Misi Cinta CEO Tampan

Misi Cinta CEO Tampan
46. Gempar


__ADS_3

Pemberitaan prahara masa lalu mengenai TIRTA WIJAYA GROUP yang ternyata, ada kaitannya dengan ANGKASA GROUP, membuat banyak orang terkaget-kaget. Kelurga Raffael, memang orang yang sangat berpengaruh dinegera tersebut. Dan begitu dekat dengan orang-orang pemerintahan.


Keberadaanya sangat disegani dan dihormati oleh banyak kalangan.Terlebih setelah Antara group berkembang pesat, berkat tangan dingin putra tunggal Keluarga wijaya itu. Banyak menopang sendi perekonomian di berbagai sektor negeri ini.


ANTARA mendapatkan sentimen positif dari berbagai sumber termasuk bursa sahamnya naik secara drastis. Raffael yang keras tegas, serta jenius dalam urusan bisnis, mampu menempatkan dirinya sebagai pengusaha muda sukses kelas kakap.


"Luar biasa, guncangan dimasa lalu menjadi cambuk kesuksesan keluarga Wijaya saat ini ternyata. Dan tidak salah rasanya mereka mengupayakan keadilan setelah sekian lama, mereka tidak mendapat keadilan hukum yang semestinya," guman seorang Pria paruh baya, yang sore itu, sedang menikmati indahnya senja sambil menikmati secangkir teh di gazebo yang nampak asri dan nyaman.


"Kakak beristirahatlah dengan tenang dan damai, cucumu sudah melakukan hal yang sangat membanggakan untuk kita semua," Suara lirih Adiyaksa Wijaya, yang tidak lain adalah saudara kandung kakek Raffael.


Sementara Tuan Wijaya tampak termangu. Bagaimana bisa, rahasia sebesar ini tidak diketahui olehnya. Bayu Kusuma negara yang diketahui bukan saudara kandungnya begitu memukulnya. Dibesarkan bersama dengan kasih sayang yang sama, tetapi sifat manusia


tetap menjadi misteri setiap individu.


"Saya rela keluar dari rumah, karena tidak ingin ada perpecahan dalam keluarga. Kita cuma dua bersaudara waktu itu, sudah sepantasnya saya menghormatimu, kak Bayu," ujarnya lirih.


Mata beliau berkaca-kaca, apalagi mengingat kematian orang tuanya yang mendadak karena sakit keras.


"Tidak masalah kalaupun kau ternyata kakak tiriku, asalkan kita hidup rukun dan damai,"Tuan Wijaya terus bermonolog sendiri. Baginya harta bisa dicari, tetapi keutuhan sebuah keluarga itu adalah harga mati.


"Pantas saja, keputusanku meninggalkan rumah dan meninggalkan semua embel-embel Wijaya, sangat memukul Ayah waktu itu. Ini adalah kenyataan yang ditutupinya," Lagi-lagi ada kerinduan yang mendalam untuk mendiang ayahnya, membuat air matanya mengembang diantara pelupuk matanya.


"Dibesarkan bersama dari kecil, hidup bersama dan bersama-sama menimba ilmu yang sama, tidak kusangka kau menusukku dari belakang, kakak," Tuan besar terlihat semakin sedih.


Berita kehancuran Tirtawijaya group sengaja di blow up secara besar-besaran berikut keterlibatan mereka, untuk menurunkan saham NAM Group terbukti sangat jitu.


"Apakah kau tidak tau ayah meyangimu seperti anaknya sendiri, walaupun kenyataannya diantara kita, tidak ada ikatan darah yang mengalir," Tuan besar Wijaya mematikan salauran televisinya dan menenangkan diri.


🍁🍁🍁🍁


Di tempat terpisah, pemberitaan


penangkapan pewaris Angkasa group juga sampai ke telinga Andreas . Pria tampan itu, memang sudah menunggunya jauh-jauh hari.


"Dave dan orang tuanya ditangkap?


Bukankah itu adalah saudara sepupu, Raffael?"


Andreas mengingat sesuatu. Prahara drama keluarga Raffael, dia hanya samar- samar mendengarnya.


"Dan om Bayu dan Dave ternyata___"


Andreas kembali duduk. Dengan seksama melihat siaran berita yang sedang berlangsung.


"Tidak pernah kusangka, drama Wijaya bersaudara serunyam ini," Pria itu setengah berdesis. Siapa yang tidak mengenal mereka semua. Mereka adalah para penguasa di sektor properti, pada masanya dan banyak sekali membangun proyek-proyek raksasa diberbagai wilayah.


