Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
6. Misi dimulai


__ADS_3

Dengan pikiran yang terus berputar, Key termangu di sisi ranjang, memikirkan mobil yang diam-diam berhenti dan meluncur dengan deras sesaat lalu.


Saat secara tidak sengaja netra indahnya


menangkap keberadaannya. Cahaya malam yang remang-remang, membuatnya kesulitan untuk melihat


dengan jelas jenis mobil tersebut.


"Mungkinkah Raffael? Dia tidak pernah


bermain petak umpet seperti ini. Aku sangat mengenalnya. Lagi pula untuk


apa dia kemari dan hanya berada di luar?''


Kepalanya menggeleng- menggeleng pelan. "Kalau Andreas, rasanya juga tidak mungkin. Bahkan beberapa saat yang lalu dia baru saja mengantarku pulang."


Malam begitu hening. Hanya desir angin malam yang disertai hujan rintik-rintik mengusik pendengarannya. Namun rasa


penasaran dalam hatinya, tetso tidak mampu menolak, untuk tidak melihatnya sekali lagi dengan diam-diam mengintip di balik gordyn Jendela kamarnya.


"Tidak ada. Apakah sebuah kebetulan saja, ada orang yang sedang berhenti?"


Kembali menggelengkan kepalanya dan membuang jauh-jauh pikiran yang tidak-tidak. Dia kembali melangkah dan membaringkan tubuhnya. Ingatannya kembali pada masa lalu, saat masa keemasan TIRTA WIJAYA GROUP


dan badai kehancuran meluluh lantakkan


perusahaan keluarga besarnya. Tidak sedikit hinaan dan cacian yang datang,


tetapi tidak sedikit pula yang mencoba menguatkan hatinya, karena nama besar


keluarganya.


Senyumnya kembali terukir manis, saat ingatannya kembali membuka kilasan-kilasan peristiwa heroik yang Raffael lakukan untuk menyelamatkan keluarganya.


Tiada sahabat yang bisa memahamiku


sebaik kamu, tetapi tidak dengan hatiku. Terimakasih untuk semuanya, Raffael.


Mulai detik ini aku akan berhenti untuk


berharap, karena cuma akan menyakitiku.


******


Diamond Residence, Central Business District Kota J


Nyonya besar Bimantara masih bergeming dengan rencana pertunangan putra semata wayangnya. Ada rasa bahagia karena pada akhirnya Raffael bisa berkomitmen untuk serius.


Mengingat anaknya adalah tipe lelaki yang tidak mudah menjatuhkan pilihan hatinya. Tetapi ada keresahan dalam diri wanita itu, mengingat Nova adalah perempuan yang belum lama dikenal, Raffael.


Jujur hatinya ingin sekali putranya berjodoh dengan Key. Perempuan itu tidak hanya sangat baik, cantik, lembut dan mandiri tetapi, Ia adalah tipe perempuan yang tidak selamanya bisa menerima argumentasi Raffael yang terkenal keras kepala.


"Key bisa merubah sisi lain Raffael yang kaku dan punya kepedulian sosial yang tinggi sejak mengenalnya," separuh menggumam wanita itu masih menuggu sang putra.


Seperti halnya Bimantara muda, Raffael genius, workholic dan tidak memikirkan hal yang lainnya daripada pekerjaannya.


"Raffael, sayang," sapanya lembut. Melihat putra kesayangannya mulai memasuki ruang tamu


"Mam." Sebuah ciuman Raffael mendarat di pipi kanan dan kiri wanita yang tetap cantik meski sudah dimakan usia itu.


"Cepatlah mandi, Mami menunggumu

__ADS_1


untuk makan malam." Pria itu mengangguk tanpa menjawab dan berlalu menuju kamarnya.


"Sayang, tunggu sebentar." Dilihatnya


wajah perempuan yang melahirkannya


itu tampak cemas.


"Ada yang ingin mami katakan?" Raffael kembali melangkah untuk lebih dekat.


"Hem ... apakah rencanamu itu benar?" tanyanya dengan mimik yang dibuat


sedih.


Raffael mengernyitkan dahinya. "Rencana?"


"Engagement day," jelasnya dengan


menautkan kedua jari telunjuknya memberikan isyarat.


"Tentu saja!"


Wajah yang tampak sumringah tadi mendadak menjadi mendung. Ada gurat kesedihan yang tidak bisa disembunyikan oleh wanita dengan midi dress warna nude itu.


"Mami baik-baik saja?"


Tak mencoba untuk menjawab. Perempuan yang tetap terlihat awet


muda itu, tampak berfikir dan terdiam sejenak.


"Bukankah Mami yang menginginkan, Raffael cepat menikah? Seharusnya Mami senang ...."ujarnya pelan.


kembali keputusanmu itu," sarannya bijak. Tangannya memegang lengan putranya yang hendak naik dan selembut


mungkin menenangkan Raffael.


