Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
115. Dua pecinta dalam satu waktu ( bersua)


__ADS_3

Raffael meluncur dengan begitu derasnya membelah malam dengan Bugatti Divo bergaya sport miliknya. Mobil dengan kecepatan superjet itu menghempas jalanan yang masih sedikit ramai. Sesekali Raffael harus menahan dirinya untuk cepat sampai, karena terhalang rambu-rambu lalu lintas.


"Kau berhasil membuktikan bahwa kau tidak bersalah, Andreas. Tetapi itu saja tidak cukup!" Raffael kembali memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, begitu lampu hijau sudah kembali menyala. Suara decit mobil sesekali terdengar, membuat jasson yang menjaga jarak dengannya harus menaikkan kecepatannya, supaya tidak ketinggalan jejak.


"Astagaaa!!! Tuan muda! Apa yang sedang dalam otakmu?" Kau ingin menyaingi pembalap formula one sekelas Michael Schumacher atau Mikka hakkinen bersaudara?" Kau cuma punya satu nyawa, Tuan muda. Ingatlah ada Nona, Key, yang selalu menunggumu!" Jasson dibuatnya bergidik dengan cara Raffael mengendarai mobil mewahnya .


"Tuan muda!Jangan mencari masalah Aku mohon... ini jalanan umum," Pria itu semakin dibuatnya gregetan. Beberapa kali dia juga harus menambah kecepatan bila dirasa aman. Hingga pada akhirnya sampai pada suatu tempat rahasia yang dituju.



Clara, Andreas, dua orang yang sedang merancu dalam otaknya. Dan membuatnya menghentikan mobilnya dengan hentakan yang cukup keras di bahu jalan.


Cittt ..ttttt..!!!


Dengan maskulinnya Pria turun dari mobilnya. Menatap sekitar dengan sekilas, lalu melangkahkan kakinya. Aura malam yang mencekam, menciptakan daya magisnya tersendiri, hanya dengan menyambut kedatanganya. Orang- orang kepercayaan, Andreas melihatnya dengan begitu tegang seraya membungkukkan badannya.


"Tuan muda, Raffael, selamat datang." sapa mereka serentak.


Raffael mengangguk tak bersuara. Wajahnya datar tanpa expresi. Langkahnya semakin lebar dengan blazer warna gelap yang, melekat pada tubuh tegapnya terlihat berkibar- kibar. Angin malam berdesir menyapu dedaunan dikegelapan, menjadikan gedung tua bawah tanah itu terlihat semakin mencekam.


"Tuan muda sebelah sini," Raffael melirik ke arah mereka sebentar dan mengikuti arahan anak buah, Andreas. Para pengawal itu hanya menahan napas melihat expresi, Raffael yang dingin, tanpa senyum dengan sorot mata tajam, tetapi menunjukkan kharisma pemimpin yang luar biasa.


Astagaaaa!!! ini monster atau orang. Tetapi kalau monster tentu saja terlalu genius dan tampan. Inikah CEO ANTARA itu. Luar biasa. Nona, Clara bener- bener masuk ke kandang buaya dan bersiap dilempar ke kolam piranha...ha..ha..ha


Bunyi derap langkahnya memecah kesunyian di tengah ruang gelap yang hanya bercahaya temaram. Busur panah telah siap menuju sasaran. Sekali terlepas siap menancap di mana saja yang diinginkan. Seseorang dengan tenang menyambut, seorang sahabat yang tengah bersitegang. Degub Jantung keduanya berdetak kencang. Sungguh kalau mereka berdekatan niscaya akan terdengar betapa hati mereka sedang kembali tidak baik-baik saja. Suasana canggung menyelimuti keduanya, dengan tetap berdiri menjaga jarak saling berhadapan. Sesaat keduanya saling menatap dengan tatapan yang sulit dijabarkan, dan membiarkan mata mereka berbicara untuk sesaat. Suasana hening, sampai Andreas berinisiatif untuk lebih dulu menyapanya.


"Selamat datang, Raffael," Andreas berucap dengan tenang. Ini adalah pertemuan pertama keduanya setelah, Raffael menikah, dan tentu saja dengan aura yang berbeda.


