Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
58. Selangkah lagi bersamamu


__ADS_3

"Apa ada sebuah kata yang pantas aku ucapkan, selain rasa terimakasihku padamu saat ini? Bahkan aku tidak akan berhenti untuk mengucapkan itu, walaupun mungkin kau bosan untuk mendengarkannya."


Raffael tersenyum. Ibu jarinya mengusap


punggung tangan Key yang berada dalam genggamannya. "Apakah kau tahu, Baby, "satu kata yang tidak akan pernah membuatku, bosan?"


"Satu kata?"


"Hemm... Iya. Pikirkanlah, baik-baik. Satu kata, yang tidak akan pernah membuatku bosan.


"I love you, Raffael." Matanya berbinar indah di iringi senyum tipis di sudut bibirnya yang menghadirkan rona merah di wajahnya. Key menundukkan kepala menahan malu, saat dengan begitu intens Raffael menatapnya.


"Exactly dear. Bolehkah aku mendengarnya sekali lagi? bisiknya lirih. Tangannya memukul gemas paha,Raffael yang duduk disebelahnya. "Ini masih di ruang sidang. Banyak kamera yang sedang mengambil gambar," protes Key.


"I don't care!"


"Aku sudah mengatakannya setiap saat, "tanpa harus kamu mendengarnya. Karena setiap kali aku melihatmu selalu dengan cinta," suara Key setengah berbisik.


"Nona Tirta wijaya, rupanya, kau sudah pintar untuk menggombal sekarang?"


"Aku belajar darimu, "bukankah kau sangat menyukainya CEO Antara?" Kali ini Key tersenyum menatap Raffael dengan maksud menantangnya.


"Bagus! Aku harap, mulai saat ini tidak akan ada lagi air mata," tangannya mengusap pucuk kepalanya dengan sayang. Hati Key berdesir. Di dunia ini, apakah ada orang yang mencintainya sehebat Raffael. Bagaimana suatu saat tanpa kehadirannya?" Memikirkannya saja mendadak membuat hatinya berdenyut nyeri.


Apapun alasannya, manusia dipasangkan ada masanya. Cinta boleh saja abadi, satu cinta, satu hati, tetapi kebersamaan tetap saja tidak ada yang abadi. Akan ada maut yang memisahkan, terlepas apapun caranya. Yang kuasa tetap saja pengatur sekenario terbaik dan manusia hanya bisa bersimpuh dalam doa, berharap takdir terindah senantiasa menyertainya.


Seluruh keluarga besar pulang ke mansion dengan wajah bahagia. Sorot kamera tidak berhenti untuk mengambil gambar mereka. Dan ini untuk pertama kalinya, Raffael dan Key tertangkap kamera dan melakukan sesi wawancara resmi. Tuan Tirta wijaya memenangkan perkara tentu saja sesuatu yang sangat luar biasa.


Walaupun sempat diundur dari tanggal yang sudah ditetapkan, sebagai hari bahagia mereka berdua, karena sidang yang memakan waktu lebih lama, Raffael dan Key bersabar. Karena kedua keluarga besar ingin fokus dan menggelar pesta pernikahan dengan meriah tanpa memikirkan apapun.


Sebagai putra tunggal keluarga yang tidak main- main, Nyonya besar sangat antusias untuk menggelar pernikahan paling istimewa tahun ini. Hatinya berbunga-bunga mendapatkan Key sebagai calon menantunya.


"Papi, syukurlah, semua berlalu. Mami mulai sedikit tenang, sekarang."


"Iya. Iya. Kita tinggal fokus untuk memikirkan hari tunangan dan pernikahan Raffael, secepatnya.


Sudah saatnya, Raffael bahagia dan mulai memikirkan kebahagiaannya

__ADS_1


sendiri."


"Benar, Pi! Mami sudah tidak sabar melihat mereka menikah."


"Anak itu selain genius juga keras kepala, tetapi saat ini aku mengaku kalah oleh putraku sendiri," seloroh Tuan besar tidak bisa menutupi rasa bangganya.


"Raffael, menyimpan semua rahasia seorang diri dan tidak memberitahu kita, karena begitu menjaga perasaan kita,Pi!"


"Iya. Anggap saja ini pelajaran hidup yang tidak akan bisa di beli dengan apapun. Walaupun terkadang saya masih seperti mimpi dengan ini semua. Kak Bayu, Darriel, tidak ku sangka selama ini, keluarga kita di kelilingi oleh musuh dari dalam rumah kita sendiri."


Tuan besar menggenggam tangan istrinya. Sementara di belakang mereka, tampak iring-iringan mobil yang di naikin Tuan Tirtawijaya, begitupun Raffael dan Key dengan penjagaan yang ketat.


Hari itu, hampir seluruh media massa memberitakan mereka sebagai headline


News mereka.


"KEJAYAAN KEMBALI TIRTA WIJAYA GROUP PASCA KERUNTUHANNYA."


Hampir mewarnai seluruh harian surat kabar terkemuka. Hal ini sengaja di expose Raffael secara besar-besaran untuk menunjukkan existensinya.


