My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 58


__ADS_3

Happy Reading❤


Ia mendengus saat melirik Daniel yang sengaja menggoda Helen dengan pujian mautnya. Wajah Elvan tampak kesal saat Daniel mengusap puncak kepala Helen. Setelah selesai memindahkan semua barang bawaan mereka, Elvan bersama yang lainnya segera pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Lo udah lama tinggal di Indonesia?" Tanya Daniel membuka percakapan.


Helen yang tengah menikmati pemandangan di sepanjang jalan menoleh saat merasa Daniel sedang bertanya kepadanya.


"Belum, masih satu setengah tahun." Jawab Helen seadanya.


"Kenapa lo bisa tau gue pindahan di sini?" Tanya Helen balik.


"Nebak aja, soalnya wajah lo kayak bule-bule gitu." Sahut Daniel sambil melirih Helen.


Helen diam menyahuti.


Suasana di mobil tersebut kembali sunyi. Ella sudah tidur dengan kepala yang bersandar pada pundak Virgo yang juga sedang tidur. Sedangkan Elvan, hanya diam menatap luar jendela di sampingnya.


Tanpa Helen ketahui sedari tadi Elvan memperhatikan dirinya yang berbincang dengan Daniel dengan tatapan tidak suka.


"Lo cantik." Ucap Daniel tiba-tiba.


Elvan dan Helen lantas menoleh ke arah pria itu.

__ADS_1


"Ha?" Helen memasang tampang cengoknya, sedangkan Elvan mengernyitkan dahinya menunggu perkataan Daniel selanjutnya.


"Gue bilang lo cantik, baru kali ini gue ngeliat cewek secantik lo." Jelas Daniel sambil tersenyum.


Helen tertawa sumbang mendengar penuturan Daniel yang menurutnya sangat mengada-ngada.


"Lo muji gue?" Tanya Helen di sela tawanya. Baru kali ini ia bertemu pria yang bicara secara blak-blakan seperti itu.


"Iya, lo beda dari cewek lainnya." Ujar Daniel yakin.


"Tau apa lo tentang gue?" Tanya Helen tajam, namun dengan wajah yang tampang bersahabat.


Daniel hanya tersenyum menjawab pertanyaan Helen. Ia tidak akan menjawab pertanyaan itu sekarang. Tapi nanti, ia akan menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan Helen padanya.


"Dasar." Helen geleng-geleng melihat Daniel yang senyam-senyum tidak jelas meliriknya.


Deg.


Helen terpaku saat tanpa sengaja melirik Elvan yang sedang menatapnya dengan tajam dan wajah datarnya.


Elvan yang tadi mendengar Daniel memuji kecantikan Helen mengalihkan perhatiannya dari pemandangan luar jendela. Ia menatap datar saat Helen tertawa mendengar gombalan receh Daniel, sampai saat tanpa sengaja tatapan mereka saling bertemu. Ada apa dengan dirinya? Mengapa ia tidak suka saat Helen tertawa dihadapan Daniel? Mengapa ia ambil pusing soal itu? Elvan sadar jika Helen menatapnya terkejut. Ia menatap datar Helen yang buru-buru mengalihkan tatapannya dan kembali duduk melihat jendela.


Bukan urusan gue, Elvan membatin.

__ADS_1


Di saat matahari akan tenggelam, Daniel menghentikan mobil yang dikemudinya di depan bangunan bercat hijau. Mereka bergegas turun dan memasuki penginapan setelah berterima kasih banyak kepada Daniel yang telah membantu mereka hingga sampai tujuan.


Mereka menyewa dua kamar inap yang di dalamnya sudah ada di lengkapi dengan sesuai kebutuhan, mulai dari kamar mandi yang tersedia di setiap kamar, AC yang menambah rasa nyaman, TV dan kebutuhan lainnya.


Helen menarik kopernya mengikuti Ella yang hendak memasuki kamar dengan nomor 23. Di belakang mereka ada Elvan dan Virgo juga membawa koper masing-masing dengan kamera yang tidak akan pernah tanggal dari leher Virgo jika sedang berpergian seperti ini.


Baru beberapa menit sampai di tempat itu, kekasih Ella tersebut sudah mendapat beberapa foto hasil jepretannya.


Helen berhenti melangkah dan berbalik.


"Kita berdua masuk duluan ya?" Tanya Helen membuat Elvan dan Virgo menghentikan obrolan mereka.


"Oh iya, duluan aja, kita juga mau langsung masuk kok." Jawab Virgo saat melirik Elvan yang tampak enggan menjawab pertanyaan istrinya itu.


"Oke." Helen tersenyum ramah lalu melirik Elvan yang tengah menatap dirinya sebelum ia benar-benar memasuki kamar di depannya.


Tidak banyak yang dapat mereka lakukan malam ini selain beristirahat dan membicarakan hal yang bahkan tidak perlu untuk dibahas. Kamar dengan nomor 24, tempat Elvan dan Virgo akan menginap untuk beberapa hari ke depan tampak sunyi. Kedua makhluk ciptaan Tuhan tersebut sudah tepar dengan posisi yang jauh dari kata elite. Tidak, sebenarnya hanya Virgo yang seperti itu.


Pemilik hati Ella itu tidur di bibir ranjang membuat dirinya akan langsung terjatuh jika bergerak sedikit saja. Sebelah tangan dan kakinya yang tergantung di ranjang tidak mengurangi rasa nyaman Virgo saat tidur. Berbeda dengan Elvan yang tidur dengan mengenakan kaos hitam polosnya, ia tampak begitu damai. Wajah datar nan dingin serta tatapan tajam pria itu lenyap seakan ia tidak pernah memiliki semua itu.


Saat tidur seperti ini wajah polos lebih menguasai semua hal yang pria itu tunjukkan jika tengah sadar. Satu hal yang pasti, ketampanan suami Helen itu tidak berkurang sedikit pun. Tadi mereka tertidur sesaat sesudah makan malam selesai.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya teman-teman. Terima kasihđź’–


__ADS_2