Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
57. Karma dan patah hati


__ADS_3

"Donny antar aku sampai ke rumah, kepalaku pusing sekali. Terimakasih sudah mengikutiku," Andreas menyandar dengan mata terpejam di sela- sela kesadarannya.


"Bos! Jangan seperti ini!"Jangan di ulangi lagi. Biasalah, Bos patah hati, patah satu tumbuh seribu," nasihatnya.


"Jangan banyak bicara, aku tidak ingin mendengar apapun!"Cepat sedikit, aku sangat mengantuk. Kepalaku berat sekali.


"Bos terlalu banyak minum, "bagaimana tidak berat?"


"Ha..ha..ha.. Key!" Sebentar lagi akan menikah, "harusnya dia menikah denganku, "bukankah saya sudah melamarnya, Donny?" Tetapi dia memilih Raffael," rancunya.


"Bos baru mau melamar," Pria itu ingat, bagaimana dia mempersiapkan kejutan untuk putri tunggal Tirta wijaya Group


itu, atas sarannya dan berakhir dengan sia-sia.


"Key, Key, dan Key he...he... dia sangat cantik, baik, dan tentunya aku sangat mencintainya," mulutnya mulai ngelantur ke mana- mana."


"Bos! Banyak Nona,Key, di luar sana. Janganlah memikirkan milik orang lain. Tolonglah, Bos!"Jangan seperti ini. Kalau Nona tahu, pasti Nona akan merasa kecewa," Donny menambah kecepatan mobilnya, berharap cepat sampai menuju kediaman pribadi, Andreas.


"Dia berbeda dengan yang lainnya, haa...aa tidak akan sama. Su__sudah jangan membandingkannya. Tidak akan pernah sama," Andreas mengimbaskan tangannya ke udara kembali tertawa dengan tatapan nyalang.


Suasana mendadak hening. Tiada lagi terdengar ocehannya. Donny menoleh


ke belakang mendapati, Andreas sedang tertidur dengan pulas. Aroma minuman begitu menyengat dari bibirnya yang


terkatup rapat. Membawanya ke alam mimpi, yang mungkin lebih baik dan sesaat melupakan luka hatinya.


OMG tertidur, sepertinya aku harus memberitahu Ardan untuk membantuku.


Donny menaikkan kecepatannya lebih tinggi lagi, membelah malam yang semakin larut. Rasa kantuk begitu menyerangnya, karena diam-diam dari sore dirinya membuntuti, Andreas.


"Ada apa dengan Bos?" Reaksi cepat Ardan tunjukkan dengan setengah berlari, saat melihat Donny keluar dari mobilnya. Dengan muka sedikit kusut dan rambut yang berantakan.


"Tidak biasanya dia akan mabuk seberat ini karena wine saja. Bantu aku memapah Ke Kamarnya," perintahnya.


"Baiklah. Lewat lift saja biar lebih mudah."


Pintu Lift terbuka diikuti oleh keduanya, yang susah payah memapah tubuh Andreas yang mempunyai postur tinggi besar. Donny melepaskan sepatunya, lalu dengan sedikit mendorong tubuhnya, merebahkan Andreas di atas tempat tidur.


"Apa yang membuat Bos seperti ini," bisik Ardan heran.


"Biasa patah hati, "lihat," dagunya bergerak maju, menunjuk foto Key yang terletak di atas meja kamarnya.


"Aku sudah menduganya, Bos mempunyai perasaan khusus kepada Nona, Key."


"Dia calon istri Bos Antara, apakah kau sudah mendengarnya?"


"Tuan muda, Raffael?"


"Siapa lagi?!" tegas Donny.


"Alamat ada perang cinta segitiga yang rumit."

__ADS_1


"Mudah- mudahan tidak terjadi, mereka berdua berkawan dekat."


"Sebaiknya kita tidak meninggalkannya malam ini." Keduanya bermalam di kamar lantai bawah kediaman pribadi, Andreas.


Malam merayap jauh, bergerak dengan cepat berganti fajar pagi yang mulai menyingsing. Cahaya matahari pagi yang mulai panas menerpa wajahnya melalui celah-celah gordyn yang sedikit terbuka. Andreas mengerang memijat pelipisnya yang masih sedikit menyiksa dan perlahan membuka matanya.


