
"Nona baik-baik saja?"
Key menggeleng pelan. "Jasson, semua adalah salahku. Seandainya aku berterus terang pada, Raffael, mungkin peneror itu akan lebih cepat teratasi. Aku benar-benar bodoh, dan pantas Raffael menyalahkanku."
"Nona. Jangan seperti itu, Penyerangan di kantor Antara belum tentu orang yang sama."
"Tetapi kenapa datang secara bersamaan, Jasson? Aku mengacaukan segalanya, aku benar-benar tidak berguna." Perempuan itu tertunduk lesu, dan beranggapan kali ini Raffael kembali kesal padanya.
"Nona, tidak bersalah. Kurir itu datang karena kesalahan Tuan muda, Andreas, yang di manfaatkan oleh orang-orang tertentu. Aku yakin ada seseorang yang mengetahui Tuan muda, diam-diam mencintai Nona. dan sekarang beliau sedang berusaha untuk membuktikan kebenaranya."
"Jasson, bantu Raffael. Aku benar-benar bingung, sekarang."
"Nona tidak perlu khawatir, semua bergerak untuk mencari orang itu, dan saya yakin akan segera ketemu."
"Raffael...
"Nona, sebaiknya beristirahat."
Andreas, aku harus menelponnya dan bertanya sendiri.
Dengan ragu, langkahnya kembali ke kamar, dan meraih ponselnya yang terletak di atas meja riasnya. Hingga suara mantan bosnya itu kembali terdengar. Entah apa yang dipikirkan oleh pria itu mendengar wanita yang diam- diam dicintainya itu menelpon.
π Andreas
"Key, aku benar-benar minta maaf, pasti Raffael sudah cerita banyak hal. Tetapi sungguh ada seseorang di balik ini semua, aku berjanji akan membuktikannya padamu begitu juga, Raffael.
π Key
Aku dan Raffael menunggunya, "Andreas cepatlah bertindak, sebelum orang itu sesuka hatinya, mengacaukan segalanya.
Boleh aku tahu, apa yang kau lakukan malam itu di sekitar Mansion?
π Andreas
Clara, entah kenapa aku mencurigainya.
__ADS_1
Dia pernah datang ke kantorku dan mengancam akan menyakitimu, karenanya aku datang diam-diam malam itu, aku takut dia berbuat nekat. Maafkan aku, aku takut sesuatu terjadi padamu. Dan aku tahu Raffael menjadi semakin salah paham karenanya. Key aku benar- benar minta maaf...
Andreas menarik napasnya dengan panjang saat terdengar panggilan terputus atau perempuan itu sengaja mematikan panggilannya. Sementara Key masih terlihat bingung dengan ponsel yang masih ada ditangannya.
Clara...
Apakah itu anak dari rekan bisnis Papi Raffael? Aku seperti pernah mendengar
nama itu dan wanita itu pernah datang ke kantor Raffael, jauh sebelum Nova datang dari Sydney.
"Apakah Raffael sudah tahu tentang apa yang diucapkan oleh, Andreas?"
πππ
Ditempat terpisah, Clara tertawa puas, aksi nekatnya setidaknya berhasil membuat suasana semakin kacau. Sebisa mungkin, Dia ingin menggagalkan rencana pernikahan Raffael dan Key yang sudah di depan mata. Perempuan itu tersenyum misterius dengan penuh kemenangan mengingat, Andreas.
Tidak disangkanya ocehan Andreas saat mabuk tentang perasaannya pada Key disebuah Club malam saat itu, bisa digunakan sebagai umpan yang sangat pas menjelang pernikahan mereka.
"Harusnya aku tahu, tentang banyak hal. Tetapi lagi- lagi sial. Donny... lelaki itu muncul di saat yang tidak tepat dan mau tidak mau, aku harus bersembunyi." Clara merutuki kebodohannya karena tidak sempat merekam aksi Andreas untuk memeras Pria itu, karena kehadiran Donny saat itu di sebuah club dan mengajak Andreas cepat pulang.
"Benar-benar menyenangkan. Key, yang di sebut Andreas adalah Keyrane, calon istri Raffael.. ha..ha..ha.. luar biasa, Andreas. Tetapi kau juga sangat bodoh. Aku sengaja mengatakan itu, untuk menjebak mu datang ke Mansion. Aku tahu, pasti kau tidak akan tinggal diam, "tetapi kali ini aku harus mengakui, kau sedikit lebih pintar, karena kau tidak menemuinya
"Sialll...!" umpatnya.
"Ahh...!! Sialll!! Aku juga sama bodohnya.
Menyebalkan!!" teriaknya. Kakinya beberapa kali menendang kursi yang ada dihadapannya dan membuatnya berantakan.