"Selamat atas pernikahanmu," Andreas berjalan untuk lebih mendekat dan berinisiatif mengulurkan tangannya.


"Terimakasih."


Raffael sedikit mengangkat tangannya tanpa berniat untuk berjabat tangan. Andreas tersenyum tipis dan dengan elegan menarik tangannya kembali dan memasukkannya ke dalam saku celananya.


Aku mengerti, Raffael....

__ADS_1


"Langsung saja pada tujuan semula. Saya tidak punya banyak waktu," ujarnya dingin.


Andreas memutar badannya menuju sebuah ruang rahasia. Tangannya terulur mempersilakan, Raffael masuk. Pria itu berjalan tanpa suara. Sepasang iris kelamnya menangkap perempuan yang sedang duduk terikat di sebuah kursi. Clara terlihat berantakan, dengan rambut pirang warna terang, terurai tak beraturan. Kulit putihnya terlihat memucat dan kusam dengan tatapan mata sinis menangkap kedatangan, Raffael.


"Kenapa kalian berdua tidak membunuhku saja! Bukankah itu sangat menyenangkan!" Ha..ha..ha... Raffael, akhirnya aku bertemu denganmu. Apakah kau tahu, sahabatmu itu masih mencintai istrimu. Menyedihkan! Benar- benar menyedihkan!" Tunjuk, Clara pada Andreas dengan seringai tawa mengejek.


Andreas menggeram dalam hati dengan mengepalkan tangannya. Ia tidak tahu reaksi apa yang sedang, Raffael tunjukkan, karena pria itu sedikit saja tidak menoleh padanya. Sementara Raffael yang mendengarnya kupingnya kembali panas. Dadanya bergemuruh dan sekuat tenaganya mencoba mengendalikan emosinya.


"Apa hebatnya, Key! Sehingga kalian berdua bersaing memperebutkannya?! Apakah dia adalah ****** berpengalaman yang terbiasa menghangatkan ranjang Kalian?!"


"Diammmm.....!!!! Iblis betinaaaa...!!! Pergilah ke neraka!!!! Raffael berteriak keras.Tangannya terangkat siap menampar, Clara, dengan gemetaran. Rahangnya mengeras dengan sorot mata tajam menghujam menakutkan. Hatinya tersakiti mendengar Clara menghina orang yang sangat dicintainya.


"Ayo, Raffael! Tampar.Tampar aku!Tampar aku! Kalau perlu bunuh aku sekarang juga. Itu lebih baik dari pada aku harus melihatmu bersama, Key. Menjijikkan!" Ha..ha..ha.. ," Clara tertawa sumbang.


"Biadab! Perempuan berhati iblis! Terkutuk kau!" Hampir saja Raffael lepas kendali dan berpikir mengambil senjata yang terselip dibalik blazer tebalnya.


Raffael apapun yang diucapkan Clara, dia hanya berniat untuk memancingmu.


Berjanjilah Raffael, kau tidak akan mengotori tanganmu itu.Tuhan tidak pernah diam dan punya caranya sendiri. Untuk apa kau mengotori tanganmu. Untuk apa! Untuk apa, Raffael berjanjilah. Berjanjilah. Jangan terpancing emosi." ucapan Key terngiang menggema memenuhi seluruh isi kepalanya dan mendadak membuatnya pening.Raffael tangannya terangkat dengan gemetaran bersiap untuk mencekik Clara


"Aaaaaaa sialll! Brakkkkkk..!!" Raffael membanting kursi dihadapan, Clara hingga hancur berkeping-keping untuk melampiaskan kemarahannya. Suara gaduh memenuhi seluruh ruangan. Mengingat apa yang dilakukan oleh wanita itu membuat darahnya cepat mendidih. Sumpah demi apapun ingin rasanya dia melenyapkan wanita itu.


"Ingat, Clara... apakah kau pikir aku sebodoh itu?! Kau ingin menjebakku untuk berbuat kesalahan?" Raffael menundukkan wajahnya mencengkeram kerah baju milik, Clara dengan tatapan yang menakutkan. Napasnya tersengal dengan hawa memanas menyapu wajahnya.


