Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
74. Prewedding


__ADS_3

"Tidak perlu ke rumah sakit, aku sudah tidak ada keluhan lagi. Lagi pula dokter sudah memeriksa ku, aku janji akan beristirahat."


"Apakah masih terasa pusing?" Raffael menyelisik wanjah cantik yang sedikit pucat dan menyadari Key menurunkan sedikit berat badannya demi gaun pengantinnya agar menghasilkan gambar yang semakin sempurna.


Key menggeleng pelan menandakan dirinya baik-baik saja lalu menyudahi makannya.


"Tidak usah diet. Aku tidak ingin kau sakit. Tanpa menurunkan berat badanmu pun mereka sangat beruntung, karena kamu memilih gaun pengantinnya untuk hari istimewa kita, cara."


"Raffael, aku tidak melakukan diet. Aku hanya mengurangi asupan berlemak dan menggantikannya dengan bayak sayuran agar lebih sehat saja," balas key sambil mengelap bibirnya dengan tissue.


"Besok kita akan foto prewedding. Pastikan kalau kamu baik-baik saja! Tolong jangan membuatku cemas," tangannya mengusap dahinya dan merasa sedikit lega karena key tidak demam.


"Raffael, tidak usah jauh-jauh, di dalam negeri saja," pintanya dengan wajah memelas. Sejujurnya Ia juga belum tahu lokasi yang dipilih oleh Raffael dan hanya menerbitkan senyum dari Pria itu saat melihat bidadari cintanya merajuk, dan entah mengapa Raffael menyukai Key saat sedikit manja.


"Tenang saja, kita hanya akan keliling negeri sendiri saja," jawabnya sambil menaruh mangkuk bekas makan di atas meja dan berjalan kembali mendekati Key yang terdiam.


"Benarkah demikian?" Tidak cukupkah satu kota saja? Kita mencari lokasi yang udaranya sangat alami dan menyatu dengan alam. Penuh dengan pemandangan alam, bunga-bunga yang indah pasti sangat menyenangkan."


Raffael sudah menduga key memilih sesuatu yang sangat sederhana tapi menimbulkan kesan yang luar biasa baginya.


"As you wish, baby."


"Thank you." balasnya senang.


Key tertawa, terbayang sebuah pemandangan yang menghijau dengan bunga-bunga yang indah, dipadu dengan udara yang segar pasti akan menghadirkan nuansa alam dengan citra alami yang sangat menawan. Ia sudah bosan dengan hingar bingar nuansa metropolitan dengan gedung- gedung menjulang tinggi, polusi udara, kemacetan, suara bising dan menginginkan sesuatu yang berbeda.


"Heemm... aku menantikan tiruan semesta yang begitu indah itu. Aku tidak sabar, Raffael."


Raffael menggelengkan kepalanya dan tersenyum masam melihat tingkahnya. Tidak harus keliling dunia menghamburkan banyak uang, cukup sesuatu yang sederhana dan berkesan itulah kesederhanaan yang dimiliki oleh Key. Tetapi Raffael tidak akan berhenti untuk membahagiakannya dan merencanakan pesta pernikahan impian yang megah.


"Honey, terimakasih." ucapnya dengan senyum yang dikulum. Rona bahagia terpancar jelas diwajahnya yang seketika menghapus wajah letihnya.


Raffael sedikit mendekatkan dirinya kearah Key yang sedang duduk disebuah sofa kamarnya. Netranya memindai wajah cantik yang tampak berbahagia itu.


"Kamu tahu, aku selalu ingin melihat senyum ini ketika kau bersamaku." lalu dirasakan sentuhan lembut jemarinya membuat Key melambung dalam agan cinta yang semakin indah. Keduanya saling menatap dan sama-sama tersenyum dengan tidak sabar menunggu hari bahagianya.


"Berjanjilah kau akan baik-baik saja. Pernikahan kita tinggal sebentar lagi, kita hanya cukup mempersiapkan diri saja, Biar mereka saja yang mengurus semuanya untuk Kita," beritahu, Raffael menasehati. Dirinya tidak ingin peristiwa yang tidak diinginkan terjadi lagi dan berhemat energi mengingat tubuh keduanya membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat.


