Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
8. Kedatangan Nova


__ADS_3

Perempuan cantik berwajah oriental dengan segala keglamorannya berjalan mondar-mandir di depan pintu terminal 3 Bandara kenamaan di barat Ibu Kota.


Tangannya menarik koper warna hitam keluaran brand ternama. Hari masih terlalu pagi. Penerbangan pertama hari itu, membawanya satu jam lebih cepat tiba dari jadwal semestinya.


Outfit branded press body berwarna merah menyala begitu menonjolkan lekuk tubuhnya yang seksi. Belum lagi Make-up tebal, tatanan rambutnya juga sempurna dengan syal yang melingkar di leher membuatnya tampil ciamik.


Semakin membuatnya laksana seorang model yang sedang beraksi di atas catwalk, sepasang kakinya yang jenjang ditopang high heels warna kristal tujuh centimeter semakin tampak menjulang.


Kekesalan semakin menjadi, saat orang suruhan Raffael terlambat untuk menjemputnya. Sesekali nyanyian khas mengomelnya keluar dari bibirnya yang sensual dan berlipstik merah.


Kegelisahannya semakin terlihat, setelah lebih dari lima belas menit harus bersabar menunggu.


"Menyebalkan sekali! Apakah kalian ingin Raffael memecatmu? Tidak seharusnya


aku sampai menunggumu. Bukankah Raffael memberikanmu gaji," protesnya kesal. Kilat amarah terpancar dari wajahnya yang cantik,dengan napasnya yang tersengal.


"Maaf, Nona. Jalanan sangat macet."


Sepasang matanya membola melesakan pandangan meneliti tiga orang bodyguard yang datang menjemputnya.


Semua berpostur tinggi, tegap, dengan rambut cepak dan mempunyai tinggi di atas rata- rata, membungkuk hormat. Nova masuk ke mobil dengan gusar, seiring salah seorang dari mereka membukaan pintu.


"Berapa lama aku akan sampai? tanya wanita 25 tahun itu tak menoleh.


Beberapa kali berusahamerapikan make up-nya dan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan dengan cermin kecil yang dikeluarkan dari hand bag brand kenamaan dunia.


"Kurang lebih akan memakan waktu satu jam, Nona."


"Cepatlah sediki!" Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi!" protesnya tak sabar.


"Maaf Nona, jalanan sedikit macet."


"Aku tahu, tidak usah banyak bicara!" jawabnya ketus.


Tuan muda, mimpi apa aku menjemput


nenek sihir yang begitu galak. Apakah kau tidak melihat, saat ada sebongkah berlian di depan matamu, kau


malah mengambil sebongkah batu kali .


Seorang bodyguard yang diketahui bernama Jasson tersebut menggeleng


tak habis pikir. Suasana tampak hening


mendapati pujaan hati Tuannya yang


menunjukkan muka tidak bersahabat.


"Maaf, Nona. Tuan muda menyuruh Nona


beristirahat, di apartemennya yang telah disediakan khusus untuk Nona," terang Jasson.


"Jam berapa dia akan menemuiku? belum juga rasa kesal yang bercokol mereda, kembali mendapatkan berita yang tidak sedap.Karena berharap Raffael sendiri yang akan menjemputnya.


"Tuan muda, menyuruh Nona untuk beristirahat. Selepas jam kantor, Tuan muda akan menemui Nona."


"Hemm ... baiklah."


Nova memainkannya ponselnya dan


mencoba menelpon Raffael, tetapi hanya


mendengar voice note pertanda sibuk.


Jaguar warna silver itu, meluncur dengan


kencang memburu waktu. Jalanan Ibu Kota tampak padat merayap dengan


berbagai aktivitas yang sedang berlangsung.


"Cepatlah sedikit saja! Aku sangat mengantuk." Nova beberapa kali


menguap dan mukanya sedikit lesu.

__ADS_1


"Baiklah Nona".


Huhh! menyebalkan sekali. Apakah kau sesibuk itu hingga membuat ku tak penting lagi.


****


Drufft ... druftt ... drufft bunyi getaran


ponsel mengalihkan pandangan mata Raffael dari laptopnya. Seutas senyum yang penuh teka -teki terukir di wajahnya yang tampan lalu mengangkat panggilan teleponnya,


"Hi,baby! Apakah kau sedang merindukanku?"


"Honey, bolehkah kita bertemu. Aku sangat bosan di apartemen. Kapan kau akan datang? Aku sangat merindukanmu," rengek Nova begitu manja.


"Aku pastikan, aku akan datang. Berdandanlah dengan secantik mungkin."


"Wow! Benar-benar menyenangkan!


Rupanya kau benar-benar tidak bisa menolaku." terdengar tertawa penuh kemenangan wanita itu.


"Hemm ...."


"Kau masih mendengarku?"


"Nona, Nova, teruslah menggodaku. Aku pastikan engkau akan terlena dengan pesona dan ketampanaku." Raffael tersenyum masam, dengan segera ia


meraih segelas air putih dan cepat-cepat menenggaknya sampai habis tak bersisa.


"Honey, jangan sampai tak datang. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu, sampai nanti."


"Bersabarlah. Kita akan menghabiskan banyak waktu malam ini."


"See you honey," terdengar suaranya


dipenuh kebahagiaan."


Raffael menghela napas panjang. Banyak sekali proyek besar menanti dirinya. Hanya untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana, dia mewakilkan beberapa pertemuan penting melalui Jordan dan akan menyisakan waktunya untuk mengurus Nova.


"Jordan, keruanganku, sekarang," panggilnya singkat melalui interkom. Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.