"Tangan ini terlalu berharga untuk sekedar membunuhmu! Bahkan tanpa harus mengotori diriku sendiri, akan aku pastikan, selamanya kau akan menghuni penjara... Jadi bersiaplah!!" teriak, Raffael keras dengan menghentakkan cengkeramannya kasar, membuat kepala wanita itu terantuk dengan keras.


"Pengawal...!!" Serahkan dia kepada pihak berwajib," perintahnya dengan suara menggelar.


Clara meronta ingin melepaskan diri. Tetapi ikatan itu terlalu kuat menahan tangan dan kakinya. Donny yang berada tidak jauh dari situ diam-diam mengirim sebuah pesan.


๐Ÿ“ฉ Donny


Jasson Tuan muda, Raffael dalam amarah yang besar. Jangan biarkan dia menyetir sendirian. Bersiaplah sebentar lagi beliau akan keluar. Sent.


๐Ÿ“ฉ Jasson

__ADS_1


Siap! Aku menunggu diluar. Awasi keduanya jangan sampai terpancing.


Kedua orang kepercayaan para tua mudanya itu, menjadi sibuk berhubungan untuk saling menjaga Para Tuan muda mereka masing-masing.


"Raffael... !!Tega kau! Lepaskan aku! lepaskan aku! Aku mencintaimu, Raffael. Kau yang membuatku seperti ini!" teriak, Clara saat anak buah, Andreas menyeretnya untuk diserahkan kepada pihak yang berwajib, begitupun dengan anak buah, Clara semua digiring menuju tembok penjara.


"Terimakasih kau menepati janjimu," Raffael berucap dengan nada rendah dan berlalu.


"Raffael, tunggu! Panggil Andreas yang seketika menghentikan langkahnya tanpa menoleh. "Maafkan aku... "ujar Andreas pelan.


"Aku juga minta maaf sempat menuduhmu," jawabnya tanpa menoleh dan terus melangkahkan kakinya untuk benar-benar pergi.


"Aku berharap kita bertemu dilain waktu! ucapan, Andreas terdengar sayup-sayup di telinga, Raffael, "tetapi pria itu tetap melangkah pergi tanpa sebuah jawaban apapun.


Raffael, apakah kau sebegitunya marah padaku.


"Donny antar aku kembali pulang," beritahunya dengan kecewa. Ia berharap bisa bicara dari hati ke hati dengan karibnya itu. Sementara di luar gedung penjara bawah tanah, Jasson telah bersiap menunggunya. Seperti biasa Tuan mudanya itu tampak tegang dan datar- datar saja melihat kehadirannya.


"Tuan muda biarkan saya yang menyetir." Raffael melempar kunci mobilnya kearah Jasson, tanpa sepatah kata lalu masuk ke dalam mobilnya. Sementara mobil jasson dibawa oleh anak buahnya yang sengaja disuruhnya untuk datang. Dalam perjalanan suasana hening, Raffael menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya, untuk meredam amarahnya setiap mengingat ucapan Clara.


Ya, Tuhan tuan muda, Apakah kau tidak berniat untuk bicara? gerutu, Jasson dalam hati.


Mobil mewah itu meluncur dengan deras dibawah kendali Jasson, hingga sebuah gerbang otomatis terbuka kembali untuk kemudian mereka masuk ke pekarangan rumah mewah, Raffael. Pria itu keluar dengan diam lalu masuk ke dalam. Sementara jasson memarkirkan mobilnya di bassement bawah tanah dan memanggil Mita untuk memberikan kunci mobil, Raffael.


"Kakak hati- hati," ucapnya.


"Kamu pikir aku akan pulang? Aku tidak bakal bisa tidur rasanya malam ini!" sungutnya yang dikuti oleh kekehan Mitha.


"Taruh kunci pada tempatnya. Ingat kalau ada apa-apa kabarin aku," perintahnya.


Sementara itu Raffael melangkahkan kakinya perlahan. Suasana terlihat sepi namun baru saja dirinya akan masuk ke kamar pribadinya, sepasang matanya yang kelam, melihat sesosok orang yang sangat dicintainya duduk diantara temaram lampu diluar kamar sedang menunggunya.


_________________________


Catatan penulis:

__ADS_1


Sahabat tersayang ๐Ÿ˜˜


Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komennya, ya! Terimakasih ๐Ÿ™


__ADS_2