Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
15. Rahasia malam


__ADS_3

Malam telah kembali menghiasi semesta. Di antara kesunyian malam tampak sekumpulan orang pembawa misi rahasia berkumpul di suatu tempat yang sangat tertutup.


Raffael mengubah tempat pertemuan dengan orang-orang terpentingnya di gedung rahasia bawah tanah, setelah ada laporan dari salah satu anak buahnya, ada yang mencoba menyadap pembicaraan mereka .


"Ingat! Tiada pembicaraan dalam bentuk apapun melalui jaringan telekomunikasi yang berkaitan dengan semua penyelidikan ini. Semua demi keamanan dan kelancaran semua tujuan kita," kata Raffael dengan tegas.


Sambil berdiri membelakangi mereka yang sedang duduk berjajar, CEO muda itu menatap pekatnya malam yang hanya dihiasi oleh sorot lampu remang-remang menghias ruangan bawah tanah.


Sementara itu para anak buahnya medengarkan dengan seksama semua penjelas Raffael.


"Jangan sekali-kali menyebut nama mereka yang kita curigai. Maupun target yang sudah di tangan melalui jaringan komunikasi dalam bentuk apapun. Dan pastikan kita akan menggunakan kode rahasia ini untuk menyebut nama mereka dalam pembicaraan kita."


Raffael membalikkan badannya lalu meletakkan selebaran yang berisi kode rahasia untuk dipelajari oleh para anak buahnya. Mereka saling menatap satu


sama lainnya untuk kemudian menganggukkan kepalanya.


"Hanya dalam keadaan darurat kita diperbolehkan untuk menggunakan alat komunikasi, itu pun usahakan seminimal


mungkin," perintah Raffael dengan penuh


penekanan.


"Siap laksanakan, Bos! jawab mereka serentak.


"Bagus!" Raffael melangkah lebih dekat ke arah mereka yang sedang berkumpul.


"Terus awasi orang -orang yang tertera di bawah ini, dan laporkan dengan segera kalau ada hal-hal yang mencurigakan."


Kedua tangannya kini bertumpu pada meja besar. "Satu hal lagi, di antara orang-orang yang tertera di bawah ini, hanya ada dua orang yang boleh menemuiku di kantor maupun di kediaman Wijaya dalam kurun waktu dua Minggu ini."


Raffael memperhatikan mereka satu persatu dan kemudian melanjutkan pembicaraannya.


"Kedua orang tersebut adalah Nona Key dan Nona Nova Ayudina Sastra Wijaya," perintah Raffael mengingatkan anak buahnya.


"Dan kau Jordan dan Jasson, aku tugaskan kau mengkomando dan mengatur semuanya yang telah saya perintahkan. Pastikan semua berjalan lancar dan saya tidak bisa mentolerir sebuah kegagalan."


Wajah tampan yang penuh kharisma itu, kembali menancapkan jaring rahasianya untuk membekuk orang-orang yang telah bertahun-tahun menancapkan luka di antara orang-orang terdekatnya dan orang yang disayanginya.


"Apakah ada perkembangan signifikan yang telah kalian peroleh sejauh ini?" tanya Raffael sambil menoleh mereka satu persatu.


"Ada bos," sahut Jordy saudara kembar Jordan.


"Cepat katakan!" perintah Raffael tak sabar.


"NAM GROUP di bawah kendali Danu purba, bos! Mereka mendirikan sebuah perusahaan tepat satu tahun setelah kehancuran TIRTA WIJAYA GROUP dengan aset triliunan rupiah di awal berdirinya,"Jordy menjeda ucapnya sebentar melirik ke arah Jordan.


"Lanjutkan, Jordy! Raffael mengambil duduk di antara mereka dan kembali


mendengarkan dengan seksama.


"Sebagai perusahaan pengembang, mereka membuka lahan baru dengan membidik beberapa lokasi strategis di kota S, Kota B, dan Kota K," jelas Jordy


menyampaikan hasil penyelidikannya.


"Apakah ada yang ingin kau katakan lagi Jordy, kalau masih cepat sampaikan!" volume suara Raffael meninggi.

__ADS_1


"Danu purba sebelumnya belum pernah ada riwayat mendirikan sebuah perusahaan, jadi NAM adalah murni pemula yang punya omset luar biasa," jelas Jordy mengakiri laporannya.


Raffael terdiam. Mencerna setiap apa yang disampaikannya oleh Jordy. Semula dia yakin bahwa Mastermind dari kehancuran TIRTA WIJAYA GROUP adalah orang dalam perusahaan, namun tidak ada nama Danu purba dalam daftar nama Karyawan Perusahaan orang tua Key itu.


Masih jelas dalam ingatan, puluhan tahun silam saat dia masih berusia lima belas tahun. Usia yang masih remaja dan dididik oleh orang tuanya untuk menempuh study dengan benar.


Membuat Raffael tidak banyak mengenal para client perusahaan ANTARA maupun TIRTA WIJAYA GROUP, walaupun kedua orang tua mereka, adalah rekanan bisnis yang sangat erat.


Namun Raffael ingat dalam penyelidikan pihak berwenang, kasus Korupsi itu melibatkan beberapa orang dari sektor keuangan perusahaan yang diketahui telah bunuh diri dan aliran dana tersebut tercecer tidak karuan dengan disamarkan untuk biaya operasional perusahaan secara fiktif.


Raffael mengembuskan napasnya dengan dalam.


