My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 9


__ADS_3

"Lo tau aja." Virgo tersenyum melihat Helen yang tampak cantik dimatanya.


"Nih minum dulu, kalian pasti haus karena latihan terus." Virgo berujar sembari menyerahkan dua botol air kemasan yang tadi sudah ia beli di dekat gedung.


"Thanks." Ucap Helen.


"Lo sendirian datang kemari." Tanya Ella sesudah meminum air nya hingga tersisa setengah botol lagi.


"Nggak. Gue datang sama Elvan." Virgo menoleh ke belakang, dimana tadi Elvan duduk bersamanya.


"Kemana tuh anak?" Tanya Virgo saat tidak mendapati Elvan disana. Ella dan Helen bergedik tidak tau dimana keberadaan pria itu sekarang.


"Itu bukannya dia?" Tanya Helen saat melihat Elvan yang berjalan menghampiri mereka.


"Masih lama?" Tanya Elvan saat sudah berdiri diantara tiga orang itu. Tadi Elvan menjauh dari suara berisik saat Mommynya menelepon.


"Kenapa?" Tanya Virgo balik.


"Nyokap nelpon." Balas Elvan seadanya.

__ADS_1


Virgo mengangguk mengerti.


"Kita kalian masih lama selesainya?" Tanya Virgo saling menghadap Ella.


"Enggak, gue sama Helen udah mau pulang kok, kalian duluan aja." Balas Ella yang ikut diangguki oleh Helen.


"Ya udah, kalau gitu gue sama Elvan pergi dulu ya." Pamit Virgo, sedangkan Elvan sudah melangkah jauh dari tiga orang itu.


Helen dan Ella mengangguk mengiyakan perkataan Virgo.


"Tunggu Woy! Lo hobby banget ninggalin gue!" Teriak Virgo sambil mengejar Elvan yang sudah sampai di lantai dasar. Elvan terus melanjutkan langkahnya hingga memasuki mobil dan mengabaikan sumpah serapah dari Virgo karena telah meninggalkannya.


"Terserah, nyokap gue udah marah-marah karna udah kelamaan nunggu gue pulang." Timpal Elvan.


Elvan menghidupkan mobil dan mulai melajukannya keluar dari perkarangan gedung.


"Sensitif amat. Jangan-jangan nyokap lo lagi hamil." Virgo menanggapi perkataan Elvan dengan guraunya.


"Mulut lo!" Bentak Elvan sambil menatap Virgo yang duduk disampingnya. Mana mungkin Mommynya hamil lagi disaat ia sudah berumur 26 tahun.

__ADS_1


"Kan bisa aja." Balas Virgo sambil mencibirkan mulutnya pura-pura merengut.


Suara azan maghrib terdengar saat mereka sudah hampir memasuki pekarangan mansion. Elvan merasa hari ini waktunya habis sia-sia karena menemani Virgo ke tempat yang tidak jelas. Andai saja ia tau dari awal kalau Virgo akan mengajaknya ke tempat itu, Elvan seratus persen pasti akan menolaknya. Apalagi, tadi saat di perjalanan pulang, mereka harus berurusan dengan ibu-ibu hamil yang tanpa sengaja mereka menyenggol kaca spion mobil itu. Jadilah sekarang mereka pulang jauh dari waktu yang diharuskan.


"Elvan, dimana Virgo?" Kenapa kamu sendirian?" Suara Miranda langsung menyambut kepulangan Elvan. Miranda sudah rapi dengan mukena yang dikenakannya.


"Di apartemen nya lah Mom." Elvan yang tadi berhenti di ruang tengah kembali melanjutkan langkahnya saat sudah menjawab pertanyaan Mommynya.


"Ya sudah kamu mandi sana. Jangan lupa shalat dan bersiap-siap, selesai itu kita langsung berangkat." Miranda menatap punggung anaknya yang sudah berjalan menaiki anak tangga.


"Iya Mom." Ucap Elvan.


Malam hari, sekitar pukul 07:30 WIB keluarga Bramantyo sudah bersiap-siap hendak pergi ke rumah sahabat mereka. Miranda sedari tadi terus tersenyum tidak jelas membuat Elvan heran melihat tingkah Mommynya itu. Miranda sudah cantik dengan dress berwarna biru laut yang melekat ditubuhnya yang masih terlihat indah. Miranda memang masih cantik disaat umurnya yang sudah hampir memasuki usia 50 tahun. Tidak heran ia memiliki putra yang sangat tampan seperti Elvan.


~BERSAMBUNG~


Jangan lupa like dan komen nya ya guys.


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2