Kesadarannya sedikit demi sedikit mulai pulih dan mengingat kebodohannya pada sebuah Club malam. Beruntung Donny selalu setia menemaninya. Tangannya dengan malas meraih ponselnya dan mengecek beberapa pesan dari klien.


"Aku tidak mungkin ke kantor dalam keadaan seperti ini, tidak ada Jadwal yang begitu penting," Andreas memilih untuk istirahat di rumah. Matanya masih terasa perih saat menatap foto, Key, yang terletak di atas meja dan tersenyum.


Pasti kau akan memarahiku, kalau kau tahu betapa bodohnya aku semalam. Apakah kau tahu, aku mencintaimu sedalam ini? Ingin rasanya aku mengungkapkan semuanya, sekedar melepas belenggu hati yang memborgol ku, tetapi aku tahu itu tidak benar.


Andreas menggelengkan kepalanya. "Maafkan aku, Key."


Badannya bergerak malas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, yang terasa lengket. Aroma wine yang masih melekat dalam tubuhnya seketika membuatnya menertawakan diri sendiri.


"Aku akui, kau luar biasa, Raffael," Ia mengingat sesuatu yang membuatnya begitu merasa bodoh. Saat Raffael mengatakan dirinya akan menikah dengan Nova, itu semata-mata hanya untuk membuat Nova yakin dengan Raffael. Tetapi hal itu menjebaknya dalam perasaan cinta sesungguhnya untuk,Key. Ia masih ingat, betapa setiap saat dia tersenyum, karena begitu yakin


akan memenangkan hatinya. Tetapi ternyata semua hanya sandiwara cinta Raffael."


Andreas turun ke bawah dengan keadaan yang lebih segar. Iris matanya menatap heran dengan keberadaan Donny dan Ardan yang sedang duduk di meja sarapan, di bantu oleh seorang pelayan.


"Kalian tidak pulang?" tangannya menarik kursi dan bergabung di meja makan. Seorang pelayan sudah menyediakan menu khusus untuk Andreas.


"Minum susunya, Bos! Biar pusingnya hilang," Ardan tertawa dengan selembar roti di tangannya. Mulutnya tidak


berhenti mengunyah karena kelaparan.


"Bos! Bagaimana bisa, "Bos bilang I love you kepada kami berdua?" seloroh mereka dengan tawa semakin lebar. Ardan semakin mengeraskan suaranya saat melihat tatapan horor Andreas.


"****..! kalian benar-benar menjengkelkan!" Selembar roti melayang mengenai muka Ardan, dengan cepat tangannya menyambarnya, lalu memakannya dengan rakus. Sementara Donny tersenyum smirk melihat reaksi tidak terima Andreas.


"Sudahlah, Bos! lepaskan perasaanmu untuk Nona, Key. Dia pasti akan kesal dan hilang respect, kalau melihat Bos selemah ini."


"Jangan bicara apapun. Aku tidak ingin mengacaukan segalanya."


"Ya, tidak mungkinlah, Bos!" Saya masih ingin gajian," protes Donny.


Andreas terlihat berpikir sejenak mengingat kebodohannya. "Maafkan aku, merepotkan kalian. Tadinya aku berniat mampir club hanya sebentar saja," belanya.


"Aku tidak ke kantor hari ini, kalian handle semuanya agak siangan," perintahnya dan berlalu.


"Baik Bos!"


🍁🍁🍁


Hari berganti dengan segala intrik yang terjadi. Persidangan demi persidangan masing-masing tersangka sudah dilakukan. Darriel, Darren, Nova, Dave dan paman Bayu ditetapkan sebagai terdakwa dan sudah mendapatkan vonis akhir dari Hakim.


Mereka merencanakan serangkaian kejahatan secara bersama-sama. Berbagai bukti, saksi ahli dan saksi kunci di hadirkan sangat memberatkan mereka.


Begitupun upaya pledoi( nota pembelaan diri) mereka yang juga di tolak oleh majelis hakim.

__ADS_1


Tetapi dari sekian banyak saksi, kehadiran Handoko adalah yang paling membuat Darriel sebagai dalang utama meradang. Keadaan semakin panas saat keduanya di konfrontir oleh Majelis hakim yang terhormat. Handoko kooperatif bekerja sama dengan aparat penegak hukum, membuka tabir gelap kehancuran Tirta wijaya Group.


