
Raffael membawa pandangan pada wajah Key yang duduk disampingnya. Wanita itu memotong daging steak dengan potongan kecil- kecil berbentuk kotak- kotak dan dengan telaten menyuapkannya padanya.
Iris kelamnya terlihat malas hanya sekedar untuk berpaling, mengambil gelas minum yang ada disampingnya.
Sekilas tentang ucapannya, perlakuannya pada wanita itu membuat hatinya terasa tercubit dan tidak berhenti menyalahkan dirinya sendiri. Kurang apa wanita itu dalam memahaminya? Tidak ada cela kecuali dirinya sendiri yang merusaknya.
"Raffael, apakah pernikahan kita bisa berjalan dengan semestinya?" sorot mata wanita itu terlihat sangat cemas.
"Tentu saja, baby. Aku akan memastikan semua baik-baik saja. Jangan terlalu dipikirkan." Perempuan itu mengangguk dan mencoba untuk bersikap setenang mungkin, nyatanya apapun yang terjadi kalau ada Raffael disisinya akan membuatnya merasa nyaman apalagi, perselisihannya dengan, Raffael sudah berakhir.
Sialan. Siapa orang yang sedang bermain- main denganku?
Raffael adalah seorang fighter yang profesional untuk urusan bisnis dan hal apapun itu. Tetapi untuk urusan hatinya Raffael akan mendadak egois dan dia menyadari kekurangannya itu. Cara- cara kotor dengan praktik yang memungkinkan dirinya kebal hukum, sama sekali bukan dirinya. Salah tetap saja salah begitupun sebaliknya.
Begitupun Hitam selamanya akan tetap menjadi hitam, dalam kaca matanya. Dia adalah petarung sejati dan sangat gentleman, yang akan menghargai proses, sebuah kemenangan dengan cara fair dan tidak sedang menjalankan hukum rimba.
Padahal bisa saja Raffael menggunakan cara kasar yang dalam sekejap bisa membuat lawan musnah dan berpikir seribu kali untuk mencuranginya. Dan membuat mereka membuka mata lebar- lebar, agar tahu dengan siapa dia sedang berhadapan.
Tetapi dia selalu memikirkan orang-orang yang dicintainya dan tidak akan membiarkannya orang lain menikmati buah pahit dari perbuatannya di kemudian hari.
Baginya setiap perbuatan manusia baik dan buruk pasti ada balasannya dan pertanggung jawabannya. Dan dia menyadari itu. Bisa saja dia membeli dunia dengan kuasa uang yang dimilikinya dan hidup bebas tanpa rambu-rambu yang ada.Tetapi dia tersadar, semua ada batasanya.
Titik lemah seseorang tetap saja terletak pada kesalahannya dimasa lalu. Dan dia sangat menjaga itu, agar musuh tidak begitu mudahnya, untuk menjatuhkan reputasinya.
Tidak heran, track recordnya yang sangat mentereng, cenderung membuat lawan akan menggunakan cara kotor, tetapi hal itu justru menjadi sinyal kemenangan bagi, Raffael yang terus menerus diraihnya dan menaunginya.
"Apakah kau akan kenyang dengan hanya menatapku? Makanlah dengan benar kecuali kau ingin kurus dan jelek." Raffael mengulurkan tangannya mengusap sisa air mata yang telah mengering dan kembali menatapnya.
"Jangan melihatku seperti itu. Kamu seperti baru bertemu denganku saja?" protesnya. Tangan pria itu mengacak rambutnya dengan sayang dan kembali membuka mulut untuk menerima suapan demi suapan sampai makanan itu habis tidak tersisa.
"Sudah kenyang? Jangan lupa dimakan buahnya. Tetapi Ini tidak baik, sangat asam biarkan aku menggantinya."
"Raffael tersenyum. "Dasar cerewet."
"Kau juga sangat galak."
"Tetapi kau tetap saja merindukanku."
__ADS_1
"Apa bedanya denganmu?! Galak dan cerewet menjadi satu, beruntung ____"
"Aku mencintaimu," jawabnya secara bersamaan dan menimbulkan gelak tawa keduanya.
"Hemm... kita sepertinya harus sering tertawa seperti ini, supaya awet muda dan bahagia."
"Awet muda? Raffael mengedikan bahunya.
"Tentu, apakah kau tahu, dengan banyak senyum, otomatis melatih otot-otot di sekitar wajah layaknya perawatan facelift,ย sehingga kuilt wajah akan kencang dan kenyal layaknya remaja.
"Woooo....
"Kau tidak percaya? Mereka yang sering tersenyum akan terlihat dua tahun lebih muda, daripada ketika mereka sering marah atau cemberut, tampilan wajahnya justru terlihat lebih tua dari usia aslinya, "maka dari itu, "kau bersiaplah untuk itu," Key memberikan kedipan mata menggoda pada Raffael, yang terlihat serius mendengar ceramahnya.