Key mengangguk paham. "Maafkan aku, sekali lagi. Aku ceroboh dan membuatmu cemas," mimik mukanya menunjukkan penyesalan.


"Beristirahatlah." Sebelum akhirnya berlalu keluar kamar, karena sangat tidak etis ada kedua orang tua mereka yang menunggunya. Tidak lupa sebuah kecupan sayang mendarat begitu lembut dikening, Key mulai mencoba memejamkan matanya untuk istirahat.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Sebuah helikopter mendarat dengan sempurna dihamparkan rumput yang sangat lapang dan menghijau. Jarak Lokasi dan ibu kota yang tidak terlalu jauh membuatnya cukup hanya dengan pesawat helikopter karena mereka benar-benar berhemat waktu. Raffael benar- benar tidak ingin mengambil resiko kelelahan mengingat wanitanya yang sempat pingsan.


Pagi yang indah dengan kabut tebal yang menghias alam, udara pagi terasa begitu dingin menusuk. Hamparan perkebunan teh yang menghijau tertata begitu apik dipadu dengan nuansa alam yang indah menjadikan lukisan semesta pagi itu sangat menakjubkan.


Tampak para kru mempersiapkan segalanya untuk keperluan pengambilan gambar. Key terlihat sangat mempesona pagi itu dengan riasan flawes yang memoles wajah cantiknya. Dirinya dibuatnya terpana dengan gaun yang melekat pada tubuh indahnya dan benar-benar sangat mengejutkan dirinya.


"Raffael, gaun ini.... " Netranya masih tidak percaya dengan yang apa dilihatnya, sementara Pria itu melukis senyum manis dan melangkahkan lakinya untuk lebih mendekat, lalu meraih tangan Key dengan tatapan mata yang begitu romantis. Satu jepretan kamera mengabadikan momen tersebut.


"Woww!! Tuan muda ini tampak sangat natural dan luar biasa," puji dari salah satu kameramen pilihan yang dibawanya.


"Iya, aku menemukan desain ini di Mansion dan memberikannya kepada Ivanka fashion untuk menjahitnya," Raffael kembali menampilkan senyumnya yang semakin mempesona, Key dan membuatnya terharu. Tidak di sangka Ivanka Fashion sudi melirik desainnya dan menjahitnya menjadi gaun- gaun yang indah.


"Ini benar-benar mengejutkan!".


"Kamu tahu, gaun itu bahkan lebih bagus dari desain mereka," puji Raffael tulus, lalu memeluknya dengan sayang.


"Ohh...!! Kamu sangat berlebihan. Aku benar-benar senang, Raffael. Sepertinya aku harus mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Tuan muda begitupun Nyonya Ivanka," selorohnya masih dengan tatapan yang sulit untuk mempercayainya. Key tidak berhenti mengulum senyum dan kerlingan mata indahnya berbinar terang membuat Raffael tidak berhenti mengagumi kecantikannya.


"Kau selalu mengejutkan ku."


Hari itu berbagai gaun yang didesain Key dipakai untuk prewedding, yang nantinya akan diperkenalkan oleh Raffael di hari pernikahanya sebagai kejutan. Dirinya tidak menyangka Key mempunyai bakat alam yang sangat luar biasa, bahkan gaun utamanya untuk ikrar suci pernikahan juga ada campur tangan Key waktu itu.


Semua kru bekerja keras untuk menampilkan yang terbaik.Jepretan demi jepretan kamera membidik dengan sempurna berbagai pose yang ditampilkan oleh key dengan berbagai latar yang telah dipersiapkan.


"Nona luar biasa...! lihatlah dia sangat menawan dan mampu mengekspresikan gaunnya dengan begitu hidup dan indah. Sempurna. Benar-benar sempurna," Kameramen dengan menunjukkan hasil bidikan kameranya.







"Lihatlah Ini bagai peri cinta yang turun dari kahyangan.Tuan, muda sangat beruntung, mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi."


Ehemm....


Deheman dari wajah yang begitu maskulin dengan sepasang tuxedo mewah berjalan berirama mendekati para kru. Senyumnya tersungging tipis tetapi tetap saja sangat menawan. Raffael, pria tampan dan jenius itu, tidak berhenti mengulas senyum menjelang hari bahagiannya.


