
Key mencari sumber suara yang sangat dikenalnya itu. Hatinya berdebar-debar, menanti reaksi pria itu, saat kembali bertemu dengannya. Wanita itu memutar bahunya dengan perlahan. Hal pertama yang dilihat olehnya adalah tatapan mata sendu dari Pria itu. Walaupun dengan memaksakan sedikit senyum tetapi, Andreas tidak bisa menutupi ketegangan yang terpancar dari wajahnya.
"Selamat pagi, Andreas?" Apa ada yang bisa saya bantu, sehingga membuatmu menyusul kemari," Key berbasa-basi untuk menutupi rasa canggung yang melanda dirinya.
Andreas melangkahkan kakinya sedikit ragu, dan berdiri sejajar di samping, Key.
Menatap lurus ke depan, memandang gedung pencakar yang pagi itu masih berselimut kabut, Karena cuaca sedikit
mendung.
"Apa kau baik-baik saja?" Maaf aku mencarimu kemari, ada yang ingin aku
tanyakan padamu.
"Sebelumnya aku minta maaf, aku tidak bisa menepati janjiku, untuk menemani
pergi ke pernikahan rekan bisnis mu."
Andreas tersenyum miris. "Tidak masalah. Selama ini, kau bukanlah orang yang suka ingkar janji, jadi kalau sampai kau membatalkannya, pasti ada alasan tertentu," tebaknya.
"Terimakasih."
"Key, apakah kau pindah rumah?" Saya pernah datang ke rumah, tetapi penjaga mengatakan, keluargamu berpindah tempat, "Apa terjadi sesuatu padamu?"
Andreas menatap keraguan di wajah, Key. mengingatnya membuat darahnya berdesir, menyadari ada campur tangan, Raffael dibelakangnya.
Aku tidak menutup mata, kau lebih percaya kepada Raffael dibanding diriku.
"Sementara ini, aku pindah di tempat yang di sediakan oleh, Raffael."
Deg...
Raffael sampai harus menyediakan rumah untuk, key?
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Keduanya berjalan lalu duduk di sofa rooftop yang telah disediakan.
"Andreas, dalam beberapa hari, Raffael berniat mengusut kembali kasus hukum perusahaan keluargaku," Netra indahnya memberanikan diri, beradu dengan Pria yang dengan intens menatapnya itu.
"Kasus Tirta wijaya group?"
"Iya."
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanyanya berulang. Andreas menajamkan pendengarannya dan menatap Key dengan serius.
"Ada banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan, tetapi Raffael menemukan bukti kuat, siapa dalang utama kehancuran Tirta Wijaya group. Dan papa
tidak keberatan untuk itu.
"Itu bagus sekali, key! Kasus itu bahkan, pernah menjadi kasus nasional yang diperbincangkan banyak orang. Bahkan
seperti mengganjal sampai sekarang ini.
Kalau kamu butuh bantuanku janganlah sungkan-sungkan padaku.
"Terimakasih banyak, aku jadi merasa merepotkan banyak orang," ujarnya tidak enak hati.
"Apakah hanya Raffael saja yang boleh
membantumu?" tanyanya dengan ragu. Andreas sudah menduga, Raffael adalah
orang yang berdiri dibelakang tuan Tirtawijaya sekarang ini.
"Raffael sudah menyiapkan segalanya untuk kami. Aku benar-benar sangat berterimakasih sekali, tetapi tidak perlu, Andreas.
Andreas menatap intens Key yang duduk disampingnya. Senyumnya mendadak hilang. Bukan hal baru lagi selama ini, Key lebih dekat dengan, Raffael. Tetapi berbeda keadaan saat ini, dadanya mendadak bergemuruh, melihat wanita yang dicintainya menerima uluran tangan lelaki lainnya dan mengabaikan tawarannya.
"Tetapi kenapa, Key?!"
