
Jordan, hari ini kamu menghendel semua pekerjaan kantor. Saya ada acara penting yang mendadak," Raffael memerintahkan beberapa urusannya dan menutup pembicaraannya terhadap Jordan melalui sambungan selulernya.
Setelah beberapa saat, Raffael bergegas turun untuk sarapan pagi bersama dengan keluarganya. Nyonya besar yang sudah menunggu di meja makan tersenyum melihat Raffael yang terlihat lebih tampan dari biasanya, dengan Rambut klimis, kemeja lengan panjang press body, yang membalut tubuh atletisnya tercetak dengan menawan.
"Sayang, hari ini jadi ke dokter?" tanya Nyonya besar disela-sela sarapan paginya.
"Ini mau berangkat, mam! Sebentar lagi saya akan jemput, Key." Raffael berhenti mengunyah sepotong rotinya dan menatap penuh tanda tanya ke arah Nyonya besar. Menyadari hal itu Nyonya besar tersenyum dalam hatinya. Beberapa hari ini beliau sibuk mencari dokter dan pilihannya jatuh pada sahabat lamanya itu.
"Jordan tidak kemari?" Sebaiknya kamu ditemani Jordy," saran Nyoya besar yang sering diliputi oleh perasaan cemas dalam hatinya, sejak kasus masa lalu Tirta Wijaya kembali diungkap dan resmi kembali kepada keluarga besar Key.
"Saya rasa tidak perlu," Raffael mengakhiri sarapan paginya dengan mengelap mulutnya dengan tissue lalu berpamitan.
"Sayang, kamu yakin, "mau pergi berdua saja?" Nyonya besar menatap kembali dengan cemas.
"Mami tidak perlu khawatir, tidak akan terjadi apa-apa."
"Tidak, Sayang, sebaiknya kamu dan Key ditemani Jordy dan jasson! Paling tidak ada yang mengawalmu. Jangan bepergian seorang diri, sebentar lagi kalian mau menikah," Nyoya besar tidak ingin mengambil resiko.
Karena tidak ingin berdebat lebih lama, akhirnya Raffael menyetujui mereka untuk ikut dengan mobil terpisah. Dengan segera langkah kakinya dipercepat menuju Mansion untuk menjemput kekasih hatinya. Raffael tidak bisa mengalihkan perhatiannya saat, Key sudah menunggu dengan sejumlah pengawal.
Pagi itu Key terlihat begitu cantik dengan dress warna biru yang kontras dengan kulit putihnya. Rambutnya yang panjang dan hitam tergerai dengan begitu indah sehingga, kelihatan begitu menawan.
"Cara, apa kamu baik-baik saja?" Raffael membuka percakapan, melihatnya yang hanya duduk terdiam sambil menikmati jalanan yang mulai ramai.
Key menoleh dan tersenyum. "Aku baik-baik saja."
"Kita cuma akan tes kesehatan," Raffael
yang menangkap kegelisahan diwajahnya
sedikit menenangkan.
"Iya, aku mengerti," jawabnya tersipu menyadari Raffael yang terus menatapnya.
"Kita akan pergi kerumah sakit mana?" Tanyanya kemudian.
"Kamu tenang saja sebentar lagi akan sampai." Dan benar saja Raffael membelokan mobilnya menuju sebuah Rumah sakit ternama yang tidak jauh dari kediaman Wijaya.
Pegawai rumah sakit yang melihat kehadirannya, memberikan hormat menyadari ada yang telah datang. Siapa yang tidak mengenal Raffael, orang paling penting di ANTARA GROUP, yang akhir- akhir ini wajahnya terus menghiasi berbagai macam media dan hampir menjadi trending setiap saat. Tidak hanya ketampanan, kesuksesan dan intrik keluarganya yang menyertainya.
Media lebih tertarik dengan kisah cintanya dengan putri tunggal pemilik TIRTA WIJAYA GROUP, yang kasusnya berhasil diungkap olehnya.
"Silahkan Tuan dan Nona, Dokter Karina telah menunggu," salah satu pegawai rumah sakit berjalan mendekat dan mengantarkan Raffael dan Key menuju sebuah ruangan khusus. Sebuah nama terpampang dengan jelas di sebuah pintu masuk "KARINA SETIAWAN SpOG" salah seorang dokter terbaik di Kota J.
