My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 97


__ADS_3

Finlandia, Eropa.


Sudah dua hari Elvan menemani Alexa di rumah sakit. Malam ini, sesudah membersihkan dirinya di kamar hotel, Elvan kembali ke rumah sakit untuk menemui Alexa. Lebih tepatnya merawat wanita itu, karena beberapa hari ini dia lah yang membantu dan menuruti semua keinginan Alexa. Seperti saat ini, Alexa meminta Elvan untuk menyuapinya makan.


“Tangan aku pegel, suapin ya?” Alexa menatap Elvan penuh harap.


“Hmm.” Elvan berdehem singkat.


Alexa mengulum bibirnya, rasa kecewa kembali menyeruak di hatinya saat Elvan kembali bersikap cuek. Tapi tak apa, selagi pria itu masih perhatian padanya maka itu tidak masalah. Yang penting dirinya kini telah aman dan kembali bersama.


“Kamu udah makan?” Elvan mengangguk singkat.


“Kamu gak marah kan? Jangan panggil aku dengan kata ‘Lo’ lagi ya. Rasanya aneh setiap kali aku denger itu. Jangan kayak gitu lagi ya?” pinta Alexa sembari menyentuh tangan Elvan yang sedang menyodorkan makanan.


“Iya.” Sepertinya sampai kapan pun Elvan benar-benar tidak bisa menyakiti perasaan Alexa. Hati wanita itu terlalu mulus untuk ia sakiti. Ck!

__ADS_1


“Urusan bisnis kamu udah selesai?”


“Udah.”


“Jadi, kamu bakalan pulang ke Indonesia?” sorot mata Alexa tampak menatap penuh harap.


“Hmm.” Jawab Elvan singkat membuat Alexa terdiam cukup lama. Tatapannya tampak gelisah.


“Makan.” Elvan kembali mengulurkan suapan demi suapan yang diterima Alexa dengan senang hati.


Elvan diam seribu Bahasa. Kata maaf itu akhirnya ia dengar dari Alexa.


Jangan Lexa, jangan menangis dihadapanku, aku tidak akan tega.


“Ma-maaf, maaf karena aku udah pergi selama ini. Aku nyesel udah ninggalin kamu malam itu, seandainya aku gak pergi waktu itu mungkin semuanya akan baik-baik aja. Kamu, aku, kita pasti udah hidup bahagia, hiks… maaf.” Alexa menunduk menahan tangisnya yang mulai terisak.

__ADS_1


Elvan yang melihat itu merasa sakit di hatinya. Alexanya telah kembali, wanita yang ia tunggu-tunggu selama satu tahun lebih telah kembali dalam jangkauannya. Wanita yang ia cintai kini sedang menangis dihadapannya. Tapi mengapa… mengapa semuanya terasa sulit. Jika dulu Elvan sangat menantikan hari ini tiba, maka sekarang berbeda. Entah kemana rasa itu perginya, Elvan merasa sangat berdosa dengan dirinya sendiri. Tidak dapat dipungkiri, jauh di lubuk hatinya, ia masih menyimpan nama Alexa. Rasa itu, ketika melihat wanita yang kini menangis, Elvan kembali lemah dan ingin terus melindungi wanitanya. Tapi…


Alexa terisak pilu dihadapannya. Melihat itu, Elvan langsung membawa tubuh Alexa ke dalam pelukannya lalu menepuk-nepuk pelan punggung wanita itu.


“Alexa!” suara tegas yang terdengar tajam itu menghentikan sentuhan Elvan di punggung Alexa.


Di dalam dekapan Elvan, Alexa tersentak kaku dengan mata yang membulat sempurna. Ia kenal suara itu. Suara yang kini memanggilnya dengan penuh kekhawatiran dan tegas. Suara yang selalu membentaknya dengan keras, yang selalu membuatnya merasa takut setiap detiknya. Rasa takut mulai menghinggapi dirinya ketika langkah demi langkah terdengar semakin dekat menghampirinya.


“Elvan tolong bawa aku bersamamu.” Bisiknya pelan di dalam pelukan Elvan.


Seorang pria berbalut jas hitam datang ke ruang inap Alexa dan menerobos masuk, memberontak para bodyguard yang menjaga di depan pintu. Rio ikut masuk menyusul pria itu. Elvan mengurai pelukannya lalu menatap pria asing yang kini berdiri di ambang pintu. Ia menatap datar pria itu yang kini balik menatapnya dengan tajam.


Bersambung..


Wahh kira-kira pria itu siapa nya Alexa yaaa?? Penasaran?? Jangan lupa ya di like dan komen ya.

__ADS_1


Terima kasih🙏


__ADS_2