
Andreas terus memperhatikan, Key diam-diam yang sedang bekerja. Wajah
perempuan itu terlihat bahagia, hal itu
membuat dia tersadar bahwa, kebahagiaannya bukan terletak pada dirinya.
Tidak apa-apa, Key. Asal senyum itu selalu ada untukmu.
Langkhnya pelan terus mendekat. Cintanya terlalu tulus dari hatinya,
dan mendadak membuatnya bodoh. Walaupun belum sempat untuk mengatakannya.
"Sudah malam, dilanjutkan besok saja."
"Tinggal sedikit, tanggung. Biarkan aku selesaikan, dahulu," wajahnya tersenyum
menatap, Andreas yang sedang berdiri di
hadapannya.
"Kamu ingin resign kapan?" Andreas duduk di sudut meja tempatnya bekerja,
dan mengamati dengan detail beberapa
laporan penting yang sedang Key kerjakan.
"Kalau bisa tiga hari ke depan," Key mendongakan wajahnya dengan sedikit ragu, menatap mata kelam milik Andreas.
Andreas terdiam seperti memikirkan sesuatu. Hanya ujung sepatunya yang terlihat bergerak-gerak untuk menghalau ketegangan dalam dirinya.
Kalau untuk alasan keamanannya, tentu saja Andreas tidak akan tinggal diam. Kasus itu bukan main-main, dan keselamatan Key di atas segalanya. Ia memang tidak mendapatkan hatinya, tetapi melihatnya baik-baik saja, sekarang ini sudah lebih dari cukup untuknya.
"Raffael merekomendasikan seseorang, untuk menggantikan ku, "Apakah kau bersedia? tanyanya ramah.
"Biar orang HRD saja yang mencarinya," Andreas tidak berniat menggantikan Key
dengan siapapun dan memilih Donny untuk menghadle semua pekerjaannya.
"Ada jasson menunggumu?"
"Iya."
"Berkemaslah, hari sudah sore, lagipula ini sudah berada di luar jam kantor."
"Besok hari terakhirmu, aku akan mengizinkanmu resign."
Satu hari saja, aku masih ingin melihatmu.
Key tidak bisa menutupi kebahagiaannya, Andreas mengijinkannya resign lebih awal.
"Andreas, saya sangat berterimakasih untuk kesempatan kerjanya. Saya juga meminta maaf, kalau selama ini saya
mempunyai banyak sekali kesalahan," ucapnya tulus.
Andreas memaksakan senyumnya, walau di akui, mulai besok adalah hari paling kelam, sejarah cintanya. Waktu akan membatasi keduanya untuk bertemu. Jangankan bertegur sapa, melihatnya saja mungkin akan sangat jarang.
"Ahh, tidak!" Justru aku yang berterima kasih. Calon pewaris kerajaan Tirtawijaya group mau bergabung di sini," sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. Berbincang sebentar saja sudah membuatnya cukup bahagia.
"Kau selalu berlebihan."
"Itu tidak akan lama lagi. Aku percaya, kalau Raffael maju, itu selalu ada yang
surprise darinya."
"Kau gemar sekali, memuji orang lain, padahal kau sendiri sangatlah hebat."
"Itu kenyataannya, Key."
__ADS_1
"Terserah padamu, he..he.."
"Hemm... kapan kalian akan menikah?"
"Mungkin setelah kasus ini selesai, dan semua keadaan lebih baik. Jangan lupa
datang. Aku mengundangmu lebih awal," Key mengukir senyum manisnya. Tanpa
beban memberikan Jawaban. Sementara Andreas yang mendengarnya, hanya menyisakan rasa nyeri di ulu hatinya.
"Key, boleh aku tanya sesuatu?" Pria itu sedikit ragu untuk membuka mulutnya.
Tetapi berbanding terbalik, rasa ingin tahunya begitu kuat menggelitik sudut
hatinya.
"Tentu saja!" Key memberanikan diri menatap mata Andreas untuk kesekian kali. Mata kelam itu begitu intens menyasar setiap inci wajahnya dan menyisakan rasa canggung keduanya.
Aku mohon, jangan memberiku pertanyaan yang sangat sulit.
"Siapa Nova?"
"No___nova?" tanya Key sedikit lega.
Andreas menganggukan kepalanya dan
memasang telinga tajam-tajam untuk
mendengarkannya jawabannya.
"Nova adalah orangrang suruhan, Dave, untuk menghancurkan, Raffael dan Antara group. Besok kau akan mengerti dengan sendirinya, begitu kasus ini terexpos media."
Andreas membenarkan ucapan key dalam hatinya. Pasti masalah ini akan
di expos Raffael besar-besaran. Kembali
Pria itu menatap Key yang kembali fokus
"Apakah dari dahulu kamu mencintai, Raffael?" Maaf aku terlalu banyak bertanya, karena aku masih sedikit bingung dengan hubungan kalian.