"Sayang, Mami tidak bermaksud menolak, Mami cuma ingin kamu mengenal Nova lebih dalam lagi."


Raffael sudah menduga.


"Apakah Mami salah?" Netranya menyelisik wajah Raffael yang mencoba


memalingkan mukanya.


"Ok. Kalau Mami ingin seperti itu, mungkin Mami tidak akan pernah melihatku menikah seumur hidupku," protes Raffael seenaknya dan beranjak naik ke kamarnya.


Wanita itu tercengang.


"Raffael!" Tak ingin berhitung wanita itu mengejar putranya. "Sayang, jangan salah paham. Apa yang menjadi pilihanmu, asal membuatmu bahagia, Mami pasti akan mendukung."


"Mami, tolong. Aku Mohon ...."


Raffael melepaskan genggaman tangan


Nyonya besar itu dengan pelan. Kembali langkahnya terayun membiarkan wanita


itu terdiam berdiri di tempatnya.


Dengan lesu langkahnya perlahan turun


dan termenung duduk di kursi meja makan.

__ADS_1


Ya, Tuhan. Ada apa lagi dengan semua ini. Aku hanya tidak ingin Raffael salah pilih. Bagaimanapun kejadian di masa lalu yang membuatku seperti ini. Kenapa anak itu sangat keras kepala sekali.


Di dalam kamar, Raffael termenung. Kedua tangannya menopang kepalanya sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Kenapa Mami mendadak berubah pikiran?" Bukankah Mami yang dengan penuh semangat menginginkan aku menikah. Sulit di akal."


Sebagai pewaris tunggal ANTARA GROUP sudah saatnya Raffael menikah dan mempunyai anak di usia yang dianggap sudah lebih dari cukup.


"Jangan- jangan Mommy ... ah, tidak. Tidak. Bisa jadi Ini hanya pikiranku


saja."


Bibir Raffael menguap berkali-kali. Kurang tidur karena bekerja ternyata membuat tubuhnya ga bisa di ajak kompromi.


"Dasar naluri seorang ibu. Mami pasti akan bahagia dengan pernikahan, Raffael. Bersabarlah," gumamnya lirih dengan senyum misterius di sana.


Senyum pria itu mengembang sempurna saat tangannya meraih foto perempuan cantik yang sudah mengoyak hatinya tersebut lalu menciumnya dengan lembut.


"Aku akan membuatmu bahagia, apapun itu akan aku lakukan untukmu. Dan akan aku buktikan bahwa hanya aku yang mampu untuk menjagamu. Akan aku pastikan seumur hidupmu, kamu cuma akan mencintaiku, dan gantungkanlah seluruh hidupmu hanya kepadaku 'CARA'. lalu dengan lembut tangannya mengusap foto itu dan meletakkannya di tempat rahasia.


Angin malam disertai gemercik hujan menciptakan suasana syahdu. Seketika membawa Raffael ke alam mimpi yang indah dengan sang pujaan hati, setelah selesai makan malam. Rasa kantuk dan


penat yang menyerangnya membuatnya


cepat terlelap.


****


"Jordan aku ingin kau memantau NAM GROUP. Dan pastikan semua proyek besar dipersiapkan dengan matang! Saya tidak mentolerir sebuah kegagalan. Dan ingat semua tender dilakukan dengan profesional dan sesuai dengan kepatuhan hukum," perintah Raffael dengan tegas.


"Satu lagi, ada competitor lain yang mengincar proyek tersebut dan pastikan kita akan menang dengan sempurna. Kalau perlu buat mereka tidak mendapatkan apapun. Mereka adalah penipu berkedok Maharaja properti."


"Siap bos!!"


"Atur anak buahmu dan siapkan 4 bodyguard untuk nona Nova dan Key!"


"Untuk nona, key juga boss?"


"Lakukan saja perintahku! Dan ingat jangan sampai mereka berdua


tau, jaga jarak dan pastikan mereka nyaman.


"Siap laksanakan!" Jordan berlagak laksana komandan.


"Pergilah"


Raffael memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya.


"Misi dimulai," gumamnya lirih. "Setelah ini kamu akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikmu. "Mereka yang sudah menumpahkan air matamu saat ini mereka harus membayarnya dengan sangat mahal," desisnya penuh amarah. Wajah Raffael semakin mencekam.


"Nova Ayudina Sastra Wijaya."


_____________


Catatan penulis


Sahabat tersayang, jangan lupa like dan


komennya, ya 😘.


Maaf tulisannya berantakan🙏, semoga kalian suka alur ceritanya. Terimakasih 😍😍

__ADS_1


__ADS_2