Pria itu mengumbar tawanya. Wanita itu benar-benar terlihat sangat imut dan menggemaskan, saat melucu dengan setengah mengguruinya.Tetapi tidak menutupi rasa bahagianya, setidaknya Key sedikit melupakan kesedihannya. Ingin rasanya Dia menarik pinggang ramping itu dan menyatukan bibir mereka dan menenggelamkanya dengan begitu dalam, kalau tidak memandang keberadaan orangtua Key saat itu.
"Hemm... ok.ok. duduklah."
"Ponsel mu berbunyi, angkatlah barang kali penting."
"Tidak penting." Id caller yang tidak jelas membuat, Raffael malas untuk menerimanya.
"Aku sedang menunggu kabar dari__"
Key terdiam menanti ucapan Raffael, walaupun suara hatinya sudah bisa menebak.
"Kau menemuinya?"
"Apakah dia bicara padamu?" Tetap saja darahnya terasa panas memenuhi isi kepalanya. Key yang menyadari perubahan raut wajah Raffael cepat-cepat berdiri dan membawa langkahnya untuk mengusap punggungnya yang mendadak tegak. Iris kelamnya ikut bergerak memutar mengamati wajah cantik yang sedang memijitnya.
"Kau benar-benar ingin mendengarnya?"
Key mengalungkan kedua tangannya pada leher Raffael dan memeluknya dari belakang.
"Hemm... katakanlah, "apakah kau sedang merayuku, Cara?" Raffael mengulurkan tangannya dan meraih tangan itu, lalu menggenggamnya dan menyandarkan kepalanya di kursi dengan mendongakkan wajahnya.
"Aku sedang menghalau kerutan diwajahmu ini," tunjuknya gemas. "Jadi orang bersabarlah sedikit."
__ADS_1
"Sorry baby," jawabnya dengan tersenyum dan mencuri ciuman kecil saat perempuan itu sedang menunduk. Dia sudah berjanji tidak akan membuatnya menangis lagi.
"Aku menemuinya dan mendengar semua ceritanya. Termasuk perasaannya padamu, "kenapa? Kau ingin bertanya sejak kapan?"
Key menggeleng. Dia tidak ingin membuat suasana hati Raffael kembali bergejolak.
"Sudahlah. Lupakan. Aku sangat bosan, "apa sebaiknya kita menghirup udara segar di luar Mansion.
"Kamu maunya kemana?"
"Ketempat yang membuat otak dan hati kita menjadi lebih dingin."
Raffael tersenyum manis. "Kita keluar sekarang, bergantilah pakaian?"
"Pergi jauh?"
"Aku juga butuh udara segar." Keduanya akhirnya memutuskan untuk pergi ke sebuah rooftop terbaik di sebuah hotel berciri khas empat musim tempat mereka akan melangsungkan pernikahannya, walaupun jauh dari Mansion. Rasanya sangat luar biasa mereka bisa menikmati suasana romantis dengan live music dari seorang pianis di ketinggian dengan menawarkan view yang luar biasa. Seorang chef beraksi dengan sangat cantik pada restoran mewah di sekelilingnya, sekalian menyempatkan diri melihat lokasi pernikahan mereka.
Langit masih berpayung mega- mega yang berarak semakin tebal. Menutup birunya langit hari itu. Andreas menatap hampa pada sebuah ressort tempatnya menginap. Berusaha menjernihkan pikiran dan hatinya membawa langkah kakinya melambat dan duduk di pinggiran pantai yang terlihat sepi. Ia ingin sendiri dengan menuggu kabar dari anak buahnya yang sedang mencari keberadaan Clara.
Langit tidak akan runtuh dan memuntahkan seluruh isinya, hanya karena tidak bersama orang yang dicintainya. Begitupun membuat napasnya berhenti, karena cinta yang pernah melambungkan angannya hingga nyaris lupa untuk melandai menapak kembali ke bumi. Dirinya dan Key memang belum resmi menjalin hubungan tetapi luka yang ditimbulkannya nyaris membuatnya lupa untuk bangkit kembali.
Hingga perasaan yang bergejolak itu terkirim lewat untaian kata pada Rosa Alba yang diam-diam dikirimkannya ke Mansion. Andreas menyesalinya karena berbuah kesalahpahaman, yang mungkin akan membuat hubungan keduanya semakin merenggang begitupun dengan Key. Dia berjanji akan meminta maaf secara langsung pada wanita itu sebelum kepergiannya untuk menetap Ke L.A.
Terlebih saat peristiwa itu berbuntut panjang karena ditunggangi oleh seseorang yang sengaja ingin memantik perseteruannya. Dan kembali ini adalah kesalahannya, yang dengan ceroboh mabuk pada sebuah Club malam high class malam itu. Penyerangan keji di kantor Andreas berharap bukan orang yang sama karena pasti akan membuat segalanya semakin rumit.
Ting....
๐ฉ Donny
Bos! Aku sudah membawa perempuan itu.
_____________________
Catatan penulis:
__ADS_1
Sahabat tersayang ๐
Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komennya, ya?! Terimakasih ๐.