"Kasus itu melibatkan orang yang menghalalkan segala cara, aku tidak mau gara-gara urusanku, kamu jadi terkena imbasnya, Andreas. Aku benar-benar berterimakasih padamu.
Key berpikir seribu kali untuk melibatkan
__ADS_1
orang lain. Terlepas Tirta Wijaya hancur juga karena motif campur tangan Orang tuanya kepada keluarga, Raffael.
"Aku tidak pernah takut dengan hal seperti itu," tegasnya.
"Mengusut kembali kasus ini adalah, saran dari, Raffael, Andreas," jelasnya.
"Aku dan Raffael akan____"
Andreas sedikitnya mencondongkan tubuhnya, telinganya bersiap mendengar
penjelasan, Key. Suatu hal yang beberapa hari ini mengganggu tidur nyenyak nya.
Andreas menangkap kejanggalan yang terjadi, mengingat Raffael seperti berkuasa sekali atas kehidupan keluarga
besar, key. Bahkan berterus-terang bahwa Key akan resign beberapa hari lagi.
"Iya?" Andreas bersiap mendengarkan sesuatu yang terburuk. Jantungnya tidak
berhenti berdegup kencang. Tangannya
mengepal ringan sekedar untuk menahan
gejolak yang sedang terjadi.
"Andreas, sebenarnya a__ aku, aku dan Raffael, akan menikah," jelasnya tanpa ragu.
Duarrrr....!!!!
Andreas menegakkan duduknya. Seperti ada hantaman besar yang membuat dadanya seketika menjadi sakit dan sesak.
"Itu sebabnya, aku berniat resign dalam waktu dekat, aku benar- benar minta maaf," Key sedikit memalingkan wajahnya, karena tidak siap melihat reaksi pria itu. Bagaimanapun, setahu Andreas, Raffael akan menikah dengan Nova dalam waktu dekat ini. Key tidak bisa membayangkan apa yang sedang
berkecamuk dalam benak Bos nya itu.
"Apa!! Menikah!! Tunggu-tunggu! Apakah
kalian sedang bercanda? Bukankah, Raffael akan menikah dengan Nova?"
Andreas mengangkat sebelah tangannya,
menyugar rambutnya dengan kasar.
Key akan menikah dengan, Raffael? Beberapa saat yang lalu, Raffael sendiri
yang memperkenalkan Nova kepadaku
dan Key, bahwa akan menikah dengan Nova. Dan sekarang ingin menikah dengan, Key? Sebenarnya ada apa ini?
"Aku benar- benar bingung, apa yang sedang terjadi sebenarnya dengan kalian?! Andreas beringsut dari duduknya dan berdiri menatap ruang hampa. Pikirannya mendadak kacau. Kembali mata kelamnya menatap Key yang duduk bergeming.
Dalam mimpi pun, aku tidak pernah berpikir Raffael dan Key akan menikah.
Setelah Raffael mengumumkan tunangannya Nova dan akan menikah
dalam waktu dekat.
Karena hal itu, dirinya membiarkan hatinya mencinta Key dengan segenap
hatinya. Dan mempunyai keyakinan akan
membuat wanita itu, satu-satunya dalam
hidupnya. Karena hal itu Andreas akan memberanikan dirinya untuk melamar Key secara pribadi.
Selama ini cintaya selalu dalam bayang-bayang, Raffael yang ambingu.
Bagaimanapun dirinya tidak ingin berselisih paham dengannya. Raffael
sangat memperhatikan Key dengan dalih bersahabat dekat. Keduanya sama-sama
sendiri dan betah tidak mempunyai kekasih.
__ADS_1
Hal ini tak hayal membuat Andreas tersandera perasaannya, tetapi mendengar ucapan Key, yang belum
memikirkan seorang pasangan dan
betah menyendiri, membuat Andreas
merasa semua aman-aman saja dan
cenderung mengikuti waktu yang ada.
"Apakah kalian saling mencintai?" Dadanya smakin bergemuruh menanti jawaban yang akan keluar dari wanita itu.