Key menatap lurus menghindari, Andreas
yang menatapnya lebih intens.
"Aku tidak tahu, kapan cinta itu datang. Yang pasti, aku tidak bisa melihat siapun,
saat ada banyak hal yang Raffael lakukan untuk keluargaku. Dan belakangan kami ternyata sama-sama saling mencintai.
Setelah bicara dari hati ke hati.
Deg.. deg... deg... darah Andreas berdesir
halus tetapi terasa menyiksa di setiap pembuluh darahnya.
Dan itu alasannya, kau pun tidak pernah
melirikku.
"Congratulation, semoga kalian bahagia.
"Terimakasih, banyak. Semoga kau juga tidak betah untuk menyendiri lagi, " ujarnya dengan tawa lirih.
Dihati ini, masih ada namamu,Key. Tidak tahu kapan, hati ini akan Sudi melirik
cinta yang lainnya.
Besok adalah, hari terakhir, Key. Andreas dengan terpaksa melepasnya lebih cepat. Setelah mendengar berbagai alasan dari
jasson. Masalah mulai bergulir ke ranah hukum.
__ADS_1
Keselamatan, Key, akan jadi taruhannya.
Sebagai pewaris tunggal, Tirtawijaya group, tentu saja akan jadi momok tersendiri, bagi oknum, yang diam-diam sudah menghancurkan kehidupan keluarganya. Pasti mereka akan merasa
terusik.
Raffael, sudah melakukan sesuatu yang tepat untukmu.
Dengan berat hati, Andreas melepas Key, Wanita yang ingin dilihatnya setiap hari.
Mungkin dia akan sangat merindukannya. Dan membayangkan tanpa Key dalam hatinya, membuat dadanya kembali sesak.
Andreas mengeluarkan amplop coklat, yang berisi uang pesangonnya selama ini, tetapi Key menolaknya secara halus.
"Aku yang mengundurkan diri, jadi tidak perlu memberikan ku, pesangon. Atau kita buat donasi ke yayasan sosial saja seperti biasa, "Bagaimana?"
Wajahnya terlihat sangat kecewa sekali. Tangannya masih memegang amplop itu
dengan perasaan sedikit bingung.
"Aku mohon, Jangan tersinggung, begitu aku berhenti dari sini, kita adalah sahabat
baik. Kamu sendiri pernah mengatakan itu, kan? Hitung-hitung buat perpisahan
kita, ok?" Andreas menatap Key tidak berkedip. Mendengar kata perpisahan, seketika membuat hatinya teriris.
Aku tidak akan menganggap ada perpisahan diantara kita, Key. Walaupun
akhirnya kau bersama, Raffael.
Ambillah sedikit saja, Anggap saja ini kenangan- kenangan dariku," Wajahnya
terlihat memelas.
Key tersenyum. "Aku, sudah mengambil sesuatu, yang lebih berarti dari sekedar uang itu."
Senyumnya mengembang sempurna, memamerkan sebuah pigura foto, yang terdiri dari para staf penting, dengan menampilkan gambar mereka berdua terlihat lebih besar dan mencolok dari pada yang lainnya.
Andreas tersenyum dalam hati. "Jadi ini tidak diambil?" baiklah kita akan mendonasikan bersama-sama.
Sore itu keduanya turun bersama-sama. Jasson dan kedua anak buahnya sudah
menunggu di depan lobby utama dan membukakan mobilnya untuk kekasih Tuan mudanya. Sebelum terlihat Andreas
dan Key sedikit berbincang bersama.
"Hati-hati di jalan." Jasson membungkukkan badannya dan berpamitan dengan Andreas. Sementara
Pria itu hanya mampu menatapnya dari jauh. Nalurinya terus berpacu di mana
Key dan keluarganya tinggal untuk sementara. Dan diam-diam menyuruh orang suruhannya untuk memastikannya,
tanpa harus mengaggu kenyamanannya.
Andreas mendengkus kasar. Dengan malas masuk ke dalam mobilnya, karena
Donny sudah menuggu.
Aku tidak menyangka, akhir cerita akan berbicara seperti ini.
Kegelisahan Andreas tertangkap Donny yang sedang menyetir. Asisten pribadinya itu hanya bisa menduga-duga kalau Bos
besarnya itu menaruh hati kepada sekretarisnya itu. Dan sekarang sedang patah hati.
"Gawat. Pekerjaan berat lagi sepertinya."
____________________________
Sahabat tersayang 🌹
__ADS_1
Jangan lupa untuk berikan like dan komennya, ya.
Terimakasih 🙏