
Helen kembali mengobati wajah Elvan dengan serius. Wajah Helen cukup dekat dengan wajah Elvan. Posisi mereka yang dekat membuat Elvan menahan nafasnya. Ia tidak tahan mencium wangi tubuh Helen yang memabukkan, bagaimana pun ia seorang laki-laki normal, ia tidak ingin lepas kendali dengan gadis di hadapannya. Walaupun mereka sudah memiliki ikatan yang sah tapi tetap saja, ia tidak akan melakukan itu, ia akan tetap setia kepada kekasihnya. Helen bukanlah tandingan bagi kekasihnya karena hatinya benar-benar telah dimiliki oleh sang kekasih yang telah pergi.
Aauuu..! Elvan meringis kuat. Helen sengaja menekan luka di sekitar mata Elvan saat pria itu menatapnya tajam.
Rasain.. emang enak. Helen tertawa geli dalam hati.
"Pergi dari hadapan gue kalau lo cuma mau main-main sama wajah gue!" Sindir Elvan tajam sambil menahan sakit disekitar matanya. Ditatapnya Helen yang sedang tersenyum kecil dengan tajam.
"Maaf, gue gak sengaja." Ujar Helen tulus.
Kenapa tadi gue senyum waktu ngeliat Elvan kesakitan? Be*o banget sih gue. Kan jadi ketahuan kalau gue lagi balas dendam sama dia. Siapa suruh tadi malam lo gak pulang kan gue jadi bete. Helen membatin sambil mengobati luka Elvan serta mengipas daerah luka yang tadi ditekannya.
Elvan bungkam, namun tidak mengurangi tatapan menusuknya. Ia harus sedikit berhati-hati dengan Helen yang bisa saja kembali menekan lukanya. Helen tersenyum mengejek melihat Elvan yang sedikit was-was melihat tangannya.
"SELESAI..!" Helen bersorak tepat di depan wajah Elvan membuat pria itu refleks mendorongnya.
Menjengkelkan, Elvan membatin.
Suara Helen yang kuat memekikkan telinganya. Elvan melirik Helen tajam sebelum berlalu ke arah cermin di kamar itu. Ditatapnya pantulan wajahnya yang cukup mengenaskan dari cermin. Sesekali ia menyentuh luka yang telah di beri obat itu dengan pelan. Elvan membersihkan jari-jarinya yang terkena obat merah dengan tisu yang diambilnya dari tempat khusus di atas nakas.
Sembari membersihkan tangannya, Elvan melihat pantulan Helen dari cermin. Elvan memperhatikan Helen yang mengusap wajahnya pelan sembari beranjak dari ranjang. Elvan yang tadi mendorong Helen membuat tubuh istrinya itu tergeletak di ranjang. Ia terus memperhatikan Helen dari cermin, gadis itu tampak sedang menyusun dan merapikan kembali kotak obat dan tempat tidur berukuran king size itu. Selesai merapikan tempat tidur, Helen keluar dari kamar untuk mengembalikan kotak P3K ke tempatnya semula dan hal itu tidak lepas dari pengawasan Elvan.
__ADS_1
Elvan yang dirinya sudah cukup baik pergi ke ruangan kerjanya dengan membawa beberapa map dan lembaran dokumen penting. Untuk hari ini dan beberapa hari ke depan ia tidak akan pergi ke kantor. Mana bisa ia keluar dan bertemu banyak orang dengan kondisi wajah yang seperti itu. Ia tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu yang akan membuat reputasi ketampanan nya menurun.
Elvan sedang sibuk dengan dokumen-dokumen pentingnya di ruang kerjanya. Sementara Helen kembali ke ruang TV setelah menyimpan kotak P3K itu. Helen bersantai sembari menonton TV lalu tanpa sengaja melihat layar ponselnya menyala. Helen meraih ponsel yang tadi terletak di atas meja lalu melihat sebuah pesan masuk dari Ella yang menanyakan keberadaannya.
π¬ Ella
"Lo dimana? Kenapa hari ini gak masuk kerja?"
Dua pertanyaan singkat dari Ella yang cukup membuat Helen kebingungan. Apa yang harus ia jawab? Apa ia harus mengatakan keberadaannya.
"Gue di apartemen Elvan". Enggak, Helen tidak akan melakukan hal sebodoh itu. Ia tidak bisa memberitahu dimana ia sekarang. Ia masih ingat betul ancaman Elvan kala itu yang melarangnya memberi tau pernikahan mereka kepada Ella dan Virgo. Bisa-bisa ia akan kena amukan Elvan jika ia memberi tau fakta sesungguhnya.
π¬ Me
π¬ Ella
"Oh ya.. Lo pasti lagi di Bandung kan? Bawain gue oleh-oleh ya.. gua mau cogan."
π¬ Me
"Gue bilangin Virgo lu yaπ".
__ADS_1
π¬ Ella
"Bilangin aja, lagian dia juga bukan siapa-siapa gueπ ".
π¬ Me
"Tapi lo suka kan sama dia?π".
π¬ Ella
"Iya sih. Tapi gue digantungin mulu. Gimana dong?π"
π¬ Me
"Dia sayang kok sama lo, mungkin karna belum ada waktu yang pas aja buat nyatain perasaannya."
π¬ Ella
"Semoga aja dehπ, tapi kalau gue berhasil dapetin Virgo, lo juga harus bisa jadiin Elvan sebagai milik lo.
BERSAMBUNG..
__ADS_1