa lelah dan pikirannya berkecamuk tidak karuan.


"Sialan kau, Andreas. Kecerobohanmu memancing seseorang, sehingga menunggangi masalah ini. Gara-gara


ini, semua jadi berantakan," desisnya dengan menahan Amarah. Raffael menghela napasnya berat, pikirannya kembali kepada Key yang ada di Mansion.


"Lima belas menit yang lalu dia Masih aktif dengan ponselnya." Diam-diam Raffael berharap Key untuk berkirim pesan tetapi, sepertinya Wanita itu sudah lelah atau menyerah karena keegoisannya.


"Apakah dia tidak tidur? Pasti kau sangat sedih, mengingat tinggal satu Minggu lagi hari bersejarah kita," Raffael tidak bisa fokus, otaknya berpusat pada satu wanita yaitu belahan jiwanya tersebut. Expresi kesedihan disaat kata-katanya yang tidak terkontrol pada wanita itu, keluar dari mulutnya masih terngiang terasa menusuk relung hatinya.


Pria itu memerosotkan Tubuhnya ke lantai duduk menyandar dengan penuh penyesalan. Bayang- bayang Key berjalan keluar rumah dengan terisak, seakan Ia telah mengusirnya benar- benar menyakiti hatinya dan tidak berhenti merutuki kebodohannya.


Dia merasa semakin benar-benar sangat bodoh, bukannya memarahi para pengawal yang membiarkan kurir itu leluasa masuk, tetapi malah menyakiti kekasih hatinya. Rasa cemburu yang berlebihan sudah menumpuk sekian lama, benar- benar membutakan mata hatinya.


"Arghhhhhh......, aku benar-benar bodoh!"


Raffael berdiri dan mengguyur wajahnya dengan air dingin. Otaknya terasa panas


dan susah payah Ia mencoba mengendalikan perasaannya.


"Siapa yang sudah bermain- main denganku! Mereka akan tertawa bahagia kalau melihat aku dan Key seperti ini. Terutama orang- orang seperti, Dave dan


Nova. Harusnya aku berpikir seperti ini setelah mengetahui foto-foto,Key adalah rekayasa, bukan malah memarahinya dan


menolak semua alasannya serta membiarkannya keluar rumah saat itu," Raffael menatap wajahnya melalui kaca kamar mandi dan kembali membasuh wajahnya dengan kasar. Tangannya mengepal dengan napasnya yang tersengal.

__ADS_1


Lelaki itu memantapkan hatinya, dia bertekad untuk menemui Key di Mansion. Hari terasa sangat lama mempermainkan dirinya dan memutuskan pergi melalui jalan rahasia bawah tanah yang hanya diketahahui olehnya. Mobilnya melesat dalam sesaat dan memarkirnya di Basemant bawah tanah Mansion yang sengaja di desain kedap suara.


Tangannya menekan tombol demi tombol kode rahasia untuk mencapai kamar Key melalui lorong- lorong rahasia. Hingga pada akhirnya sebuah pintu terbuka. Matanya menatap sekeliling dan tidak lupa dia memastikan pintu kamar Key terkunci. Bagaimanapun ini adalah pertemuan dengan cara yang tidak terpuji. Dirinya tidak ingin mencari masalah terlebih ada kedua orang tua Key di sini.


Dengkuran napas halus terdengar dari mulut seorang gadis yang tidur meringkuk dengan air mata yang mengering diwajah cantiknya. Raffael hatinya berdenyut nyeri melihatnya. Bahkan Key tidak sempat meskipun sekedar untuk berganti pakaian saja. Diusapnya pucuk kepalanya dengan lembut, dirasakan olehnya rambutnya yang sedikit basah dan perlahan tangannya meraih handuk kecil dan mengusapnya pelan-pelan untuk mengeringkannya.


"Kenapa kau ceroboh sekali? Bagaimana kalau kau sakit?" Lalu tangannya berpindah mengelap bajunya yang agak lembab. Ditatapnya wajah yang tampak pulas tetapi tidak menutupi kesedihan pada wajahnya. Senyummya tersungging tipis di sudut bibirnya, pada saat sepasang iris kelamnya menangkap benda yang sedang dipeluk Key dalam tidurnya.


Sebuah foto Raffael begitu damai menemani hatinya yang sedang merana, lalu dengan perlahan menyelimuti tubuhnya dengan hangat dan mencium keningnya dengan penuh kasih.Tidak ada niat untuk membangunkannya, dirinya tidak tega walaupun hatinya gundah, Key melewatkan makan malamnya.


