Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
20. Antara aku dan Andreas


__ADS_3

"Nona Nova marah besar karena Tuan muda tidak kunjung menemuinya," kata Jasson sambil terengah-engah.


"Urus dia! Bilang saya belum kembali dari


urusan bisnis. Ingat, Jasson. Tunggu sampai semua bukti terkumpul dan seret dia bersama anak buah Dave.Tunjukkan dengan jelas siapa diri mereka di depan wajahnya ssndu." Raffael mendengkus kesal sambil melirik tajam jasson yang berdiri di sampingnya.


"Jangan sampai tahu Rumah pribadiku. Saya sedang tidak ingin diganggu. Dan panggil Jordan keruangan ku. Katakan aku menunggunya."


Langkah Raffael terburu-buru, berapa hari ini tidak pulang kekediaman utama


Wijaya. Hal ini semata-mata ia


lakukan, agar semua rencana yang sedang disusun sesuai dengan rencana.


Tuan muda, apa engkau tidak pernah tidur? Ternyata benar adanya, cinta


membuat orang benar-benar gila .


Tak lama berselang, orang yang ditunggunya datang."Raffael, kamu memanggilku?"


"Masuk saja!" suara Raffael terdengar dari dalam ruanga kerjanya yang memiliki connecting room langsung dengan kamar pribadinya.


"Duduklah," perintahnya.


"Bagaimana dengan persiapan hotel yang kau pesan untuk acara pertunanganku, beberapa saat yang lalu?"


"Semua sudah beres, sesuai dengan rencana dan permintaan mu. Mungkin mempelai wanitanya saja yang akan berubah! Jordan melirik Raffael dengan tatapan masam.


"Batalkan secara diam-diam."


"Raffael __"


"Ikuti saja perintahku. Apakah kamu benar-benar berpikir, tempat itu akan aku pakai untuk___"


"Iya. Tadinya aku berpikir seperti itu," potong Jordan cepat menyadari arah


pembicaraan, Raffael.


"Batalkan semua, lagi pula Nova belum tahu kapan pastinya rencana itu terjadi. Dan untuk semua urusanku pribadiku dan Key, aku ingin semua menjadi kejutan untuknya."


"Apakah kamu sudah menyatakan cintamu pada nona, Key, Raffael?" Jordan menyipitkan matanya. "Percaya diri sekali kamu ingin melamarnya. Apakah kamu tidak takut Nona menolakmu?"cibir Jordan yang sebenarnya hanya untuk


memanas-manasinya saja.


"Apakah itu perlu?" Raffael terlihat bingung. Ia sedikit menggeser tempat duduknya dan menatap serius pada asisten kepercayaannya itu.


Jordan terpingkal-pingkal melihat wajah Raffael. "Aku akui, kau genius mengurus


perusahaan, tetapi ternyata kau sangat bodoh untuk urusan perasaan."


"Kamu pikir Nona Key tidak akan pingsan,


kalau kamu mendadak melamarnya? Ingatlah, Raffael, statusmu adalah calon


suami Nona, Nova. Apakah kamu benar-benar lupa?"


Pria tampan itu hanya garuk-garuk kepalanya bingung.


Setiap hari aku memperhatikannya, melakukan hal-hal terbaik untuknya.


Aku tidak punya kekasih atau bahkan menyakitkannya. Kecuali untuk urusan


Nova. Apakah itu tidak cukup?


Mengatakan cinta? Bukankah menunjukkan perbuatan


lebih dari sekedar kata cinta.


"Kenapa diam saja? Ingat sekali lagi, Raffael. Seorang wanita selain ingin dimengerti, dilindungi dan dicintai, mereka adalah makhluk lemah yang sangat perasa. Mereka butuh kepastian.


Disaat mereka menjalani sesuatu yang tidak pasti, mereka akan mengikuti alur


kehidupan yang lainnya, apapun yang ada di hadapannya," nasehat Jordan.


"Apa maksudmu, Jordan?!" Raffael menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Alur yang sedang dihadapan Nona, Key adalah alur cerita cinta yang sedang ditawarkan oleh Tuan muda Andreas. Jangan kalah cepat, Raffael, atau kau


akan menyesal." Jordan kali ini bicara serius sekali.


Dengan dada bergemuruh tangan Raffael mengepal di bawah meja. Sesuatu yang ditakutkan selama ini, dan membuatnya nyaris gila karena memikirkan nya setiap hari.


"Apakah kamu berpikir Key mencintai Andreas?" Kali ini pria itu berdiri dari tempat duduknya dan melangkah dengan pelan sambil membelakangi Jordan.


"Kenapa bertanya seperti itu? Aku bukan


cenayang, Raffael. Tetapi dari yang aku tangkap, menaklukkan hati wanita seperti


Nona Key tidaklah mudah. Dia mencintai sesuatu tanpa alasan apapun. Bukankah dia adalah wanita satu-satunya yang bisa


menolak pemberianmu yang sangat fantastis itu?" peringat Jordan.


"Biasanya wanita seperti itu, hatinya keras dan sangat susah, tetapi begitu dia mencintai seseorang, dia akan memberikan seluruh hatinya," terang Jordan laksana dokter cinta.


