My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 36


__ADS_3

Helen menyibakkan tirai jendela kamar yang berwarna putih. Ia terpana saat melihat bawah gedung itu. Pepohonan rindang yang hijau menambah ke asrian sekitar bawah gedung. Dari lantai 11, Helen dapat melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. Kendaraan itu terlihat kecil di pandangannya dari jarak sejauh itu.


Helen mengalihkan perhatiannya saat menyadari Elvan yang sudah keluar dari kamar mandi. Ia berbalik dan menatap Elvan dengan pandangan bengongnya. Ia tidak menduga kalau Elvan akan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit pinggangnya.


Helen terpesona melihat tubuh Elvan yang terekspos. Ia meneguk salivanya gugup dan wajahnya mulai memanas melihat pemandangan gratis di pagi hari.


Elvan melirik Helen yang sedang mematung.


"Mengaggumi tubuh gue, hem?" Sindirnya dengan suara yang terdengar mengejek.


Helen tersadar dari keterpanaannya. Ia merutuki dirinya saat menyadari kebodohannya. Bisa-bisanya ia terpana dengan iblis di depannya itu.


"Ge'er banget lo!" Sanggah Helen dan langsung berlari kecil ke kamar mandi lalu menutup pintu dengan sedikit membantingnya. Di balik pintu kamar mandi, Helen menangkup kedua pipinya yang memerah. Kedua kakinya bergerak cepat seperti orang yang sedang lari di tempat.


Ia malu, malu saat mengingat kebodohannya tadi. Pikirannya mulai nakal, ia mulai membayangkan bagaimana rasanya jika ia menyentuh dada bidang Elvan. Sebenarnya ia tidak sepolos yang kalian pikir.

__ADS_1


Pernah tinggal di negara yang bebas membuat Helen mengetahui banyak hal mengenai hal-hal nakal seperti yang dipikirkannya barusan.


"Akkhhh.. dasar cowok bodoh. Dia pasti sengaja keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk itu. Oke! Lo berhasil buat gue jadi salah tingkah." Ucap Helen kesal sambil melepas satu persatu pakaiannya dan mulai membersihkan diri.


Helen menarik gagang pintu dan mengintip kondisi kamar dari dalam kamar mandi.


"Mulai." Ucapnya seperti bisikan sambil tersenyum jahat.


Helen keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya sampai di atas lutut. Kulit putihnya terekspos jelas. Rambutnya masih di kuncir asal menambah kesan sexy dari dirinya. Helen sengaja hanya mengenakan handuk keluar kamar mandi. Ia ingin menguji ketahanan Elvan. Helen penasaran apakah pria itu akan tetap menatapnya datar saat melihat ia yang hanya berbalut handuk? Ia ingin menggodanya.


HHelen tersenyum tipis saat melihat Elvan yang sedang berdiri di depan cermin. Pria itu sudah memakai pakaian santainya. Helen mulai melangkah pelan ke arah cermin dan berhenti tepat di samping Elvan.


Helen meraih deodorant yang terletak di antara barang-barang kecil lainnya. Ia dapat merasakan Elvan yang terus menatapnya dengan tampang yang sulit diartikan.


Helen menatap Elvan sekilas dari pantulan cermin sebelum berlalu ke ruang ganti.

__ADS_1


Di dalam ruang ganti yang tidak terlalu besar namun kedap suara, Helen tertawa lepas. Sedari tadi ia menahan tawanya saat melihat respon Elvan terhadap tindakannya. Helen memperbaiki lilitan handuk di tubuhnya yang mulai mengendur.


Ia ingin melakukannya lagi. Untuk kedua kalinya, Helen keluar lagi. Ia langsung melihat Elvan yang sedang duduk di sofa sembari memainkan ponsel. Elvan yang mendengar suara pintu di buka lalu di tutup menarik perhatiannya dan menatap Helen.


Tatapan mereka bertemu saat Helen mulai semakin dekat dengan Elvan.


"Lo bisa sopan gak? Lo mau mancing gue?" Elvan menatap Helen tajam.


Helen tersenyum simpul membalas tatapan tajam itu.


"Gak kok. Gue cuman mau ngambil baju." Sanggah Helen dan mulai mengambil baju di lemari.


Ia berjinjit saat ingin mengambil baju kaos yang berada diantara lipatan baju paling atas. Handuk yang melilit tubuhnya sedikit terangkat sehingga makin menampakkan paha putihnya.


Setelah berusaha beberapa saat akhirnya Helen berhasil mengambil baju yang diinginkannya. Ia tersenyum kecil dan sengaja belama-lama saat ingin memilih baju yang akan dikenakannya.

__ADS_1


Helen berbalik dan melihat Elvan yang sudah kembali sibuk dengan ponselnya. Ia berjalan melenggang ke ruang ganti sambil membawa pakaiannya.


BERSAMBUNG..


__ADS_2