"Jadi kisah mereka serumit itu? Pantas saja key tidak bisa membuka hatinya untukku. Melihat kisah di masa lalu yang seperti itu, sepertinya mereka punya ikatan yang sangat kuat lebih dari apa itu ikatan cinta"


Ada kekecewaan di wajahnya, hatinya seperti tercubit, yang seketika melemahkan keyakinannya bahwa mengejar cinta Key adalah sangat mustahil baginya.


CEO ANTARA GROUP MENGUNGKAP


SEBUAH FAKTA.


Menyingkap tabir rahasia kehancuran Tirtawijaya group dan Mastermind yang sedang bermain di dalamnya.


Tangan Andreas gemetar, membaca headline berita, pada sebuah harian surat kabar terkemuka, dengan menampilkan wajah Raffael sebagai cover utama berhadapan dengan Darriel sastra negara.


Mata kelamnya semakin serius membaca dan sesekali melirik tayangan pada sebuah stasiun televisi ternama, yang juga sedang membahasnya.


"Darriel sastra negara dinaikkan statusnya sebagai tersangka, setelah melewati tahap penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum. Dan mendekam untuk menjalani tahap pemeriksaan selanjutnya."


Andreas menjeda sebentar bacaannya.


"Darriel Sastra negara? Orang kepercayaan Tuan Tirta wijaya? lalu apa hubungannya dengan keluarga, Dave? Andreas memperbesar volume suara TV yang sedang dilihatnya dan meletakkan surat kabarnya. Napasnya terdengar kasar, dengan degub jantung yang semakin kencang.

__ADS_1


"Ini benar-benar gila! Dengan motif kucuran dana ke Antara, Tirtawijaya group dibuat tidak berdaya, dengan tersangka utama Darriel sastra negara, seorang pejabat penting


kota K yang diketahui pemilik NAM GROUP?"


Andreas mengernyitkan dahinya.


"Itu artinya, gara-gara Tuan Tirta wijaya menolong orang tua, Raffael. Tirta wijaya group hancur?"


Pantas saja Raffael bekerja keras selama ini. Dia mengetahui sebuah rahasia besar diantara kedua keluarga, dan tekatnya tidak main-main.


Kalianpantas berbahagia.


"Sementara aku...?"


🍁🍁🍁🍁


Di Mansion keluarga Wijaya.


"Nona, key, Tuan muda tidak mengijinkan Nona untuk pergi,"Jasson menangkap keberadaan Key yang sedang bersiap ingin pergi ke suatu tempat.


"Tapi saya hanya ingin bertemu dengan sahabat saya, itu pun sebentar saja."


"Nona, mohon maaf. Tapi ini perintah,Tuan muda," tegas jasson lagi.


"Sampai kapan jasson?" tanya key tak bersemangat. Dengan tanpa menunggu jawaban Jason, key, bergegas masuk ke dalam Mansion. Jasson yang melihat tingkah pujaan hati tuan mudanya, hanya geleng-geleng kepala dibuatnya.


"Hemm... menyebalkan, tapi aku tidak boleh egois." Ini semua demi kebaikan diriku juga.


Key sudah tidak berminat untuk menentang, Raffael, walaupun dalam hatinya Ia ingin berkumpul bersama teman-temannya dan juga anak-anak yatim tempat mereka berbagi suka dan duka.


Segera key meraih gawainya, lalu menelpon Anne teman baiknya untuk sekedar berbagi cerita dan mengusir rasa sepinya.


"Key, akhirnya kau menelpon!" Aku sudah tidak sabar kau bercerita tentang kabar yang aku dengar ini," Suara nyaring Anne langsung ke inti pembicaraan.


"Hemm... apa kamu tidak ingin menanyakan kabar ku dulu," protes Key mengingatkan.


"Sungguh aku speechless dengan pangeran cintamu itu. Kapan ada pangeran cinta yang akan memperjuangkan aku seperti Raffael mu itu..he..he.. kalian benar-benar so sweet," tawa Anne kembali terdengar renyah setelah mendengar penjelasan, Key.


"Bersabarlah, suatu saat pasti tiba. Aku saja menantinya dari SMA," dalam sekejap tawa mereka berdua sudah terdengar kembali begitu nyaring .


"Tapi aku tak seyakin itu, key. Karena setiap aku jalan denganmu, Pria tampan pasti akan menolehmu lebih dahulu. Aku memang sangat menyedihkan!" He.. he..he..


"Hemm... Itu salah kamu sendiri, jadi wanita terlalu agresif, karena itu mereka kabur dengan sendirinya, takut kamu terkam lebih dulu," Key tersenyum geli mendengar celotehan sahabat itu. Kesibukan dari rutinitas yang terjadi membuatnya jarang sekali untuk bisa bertemu.


"Ishh !! Menyebalkan. Agresif saja tidak terjual apa lagi diam. "CARA" kau memang luar biasa," selorohnya menirukan panggilan sayang, Raffael.


