
Happy Readingđź’–
Keesokan harinya, kaki Helen sudah lebih baik dari sebelumnya. Ia sudah bisa berjalan tanpa topangan dari siapa pun. Helen juga sudah memberitahu Ella perihal kakinya mengapa bisa terkilir. Respon Ella benar-benar di luar ekspektasi. Helen kaget saat melihat Ella yang dengan beraninya merah kepada Elvan. Semalam, Ella menumpahkan seluruh amarahnya pada Elvan karena sudah menyebabkan kaki Helen terkilir. Walaupun tidak 100% itu kesalahan Elvan. Mengingat bagaimana marahnya Ella pada Elvan membuat Helen geleng-geleng. Helen takjub pada keberanian Ella. Ia saja belum pernah memarahi Elvan seperti itu apalagi melempar pria itu seperti yang dilakukan Ella semalam. Ya, Ella melempar Elvan dengan salep yang ia gunakan untuk membantu mengurangi bengkak kaki Helen hingga mengenai kepala pria itu.
Helen terkikik mengingat hal itu sembari menatap Elvan dan Virgo yang berjalan ke arahnya juga. Helen menatap lekat ke arah Elvan. Suaminya itu selalu saja tampan dengan pakaian jenis apapun. Helen menahan nafasnya saat jaraknya dengan Elvan sudah dekat. Kini pria itu berdiri di depannya.
Kaos berwarna putih juga celana pendek selutut membalut tubuh tegap Elvan. Dadanya yang bidang jelas terbentuk di balik kaos oblongnya. Yah.. Helen selalu menyukai pemandangan seperti itu.
"Gawat, otak gue jadi kotor." Rutuk Helen lalu menggelengkan kepalanya berulang kali. Wajahnya sudah memerah membayangkan dirinya menyentuh dada kokoh dan lengan itu lagi. Lagi? Ya, Helen sudah pernah merasakannya saat Elvan menggendongnya kemarin.
"Ayo, gue mau kita berenang dan menaiki semua wahana laut yang ada disini." Seru Ella dengan semangat.
"Ayo, gue juga mau." Sahut Helen tak kalah semangat.
"Ya udah ayo, kita jalan sekarang." Virgo memberikan kedua gadis itu berjalan di depan. Ia dan Elvan mengekori keduanya dari belakang. Kemana pun kedua gadis itu berjalan maka kesitu lah ia dan Elvan melangkah. Hingga akhirnya Helen dan Ella berhenti di pinggir pantai yang berombak sedang.
"Wah, gue gak sabar. Ayo La, kita langsung berenang aja." Ajak Helen sambil menarik-narik lengan Ella. Ella hanya bisa pasrah menerima tarikan Helen yang begitu kuat.
"Tunggu, gue beli ban pelampung dulu. Kalian jangan berenang sebelum gue datang." Tekan Elvan sambil menatap Helen lekat lalu pergi dari tempatnya bersama Virgo yang mengekor di belakangnya.
Sepeninggalan Elvan dan Virgo, Helen kembali menarik lengan Ella.
"Ayo La, kita berenang sekarang." Helen menguatkan tarikannya pada lengan Ella.
__ADS_1
"Jangan Helen, tadi Elvan suruh kita tunggu disini." Ucap Ella sebelum mendudukkan dirinya di atas pasir pantai.
"Iilih, kok lo malah dengerin Elvan sih. Lagian apa bedanya kalo berenang sekarang sama nanti? Sama-sama berenang juga. Udah lah, nanti juga mereka bakalan balik lagi terus berenang bareng kita." Jelas Helen sembari menghentakkan kakinya kesal.
"Ombaknya lumayan kuat. Nanti kita ke bawa ombak terus ke seret ke tengah laut. Lo mau?" Elvan mendongak menatap Helen yang berdiri di depannya.
"Nggak bakalan. Lo gak usah takut, kita berenangnya di pinggir aja." Ujar Helen mengusulkan.
Ella menggeleng.
"Jangan Helen. Nanti Virgo sama Elvan marah. Mendingan lo duduk di samping gue aja deh."
Helen bungkam sambil mengembungkan pipinya.
"Lo mau dimarahin Elvan? Enggakkan? Jadi mending kita disini aja dulu. Gue gak mau deh di bentak-bentak sama dia. Lo tau kan Elvan orangnya gimana?" Sambungnya.
"Ha? Apaan, enggak kok. Siapa juga yang takut, gue gak takut ya. Ya udah deh, kita berenang sekarang." Akhirnya Ella menyerah, ia berdiri lalu berjalan mendekati air pantai.
"Nah gitu dong dari tadi." Helen berlari ke arah pantai. Perkataan Elvan tadi sama sekali tidak diindahkan olehnya. Akhirnya beberapa menit ke depan, Helen dan Ella berenang berdua sambil sesekali tertawa lepas. Tanpa tau, beberapa meter dari mereka berenang Elvan berjalan cepat menghampiri mereka dengan wajah ketatnya.
"Kalian gak denger apa yang gue bilang tadi?!" Elvan melemparkan satu pelampung yang dibawanya kepada Helen, yang langsung di tangkap gadis itu walaupun sedikit kewalahan.
Melihat Elvan yang menatapnya jengah membuat Helen menyengir.
__ADS_1
"Datang juga lo, lama banget sih, jadi kita berdua berenang duluan."
Elvan mendelik mendengar penuturan Helen. Mengapa disini seolah-olah ia yang salah?
"Udah-udah! Gue gak mau liat aksi drama kalian kali ini. Buruan berenang, gue sama Ella, lo sama Helen." Virgo berujar kepada Elvan.
"Yee.. kita berenang ke tengah ya?" Pinta Helen semangat.
"Enggak." Tolak Elvan cepat.
Helen menatap Elvan sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iiih Elvan, kok enggak sih? Virgo aja setuju, iya kan Vir?" Virgo mengangguk pelan.
"Lo juga harus bilang iya dong." Sambungnya sambil menyiram wajah Elvan dengan air pantai yang asin.
"Nanti lo hanyut ke bawa ombak." Ujar Elvan sembari mendekati Helen lalu dengan gerakan cepat ia menyipratkan air ke wajah gadis itu. Persis seperti yang Helen lakukan barusan. Terjadilah aksi kejar-kejaran antara Elvan dan Helen selama beberapa menit. Hingga akhirnya, Virgo melerai mereka. Setelah itu mereka berempat berenang bersama dengan ban pelampung yang menjadi pegangan mereka.
Ella yang melihat kejadian itu tampak bungkam dan keheranan. Ia melihat Elvan tampak begitu peduli dengan Helen.
Tadi, Elvan hanya membeli dua ban pelampung sehingga ia berada di pelampung yang sama dengan Helen. Dan Virgo satu ban pelampung dengan Ella. Hari itu, mereka berempat menghabiskan waktu bersama hingga matahari terbenam. Mereka menikmati semua wahana air yang ada di tempat itu. Termasuk menyaksikan sunset yang begitu indah.
Mereka bahagia, tertawa bersama menikmati hari-hari mereka di pantai itu. Helen berharap jika boleh, ia ingin selalu seperti ini, selalu bahagia dan melihat tawa Elvan yang mampu menenangkan jiwanya. Sungguh, tiada hari yang lebih bahagia kecuali melihat tawa Elvan yang menggetarkan hatinya.
__ADS_1
Tbc
jangan lupa di like dan komen ya guys. Terima kasih.