Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
65. Angan dan kenyataan


__ADS_3

"Selamat, Raffael, Key, semoga bahagia," Andreas berdiri mengulurkan tangannya.


Untuk sesaat keduanya saling menatap. Key yang mengingat sesuatu buru-buru mengalihkan pandangannya.


Congratulation dear!!" Seru mereka


serempak mengagetkan. Caroline, Rossaline, Anne menyerbu Key dan Raffael secara bersamaan.


"Key kau cantik sekali!" Puji mereka tulus.


"Kalian juga sangat cantik," silakan dinikmati makanannya."


"Thank you, sayang,"ucap Anne bersemangat. Aku suka sekali gaun mu.


Dan foto yang beberapa saat yang lalu, kau kirim. Itu benar-benar luar biasa. Sisakan satu untukku suatu saat aku bertemu jodoh ku," selorohnya kembali.


Key tersenyum. "Untuk mu apa yang tidak."


"Bro! Kalian bikin kami melting saja. Any way dokter cinta mana yang mengajarkan mu seromantis tadi, Raffael. Aku masih sulit untuk mempercayainya," Kelakar Hansen mendekat menggoda keduanya.


"Tidak salah lagi, kau adalah misionaris cinta yang sesungguhnya. Tidak aku sangka, Raffael. Kalian menyimpan bara cinta yang membara di tengah kasus yang baru saja berlalu," seloroh Evans.


"Kalian boleh berguru pada kami sekarang," Raffael menautkan sebelah alisnya dengan sedikit mengejek. "Bukankah begitu, "sayang," ucapnya seraya melirik Key disampingnya.


Raffael dan key tidak bisa menahan senyum bahagianya. Satu bulan lagi adalah hari bersejarah untuk mereka berdua, setelah sempat tertunda karena kasus hukum keluarga besar mereka yang belum usai. Tetapi setidaknya mereka bisa sedikit bernapas lega, satu tahap penting telah terlewati dengan sempurna.


"Kalian kepingin?" Sepertinya malam ini kita butuh ke club cari teman kencan," canda Calvin yang terkenal doyan berganti pasangan.


"Itu bagian mu, saja!" Aku mau mencari future wife, sepertinya aku juga mulai bertobat, setelah melihat kemesraan mereka," Nick yang duduk paling ujung kembali menimpali.


"Terserah kalian mau apa. Yang penting malam ini kita semua bahagia. Mari bersulang," Raffael mengangkat minumnya dan terdengar bunyi denting gelas beradu, di ikuti oleh tawa mereka bersama-sama. Begitupun dengan para sahabat, Key. Semua berbaur jadi satu di hari bahagianya.


"Key, Aku tidak sabar menunggu pangeran tampanku! Seru, Anne dengan tawa senang. Perempuan yang cantik dengan sanggul modern itu terlihat lebih anggun dari biasanya.


"Nick, calvin dan Hansen single," barang kali mereka berminat?! Rosaline yang paling cerewet melirik Anne, yang di ikuti oleh tatapan tidak terima dari wajahnya.


"Aku bukan barang yang harus di tawarkan! Tetapi menuggu keikhlasan."


Mendengarnya Pria- pria tampan, yang merupakan kumpulan para pengusaha muda itu tertawa sedikit terpingkal.


"Tenang saja. Malam ini Anne, akan berkencan denganku," celetuk Calvin.


"Dan aku mengajak rossaline bersamaku," celetuk Hansen tidak mau kalah.


"Aku bersama my wife," Bryan ikut menimpali.


"Kau berniat cari teman kencan juga?" Tatapan horor Caroline sontak saja membuat Bryan tertawa. Sesaat kemudian keduanya terlihat tidak terpisahkan. Meskipun mereka sudah lama menikah dan belum di karuniai buah hati, tidak mengurangi kemesraan mereka berdua.


"Bagaimana dengan Tuan muda Andreas? Apakah kali ini kau juga akan secepatnya menyusul, Raffael?" goda Hansen melirik Andreas yang lebih banyak diam.


Pria tampan itu hanya memaksakan senyumnya. Dirinya pun datang hanya ditemani oleh, Donny. Raffael yang melihatnya sekuat tenaga mengendalikan rasa cemburu dihatinya, hanya dengan Andreas menatap Key sekilas saja. Bagaimanapun, Andreas adalah tamunya dan sudah sepantasnya Ia menghormati kedatangannya.


Sebelumnya aku berniat melamarmu, tetapi yang terjadi, aku hanya bisa menghadiri pertunanganmu. Jalan cinta seseorang memang penuh misteri. Dan di lain hari, aku berharap ada keajaiban terjadi, yang bisa menutup luka ini.


