My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 52


__ADS_3

Mobil yang dikemudi Virgo berbelok ke arah jalan yang lebih sempit dari sebelumnya. Helen yang sudah merasakan berat pada matanya samar-samar mendengar pertanyaan Ella.


"Ini masih jauh ya?" Tanya Ella.


"Iya, sekitar 2 jam lagi." Jawab Virgo sambil melirik Ella.


Helen yang sudah tidak tahan menahan kantuknya akhirnya tertidur pulas. Sementara Elvan tampak fokus pada tab di tangannya. Walaupun dalam perjalanan seperti ini, pria berbadan kekar itu masih saja sempat untuk mengontrol perusahaannya.


Elvan yang tadinya menunduk langsung menoleh ke kiri saat merasa ada beban yang menimpa bahunya.


Jalanan yang tidak rata membuat tubuh Helen memiring dan kepalanya yang langsung bertengger di bahu Elvan.


Dari duduk tegapnya, Elvan menatap puncak kepala Helen dan dari disitu ia bisa melihat bulu mata Helen yang lentik serta hidung kecil yang mancung milik gadis itu.


"Kenapa Bro, kagum?"


Elvan tersentak saat mendengar suara Virgo yang terkesan mengejeknya.


"Diem lo!" Sarkas Elvan.


Ella yang tengah asik melihat pemandangan di pinggir jalan menoleh ke belakang saat mendengar suara Elvan.


Ella tersenyum simpul melihat sahabatnya yang tertidur di bahu Elvan.


Elvan mendelik tajam pada dua orang di depannya membuat Ella kembali ke posisi semula dan Virgo terkekeh melihatnya.


Helen yang sudah jauh berkelana di alam mimpinya, menelusupkan tangannya pada lengan Elvan. Lagi-lagi Elvan tersentak merasakan sentuhan dari kulit Helen. Ingin rasanya ia mendorong tubuh gadis itu agar menjauh, namun saat melihat tidur Helen yang teramat sangat nyenyak membuat ia mengurungkan niatnya. Bukannya tak tega, namun biarlah kali ini ia mengalah pada gadis itu. Karena selama ini, tidak ada kata tega dalam dirinya untuk orang lain. Apalagi pada gadis yang telah membawanya masuk dalam masalah besar.


Dor..!


Suara ban mobil yang meledak terdengar nyaring bersamaan dengan suara pekikan Ella. Mobil yang mereka kendarai oleng karena pecahnya ban kiri di bagian belakang.


Helen tersentak dari tidurnya akan hal itu.


"OH MY GOD!" Teriak Virgo dan Ella, berbarengan saat kendaraan mereka akan menabrak sebuah pohon besar.

__ADS_1


Helen yang syok melihat keadaan di depannya refleks memeluk Elvan dari samping. Begitu pun dengan Elvan yang langsung mendekap tubuh Helen hingga akhirnya mobil itu berhenti setelah menabrak sebuah pohon.


Elvan mendesah lega saat melihat tidak ada yang terluka dari mereka, walaupun jok depan mobil mereka mengalami kerusakan yang terbilang cukup parah.


Virgo langsung keluar dari mobil lalu berlari untuk membukakan pintu disamping Ella.


"Kamu gak papa?" Tanyanya sambil mengecek kondisi tubuh Ella.


Ella menggeleng.


Virgo melirik Elvan yang juga tengah membantu Helen untuk keluar.


"Kalian ada yang luka?" Tanya Virgo saat menghentikan elusannya pada kening Ella.


"Gak ada. Virgo kening lo merah." Ujar Helen sambil menunjuk ke arah kening Virgo.


"Ah.. iya, gak parah kok, cuman kebentur stir aja sedikit." Jelas Virgo.


Elvan membawa Helen ke bawah pohon rimbun yang tidak jauh dari mobil mereka. Ia menyuruh Helen untuk duduk di bawah pohon itu terlebih dahulu selagi ia dan Virgo mengecek kendaraan mereka.


Elvan meninggalkan kedua gadis itu lalu menghampiri Virgo yang tengah berusaha menghidupkan mesin mobil itu.


Helen dan Ella hanya memperhatikan kedua pria itu dari tempat mereka duduk yang hanya beralaskan sepatu yang mereka kenakan tadi.


"Kita udah sampai dimana ya, La?" Tanya Helen sambil melihat sekelilingnya.


Ella yang tengah memperhatikan Virgo melirik ke arah Helen.


"Nggak tau, kan gue belum pernah kesini. Yang tau lokasi kita sekarang ini cuman Virgo." Jelas Ella.


"Sepi banget ya." Ujar Helen sambil memainkan daun kering di hadapannya.


Ella mengangguk.


"Namanya juga mau ke pantai, jalanan yang dilalui itu pasti sepi, serem lagi. Tapi kalau udah sampai ke lokasi tujuan, indahnya pemandangan mah gak ketulungan." Jelas Ella sedikit terkekeh.

__ADS_1


"Sok tau lo." Ucap Helen.


"Ya tau lah, orang Virgo kasih tau gue." Balas Ella cepat.


"Yee lo mah, gue kira lo tau banyak soal yang begituan." Kesal Helen sambil melempar Ella dengan daun di tangannya.


Ella tergelak.


"Tapi, kalau kita disini sampai malam gimana? Kan serem." Ella bergedik ngeri.


"Lo takut?" Tanya Helen meremehkan.


"Ya takut lah. Emangnya lo nggak?" Tanya Ella.


Helen tampak berpikir.


"Takut juga sih." Ucap Helen.


Ck!


"Gue kira lo pemberani ternyata sama aja sama gue." Ejek Ella sembari melempari Helen dengan daun kering. Sama persis seperti yang dilakukan Helen tadi.


Helen terkekeh sambil menyingkirkan daun hasil lemparan Ella dari atas kepalanya.


"Tapi, lo lebih penakut dari gue." Sangkal Helen.


"Enggak kok." Bantah Ella.


"Ngaku aja kali, segede gini aja lo masih minta temenin ke kamar mandi." Ledek Helen sambil tersenyum.


"Iih.. Lo mah buka kartu." Kesal Ella dengan ekspresi yang dibuat-buat.


Bersambung..


Jangan lupa dukungannya ya teman-teman. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2