My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 76


__ADS_3

“Jam berapa sih ini?” Helen berusaha mengumpulkan kesadarannya sambil mengucek matanya lalu menoleh ke arah dinding. Setelah itu, dengan hati-hati ia menyingkirkan lengan Elvan dari atas perutnya.


“Ganteng banget sih kamu.” Helen mendudukkan dirinya di samping Elvan yang kini telah menelusupkan kepalanya di samping paha Helen.


Dengan tangan yang bergerak menyapu pelan puncak kepala Elvan, Helen memperhatikan wajah suaminya yang kini sedang terlelap dengan damai.


“Kemana perginya wajah angkuh kamu itu kalo lagi tidur gini? Kamu ganteng banget, suami siapa sih ini? Hoho jelas suami aku lah.” Cerocos Helen berbicara pada dirinya sendiri.


Mumpung Kulkas Rusak ini lagi tidur boleh lah gue ngambil kesempatan, Helen bersorak dalam hati.


“Diapain ya enaknya?” ujar Helen sembari berpikir. Sesaat kemudian ia menggleng disertai semburat merah yang hinggap dipipinya.


“Otak gue mulai rusak.”


“Eemm gue *****-***** aja kali ya? Ah, enggak deh. Bisa mati gue kalau ketahuan.”


“Tapikan… sayang banget kalau kesempatan kayak gini dilewatin. Udeh deh gapapa, suami sendiri juga. Udah halal lahir dan batin.”

__ADS_1


“Pinter juga ya gue haha.” Helen terkikik geli dengan tingkahnya sembari kembali mengelus puncak kepala Elvan yang tadi sempat terhenti.


“Maaf ya suami.” Dengan perlahan Helen menunduk dan mendekatkan wajahnya pada wajah Elvan.


Cup


Satu kecupan mendarat di dahi Elvan. Dengan sangat berhati-hati Helen mengangkat kepalanya agar tidak mengusik suaminya itu.


“Masih aman.” Ujarnya pelan.


Cup


“Boleh gak ya?” tanya Helen pelan pada dirinya sendiri.


“Masih merem kok. Berarti boleh.” Bisik Helen sambal memperhatikan mata Elvan yang masih tertutup rapat.


“Bismillahirrohmanirrahim.” Heleb berucap sebelum menunduk dan melihat bibir Elvan yang tertutup rapat.

__ADS_1


Wajahnya semakin dekat dengan wajah Elvan. Saat jarak mereka sekitar lima centimeter lagi, Helen mulai memejamkan matanya. Hingga hal yang ia ingin akhirnya terjadi.


Bibirnya telah mendarat di atas bibir Elvan. Tidak ada reaksi yang terjadi pada Elvan yang kini telah berada di bawah tubuh Helen.


Helen membuka matanya lalu melihat wajah Elvan yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Dengan bibir yang masih menempel Helen kembali menutup matanya, seolah ingin menikmati apa yang tengah terjadi. Tidak ada ***** dalam dirinya. Hanya perasaan saying dan cinta yang membuncang, yang berusaha ia salurkan lewat ciuman ini. Helen benar-benar telah hanyut pada pesona suaminya.


“Hmmm”


Helen membuka matanya melotot. Hal yang tak terduga telah terjadi. Di bawahnya, Elvan telah sadar dan telah membuka matanya yang setajam elang. Pria itu terpaku. Di saat keterjutannya, pikiran Helen mendadak blong. Dirinya tidak tau harus bereaksi seperti apa. Mata tajam Elvan membuat nyalinya seketika menciut. Kemana keberaniannya beberapa menit yang lalu yang dengan beraninya mencuri ciuman Elvan?.


Tersadar akan posisinya, Helen langsung menjauhkan wajahnya dari Elvan. Tepatnya, menjauhkan bibir mereka yang tadinya saling bersentuhan.


TBC


Maaf ya teman-teman, untuk hari ini dan hari selanjutnya kalau Author hanya sekali Up + Up nya di malam hari saja karena Author sudah mulai masuk kuliah apalagi senin besok Author sudah mulai magang di sekolah.


Sekali lagi maaf ya teman-teman, dan jangan lupa dukungannya ya untuk Author. Terima kasih💖

__ADS_1


__ADS_2