My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 46


__ADS_3

Happy Readingđź’–


Di dalam ruangan kerja Elvan terdapat ruangan kecil yang sudah disediakan satu kasur. Jadi, selama disana Mommynya bisa tidur di ruangan tersebut.


"Gak usah, Mommy sendiri aja, kamu temenin Elvan aja ya kayanya dia lagi bete tuh." Ujar Miranda lembut dengan matanya mengisyaratkan ke arah Elvan.


Helen tersenyum cerah menatap Miranda yang berlalu meninggalkan mereka.


"Apa liat-liat?" Bentak Elvan tajam lalu berjalan menuju kamar.


"Rasain lo." Helen geleng-geleng sambil mengikuti langkah Elvan.


Sesampainya di kamar, Helen melihat Elvan yang memasuki kamar mandi. Ia sendiri memutuskan untuk duduk di pinggir kasur menunggu Elvan keluar dari sana. Helen memasuki kamar mandi setelah melihat Elvan keluar.


Helen keluar kamar mandi dan mendapati Elvan yang sedang bersandar pada kepala ranjang sambil memainkan ponselnya.


Elvan belum menyadari kehadirannya yang berdiri di dekat ranjang hingga saat ia menaiki ranjang dan membuat gerakan pada ranjang sehingga meregut ketenangan pria itu.


"Ngapain lo disini?" Tanya Elvan tanpa mengalihkan tatapannya pada layar ponsel.


"Tidur lah, gimana sih. Masa iya gue mau senam." Jawab Helen dengan nada sindir.


"Ya udah, senam aja. Tapi jangan di atas sini, nih di kamar mandi." Sinis Elvan yang kini telah menatap Helen.


"Tapi lo juga ya, masa iya gue senam sendiri, kan gak enak, gak seru." Ucap Helen.

__ADS_1


Elvan berdecak.


"Gila lo ya?!" Timpal Elvan.


"Lo yang gila." Bantah Helen.


"Lo!"


"Lo"


"Lo!"


"Looo!"


"Selagi ada Mommy, lo boleh tidur di kamar ini." Ujar Elvan lalu mengubah posisinya membelakangi Helen yang juga sudah berbaring di sampingnya.


"Gak. Kalau pun Mommy pulang, gue akan tetap tidur disini." Bantah Helen.


"Gak ada penolakan." Titah Elvan penekanan.


Helen memutar bola matanya kesal. Elvan memang suami yang kejam, membuat Helen harus ekstra sabar untuk meluluhkannya.


Beberapa menit berlalu, Helen mengucek matanya yang susah untuk dipejamkan. Ia melirik ke arah Elvan yang tidur disampingnya.


"Makasih ya." Ucapnya pelan.

__ADS_1


Elvan yang belum tidur, menyerngit bingung mendengar penuturan Helen.


"Buat?" Tanyanya penasaran.


Elvan tidak pernah seperti ini sebelumnya. Rasanya hari ini ia sudah terlalu banyak menanggapi perkataan Helen dan ia benci hal itu.


"Makasih karna lo mau makan masakan gue, walaupun gue tau lo ngelakuin itu karna terpaksa, karna ada Mommy." Jelas Helen.


Elvan terdiam mendengar penuturan Helen. Ternyata gadis itu tau kalau ia terpaksa melakukannya walaupun tidak seratus persen.


"Gue tetap seneng walaupun lo ngelakuin itu karna terpaksa, itu artinya lo masih ngehargain kehadiran Mommy, walaupun lo nggak ngehargain gue. Tapi jangan sama Mommy, jangan tunjukin kalau lo itu benci sama gue, jangan buat Mommy kecewa sama ke tidak harmonisan hubungan kita." Ujar Helen lirih.


Ia menahan air matanya agar tidak mengalir. Helen menerawang jauh menatap langit-langit kamar.


"Gue emang selalu ngehargain Mommy dan gue gak akan pernah ngecewain orang yang gue sayang." Ujar Elvan pasti.


Termasuk Alexa, sambungnya.


Ia dapat mendengar helaan nafas berat dari gadis di sampingnya itu.


"Lo sayang gak sama gue?" Tanya Helen tepat sasaran.


***Bersambung..


Jangan lupa dukungannya ya teman-teman. Terima kasih***.

__ADS_1


__ADS_2