Key mengangguk. "Raffael, diam-diam melakukan sesuatu yang luar biasa untukku dan keluargaku. Mengusut kasus
Tirta Wijaya group, sudah ada dalam
pikiran Raffael dari dulu, karena dia diam-diam mencintaiku dari bangku sekolah menengah atas," jelasnya.
Ketegangannya dalam diri Andreas mengendur, menyisakan rasa lemas pada tulang-tulangnya yang seakan lepas satu
persatu dari raganya. Yang selama ini berdiri kokoh menyangga tubuhnya. Bahkan ponsel dalam genggamannya itu, mendadak jatuh terlepas dari tangannya.
Hal itu membuat Key sangat kaget dan buru-buru mengambilnya.
"Apakah kau baik-baik saja?"
"Ma__maaf. Aku hanya kaget saja," jawabnya gugup.
Keduanya kembali duduk. Andreas melirik Key yang berada disampingnya.
Sekarang aku tahu, bersama mu sudah tidak mungkin, mendengar apa yang sudah dilakukan, Raffael, untukmu. Dia
pantas bersamamu.
Kenyataan Key dan Raffael diam-diam saling mencintai membuat hatinya sangat hancur. Selama ini, dia seperti bayang-bayang dari hubungan yang mereka jalin.
Andreas tidak tahu banyak tentang keluarga Key dan masalah yang terjadi
dengan keluarganya. Karena mereka mengenal Key sebagai adik tingkat di sebuah universitas terkemuka di Negara Adidaya. Sementara Andreas satu tingkat dan satu jurusan yang sama dengan Raffael dan juga Jordan. Yang diingatnya sebagai anak orang kepercayaan orang tua Raffael saat itu.
Andreas mengenal Raffael sebagai putra tunggal perusahaan multinasional Antara Group yang sedang meroket, sementara dirinya, cukup mentereng sebagai putra sulung pemilik Wiratama group.
Begitupun Key, Ia mengenalnya sebagai putri tunggal pemilik Tirtawijaya group perusahaan properti yang berjaya pada saat itu. Dan Andreas menjadi saksi keruntuhannya lima tahun lalu di akhir study yang sedang, Key tempuh.
Dan diawal tahun kehancuran keluarganya, Andreas menariknya ke dalam perusahaan miliknya. Hatinya sangat sakit melihat Key yang mendadak berubah menjadi tulang punggung keluarganya.
Tetapi Raffael dan Key adalah sahabat sejak bangku sekolah menengah atas, pada sebuah sekolah bergengsi bertaraf internasional, terbaik, di selatan ibu kota.
Jika ada yang menyebut Key adalah the real defination of brain and beauty maka jawabannya adalah yes indeed, she is.
Apa saja yang dilakukan wanita itu selalu
menarik dimatanya. Key yang berhati lembut bisa sangat tegas disatu sisi adalah ciri khasnya.
"Andreas, Saya benar-benar minta maaf, karena harus mendadak resign. Saya akan menyelesaikan semua pekerjaanku, supaya orang yang akan menggantikanku
tidak mengalami kesulitan.
Andreas diam mematung, bibirnya masih terasa kelu. Beberapa kali dia mencoba menyadarkan dirinya sendiri, bahwa apa yang didengarnya bukanlah sebuah mimpi.
Andreas menyilakan Key berjalan lebih dahulu dan dia mengekor di belakangnya.
Langkahnya lemas dengan menuruni anak tangga turun dari rooftop.
Andreas memejamkan matanya menyender pada kursi kebesarannya.
Cintanya akan, Ia simpan seorang diri untuk dirinya. Hingga siang menjelang tidak ada tanda-tanda Andreas memanggilnya atau keluar dari ruangannya, hal ini membuat Key memberanikan diri untuk mengetok pintu masuk dan menawarkan makan siang untuknya.
____________________
Sahabat tersayang 🌹
__ADS_1
Jangan lupa untuk like dan komennya, ya!
Terimakasih 😍