
Happy Reading Guyyss!!
Pagi hari yang cerah menyambut kesadaran seorang gadis dari tidurnya. Suara burung-burung berkicau terdengar dari pepohonan bagaikan nyanyian di pagi hari. Helen bangun dari tidurnya dengan keadaan yang lebih segar.
Helen bersenandung kecil melangkahkan kakinya menuju dapur untuk bergabung bersama kedua orang tuanya.
"Pa, Helen berangkat duluan ya?" Tanya Helen pada Papanya lalu mencomot roti di tangannya.
"Iya, kamu duluan aja. Papa mungkin sebentar lagi baru berangkat." Jawab Frans yang sedang berdiri didepan istrinya yang sedang memasangkan dasinya.
"Helen, itu punya Papa kamu!" Teriak Sandra yang melihat Helen menyantap sarapan yang telah dibuatnya khusus untuk suaminya.
Helen terkekeh lalu berlari kecil menghindari amukan Mamanya.
"Dadahh.. Mama.. bye, Papa..." teriak Helen dari garasi. Setelah itu ia melajukan mobilnya menuju perusahaan Papanya, tempat ia bekerja.
Sekitar empat puluh menit kemudian, Helen sampai di basement. Ia berlari kecil memasuki lobby saat melihat Ella yang berjalan tidak jauh darinya.
"Woy, Ella!" Teriak Helen mengagetkan sahabatnya itu.
"Astaga, dasar lo ya." Kesal Ella yang tersentak sembari mengelus dadanya.
"Heh ini masih pagi, lo udah main teriak-teriak aja." Omel Ella.
"Emangnya kalau mau teriak itu harus ada jadwalnya ya?" Tanya Helen dengan tampang polosnya.
"Ya iyalah, harus." Balas Ella cepat.
"Siapa yang bilang?" Tanya Helen lagi.
"Ya gua lah Francine Chatarina Helen." Kesal Ella.
Helen menyengir kuda menampakkan deretan giginya yang tersusun rapi.
"Lo kenapa? Bahagia banget kayanya." Tanya Ella sambil melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
"Gue kan setiap hari emang selalu happy. Lo kaya gak tau aja." Balas Helen dengan cengirannya.
"Au ah gelap." Ella memasang tampang kesalnya.
"Atau jangan-jangan.. Lo ya yang lagi happy?" Tuduh Helen.
"Biasa aja." Ucap Ella.
"Hayo ngaku lo." Ucap Helen menyudutkan Ella.
"Kenapa jadi gue sih?" Elak Ella.
"Ciee.. yang lagi jatuh cinta. Bunga-bunga cinta bermekaran." Helen berputar-putaran didepan Ella, menirukan iklan yang saat itu sedang sering tayang di TV.
"SETRESS LO!" Teriak Ella di telinga Helen lalu berjalan memasuki lift.
Awalnya lift yang mereka naiki hanya ada beberapa orang namun lama kelamaan lift itu menjadi penuh dinaiki oleh beberapa karyawan. Seorang karyawan wanita berpakaian ketat memasuki lift saat mereka sedang berhenti di lantai 3.
Sisi jahil dalam diri Helen keluar. Ia memperhatikan wanita itu dari atas hingga bawah. Namun, tatapannya berhenti saat melihat retsleting rok wanita itu turun. Senyum jahil terukir di bibir merahnya. Disenggolnya lengan Ella lalu di lihat nya kembali rok wanita itu. Ella yang mengikuti arah pandangan Helen terkekeh pelan.
Ia ikut memperhatikan wanita itu lalu menyikut lengan Helen pelan.
"Lihat lehernya." Ujar Ella tanpa suara sambil memegang leher sendiri.
Helen mengangguk cepat lalu melihat leher wanita itu.
"Woww..." Helen lebih terperangah saat melihat leher wanita itu yang terdapat banyak bercak merah.
"Husstt.." Ella menyuruh Helen diam sembari menempeleng kepalanya sambil mengacungkan jempol nya.
Ting!
Suara lift terdengar dan pintu di depan mereka pun terbuka lebar. Helen mencoba mensejajarkan langkahnya dengan karyawan Papanya itu.
"He'em, hei..." Sapa Helen sok kenal saat sudah berjalan disamping wanita itu. Wanita itu hanya melirik Helen sekilas.
__ADS_1
"Retsleting rok lu turun tuh." Sambung Helen mengingatkan. Wanita itu refleks berhenti dan langsung meraba retsleting roknya.
"Harga retsleting turun!" Teriak Ella sambil berjalan cepat melewati Helen dan wanita itu. Para karyawan yang berada di tempat itu terkekeh geli menyaksikan tiga orang tersebut. Para karyawan yang sudah tau bagaimana kelakuan aneh Ella dan Helen hanya bisa menggeleng-geleng.
Helen dan Ella tertawa geli sambil melangkahkan kaki mereka menuju kursi masing-masing. Wanita berpakaian ketat itu mendengus kesal sambil menghentakkan kakinya menuju toilet.
"Dasar bocah tengik!!" Makinya pada Helen dan Ella. Lagi-lagi Helen dan Ella hanya tertawa mendengar makian wanita itu.
"Keliatan banget ya cewek itu habis ***-***." Ujar Ella membuka obrolan.
"Yoi, emang cewek itu siapa sih?" Tanya Helen sambil menatap komputer di depannya.
"Namanya Melin, orangnya seperti yang lo liat tadi. Gini ya kalau lo punya pacar atau apalah itu, hati-hati deh sama tuh cewek tadi. Bisa-bisa pacar lo direbut sama dia." Ujar Ella berbisik.
"Masa sih?" Tanya Helen kurang yakin.
"Iya, gue udah pernah lihat langsung pakai mata kepala gue sendiri, kalau dia itu pernah jalan sama suami tetangga gue." Ucap Ella lagi meyakinkan.
"Emangnya yang bilang lo lihat mata kaki siapa?" Gurau Helen lalu terkekeh.
"Iiissh kebangetan lo, gue serius tau." Ella mengerucutkan bibirnya.
"Ciee.. yang mau diseriusin." Ucap Helen.
"Helen, gue mau tanya deh sama lo. Menurut lo, kalau gue jadian sama Virgo, gimana?" Tanya Ella serius.
"Ya udah jadian aja. Lagian dia juga baik kok." Jawab Helen seadanya.
"Tapi, dia suka gak sama lo?" Tanya Helen balik.
"Entahlah." Lirih Ella.
"Yaelah.. jadi kenapa lo tanya kaya gitu? Jangan-jangan lo suka ya sama dia." Tebak Helen. Ella yang mendengar penuturan Helen menyengir malu menampakkan gigi putihnya.
~BERSAMBUNG~
__ADS_1