
Happy Readingđź’–
Sesampainya di ruangan CEO, Elvan segera mendudukkan dirinya pada kursi kebesarannya.
Virgo yang sedari tadi mengikuti langkah Elvan, kini telah menghentikan langkahnya dan berdiri tepat di depan meja kerja Elvan. Setelah itu ia mulai membacakan jadwal kerja Elvan hari ini.
"Hari ini, Pak ada meeting dengan Jonathan cooperation jam 1 nanti." Jelas Virgo.
Elvan mengangguk mengerti lalu membuka lembaran-lembaran berkas yang harus segera ia tandatangani.
Selanjutnya, Virgo kembali membacakan jadwal Elvan hari ini hingga nanti ia harus menghadiri pertemuan dengan salah satu CEO yang baru terjun ke dunia kerja yang sama sepertinya.
Elvan mengangguk beberapa kali mendengar penuturan dan penjelasan Virgo tentang jadwalnya hari ini. Virgo sangat bisa diandalkan, tapi jika pria itu sedang dalam mode sekretaris nya, seperti saat ini. Ingat! Seperti saat ini. Bahkan Elvan sangat berharap Virgo tidak membuat ulah dengannya di kantor ini.
"Heh, kenapa lo? Senyum-senyum gak jelas."
Elvan langsung mengangkat wajahnya dari lembaran berkas di depannya saat mendengar perkataan Virgo barusan.
"Sejak kapan lo disitu?" Tanya Elvan balik. Bagaimana bisa ia tidak mengetahui keberadaan Elvan di ruangannya?.
"Dari tadi kali. Gue gak ada keluar dari tadi." Jadi, Virgo sama sekali tidak keluar dari ruangan Elvan setelah membacakan jadwal pria itu dan itu sekitar dua jam yang lalu.
__ADS_1
Elvan mendelik tajam. Tidak seharusnya Virgo yang seorang sekretaris malah duduk anteng di ruangannya dan ia yang seorang atasan selalu tampak sibuk.
"Jadi dari tadi lo disini dan ngeliatin gue kerja?!" Tekan Elvan sambil mengacak rambutnya.
"Ya gitu deh. Capek gue kerja mulu, sesekali gue mau rehat di ruangan lo yang nyaman ini." Balas Virgo dengan santainya. Kini ia sedang dalam mode sahabatnya Elvan, Ck!. Selanjutnya ia merebahkan dirinya di atas sofa hitam yang ada di ruangan Elvan dan mengabaikan tatapan marah sahabatnya itu.
"Pulang aja kalo lo mau istirahat." Tekan Elvan.
"Beneran?"
"Tapi jangan datang lagi kesini selama-lamanya." Tambah Elvan lalu berdiri dan menghampiri Virgo.
"Bangun."
"Apaan? Gue mau rehat dulu." Tolak Virgo cepat.
"Rehat rehat! Gue rehatin juga nyawa lo ntar. Gue bilang keluar ya keluar!" Elvan menatap Virgo dengan tajam.
"Parah banget sih lo bos. Semenit doang kok." Ucap Virgo lalu memejamkan matanya.
"Virgo! Bangun gak lo. Gue tunjangan juga lo ya." Ancam Elvan.
__ADS_1
"Iya iya! Pelit amat."
"Mata lo pelit. Kalau kerja ya kerja aja. Bisa-bisanya lo duduk santai angkat-angkat kaki liatin gue kerja. Lo pikir ini di pantai jadi seenak-enaknya bisa santai-santai. Yang bos disini lo apa gue?" Tegas Elvan lalu melempar wajah Virgo dengan bantal sofa.
"Iya, lo bosnya. Tapi gue kesayangan bos disini jadi fine-fine aja kalau gue nyantai-nyantai." Jawab Virgo kelewat santai membuat Elvan geram.
"Gue patahin juga leher lo. Keluar!" Tekan Elvan.
"Santai, Bos. Ini juga mau keluar, waktu istirahat gue udah cukup. Udah seger gue hoaam." Virgo menguap lebar sambil berjalan dengan santai melewati Elvan yang masih menatapnya tajam.
Sepeninggalan Virgo, Elvan kembali melanjutkan tugasnya. Namun, tidak sampai sepuluh menit ia kembali meletakkan pulpen nya dengan kasar. Elvan sudah tidak bisa fokus pada berkas-berkas dihadapannya ini. Dan itu karena Helen. Bayangan gadis itu berulang kali muncul dalam pikirannya. Apalagi mengingat kejadian tadi pagi.
"Gue gila." Tukas Elvan lalu menyandarkan punggungnya pada pada sandaran kursi.
"Awas aja lo Toa, berani-beraninya lo cium gue. Liat aja nanti malam, bakalan habis lo gue buat." Tekan Elvan sambil menyeringai nakal.
Beberapa menit yang lalu dirinya telah ke pergok oleh Virgo sedang senyum-senyum sendiri. Dan bisa-bisanya ia tidak menyadari Virgo di ruangan ini. Saat itu, entah apa yang dipikirkan Elvan. Yang pasti dirinya merasakan sesuatu yang aneh saat mengingat kejadian tadi pagi. Berulang kali Elvan menepis perasaan senang sekaligus aneh tersebut. Namun, hal itu tak kunjung berhasil. Yang ada, ia malah semakin mengingat wajah Helen yang berada di atas wajahnya, ia semakin ingat bagaimana tatapan kaget disertai wajah takut Helen dan hal itu terlihat manis di mata Elvan.
Sebenarnya gue kenapa?
TBC
__ADS_1