"Yang mulia semua Dana operasional perusahaan, mengalir ke rekening Darren purba sastra negara alias Danu Purba, adik Darriel pemilik NAM GROUP dengan mengancam salah seorang karyawan Bank, untuk melenyapkan semua bukti transaksi," jelas Handoko dengan tertunduk malu.


Handoko juga mengakui kesalahannya menjebak tanda tangan kepada Tuan Tirtawijaya. Saat dalam keadaan sakit dan tidak memungkinkan untuk membaca draf berbagai proyek besar karena, mempercayakan semua kepada Darriel .


"Mereka berkomplot dengan Bayu Kusuma Wijaya dengan motif bisnis dan balas dendam di masa lalu, karena Tuan Tirta wijaya berani mengucurkan dana pada awal berdirinya ANTARA GROUP sepuluh tahun yang lalu," tambah Handoko.


Keadaan semakin pelik saat belakangan sebuah bukti menunjukkan bahwa Darriel ternyata ada hubungan darah dengan Bayu yang merupakan Kakak angkat Tuan Bimantara, yang di pungut oleh kakek, Raffael. Hal ini dari tes DNA yang diam-diam Jordan lakukan atas saran Raffael.


Handoko menegakkan kepalanya. Saat ini adalah saatnya setelah sekian lama dihantui dosa besar dalam dirinya.


"Semua karena mereka gerah dengan kemajuan pesat ANTARA yang mengancam keberadaannya yang mulia."


Kesaksian Handoko begitu fatal di tunjang dengan bukti rekaman pembicaraan, Darriel, yang mengancam keempat anggota staf keuangan untuk membantu aksi kejahatannya. Yang belakangan bukti menunjukkan, bahwa Darriel juga yang melenyapkan mereka semua untuk menghilangkan jejak.


Darriel sastra negara benar-benar menuai karma atas perbuatannya. Sebagai Mastermind kehancuran Tirta Wijaya, kejahatan Darriel terbongkar satu persatu. Darriel dijatuhi hukuman mati atau minimal hukuman penjara seumur hidup.


Terbukti mendalangi berbagai kejahatan secara bersama-sama dan melakukan serangkaian pembunuhan berencana,


membuat Darriel siap-siap membusuk dalam penjara.


Kedua keluarga besar tidak berhenti untuk bersyukur kasus lama Tirta wijaya


Group akhirnya terungkap dengan jelas.


Tuan Tirtawijaya menangis berpelukan dengan Tuan Bimantara saat mendengar vonis Hakim untuk Darriel.


"Bimantara, aku tidak tahu bagaimana harus berterimakasih kepada putramu," ucapnya dengan terisak.


"Berterimakasihlah kepada yang Maha Kuasa, Tirta. Tanpa kuasa dan ijinnya hal ini tidak akan terjadi," Semua sudah berlalu Tirta," ujarnya dengan mengusap bahu Tuan besar Tirta wijaya.


Seluruh aset Darriel di sita dan berhak mengembalikan sejumlah uang yang digelapkan olehnya, yang jumlahnya triliunan rupiah. Nova Histeris dalam sel penjara mengetahui telah dimiskinkan.


Perempuan itu begitu frustasi dan memaki-maki petugas sel penjara.


Begitupun dengan Dave, lelaki itu begitu menyesal diperalat orang tuanya sendiri,


yang sudah terkenal serakah karena uang. Angkasa group kembali kepangkuan Tuan besar Bimantara karena terbukti Bayu Kusuma Wijaya bukan ahli waris yang sah.


"Selamat datang pewaris tunggal Tirta wijaya Group," bisik Raffael ditelinga,Key,


dan tidak berhenti untuk menggenggam tangannya. Wanita itu menatap haru dengan mata berkaca-kaca.


"Pasti ingin menangis dan berucap terimakasih lagi," goda Raffael.


_______________________


Catatan penulis:


Ambil hikmah yang baik dan tinggalkan yang tidak baik. Mohon maaf, ya. kalau masih banyak kekurangan dalam penyampaiannya. Terimakasih untuk sahabat tersayang yang masih sempat mampir untuk membaca. Jangan lupa untuk like dan komentarnya. Terimakasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2