Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
113. Mahadaya cinta dalam satu waktu


__ADS_3

Sebuah panggilan telepon masuk sejenak membuyarkan segalanya tentang key hari itu. Andreas menerima panggilan itu dengan mimik yang sangat serius.


"Lakukan investasi dengan prospect yang lebih menjanjikan, untuk menutup defisit yang terjadi," perintahnya lalu menutup panggilannya dengan gusar. Andreas tidak menyangka patah hati yang dirasakan olehnya membawa dampak yang kurang baik untuk kerajaan bisnisnya. Key mengubah mood seluruh hatinya dan alur kehidupannya. Kosentrasinya terpecah dan hanya berpusat untuk memikirkan wanita itu saja. Pria itu menengadahkan wajahnya menatap ruang hampa yang terasa sepi.


Apapun caranya saat ini, dia harus mulai berdamai dengan hatinya.


Ya, Tuhan, aku pernah merasakan begitu indah mengenalnya dalam hidupku. Peri cinta yang engkau perlihatkan padaku, walaupun restu-Mu tidak berpihak pada akhirnya. Kalau boleh hamba memohon saat ini, hapuskanlah segala tentangnya, dan sisakan suatu hal yang bisa aku mengerti saja. Aku ingin mengenalnya kembali seperti semula bukan cinta yang membelenggu dalam hatiku.


"Move on, Andreas. Move on..." ujarnya pelan dengan kembali memejamkan matanya. Sejenak ia teringat dengan beberapa proyek penting yang dibatalkan oleh Raffael. "Raffael memang membayar pinalti sesuai perjanjian, tetapi ternyata, tetap saja menimbulkan dampak yang kurang baik untuk perusahaannya," gumamnya lirih dengan suara tercekat.


"Beruntung Raffael tidak memblow up peristiwa itu."


Andreas menghela napasnya dengan kasar dan mengembuskannya kuat- kuat. Ketidakmampuannya untuk mengendalikan hatinya berbuah kesalahan. Raffael mencurigainya dan ditengah kemarahannya mengakhiri semuanya, apapun yang berhubungan dengannya. Termasuk beberapa kerjasama mega proyek yang sangat essentials bagi perusahaan Andreas.


"Semua gara- gara wanita iblis itu." Andreas berujar dengan menampakkan wajah sarkasnya. Rahangnya mengeras, tatapan matanya yang biasa teduh berubah menakutkan. Mengenal Clara adalah kesalahan fatal baginya dan tidak akan berpikir dua kali untuk mengakhiri persahabatannya pada wanita yang ternyata menyimpan sesuatu diluar dugaannya, yang menghalalkan segala cara.


🍁🍁🍁


Sementara itu diarea perkantoran ANTARA GROUP. Jordan mengambil alih sementara kendali perusahaan sejak Raffael mengambil cuti pernikahannya. Kemanpuannya tidak diragukan lagi. Tangan dingin Raffael benar-benar menular padanya. Sejenak hal itu mengingatkan kepada wasiat mendiang ayahnya, yang menjadi tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Tuan besar Bimantara, Orang tua, Raffael.


"Ayah aku merindukanmu". Pikirannya menerawang membayangkan suatu saat dirinya mengikat janji dengan wanita pilihannya, tiada keberadaan seorang ayah disisinya. Wajahnya mendadak sedih, namun senyumnya mendadak kembali terbit dengan mengingat Naya yang akan berada disampingnya. Seorang perempuan manis, sederhana dan apa adanya sahabat Nona mudanya.


"Sedang apa kau saat ini?" Tangannya meraih benda pintarya, dengan pelan lalu melakukan panggilan telepon sebentar.


"Jangan lupa makan dan jaga diri baik-baik," ujarnya di ujung telepon dengan tersenyum, lalu mematikan panggilannya.


Hari terus berjalan suasana kantor kembali normal pasca adanya ledakan beberapa saat yang lalu. Jordan tidak mau melakukan kesalahan. Dia sangat mengenal Raffael orang yang sangat perfeksionis dalam segala hal. Tiba-tiba ingatannya kembali kepada resort ARKEY milik, Andreas.


"Aku akui, aku lengah untuk itu.Tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi, dan tempat itu adalah tempat yang paling disukai oleh Nona, Key. Raffael tidak bisa menolak apapun kalau sudah menyangkut kesukaan orang yang dicintainya."Jordan menarik napasnya dalam-dalam, bersiap dengan segala kemungkinan bahwa Raffael akan menegurnya. Bonus luar biasa saat itu sebagai hadiah fantastis atas kesuksesan, pembangunan Victoria Palace sebagai hadiah yang cukup menjamin masa depannya. Ada sedikit perasaan tidak enak, Raffael tidak nyaman dengan keberadaan resort milik rivalnya cintanya itu.

__ADS_1


"Semoga semua baik- baik saja."