"Jasson, bagaimana dengan penyelidikanmu? Apakah ada perkembangan baru yang bisa kamu sampaikan," tanya Raffael kemudian.


"DELTA, sepertinya mengendus penyelidikan kita, hal ini dengan tidak kembalinya para penyusup yang telah mereka kirim ke ANTARA GROUP, karena sementara kita menahannya di penjara bawah tanah." Jsson melapor dengan penuh semangat.


"Dan satu lagi, Bos! Saya sudah memperoleh informasi yang akurat tentang foto Danu Purba."


Belum sampai Jasson menyampaikan laporannya dengan secepat kilat Raffael memotong pembicaraan jasson.


"Cepat berikan kepadaku,Jasson! Harusnya kau menyampaikan lebih dahulu tanpa saya minta."


"Ba___ baik bos. Jasson tergagap tangannya ikut gemetar memberikan selembar foto yang diyakini sebagai Danu purba kepada Raffael.


"Ma__ maaf Bos," ucapnya lagi.


"Kamu yakin ini Danu Purba?" Sebelah mata Raffael menyipit, memperhatikan foto kaki-laki dengan umur rentang 60 tahun keatas tersebut.


"Saya sangat yakin, Bos!" Anak buah saya menyamar masuk ke NAM. Dari informasi yang didapatkan, sebulan


mengadakan meeting dengan para staf khusus." Raffael manggut-manggut


" Saat itu mereka memberi tahu sosok Danu purba sebagai pemilik resmi NAM GROUP. Dan orang yang kita kirim berhasil mengabadikan wajah Danu Purba," terang Jasson.


"Kerja yang bagus! Jasson aku tunggu hasil yang lebih dari ini." Raffael menatapnya dengan wajah puas.


"Dan ingat jangan melakukan komunikasi seputar penyelidikan ini melalui jaringan telekomunikasi kecuali dengan keadaan darurat.Ingat tetap pergunakan kode rahasia tersebut." Raffael mengakhiri pembicaraan rahasianya malam itu.


Setelah memastikan mereka kembali kembali pulang, ditemani trio J


Jordan, Jordy dan Jasson trio kembar yang menjadi orang kepercayaannya, mengawal Raffael sampai rumah.


"Jasson apa yang dilakukan nona key hari ini?" Ketiganya saling melemparkan pandangan dengan mimik wajah bingung.


"Nona sepulang kerja seperti biasa mampir ke butiknya, Tuan muda dan


akan pulang saat malam tiba."


Raffael terdiam sejenak. "Apa ada orang yang mengantarnya?"


"Nona diantar oleh supir kantor, tetapi kadang-kadang Tuan muda, Andreas yang mengantarnya pulang."


Raffael mengangguk samar. "Pastikan dia baik-baik saja," perintahnya.


******

__ADS_1


Di kediaman Tuan Tirtawijaya


Setengah terseok, Key mengayun langkah lemas menuju kamarnya. Ucapan kedua


tuanya tentang rencana Raffael untuk membuka kasus lama TIRTA WIJAYA membuatnya sangat cemas. Baginya hidup sederhana penuh kenyamanan sudah lebih dari apa yang dia inginkan.


"Apa yang sedang bermain dalam pikiranmu, Raffael? Kenapa kau selalu


melakukan hal-hal yang tidak terduga


untuk keluargaku."


Ingatannya kembali berputar-putar Lima tahun yang lalu, saat kehancuran perusahaan keluarganya tidak dapat di hindarkan.


Tersangka kasus penggelapan dana operasional perusahaana TIRTA WIJAYA


GROUP dinyatakan tewas terapung disebuah pulau terpencil di Utara Kota. Dan saat itu kasus terhenti dari penyelidikan. Walaupun diduga Mastermind dari kasus tersebut kemungkinan ada, tetapi tidak ada bukti yang mendukung untuk


menindaklanjuti kasus tersebut, karena tersangka tewas.


"Itu artinya Raffael menemukan dua alat


bukti yang dianggap cukup untuk membuka kembali kasus tersebut."


Perempuan cantik itu tidak bisa memejamkan matanya. Beberapa hari ini


Ia sengaja menjaga jarak dengan Raffael,


dengan alasan kesibukannya. Tetapi kenyataan yang didengar sekarang, mustahil Ia tidak akan bertemu Raffael lagi.


Key kembali duduk di sisi ranjang sambil mengecek ponselnya, berharap ada pesan dari Raffael. Netra indahnya menatap nanar layar yang tetap menyala, tetapi tidak ada tanda-tanda Raffael meninggalkan pesan atau bahkan menelpon.


Bukankah sudah bukan hal baru lagi,


Raffael menciptakan kejutan-kejutan yang tidak terduga.


Dipejamkan matanya dengan paksa sambil terbaring di tempat tidur, tidak dipungkiri Ia sangat merindukan Pria tampan itu. Tetapi mengingat Nova


yang berada di sisinya hatinya sudah berjanji untuk mengubur cintanya.


Ia juga mencemaskan Raffael bila nekat mengungkap kasus tersebut, mengingat


dia adalah pewaris Tunggal ANTARA. Keselamatan Raffael di atas segalanya


dan Ia tidak ingin dipersalahkan.


Aku harus menemuinya


________________


Catatan penulis:


Sahabat tersayang ๐Ÿ˜˜


jangan lupa untuk like dan komennya, ya!

__ADS_1


Terimakasih dear friend ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2