"Terimakasih," Key tersenyum walaupun debar jantungnya mulai tidak beraturan, tetapi Ia mencoba menangkan dirinya. Ada rasa lega pada dirinya melihat, Rafael memilih seorang dokter wanita yang membuatnya lebih nyaman.
"Apakah kamu berfpikir, aku akan membiarkan tubuhmu disentuh oleh lelaki lain selain diriku," Raffael menatap dengan posesif, seakan tahu isi hatinya.
__ADS_1
"Raffael! Kau ini ada-ada saja!" Key gemas melihat tingkah absurdnya tanpa memandang situasi yang ada. Senyumnya semakin lebar saat menyadari Key kesal dan malu karena keberadaan salah seorang pegawai rumah sakit yang mengantarnya dengan menampakkan senyumnya.
Hal pertama yang dilihat adalah, Dokter yang menyapanya dengan ramah. Di samping beberapa dokter lain, dengan bidangnya masing-masing yang berkepentingan untuk membantu melakukan serangkaian tes khusus pra nikah untuk sepasang calon suami istri dari keluarga terpandang itu.
Setelah berkonsultasi, akhirnya dokter Karina memutuskan mereka berdua untuk mengikuti beberapa tahap tes kesehatan yang biasa dilakukan oleh pasangan sebelum mereka menikah. Dengan begitu rinci sang Dokter memberikan penjelasan kepada keduanya dan terlihat menyimak dengan seksama.
Serangkaian tes dilakukan memakan waktu yang tidak sebentar.Tes hematologi, tes urin, tes golongan darah, torch dengan fungsinya masing-masing dijelaskan dengan seksama oleh dokter. Keduanya sesekali mengangguk mengerti dan bersiap menunggu hasilnya beberapa hari lagi.
Tiba waktunya mereka datang kembali untuk melihat hasilnya. Dengan hati berdebar-debar Key dan Raffael menunggu Dokter untuk membacakan hasil pemeriksaannya.
"Berdasarkan dari analisis kami, hasilnya sangat bagus dan sesuai dengan yang diharapan," Dokter Karina tersenyum menatap keduanya.
Hal ini tentu saja membuat key dan Raffael merasa lega dan tersenyum senang, setidaknya impian untuk memiliki buah hati setelah menikah terbuka dengan lebar. Momok menakutkan seperti sang kakek yang kesulitan memiliki keturunan dan kedua keluarga besar yang mempunyai riwayat cuma memiliki masing-masing anak tunggal,
ditepisnya dalam-dalam.
"Tuan muda dan Nona adalah pasangan yang sangat sehat dan serasi, kalau Tuhan mengizinkan, tidak menutup kemungkinan, bahwa peluang untuk memiliki buah hati secepatnya adalah bukan hal yang mustahil," jelas dokter menampakkan senyum senang.
"Tidak ada sesuatu yang perlu dicemaskan, keadaan sel darah, gula darah semua normal, tidak ada infeksi dari tes urin yang dilakukan. Golongan darah dan Rhesus masing-masing juga sangat bagus.
Begitupun dari tes venereal Disease Research Laboratory dan torch, tidak ada indikasi adanya, mohon maaf, "penyakit kelamin atau indikasi lain suatu penyakit atau infeksi pada kesuburan pria dan wanita." Dokter Karina yang di ketahui pimpinan Team dokter yang memeriksa Key dan Raffael ikut merasa lega mengingat siapa Raffael sebenarnya dan reputasi kluarga Wijaya yang sangat berpengaruh di negara Ini. Bagaimana tidak, Sang Dokter adalah teman lama Nyonya besar yang berprofesi sebagai Dokter.
Raffael tersenyum menyentuh lengan key yang terlihat lebih lega."Tenang, sayang aku tidak nakal," bisiknya lirih yang diikuti oleh senyuman sang dokter tetapi malah di hadiahi tatapan malu Key dengan muka memerah.
"Apakah ada yang perlu ditanyakan lagi?" tanya Dokter mempersilakan.
"Hemm... dokter," ucapnya ragu.
"Silahkan bertanya Kalau masih ada yang belum jelas," balasnya dengan ramah.