"Hey, Kamu adalah sahabat yang terlalu perhatian, Anne."


"Apakah kamu tidak tahu hari ini Raffael, menjadi headline news disebuah surat kabar terkemuka ibu kota?"


" Benarkah ?! Aku benar-benar tidak mengerti."


Lalu dengan segera Anne mengirim foto-foto yang terpampang dengan jelas disebuah harian surat kabar tersebut.


Apakah Raffael mengadakan sesi wawancara? Kenapa bisa sedetail ini mereka menulisnya?"


"Key, kamu masih mendengarku,! Suara nyaring


Anne terdengar dengan ketrdiaman,Key.


"I___ Iya. Anne, aku hanya merasa bingung bagaimana mereka mengerti semua ini."


"Key, kenapa mendadak bodoh seperti ini!" Apakah kamu tidak sadar calon mertumu dan Raffael itu bukan orang sembarangan.


"Tentu!" Aku hanya berpikir kapan Raffael melakukan wawancara saja.

__ADS_1


"Hemm... Raffael! Raffael! Kau bahkan salah menyebut namanya saat pertama berjumpa," Anne yang menjadi saksi


kekesalan Key atas kemarahan, Raffael, waktu itu tidak berhenti untuk tidak menggodanya.


"Ahh!! kamu memang paling pengertian.


Valerio sama sekali kurang berkharisma setelah aku pikir-pikir, karena posesif dan suka mengekang, tetapi tetap saja aku sangat mencintainya," Tawa Key pecah mengingat nama tengah Raffael. Tetapi tetap saja dia tidak suka dipanggilnya Rio.


"Key, harusnya kamu senang. Itu artinya Raffael sangat mencintaimu."


Lalu kembali tawa mereka pecah, sebelum akhirnya dengan berat hati harus mengakhiri obrolannya dengan Anne.


Eheem... sebuah deheman mengagetkan, key. Yang sedang kembali memperhatikan foto -foto yang dikirim oleh Anne. Raffael sangat tampan dan penuh kharisma beradu pose dengan Darriel.


"Kau, datang?" Key gugup mendapati Raffael yang sedang berdiri bersedekap, menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Benarkah Valerio sudah tidak lagi ada kharisma, suka mengekang, posesif dan___"


"Bagaimana dengan ini, cara? Raffael melangkah mendekat dengan tatapan mengintimidasi. Jadi seperti ini kelakuan


Nona saat dibelakang ku, hemm?"


Ra___ Raffael. Aku___"


Raffael menggeser dagunya yang lancip itu dan jemarinya membelai bibir Key yang bergetar. lalu menyatukannya dengan sangat dalam, karena gemas mendengar celotehan kekasihnya itu .


"Kali ini, aku benar-benar, akan menghukummu," suaranya terdengar semakin parau.


Sore yang begitu indah, di luar berita panas sedang bergulir. Tetapi gejolak asmara keduanya melebihi segalanya. Raffael dengan tanpa ampun, tidak menyisakan sedikit saja ruang untuk Key, sekedar untuk mengambil oksigen, yang membuat tubuhnya seketika melemas. Bunyi benda berjatuhan di ruang mendesain mereka abaikan.


Badai asmara mengungkung keduanya, dengan sensi menggetarkan laksana ombak datang, yang bergulung-gulung. Raffel semakin bergelora, saat bibir indah itu tidak berhenti untuk menyebut namanya.


"Aku merindukanmu, sayang," bisiknya.


"Kau datang? Key masih merasakan dekapan hangat Raffael dengan napas keduanya yang masih memburu.


"Jasson mengabariku, kau akan pergi, "Sesore ini?"


"Tapi aku tidak jadi pergi," Key memejamkan matanya dengan napas yang tersengal.


"Cara!" Apakah kau tahu kondisinya sekarang ini? Jangan mencari masalah. Patuhlah sedikit saja!"


"Aku tidak akan pergi tanpa seijin mu," Raffael kembali menundukkan wajahnya, menyatukan bibirnya dengan lembut hingga dirasakan cengkraman halus di punggungnya.


"Kau mulai mendesain lagi?"


"Gaun pengantin kita."


"Besok akan ada penjahit dari Ivanka fashion. Aku sudah memilihnya. Jangan


mendatangkan seseorang tanpa seijin ku.


Key mendongakkan wajahnya dengan tatapan sayu. "Aku sangat mencemaskanmu! Dan berita itu?"


"Tidak perlu cemas."


"Dan kau sesore ini?"


"Aku ingin bermain golf di sekitar mansion," potong Raffael cepat.



__________________________


Sahabat tersayang 🌹

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya πŸ™πŸ™


Terimakasih πŸ’“


__ADS_2