
Mentari mulai menghangat, suara kicauan burung-burung bernyanyi dengan begitu merdunya, diantara pepohonan yang rindang, yang tertata dengan indahnya menghias disekitar Palace. Mega-mega yang sedang berjalan masih setia menghias birunya langit, menambah indahnya semesta disaat itu. Sesekali terdengar deburan ombak pantai bergemuruh dari kejauhan, secara beraturan memecah suasana romantis yang sedang tercipta. Keduanya masih berkubang dalam pusaran cinta yang terus bergelora, damainya nuansa Palace, yang begitu klasik dan terkesan sangat legendaris, yang terdengar hanya suara mereka yang begitu memuja.
"Raffael... suara indahnya selalu saja berhasil meruntuhkannya, saat gairah mulai kembali menari- nari menggulung peraduannya. Membawanya kedunia yang teras melayangkan angan indahnya. Tetapi ini tentu saja bukan sekedar angan cinta, tetapi sebuah kenyataan indah paling mendebarkan yang akan selalu dirindukan keduanya.
"Cara, mi amour, you are the one who makes me feel like this," bisiknya parau dengan terus menghadirkan cintanya yang masih enggan untuk mereda. Hingga liukan indahnya yang selalu menjadi magnet, lagi- lagi berkejaran menghipnotisnya, mengendalikan sang Raja cintanya, yang telah menjadikannya sebagai Ratu dalam hatinya. Raffael dan Key dan kemenangan cintanya, melebur Indah hingga akhirnya meluruh, melemah dalam dekapan hangat Raffael. Sebuah kecupan hangat mendarat dengan begitu manis dikeningnya menyisakan debaran rasa yang masih tersisa. Sangat indah dan benar- benar luar biasa.
Raffael tersenyum dalam hati menatap cintanya, entah sejak kapan dia menginginkan, Key yang merajainya. Raffael bener- bener menyukai sikap malu-malunya yang menjadi nakal hanya untuk dirinya.
"Gadis nakal, I love you."
"Aku sudah tidak gadis lagi, kamu sudah memakan'ku," yang diiringi suara tawa lirih Raffael, kali ini Ia harus mengakui usahanya untuk menyenangkannya yang membuat Key kembali merona malu dengan tatapan intens, Raffael.
"Bila memungkinkan kita akan bercinta dengan begitu romantis, di tempat tujuh keajaiban dunia yang tercipta."
"Ahh! Kau benar- benar gila."
ππππ
Key membuka matanya dengan malas, hari sudah melewati tengah hari. Sepasang netranya mengejab indah mencari sesuatu namun tidak mendapati Raffael berada disampingnya.
"Kemana, Raffael?" bisiknya dengan wajah sedikit bingung. Kakinya bergegas turun menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya lebih cepat dari biasanya. Dress berwarna kuning agak mengembang bagian bawah dengan hiasan bunga tulip menjadi pilihannya saat itu. Sepasang kaki jenjangnya bergegas keluar dari kamar pribadinya, menuju kesebuah ruang utama. Suasana masih sepi dan lengang. Key menelusuri ruangan demi ruangan Palace dengan tanpa melepas fokusnya menatap lukisan demi lukisan dan foto-foto pribadi keduanya. Senyumnya terukir sempurna, sesaat melupakan keberadaan Raffael yang belum ditemuinya.
"Kau ini, paling bisa membuatku terkejut." Kemudian perhatiannya teralihkan kesebuah ruangan yang sangat klasik dengan foto-foto mulai dari perkenalannya dengan Raffael, sampai keduanya menikah. Semua tersusun dengan rapi dengan bingkai yang indah laksana sebuah galeri berikut dengan foto prewedding hasil desain tangannya juga terpasang di sana. Hingga netranya melihat sebuah piano bertengger di tengah-tengahnya terdapat vas bunga mawar penuh warna yang begitu segar dan wangi menggelitik Indra penciumannya.
__ADS_1
Jemari lentiknya, memainkan tuts-tuts keyboard piano dengan dentingan melodi yang begitu indah. Suasana terasa semakin syahdu saat sebuah lagu a thousand year's milik Cristina Perri itu mengalun merdu dari bibir mungilnya. Sebuah dekapan hangat sesaat membuat key membeku. Aroma musk yang sangat dikenalnya dan hembusan napas hangatnya menyapu ceruk lehernya membuat Key terpejam sesaat. "Lovely....
"Apakah kau tahu, aku mencarimu..." bisiknya lirih.
"Aku sampai kemari juga karena mencarimu," balasnya seraya menghentikan permainannya.
"Maaf, aku menemui Jasson sebentar." Untung kau bermain piano sehingga dengan mudah aku menemukanmu. Aku takut kamu tersesat mengingat Palace ini begitu luas," goda Raffael sambil tersenyum
"Aku bahkan tidak yakin bisa kembali kekamar kita," dengan menyisakan tawa ringan keduanya.
"Kita perlu istirahat, sayang. Jangan di kamar terus, apakah kau ingin aku berubah pikiran?" Raffael menatapnya smirk sambil mencubit gemas dagunya yang lancip.
"Itu maumu, tetapi aku lapar, sore sebentar lagi tiba," dengan mimik merajuk.
Keduanya akhirnya memutuskan untuk keluar palace dengan menikmati makan siang yang sudah terlambat pada sebuah restoran di pinggir pantai yang tidak jauh dari tempatnya. Resort-resort mewah berjajar menghadap kepantai, Namun suasana tidak begitu ramai.
"Kamu pasti heran, pengunjung disini tidak terlalu banyak."
" Iya, aku sedang berfikir begitu." Raffael menatapnya yang sedang mengunyah makanannya dan sesekali keduanya saling mengelap sisa makanan di bibir masing-masing.
"Suasana di sini sangat exlusive, sayang. Hanya untuk pengunjung yang memiliki hunian khusus di sini, bisa ressot maupun Palace seperti yang kita punya," jelas Raffael. Itupun dengan seleksi yang sangat ketat," tambahnya lagi.
Key mengangguk dengan seksama lalu dengan segera keduanya mengakiri makannya.
__ADS_1
"Dan Kau adalah salah satunya."
"Ini milikmu." Raffael kembali mengandeng tangannya yang sedang berjalan menuju pinggiran pantai. Key begitu menawan dengan dress warna kuning bercorak bunga tulip, dengan topi pantai berbentuk jerami berhiaskan aksen bunga yang melingkar. Raffael tersenyum melirikya dan membayangkan betapa sensual wanita itu dalam buaian cintanya lalu menggeleng dengan pelan.
Kendalikan dirimu, Raffael. Apakah kau sudah gila.
Raffael mengusap lembut punggung tangannya dengan merebahkan pucuk kepalanya dibahunya. Ada kelegaan dalam hatinya semua baik-baik saja. Semilir angin sore menyapu rambut indahnya membuat Raffael beberapa kali harus merapikannya. Keduanya kembali saling menatap penuh cinta.
"Apakah kau menyukainya?"
"Tentu saja. Semua terasa begitu indah." Kembali Raffael mengunci bibirnya dengan begitu lembut dan sangat dalam. Berpayung senja yang mulai merona di ufuk barat, memperlihatkan batu karang yang semakin menggelap, tetapi mereka tidak habisnya menikmati suasana Romantis yang mereka ciptakan bersama.
__________________
Catatan penulis;
Sahabat tersayang π
jgn lupa untuk like dan komennya, ya.π
Vote juga boleh ππ
Terimakasih π
__ADS_1