"Naya tidak datang kemari?" Carroline menampakkan wajah bingungnya. 


"Orang tuanya sedang di rawat," semalam sudah mengabari ku, tetapi dia berjanji akan datang di hari pernikahan ku," jelas Key.


Hingga tamu undangan mulai pulang para sahabat masih asyik mengobrol. Jarang bertemu untuk berkumpul karena kesibukan masing-masing, mereka benar-benar melakukan meet time dengan sebaik-baiknya.


Sebuah media sesekali memintanya untuk sesi wawancara tidak resmi, membuat Raffael dan Key kembali tampil di berbagai majalah popular. 

__ADS_1


"Nona, saya minta izin untuk menggunakan foto ini untuk cover majalah kami," ujar salah satu pemburu berita.



"Silakan, asal semua berita tentang kami di tulis sesuai dengan fakta yang ada. Dan jangan dilebih-lebihkan," pintanya.


Andreas yang melihat kebahagiaan terpancar dari wajah Key, dengan segenap hatinya mencoba melepaskan perasaanya untuk wanita itu. Walaupun tidak di pungkiri setiap kali menatap wajahnya, akal sehatnya kembali berperang.


Key begitu mendominasi hatinya dan belum tergantikan. Cinta tetap saja menjadi cinta dan tidak mudah untuk membencinya. Dia tidak layak untuk mendapatkan itu. Dirinya yang bersalah karena perasaannya.


"Apakah kau sudah mendapatkan sektretaris yang baru?" Andreas tersenyum mendengar pertanyaannya.


"Pekerjaan mu sementara diambil alih oleh, Donny dengan di bantu Ardan."


Key yang sudah tahu, kalau Andreas mencintainya dan berniat melamarnya, lebih menjaga sikapnya. Mungkinkah Pria itu masih memikirkannya atau sudah melupakannya, tentu saja Key hanya ingin


yang terbaik untuk Andreas.


"Kamu yang paling tahu, apa yang tepat untuk urusan kantor dan pekerjaan. Mudah-mudahan semua berjalan lancar," ujar Key tersenyum. Tidak lupa mempersilakannya untuk menikmati dish yang terhidang. Raffael dan Key memang melakukan jamuan khusus untuk para sahabat yang lama tidak dijumpainya.


Andreas yang melihatnya ikut tersenyum dan rasanya betah berlama-lama untuk menatap wajahnya, sebelum keduanya akhirnya pamit untuk berganti busana karena secara telah usai.


Bahkan senyum itu masih saja sama.


"Cara, apakah kau bahagia?" Raffael menatapnya mesra, sementara Key menggamit lengan Raffael dengan tidak kalah mesranya. Keduanya berjalan beriringan turun menyapa para tamu undangan yang tersisa dan menyilakan untuk menikmati hidangan.


Tentu saja! Kenapa kau selalu saja menanyakannya? Akulah yang seharusnya bertanya padamu, "Apakah Tuan Muda bahagia?" bisiknya di telinga Raffael. Yang hanya dihadiahi cubitan gemas pada dagu lancinpnya.


"Kalau itu jangan bertanya lagi padaku."


"Kamu ingin aku selalu bahagia?"Jaga selalu satu hatimu untuk ku," lirihnya. Kerling mata indahnya membuat Raffael benar-benar-benar dibuatnya gemas. 


"Aku sudah memberikannya untukmu dari dahulu, dan selamanya akan menjadi milikmu," Kali ini lengan kekarnya melingkar di pinggang ramping Key dan keduanya berjalan beriringan dengan begitu mesranya.


Dengannya? Siapa?" tanya key pura-pura tidak mengerti.


"Andreas," jawabnya malas."


"Ya,Tuhan, Raffael, aku hanya mengucapkan terimakasih, karena dia menghadiri acara kita. Janganlah terlalu berlebihan. Aku juga manusia biasa yang terkadang merasa cemburu dengan wanita cantik disekelilingmu, tetapi aku tidak seperti kau," protesnya dengan memanyunkan bibirnya.


"Tuan muda, lihatlah," Key mengangkat jemari tangannya dan menunjukkan cincin tunangan yang sudah melingkar dengan begitu cantik pada jemarinya.


"Iam yours."


Raffael tersenyum senang, belum juga Key melangkah dengan secepat kilat Raffael sudah mengangkat tubuhnya ala bridal.


"Raffael! Turunkan. Kamu baru saja sembuh. Lagi pula malu dilihat mereka!."