🍁🍁🍁🍁


Sore menjelang, Raffael sudah menunggu kedatangan Jordan selepas urusan kantor. Tidak lama berselang sebuah layar dari interkom door bell yang terpasang di atas pintu itu menampakkan sebuah mobil mewah milik orang kepercayaannya itu, memasuki pekarangan rumah mewahnya. Raffael melirik Key yang masih terlelap dan bersiap untuk menemui Jordan.


"Akhirnya kau datang juga," ujarnya. Iris kelamnya menyasar tajam, menangkap kedatangannya dengan melangkahkan kakinya pelan ke arah, Jordan. Raut wajahnya sudah bisa ditebak, Raffael sangat kesal.


"Maaf membuatmu menunggu, bos."


"Itu sudah menjadi kebiasaanmu," Raffael sedikit melirik Jordan lalu berjalan menuju ruang utama dengan expresi wajah yang tetap datar seperti menahan sesuatu yang tidak terlepaskan.


" Maaf... "ujarnya kemudian.


"Hemmm....."


"Bagaimana urusan kantor?"


"Bagus!" Mudah-mudahan kali kau tidak melakukan kesalahan lagi." sndirnya halus dengan meliriknya sekilas. Raffael tetap berbesar hati dan ini sepenuhnya bukan salah, Jordan.


" Bos...


Jordan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Baginya memahami Raffael adalah gampang-gampang susah. Dia tahu moodnya sedang kacau walaupun baru pulang dari berbulan madu dan membuat Jordan berhati-hati untuk bicara.


"Aku, akui, aku lengah dengan resort itu, Bos. Saat kau meminta tempat itu, yang terlintas tempat itu adalah tempat yang paling disukai oleh Nona, Key. Dan aku tidak terlalu melakukan investigasi berlebih," jelasnya merasa bersalah.


"Demi Tuhan kalau bukan karena alasan itu, aku akan menarik semua bonusmu," ancamannya dengan Wajahnya yang datar- datar saja, tetapi Jordan tahu Raffael sangat terganggu dan sedikit kesal. Wajahnya lagi-lagi menunjukkan seringai yang tidak bisa dijelaskan. Tetapi Jordan menangkap ketidak nyamanan yang dirasakannya begitu kentara diwajahnya.


"Saya minta maaf, kali ini saya yang bersalah."

__ADS_1


Raffael terdiam. Jakun sexinya naik turun seperti sedang menahan amarah.


"Saat kau datang ke pulau itu, apakah kau melihat resort ARKEY?"


"Iya, dan bodohnya aku, aku tidak berpikir resort itu milik Tuan muda, Andreas, yang akan dipersembahkan untuk nona, Key," jawabnya bersalah.


"Sudah terjadi, biarkan saja," ujarnya pelan dengan muka lelah.


Tiada rahasia yang tidak bisa terungkap, bila waktunya telah tiba. Pemilik netra indah itu menajamkan pendengarannya, dan manik matanya seketika membulat dengan sempurna. Mulutnya ternganga dengan telapak tangan menempel ketat pada bibirnya. Seketika langkahnya terhenti, sebelum Raffael dan Jordan menyadari kehadirannya. Dadanya bergemuruh. Key menyandarkan tubuhnya pada tembok dengan telapak kaki gemetar. Badannya seakan meluruh karena mendadak tulang yang menyangga kedua kakinya terasa lemas.


" A -R-K-E-Y" adalah Andreas dan Key!" Raffael berucap dengan lantang, seketika membuat Key kembali bergetar.


" Bahkan Andreas membangunya sudah dari satu tahun yang lalu. Dia sangat mencintai, Key dan diam-diam telah mempersiapkan segalanya, seperti halnya diriku, Jordan." Raffael berdiri dengan menahan dadanya yang kembali gemuruh. "Dia juga membangun rumah mewah tidak jauh dari kawasan ini, untung saja aku tidak harus menatapnya setiap hari." ujarnya dingin.


"Iya. Saya sudah mendengarnya dari Jasson." Pria itu memberanikan diri untuk menatap Raffael yang berdiri dengan gelisah.


"Dan kau tahu, Key memujinya setinggi langit desain ressort itu dan ingin sekali melangkahkan kakinya kesana suatu saat nanti. Beruntung aku mengajaknya kembali lebih cepat," jelas, Raffael dengan raut wajah cemburu dan kesal bercampur menjadi satu.


"Semua sudah terjadi, Jordan. Atur pertemuanku dengannya... perintahnya kemudian dengan nada rendah.


" Baik"


Kali ini key tidak sanggup lagi untuk mendengar pembicaraan mereka berdua. Dengan langkah gontai wanita itu berjalan dengan sedikit terseok kembali kekamar pribadinya. Berbagai macam pertanyaan terjawab dengan begitu jelas dibenaknya. Satu yang pasti Key tidak menyangka Andreas melakukan semua ini untuknya.


Dia berniat melamar ku dan telah menyediakan segalanya? Kebodohan apa yang telah kau lakukan, Andreas. Dia seyakin itu?


______________________


Catatan penulis:

__ADS_1


Sahabat tersayang 😘 jangan lupa untuk like dan komennya, ya. Terimakasih dear πŸ™


__ADS_2