"Apakah ini sudah termasuk tes kesuburan yang__". Soalnya, Mami menyuruhnya untuk melakukan itu," Raffael menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sebagai seorang CEO, bahkan Raffael terlihat begitu polos yang seketika membuat Key ikut tersipu malu mendengarnya.
Dokter yang sudah menduga arah pembicaraan Raffael kembali tersenyum menatap keduanya.
"Pemeriksaan utama kesuburan pada seorang pria dan wanita biasanya, dilakukan kepada pasangan yang telah menikah dan lama tidak memiliki buah hati dengan rincian sebagai berikut:
"Pada pria meliputi analisa ****** , USG
dan pemeriksaan hormon testosteron. Yang kemudian akan dilanjutkan dengan
pemeriksaan biopsi, genetik. Sedangkan pada wanita akan dilakukan pemeriksaan
USG. Hal ini untuk mengetahui apakah ada gangguan pada rahim, indung telur, yang kemudian akan dilanjutkan dengan HSG atau disebut (histerosalpingografi). Untuk mengetahui apakah ada sumbatan atau tidak pada saluran indung telur." Jelas Dokter panjang lebar dan menjelaskan kembali dengan lebih rinci.
"Tetapi mudah-mudahan begitu Tuan muda dan Nona menikah akan segera memiliki buah hati yang kemudian diamini oleh keduanya. Key tidak bisa menutupi rasa groginya karena membahas hal yang sangat khusus, sementara mereka belum resmi menikah.
Ahh...!! Mami ada-ada saja! Analisa ******? Oh, my God mami benar- benar," gerutu Raffael kesal dari dalam hati.
Lalu dengan sopan mereka berdua akhirnya berpamitan untuk kembali pulang.
__ADS_1
Ting!! Sebuah pesan dari Jordan masuk.
📩 Jordan
"Apakah Nona key sudah positif, Bos!"
Dengan cepat Raffael menghubungi Jordan dengan tingkah absurdnya.
"Key positif! Harusnya kau mengucapkan selamat padaku. Bekerja saja yang benar! Awas kalau sehari saja, saya tidak datang, urusan kantor berantakan," ancam Raffael tersenyum menang dan dengan cepat mengakhiri panggilannya.
"Raffael! Apa yang kau lakukan!" Sikap Raffael yang tidak peka dengan keadaan sekitar mbuat Key kesal dan berjalan ngeloyor menuju mobil.
"Ini masih dirumah sakit! Jaga bicaramu!
Bagaimana kalau ada wartawan yang mendengar?! Menyebalkan! Bagaimana bisa positif, menikah saja belum," ujarnya tersungut-sungut.
Raffael terkekeh lalu memerintah Jordy dan jasson untuk kembali pulang.
"Tapi, tuan muda."
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin mencari suasana baru, "yang terpenting tetap standby, bila saya perlu sewaktu-waktu."
Dan jangan lupa alat komunikasi tidak boleh sampai mati," jelas Raffael kemudian meluncur bersama mobil mewahnya bersama dengan key.
"Wah, gawat kalau ketauan Nyonya Besar pasti Marah,"Jordy tetap membuntuti Raffael dengan menjaga jarak. Peristiwa penembakan beberapa saat lalu belum hilang dari ingatannya dan tidak ingin mengambil resiko.
"Cara, apakah kau sedang marah?" Raffael, yang sedang mengemudi mengalihkan pandangannya terhadap Key, yang masih dongkol.
"Tidakkah kau berfikir kalau ada yang mendengar ucapan konyolmu itu? Itu tempat, umum, Raffael!"
Raffael kembali terkekeh mendengarnya. "Jangan terlalu serius, donk, sayang. Kalaupun benar-benar, positif, itu anakku dan kita akan menikah sebentar lagi.
"Baru akan, Raffael! Aib," tegasnya."
"Baby, kau terlalu konvensional, tetapi aku suka. Kita bisa tinggal di Paris, L.A
atau yang lainnya perkara selesai," ujar Raffael enteng.
"Malas!"
_________________________
Catatan penulis:
Sahabat tersayang, mohon maaf, ya! kalau ada kekurangan dalam penyampaiannya dalam Bab ini yang menyangkut beberapa istilah kedokteran.
Terimakasih sudah membaca jangan lupa untuk tinggalkan like dan komentarnya 😊
Terimakasih🙏
__ADS_1