"Cara akan aku tunjukkan kepada dunia, kalau kau cuma milikku," bibirnya tersenyum smirk, menatap netra indahnya dengan terus melangkah.


"Raffael! Turunkan aku!" Bercandamu sangat tidak lucu," Key menggerak- gerakan kedua kakinya. Raffael yang menangkapnya mulai gelisah, tertawa dalam hatinya karena berhasil mengerjainya.


"Tidak ada yang melihatnya. Apakah kau meragukan kemampuanku, hemmm?" Pria itu terus melangkah mengabaikan Key yang terus meronta.


"Raffael, turunkan! Matanya megerjap indah menampakkan bulu matanya yang lentik membuat Raffael tidak berhenti mengganggumi kecantikannya.


"Tidak akan."


"Jangan konyol"


"Bagaimana kalau ada yang melihat," Bisik Key dengan menahan volume suaranya, yang mulai kesal dan meniup telinga Raffael, yang sontak saja membuatnya tertawa.

__ADS_1


"Teruslah menggodaku, Cara! Atau aku akan menggendongmu dihadapan mereka semua," ancam Raffael nakal tepat ditelinganya.


"Apa maksudmu?"Jangan gila Raffael! Keseimbangan yang berkurang karena kaget, membuat Key refleks mengalungkan kedua tangannya di lehernya. Pria itu lebih mendekatkan wajahnya dengan senyum nakal tersungging di bibirnya.


"Lakukan ini untukku."


"Modus!" protesnya kesal dengan memalingkan wajahnya. Hatinya berdebar kencang dengan posisi ala bridal. Apalagi, saat dirasakan detak jantung Raffael yang memacu disertai hembusan napas hangatnya yang memburu menyapu wajahnya. Membuat


tubuhnya meremang karena debaran aneh yang mendadak mengusiknya.


"Turunkan aku...." ucapnya dengan pelan.


"Itu tidak akan terjadi," Raffael tersenyum menatapnya, membuat Key semakin bersemu merah pada wajahnya


yang mulus. 


"Mesum! protesnya kesal dan kali ini mendaratkan pukulan gemas pada dada bidang milik Raffael.


"Bukankah kau menyukainya, baby," bisiknya.


"Raffael, please....."


"Kepalaku pusing sekali dengan posisi seperti ini," tangannya memegang pelipisnya yang tidak sakit."


"Jangan berpura-pura hanya untuk mengelabui ku,cara!."


"Kepalaku benar-benar pusing."


Dengan perlahan Raffael menurunkan Key begitu sampai di privet room, yang disediakan oleh pihak hotel untuk beristirahat dan mendudukkannya di pangkuannya, dengan posisi seperti memangku seorang anak kecil.


"Apakah masih pusing? Raffael menaikkan sebelah alisnya dan berkata,


"Aku punya obatnya, sayang."


Tanpa menunggu Key menjawab, dengan lembut Raffael mendaratkan ciumannya pada bibirnya yang merah merekah dan menyatukannya dengan dalam, seiring deru napasnya yang memburu. Suasana begitu hening, yang terdengar hanya alunan suara mereka yang sedang mereguk manisnya cinta.


"Raffael..."


"Baby, you are always be mine."


Raffael tidak berhenti di situ saja, hingga bahu indahnya yang terexpose karena gaunnya yang sedikit terbuka menjadi sasaran kenakalan manis yang Raffael ciptakan.


"Jangan sekali-kali kau menggunakan gaun terbuka seperti ini, kecuali sedang bersamaku. Karena cuma aku yang berhak melihat dirimu," protesnya.


"Keluarlah, aku mau berganti pakaian!" Key memelototkan matanya karena sifat cuek Raffael."


"Bergantilah sayang, kita harus membiasakan diri, " bukan?"


"Raffael! Pria itu terkekeh dan keluar dengan malas. "Pakailah yang sedikit tertutup, aku tidak ingin dia melihatmu."


Malam sehabis acara selesai keluarga besar kembali ke kediaman masing-masing. Keluarga Key masih tinggal di Mansion sampai hari pernikahan tiba. Bagaimanapun keselamatan mereka masih menjadi tanggung jawab Raffael. Karena Ia berpikir masih ada segelintir orang yang tidak suka dengan hari bahagianya.


Trio J berpatroli sepanjang Acara untuk memastikan acara lancar tanpa hambatan apapun. Raffael tidak akan mentolerir kesalahan sedikitpun kalau sudah berurusan dengan hari istimewanya.


_________________________


Catatan penulis:


Sahabat tersayang 🌹


Jangan lupa untuk like dan komennya.

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2