"Apakah semua berjalan dengan semestinya?" Tanyanya dengan penuh wibawa. Kharismanya tidak terbantahkan sebagai CEO muda kaya raya, sangat tampan dan mempesona banyak wanita cantik di luar sana.

__ADS_1


"Tuan muda, tentu saja semua sesuai dengan rencana. Nona membuat kami tidak menemui kendala. Nona, luar biasa," pujinya tulus.


"Bagus!"jawab Raffael singkat.


"Jangan terus memuji calon istriku. Apakah kalian tidak ingin istirahat dan makan? Makanlah jika kalian lapar," perintahnya yang akhirnya para kru beranjak memilih untuk beristirahat disebuah vila super mewah dikawasan yang terkenal sangat dingin dan berselimut kabut itu.


Setelah keduanya berganti pakaian mereka memilih untuk menikmati hawa dingin diantara hamparan rumput dan perkebunan teh yang berada di sebelah selatan ibu Kota itu.


"Hemm... apa kau kedinginan?" Raffael memakaikan sweater tebal untuknya dan memeluknya dari belakang dengan meletakkan dagunya di atas bahu, Key.


"Tidak terlalu, karena kau sudah memeluku," Key tersenyum menyadari


pangeran tampannya yang sudah mulai posesif.


Cup


"Kau paling pintar untuk menggodaku, dan memang harus seperti itu." Raffael merebahkan tubuhnya di atas pangkuan Key. Menatap netranya dengan begitu indah dengan sebelah tangannya membelai pipinya yang sedikit memerah dengan posisi sedikit menunduk. Begitupun jemari Key membelai lembut rambut, Raffael yang sedang tiduran manja beralas kedua kakinya.


Keduanya saling menatap dengan dalam dan penuh cinta, saat manik mata mereka menyatu, menyelami perasaan masing-masing. Diraihnya tengkuknya pelan, mengecup bibir merahnya dengan lembut dan penuh perasaan. Hawa dingin yang menyeruak seakan memberi kehangatan cinta pada keduanya. Mereka saling berpagut mesra tenggelam oleh kabut tebal yang menyelimuti dua insan yang sedang dimabuk cinta itu.


Raffael menarik Key kepangkuanya dan kembali menyatukan bibirnya dengan begitu lembut dan sangat menutunt. Lagi-lagi nuansa alam yang sangat dingin dan berkabut menenggelamkan keduanya, menciptakan kehangatan cinta yang semakin dalam. Menimbulkan gelombang suara yang mendayu-dayu, memuja satu sama lainnya dengan percikan api asmara yang datang semakin besar menggulung, mengungkungnya keduanya.


Raffael begitu mendominasi membuatnya sedikit kwalahan. Degub jantung berdebar seirama, seiring hasrat yang meluap dalam dirinya yang seakan melemahkan sel-sel tubuhnya. Setelah tersadar keduanya saling mendekap dengan sayang dan dirasakannya usapan lembut Raffael di pucuk kepalanya.


Lama mereka saling memeluk dalam diam. Sesekali dirasakan hembusan napas hangat keduanya saling bersautan.


saat, Raffael kembali merapatkan pelukannya. Entah mengapa Key begitu pasrah dengan perlakuannya, namun akhirnya Raffael tersenyum menyadari bahwa Key sedang berhalangan saat itu


dan mungkin dia sengaja untuk memancing gairah, Raffael.


"Cara, kau nakal," bisiknya.


"Kau yang memulainya, kenapa bilang aku yang nakal?! sungutnya tersipu malu.


"Kau sengaja memancingku." Key tertawa tertebak oleh, Raffael. "Ini hukuman untukmu, Tuan muda."


"Cara, apakah dihari pernikahan kita nanti, hal itu sudah usai?" bisik Raffael ditelinganya yang sepontan membuat Key melepaskan pelukannya mendapati pertanyaan absurd, Raffael.


"Sayang sekali, kau harus menunggunya satu bulan lagi."


"Apa!"


_________________________

__ADS_1


Catatan penulis:


Harap bijak dalam membaca ada konten mature, πŸ™, jangan lupa untuk like dan komentarnya, ya kawan. Terimakasih.πŸ’“


__ADS_2