Pintu terbuka memperlihatkan kedatangan Jordan.


"Silakan duduk, kecuali kau ingin berdiri saja!" volume suara Raffael agak meninggi melihat sikap formal Jordan.


"Bos, ada yang bisa saya bantu?" Jordan melangkah dan mengambil duduk persis


di hadapan Raffael.


"Sudah berapa kali aku katakan, kalau cuma berdua saja, cukup panggil namaku, Jordan."


"Ok ... ok.. Sorry-sory. Jangan membuat aku kembali spot jantung dengan semua rencanamu, Raffael. Aku benar-benar takut mati muda! gerutu Jordan gemas.


"Bagaimana dengan para informan, rahasia yang kau kirim?"


"Sedang menunggu hasil. Bersabarlah untuk dua hari saja."


"Bagus!"


"Besok, kumpulkan semua orang kepercayaanku, dan kita meeting rahasia di rumahku," Perintah Raffael.


"Aku ingin semua berjalan dengan spektakuler," jelasnya dengan senyum misteriusnya. "Pasti akan sangat menyenangkan."


"Baiklah, Bos!"


"Tidak ada kata gagal dengan rencana pertunanganku dengan Nova. Dan semuanya harus luar biasa dan M-E-N-G-E-J-U-T-K-A-N," ucap Raffael penuh penekanan. Senyumnya kembali sangat misterius dengan tatapan yang sangat penuh teka-teki.


*****


Di area perkantoran WIRATAMA GROUP


Kedatangan Nova beberapa saat yang lalu, sudah terdengar di telinga Key. Bahkan Raffael berencana untuk memperkenalkan Nova padanya. Ada yang perih mengiris hati, setiap mengingat nama, Pria itu.


"Ini baru permulaan ... besok, lusa atau yang akan datang, entah untuk berapa lama, pasti akan jauh lebih sakit dari pada sebuah kedatangan, Nova."

__ADS_1


Netra indahnya indahnya terlihat semakin sendu, namun Ia berusaha untuk kuat dan tidak mau terpuruk.


Aku tidak boleh seperti ini terus-menerus. mulai sekarang aku harus membiasakan diri hidup tanpa Raffael. Bukankah cinta tidak selamanya harus memiliki?


Key berfikir bijak, hatinya memang terlahir untuk mengerti sebuah keadaan.


Dia sudah terbiasa kehilangan, walaupun


kehilangan cinta dalam hati membuat


dunianya serasa ikut terhenti. Bahkan, sebesar apapun untuk menghindar,


cintanya untuk Raffael tidak lantas musnah begitu saja.


"Ehemm!!" Sebuah deheman berhasil


membuyarkan lamunan Key dari hal yang terasa menyakitkan. Sudut bibirnya terangkat kecil membentuk sebuah senyuman dengan tatapan mata yang kelam dan sulit untuk dijabarkan.


Andreas berjalan mendekati dengan langkah pelan dan berdiri persis di hadapan Key yang terdiam.


"Kau sudah makan?"


Key mengangkat Wajahnya dan menatap pada pria dengan tatapan teduh itu.


"Sebentar lagi," jawabnya pelan.


"Tinggalkan pekerjaanmu sebentar. Aku ingin mengajakmu makan siang. Jangan sampai kau melupakan waktu makan siangmu, aku tidak mau dituduh sebagai


Bos yang kejam," kelakar Andreas dengan diiringi tawa.


Mendengarnya wanita itu jadi ikut tersenyum dan memalingkan wajahnya sekilas. "Baiklah."


Tak berselang lama, tampak keduanya berjalan beriringan menuju lift khusus untuk menuju area parkir.


Sebuah restoran khas Jepang menjadi tujuannya. Suasana terasa hening. Hanya terdengar bunyi denting sendok yang terdengar samar. Siang itu keduanya menyantap sushi berisi potongan salmon dengan kecap asin dan saus washabi yang sedikit pedas.


Sebelum pada akhirnya keduanya memutuskan menyudahi makannya, dengan segelas OCHA tawar yang menyegarkan tenggorokan mereka.


"Key?" tanyanya pelan sebelum melangkah pergi.


"Iya." Wanita cantik itu menunggu apa yang ingin diucapkan oleh atasannya itu.


"Boleh aku tanya sesuatu?" Tatapannya yang kelam serasa menusuk jantung, Key menunggu dengan hati berdebar.


"Ada apa?" Mendadak suasana canggung.


Ya, Tuhan jangan sampai ia bertanya sesuatu, yang membuatku sulit untuk


menjawab.


"Apakah kau ada hubungan khusus dengan, Raffael?"


"Ma__maksudmu?" Key sedikit gugup. Tak siap tertebak perasaannya.


"Hemm ... aku melihat kalian sangat dekat dari dahulu. Kamu dan Raffael sama-sama tidak ada tanda-tanda memilki seorang kekasih. Maaf, aku tanya urusan yang sangat pribadi."


Hati Andreas tak kalah berdebar menunggu jawaban yang ingin keluar dari bibir manis wanita yang sudah mencuri hatinya tersebut.


Sahabat tersayang, untuk kalian yang penasaran dengan Visual Key dan Raffael, ini aku berikan, ya. Kalian bebas berimajinasi sesuai dengan keinginan Kalian. Tidak harus sesuai dengan imaginasi saya. Semoga kalian suka 😊


KEY Putri tunggal mantan penguasa


TIRTA WIJAYA GROUP



RAFFAEL CEO ANTARA GROUP



Penampilan Raffael saat di kantor Antara


.

__ADS_1



__ADS_2