Waktu terus berlalu, Bergabungnya Tirta Wijaya group, Angkasa group dalam lingkungan Antara Group membuat Raffael harus memeras otak lebih keras lagi. Bersyukur dirinya mempunyai orang-orang kepercayaan yang sangat mendukungnya.


Jordan diberikan wewenang lebih untuk menghandle Angkasa sebagai perusahaan kenangan keluarga besar dari mendiang kakeknya. Sementara sepupu Key, Ferdi yang masih duduk dibangku kuliah semester akhir dipercaya Raffael untuk membantu Tirtawijaya group.


Tuan Tirtawijaya mempercayakan semuanya kepada Raffael. Beliau juga hanya mengambil sejumlah uang yang digelapkan oleh Darriel pada masanya, untuk menghidupkan kembali Tirta Wijaya di bawah kendali Raffael.


"Papa percayakan putri papa dan Perusahaan padamu, Raffael. Papa sudah tidak memikirkan apapun kecuali kebahagian Key. Putri semata wayang papa, " terimakasih banyak, nak.


Keduanya saling berangkulan penuh haru, Tuan Tirta wijaya bisa bernapas lega, setidaknya, Key jatuh di tangan orang yang tepat. Kesehatannya juga berangsur-angsur membaik seiring berjalannya waktu, hal ini membuat Key sangat berbahagia


Di Mansion Key antusias untuk menyelesaikan gaun pengantin hasil rancangannya sendiri. Ia ingin tangannya berperan dihari bahagianya. Di bantu oleh beberapa orang penjahit, mereka kelihatan sangat sibuk untuk melakukan fitting akhir.



Beberapa hari tidak bertemu Raffael membuat suasana hatinya berbeda. Sejak kasus selesai, mereka jarang bertemu kecuali untuk urusan pernikahan mereka berdua. Raffael semakin sibuk begitupun Key tetap saja menjalankan usahanya dari Mansion.


Sebuah gaun indah berwarna putih mutiara yang dihiasi oleh payet-payet cantik begitu elegan membalut tubuhnya.

__ADS_1


Dengan mengexpose bahunya yang indah Key merancangnya sebagai gaun untuk pesta dansa. Walaupun bukan gaun utama, tetapi hal ini tidak kalah indahnya dengan gaun yang telah dipesan dari sebuah rumah mode kenamaan.


"Nona, ini sangat indah sekali. Saya tidak menyangka, Nona bisa mendesain gaun seindah ini, "dan gaun ini begitu terlihat pas pada tubuh Nona." Mereka memandang takjub sementara Key hanya tersenyum saja.


"Kalian memang paling bisa, memuji saya. Adanya saya yang harus berterimakasih pada kalian, karena sudah bekerja keras untuk menyelesaikan gaun ini."


Setelah selesai mematut tubuhnya di depan cermin, dengan dibantu oleh kedua penjahit, Key melepaskannya dan mendisplay gaun itu di ruang mendesainnya. Ia tidak sabar ingin melihat reaksi Raffael, saat melihatnya dan sebagai kejutan untuknya.


Sementara itu di kantor Raffael terlihat sangat letih, beberapa kali Jordan menyuruhnya untuk beristirahat karena melihat sesuatu yang tidak beres pada Bosnya itu. Raffael terlihat lesu dan sangat pucat. Kepalanya menyender di kursi kebesarannya dengan mata terpejam. Dan menyerahkan kepada Jordan untuk menghandle beberapa meeting penting yang melibatkan dirinya.


"Bos, sebaiknya saya antar pulang saja. Tidak perlu memikirkan urusan kantor. Tubuh Bos butuh istirahat," Jordan menatapnya cemas. Bahkan Raffael tidak menyentuh makanannya sedikitpun.


"Selesaikan urusanmu lebih dulu, aku bisa menunggu di sini," perintahnya. Raffael merasakan lemas seluruh tubuhnya dan gemetar. Keringat dingin membanjiri tubuhnya. Sebuah masalah


besar berakhir membuat perasaannya lebih ringan dan tanpa beban. Tetapi hal


ini berbanding terbalik dengan kondisi fisiknya yang melakukan protes untuk memberinya istirahat.


"Saya akan meeting sebentar, kalau ada apa-apa cepat hubungi saya."


"Hemm ... pergilah!"


Dengan sedikit ragu Jordan beranjak, Ia menoleh kembali Raffael yang menyender di atas kursi dengan wajah semakin pucat.


"Bos tidur saja." Jordan kembali mendekati Raffael dan memapahnya ke dalam ruangan khusus yang berada di ruangan CEO. Raffael terlihat meminum cairan isotonik dan makanan kecil yang di berikan oleh Jordan tanpa perlawanan.


Setelah memastikan Raffael baik-baik saja, kemudian dia berlalu dan memajukan meeting lebih cepat dari agenda biasa.


Jangan sampai ada sesuatu yang serius dengannya, kasihan sebentar lagi Bos akan menikah.


_________________________


Catatan penulis:


Sahabat tersayang 🌹Jangan lupa untuk like dan komennya, ya.


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2