Di sisi lain kita lihat kembali Andreas. Sang pecinta yang penuh misteri itu duduk termangu menatap langit-langit kamar pada sebuah resort tempat dirinya menginap. Pertemuannya dengan, Raffael sangat mengganggu dirinya.
Apalagi saat ada seorang mata-mata yang dengan sengaja menunggangi perselisihannya, membuatnya extra keras untuk mencari bukti dan kalau perlu akan menyeret orang itu ke hadapan Raffael secara langsung.
"Siapa mereka yang menyerang Antara?"
Jangan sampai Raffael menaruh kecurigaan padaku. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan," tangannya menekan pelipisnya dengan kasar. Kepalanya serasa mau pecah dengan masalah yang datang bertubi-tubi dan menyesalkan tindakan bodohnya saat di club ataupun berkirim bunga dengan cara yang misterius.
__ADS_1
Raffael bersaing secara sempurna dan profesional di dunia bisnis. Dia adalah petualang yang hebat, tak jarang banyak pihak yang terus memujinya. Mungkin sekarang dia mencurigaiku, tetapi aku sangat mengenal, Raffael. Dia tidak akan gegabah tanpa bukti ditangannya, dan tugasku harus bisa mengungkap ini semua.
"Hebat kau kawan!" Kau selalu meraih simpati dimanapun kau melangkah.
Kehadiran, Key disisimu sangat berpengaruh terhadapmu."
Andreas memuji aksi heroiknya dalam menundukkan para pelaku kriminalitas sedang hingga tingkat tinggi, pengangguran dan membangun mentalitas mereka untuk bisa hidup bermasyarakat dengan semestinya, serta memberikan lapangan pekerjaan untuk menciptakan kehidupan mereka lebih layak dan manusiawi. Dan terbukti mereka pelan-pelan berubah dan menunduk kepada CEO ANTARA itu.
"Hebat! Sekali lagi aku harus mengakui, kau pantas bersanding dengan malaikat cinta disampingmu itu. Seperti halnya aku, kehilangan orang yang aku cintai terasa membunuh seluruh duniaku, kau bahkan bisa membuat dunia ini terasa baru untukmu."
"Congratulation kawan. Maafkan aku, "aku jujur tentang perasaanku, karena akupun merasakan cinta yang tidak sebentar terhadap wanita yang sebentar lagi menjadi milikmu. Aku tahu ini salah," Andreas menghela napas panjang.
Key, akan aku buktikan, cintaku padamu tulus. Tidak ada niat sedikitpun untuk menyakitimu, terlebih memisahkan mu dari Raffael, aku sudah tidak ingin melihat mu menangis lagi .Tetapi mungkin caraku salah waktu itu, "aku mengerti," batinnya lirih.
Andreas seorang pemuda dengan kesuksesan yang tidak bisa dipandang remeh. Banyak project penting bersekala besar yang dikerjakan bersama dengan Raffael, mendadak terputus secara sepihak dan Raffael lebih suka membayar pinalti yang dibebankannya, dari pada harus tetap memilih bekerja sama dengannya.
Andreas menyesalkan hal itu tetapi Raffael adalah tetap Raffael yang selalu tegas dengan keputusannya.
πππ
Raffael melangkah kakinya ke Mansion.
Setidaknya dengan tidak berselisih akan lebih mudah untuk menghadapi masalah bersama-sama. Ia menyadari, sepenuhnya bukan salah,Key. Apa yang salah dengan wanita itu, dia tidak menginginkannya, tetapi Pria mana yang kuasa menolak pesonanya. Dan Raffael tahu sahabatnya itu sudah lama, ada hati dengannya, tetapi tidak ingin melangkahinya.
Aku akui, beberapa kali kau pernah bertanya tentang hubungan ku pada Key waktu itu. Dan saat aku mengatakan, akan menikah dengan Nova, kau mempunyai keberanian untuk melamarnya. Aku mengetahuinya, Andreas. Raffael tidak nyaman untuk bekerja sama dengan Pria yang jelas-jelas menaruh hati pada calon istrinya itu.
Sepasang iris matanya yang kelam seperti mencari seseorang dan dengan tergesa Jasson menghampirinya.
"Paksa kurir itu sampai buka mulut, kalau perlu ancam dengan kekerasan tetapi jangan maih hakim sendiri."
Jasson mengangguk. Sementara Raffael terus berjalan mencari keberadaan, Key. Pria tampan itu, tidak butuh waktu lama menangkap keberadaannya yang sedang berdiri termenung dengan tatapan kosong menatap keluar Mansion.
___________________
Catatan penulis:
__ADS_1
Sahabat tersayang π
jangan lupa untuk tinggalkan like dan komennya, ya?! Terimakasih π