"Dari mana kau tahu? Apakah kau pernah


jatuh cinta, sebelumnya?" Dengan gerak cepat Raffael memutar tubuh menatap Jordan dengan tatapan menyelidik. Walaupun membenarkan ucapan pria itu dari dalam hati.


"Heee, belum laku Tuan muda. Aku


tahu dari banyak membaca saja," seloroh Jordan terkekeh geli.


"****!" Raffael mengumpat.


"Tetapi setidaknya ikuti saranku, Raffael. Kalau kamu mencemaskan eselamatannya, Ikat nona Key secepatnya. Kau bisa melihatnya setiap


hari dan memastikan dia akan aman."


Raffael terdiam dan menarik kedua tangannya dari saku celananya. Ia


mencerna setiap omongan Jordan.


Aku bisa gila kalau harus kehilanganmu.


Apalagi kalau Andreas memenangkan hati Key.


"Selamat malam, pikirkan ucapannku tadi."


"Hemm ...."


Saat Jordan tidak terlihat, Raffael mulai memikirkan sesuatu. Malam semakin larut. Ia ingin sekali mengistirahatkan tubuhnya, tetapi mencerna setiap ucapan Jordan benar adanya.


Apakah Key mencintaiku? Kenapa reaksinya biasa saja, saat aku memperkenalkan Nova. Apa benar


dia mencintai Andreas?


"Tidak mungkin, Key hanya milikku," gumannya egois.


******


Di kantor Andreas memperhatikan Key dari celah kaca transparan dinding pembatas kantor. Tampak Key sedang serius mempersiapkan berkas


penting.


Kemarin dia ijin pulang lebih cepat untuk


bertemu Raffael? Tidak biasanya, tetapi


bukankah mereka memang bersahabat.


Andreas tidak mau banyak berpikir lagi. "Bukankah sudah jelas Raffael ingin menikah dengan Nova dalam waktu dekat?" CEO Wiratama group itu mendengar sendiri ucapan, Raffael. Membuat semangatnya untuk memenangkan hati,Key, semakin tak terkendali.


"Apakah kamu sudah makan siang?" suara tiba-tiba,Andreas terdengar dengan tersenyum menatap ekpresif Key. Kehadirannya sontak saja membuat jemari lentiknya menghentikan tariannya di atas keyboard.


"Sebentar lagi, kebetulan saya membawa bekal dari rumah, karena saya berpikir


hari ini pekerjaan sangat padat sekali."


Kembali senyum simpul menghias bibir pria itu.


"Sepadat- padatnya pekerjaan, saya tidak

__ADS_1


akan melarang karyawan saya untuk makan di luar, Key." Seperti biasa pria


yang terlihat kalem itu memamerkan senyumnya.


"Apakah kamu menolakku, aku ajak


makan keluar kali ini,hmm?"


Wanita itu mengangkat wajah, memberanikan diri untuk menatapnya. "Bukan begitu maksudku, sungguh aku hanya bicara apa adanya


saja."


"Aku tunggu lima menit lagi," perintahnya seraya berlalu.


"An__ Andreas. Bukan begitu maksudku,


aku bawa bekal," jelasnya.


"Lima menit lagi ke ruanganku maksudnya, Key," beritahunya dengan sambil menoleh.


Wanita itu tercengang.


"Baiklah." Tanpa sedikitpun sempat mengelak, akhirnya Andreas berlalu dari hadapannya.


Lima menit berselang, Key melangkahkan kakinya menuju ke ruangan CEO. Andreas


sudah menunggunya.


"Kemari key, kita makan bersama. Aku sudah pesankan makanan untukmu juga."


Netra indahnya menatap tak percaya


di atas meja tampak telah tersedia makanan kesukaannya dan juga Andreas.


"Jangan diam saja, "bukankah hari ini


pekerjaan sangat padat, karena itu aku mengajak mu makan di ruanganku saja."


Key masih speechless.


"Bawa saja makananmu kemari, aku juga ingin mencicipi masakanmu. Bukankah


nona Tirtawijaya sangat pandai dalam memasak yang aku dengar?"


Blusshh....


Astaga Andreas apa aku tidak salah dengar.


"Tidak apa-apa, Key! aku terbiasa dengan


makanan rumahan."


Key menurut. Selang beberapa saat, mereka terlihat sedang makan bersama. Andreas lebih berselera dengan makanan yang dibawanya dari rumah.


"It,s good taste, l like it (rasanya enak,


aku suka).


"Terimakasih." Andreas menambahkan


makanannya kepiringnya, hal ini membuat wanita anggun itu tidak enak


hati.


"Sudah cukup, aku sudah kenyang," tolak Key.


"Makanlah yang banyak. Bukankah aku sudah pernah katakan, aku tidak suka kamu semakin kurus saat bekerja di kantorku, hmm?"


Saat mereka masih belum menyelesaikan makannya, tiba-tiba terdengar sebuah ketukan dari luar.


__________________


Sahabat tersayang:


Jangan lupa untuk like dan komennya, Ya! Terimakasih untuk yang sudah berkenan mampir ๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

__ADS_1


maaf masih banyak kekurangan ๐Ÿ™.


__ADS_2