"Akupun akan menahan rasa lapar ini, sayang," Raffael memeluknya dari belakang. Merasakan perutnya yang keroncongan karena hanya memakan salmon masakannya beberapa potong saja, karena selera makannya yang mendadak hilang


Key yang merasakan ada benda asing yang menempel ditubuhnya darahnya berdesir saat terjaga. Hampir saja dia berteriak, tetapi kemudian menenangkan dirinya dan pura-pura terpejam, saat mencium aroma parfum pada tubuh yang sangat dikenalnya memeluk hangat tubuhnya yang sedang tertidur miring.


Parfum yang tidak sembarang orang memilikinya, karena harganya yang fantastis dan hatinya langsung mengenali itu adalah aroma tubuh, Raffael.



Bukan hanya karena cairannya saja yang sangat mahal. Tapi juga karena botolnya yang terbuat dari bahan- bahan yang super mewah meliputi emas putih dan kuning didalamnya. Harga Parfum ini semakin fantastis hingga mencapai 14 miliar, karena bertabur perhiasan mewah lainnya, seperti Oval cut 3,07 karat ruby, berlian kuning canary 2,43 karat di bagian tutup, turismo brasil, 15 berlian merah muda yang indah, yang di padu padankan dengan 2700 berlian putih. Belum kemilau cahaya 200 safir kuning yang membuatnya semakin terlihat megah, pembuatannya pun memakan waktu 1500 jam, tentu bukan perkara main-main untuk pembelinya.


Raffael, kau datang," saat netra indahnya membuka sedikit dan menangkap jam tangan mewah melingkar pada tangannya sedang memeluk pinggang rampingnya menghadirkan rasa hangat pada tubuhnya. Dan itu memang, Raffael. Tetapi Ia sengaja mendiamkannya.


Keduanya berperang dengan pikiran masing-masing ada rasa haru dalam dirinya, tetapi Ia memilih untuk diam. Begitupun Raffael, saat ini dia hanya ingin memeluknya untuk mengurangi rasa bersalah dalam hatinya dan tidak ingin mengganggunya, hingga siluet tubuh itu bergerak diantara temaram cahaya lampu tidur, berlalu melalui sebuah pintu rahasia


Pria itu menghentikan langkahnya sebentar dan menoleh kebelakang dengan sedikit ragu, hingga pada akhirnya benar-benar menghilang.


🍁🍁🍁


Key mengulas senyum samar, setidaknya kelembutan Raffael sudah kembali walaupun tidak terucap sepatah katapun. Ia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh lelaki itu dan berjalan berjingkat menatap keluar melalui jendela kamarnya. Malam telah larut jarum jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Tetapi tidak ada tanda- tanda Raffael keluar dengan mobilnya.

__ADS_1


"Apakah dia masih di Mansion?" Tetapi kemudian dia mengingat di setiap rumah Raffael selalu ada jalan rahasia bawah tanah dan membuatnya tersenyum. Wanita itu kembali ke tempat tidur. Aroma tubuh Raffael masih menempel padanya menghadirkan kerinduan akan Pria itu, tetapi Key ingin setidaknya Raffael meminta maaf walaupun diakui ini juga karena kecerobohannya.


Melihat sikapnya baru saja, apakah mungkin malam itu Raffael benar- benar bersama dengan seorang wanita. Kenapa dia diam saja? Key berharap mendengar


suara Raffael tetapi pria itu hanya diam memeluk tubuhnya dalam tidurnya.


Sementara Raffael yang masih di dalam mobilnya yang sedang terparkir di Basemant terlihat sangat geram. Pesan singkat dari Jordan beberapa saat yang lalu, bahwa ada ledakan Bom Molotov ringan diarea parkir gedung utama Antara


benar-benar diluar dugaannya dan merasa kalau teror ini tidak main- main.


Pria itu kali ini mengerahkan orang-


orang kepercayaannya.


Dilain tempat seorang pria tidak kalah geramnya, karena namanya dicatut seseorang diam-diam untuk membuat keadaan semakin rumit. Andreas tidak terpejam setelah pertemuannya dengan Raffael. Hatinya merasa bersalah dan membuat Key bersedih. Ia berjanji dari dalam hati untuk menyelesaikannya semua. Dia memang sangat mencintai wanita itu, tetapi kebahagiaan Key adalah diatas segalanya.


"Siapa dia?" Andreas menajamkan ingatannya, sesaat kedua matanya yang


kelam semakin menajam, saat mengingat seorang perempuan yang datang ke kantornya menawarkan sebuah kerjasama yang menjijikkan.


"Clara, tidak salah lagi. Sialan! Desisnya tajam."


_____________________


Catatan penulis:


Sahabat tersayang 😘


Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komentarnya, ya. Terimakasih dear 😍

__ADS_1


__ADS_2