
Happy Readingđź’–
Ella dan Helen berjalan beriringan menyusuri koridor penginapan. Sesekali mereka mengeluarkan candaan yang membuat keduanya tertawa bersama. Dari lantai atas, mereka melihat Elvan dan Virgo yang sedang berdiri di pinggir kolam. Yang mereka yakin itu adalah kolam ikan. Hal itu terlihat dari Elvan yang memegang tools yang berisi makanan ikan lalu sesekali melemparkannya ke arah kolam tersebut.
"Menurut lo Elvan itu gimana?" Ella melirik Helen yang sedang memperbaiki letak jam tangannya.
"Gimana apanya?" Helen melirik Ella sekilas.
"Ya menurut sudut pandang lo, dia itu gimana?" Lagi-lagi pertanyaan Ella membuat Helen mengernyitkan dahi.
Helen mengedikkan bahunya.
Sejujurnya ada banyak hal yang ingin ia ucapkan untuk mendeskripsikan diri Elvan. Hanya saja, ia tidak mungkin mengatakannya pada Ella. Bisa-bisa nanti sahabatnya itu curiga. Hampir sebagian dari diri Elvan telah ia ketahui. Tinggal di bawah atap yang sama, membuat Helen mengetahui banyak hal tentang diri suaminya itu. Mulai dari sifatnya yang tempramen, kebiasaannya yang gila kerja, dirinya yang terlihat penurut dihadapan ibunya bahkan hingga makanan kesukaan pria itu, semuanya telah Helen ketahui. Helen merasa hal itu merupakan sebuah kemajuan yang bagus dalam hubungan mereka. Karena ia yakin, selain dirinya, Elvan juga pasti telah mengetahui beberapa hal tentangnya yang dulunya tidak ia ketahui. Walaupun Helen yakin, pria itu sama sekali tidak menggubris hal yang demikian. Ck!
Ella berdecak kesal, alih-alih menjawab pertanyaan, gadis di sampingnya itu malah asik dengan pemikirannya sendiri.
Ya udah, gue sendiri aja yang jawab, batinnya mendengus.
"Kalo menurut gue sih, dia itu perfect, cocok sama lo. Lo cantik dia ganteng, lo pecicilan dia pendiam. Kan cocok tuh, kalian saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing."
__ADS_1
Helen menunduk melihat ujung kakinya yang mulai menuruni anak tangga.
"Masa sih?" Pancing Helen yang mulai tertarik dengan topik pembahasan mereka.
"He'em cocoookk bangeeett." Ujar Ella dengan memanjangkan ucapannya.
"Tapi ya gitu deh, yang buat gak enak itu dia cuek banget, dingin. Tapi itu yang buat dia selalu di puja-puja sama cewek-cewek di luar sana." Kesal Ella.
"Tau dari mana lo?" Tanya Helen penasaran. Ia terlihat excited jika membahas tentang Elvan.
Ella gelagapan.
"Dari Virgo, siapa lagi emang?" Jawabnya dengan tenang.
"Sayang... gue itu taunya dari Virgo, dia bilang, Elvan itu emang udah dari dulu selalu jadi incaran cewek-cewek." Jelas Ella.
Helen mangut-mangut mengerti. Ekspresinya berubah saat Ella mengatakan kalau Elvan selalu menjadi incaran cewek-cewek di luaran sana.
Sampai sekarang juga kaya begitu, Helen membatin.
__ADS_1
Dari kejauhan, Virgo melihat Ella dan Helen yang berjalan ke arahnya dan Virgo. Ia mengarahkan kameranya pada kedua gadis itu lalu memotretnya. Virgo tersenyum melihat kameranya yang menampilkan foto Helen dan Helen yang tengah melangkah layaknya seorang model.
"Sayang.." panggil Ella dengan suara yang dibuat manja. Kini ia dan Virgo sudah saling berhadapan.
Ella langsung mengecup pipi Virgo dengan sedikit menjinjitkan kakinya agar bisa mencapai wajah prianya tersebut.
"Kamu cantik banget sih hari ini." Ujar Virgo sambil mengelus pipi Ella yang baru saja dikecupnya.
"Huh.. malah mesra-mesraan lo pada." Tukas Helen yang sedikit kesal sambil melirik Elvan yang berdiri tidak jauh darinya. Dia kan juga mau dimanja seperti itu oleh Elvan, sih Kulkas Rusak. Dasar suami gak peka.
"Buat gue iri aja." Rutuk Helen.
"Biarin, yang penting sayang." Sahut Ella sambil terkikik.
Virgo menggandeng Ella untuk duduk di atas bebatuan yang berada di pinggir kolam. Sementara Helen, terus memperhatikan Elvan dalam diam.
Apa harus gue yang selalu memulai pembicaraan?, lirihnya.
Ia merasa heran dengan diri Elvan yang suka berubah-ubah. Baru saja beberapa puluh menit yang lalu mereka bercengkrama layaknya orang yang sangat dekat. Namun, kini Elvan telah kembali pada dirinya yang sesungguhnya, kembali mendiaminya. Seakan-akan dirinya tidak ada di samping pria itu.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa dukungannya ya guys. thank you.