
Di ruang tamu, Alexa semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Elvan, tidak sedikit pun memberi kesempatan untuk pria itu menjauh darinya. Bahkan, dorongan Elvan yang sangat kuat ia abaikan walaupun bahu dan tubuhnya sudah terasa sakit. Tapi namanya juga wanita tidak lama kemudian Elvan berhasil menjauhkan tubuh Alexa dari atas tubuhnya.
“Alexa, tolong jangan seperti ini, Helen bisa salah paham jika melihatmu memelukku. Jangan bertindak murahan Alexa. Kemana harga dirimu yang tinggi dulu? Kenapa kamu memfitnahku? Aku sangat sadar dan yakin, kalau aku tidak pernah menyentuhmu. Tolong, jangan buat hubunganku dan Helen hancur.” Elvan mendekati Alexa yang terduduk di atas lantau. Wanita itu memegangi kepalanya yang terasa sakit karena membentur lengan sofa akibat dorongan Elvan tadi.
“Aku tidak murahan, Elvan. Aku hanya mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikku. Hanya aku satu-satunya wanita yang tulus mencintaimu. Jangan mengklaim ku dengan kata-kata kotor itu.” Ucap Alexa tidak terima jika dirinya dikatai wanita murahan.
Elvan tidak habis pikir dengan Wanita Ajaib didepannya ini. Bagaimana bisa ia menantikan kepulangan wanita gila ini dan malah menyakiti hati istrinya. Elvan menggeleng pelan merutuki kebodohannya.
“Kamu masih mencintaiku kan? Kalau tidak mengapa kamu menjemputku? Seharusnya biarkan saja aku bersama pria kejam itu kalau akhirnya kamu juga memperlakukanku seperti ini. Aku kecewa denganmu. Kamu satu-satunya harapanku, Elvan. Aku mencintaimu, aku hanya ingin…” Alexa tidak dapat melanjutkan perkataannya, hatinya sakit mendapat perlakuan dan penolakan Elvan.
“Aku hanya ingin bahagia sekali saja dan itu harus denganmu.” Sambungnya. Tangisannya pecah saat itu juga.
Sejahat apa pun dia, sekasar apapun tutur katanya, Alexa tetaplah wanita yang membutuhkan kasih sayang. Ia hanya ingin perhatian dan cinta Elvan tertuju padanya, bukan untuk Helen ataupun yang lainnya.
“Tapi aku sudah menikah.” Elvan berujar pelan, menatap Alexa yang masih terisak pelan. Tangannya kemudian terulur untuk membelai punggung wanita itu.
“Lalu kenapa kamu menjemputku? Kenapa kamu mencariku? Kenapa kamu mau saat aku memintamu untuk membawaku bersamamu? Kenapa Elvan?” tanya Alexa beruntun. Ia butuh penjelasan pria itu.
Elvan mengusap wajahnya kasar. Alexa benar. Mengapa ia melakukan semua itu? Untuk apa ia melakukannya?
__ADS_1
“Maaf semua ini salahku. Aku pikir aku masih menginginkanmu. Aku bingung, Lexa.” Lirih Elvan pelan.
“Aku bingung dengan perasaanku. Aku merindukanmu, aku sangat ingin bertemu denganmu, aku juga ingin penjelasanmu yang pergi meninggalkanku. Alexa, Helen istri sah ku. Sekarang aku mulai nyaman dengannya. Aku mulai takut kehilangannya. A-aku sudah sering menyakiti perasaannya dan aku ingin menebus kesalahku itu. Alexa, tolong mengerti lah.” Elvan menunduk dalam. Emosinya sedang kacau saat ini.
Alexa yang mendengar pengakuan Elvan kembali mengangkat kepalanya, menatap lekat wajah pria yang ia cintai. Alexa menggeleng pelan. Tidak!
“Aku gak akan biarin kamu menebus kesalahanmu Elvan. Aku gak akan tinggal diam melihat hubungan kalian. Dan soal kepergianmu Elvan. Aku gak akan tinggal diam melihat hubungan kalian. Dan soal kepergianku, seharusnya kamu sudah tau jawabannya. Saat itu aku butuh uang dan kamu sedang bangkrut lalu Harvey datang dan menawarkan semua kemewahan kepadaku. Maaf, aku tau aku salah. Bagaimana kalau kita mulai semuanya dari awal? Kita perbaiki hubungan ini lalu kita akan hidup bahagia.”
Elvan mendengus. Tentu ia tidak akan mau.
"Kamu pikir aku mau? Jangan membawaku ke lingkaran hitam itu lagi Lexa. Sepertinya kamu benar-benar ingin menghancurkan hubungan kami ya." Ujar Elvan tajam.
"Iya! Tujuanku emang untuk menghancurkan hubungan kalian. Lebih tepatnya menghancurkan wanita sok berkuasa itu karena sudah berani ngerebut kamu dari aku." Balas Alexa sambil menatap Elvan lekat.
"Berani-beraninya kamu! Sampai kapan pun rencana kamu itu gak akan berhasil. Aku gak akan ngebiarin kamu hidup bebas setelah ini!" Ancam Elvan.
"Akkhhh!!" Pekik Alexa saat Elvan membenturkan kepalanya ke meja kaca yang ada di sampingnya. Dalam sekejap darah langsung merambat di pelipis wanita itu hingga ke tepi telinganya.
"ALEXA!!" Teriakan Ella terdengar dari arah pintu. Gadis itu tampak terkejut melihat apa yang terjadi barusan. Di sampingnya, Virgo berdiri dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana. Ternyata pria itu tidak datang seorang diri, melainkan bersama Ella, kekasihnya.
__ADS_1
Ella langsung berjalan cepat menghampiri Alexa, sebelum itu ia mendorong tubuh Elvan yang berdiri di depan Alexa.
"Ya ampun, Lexa. Kamu berdarah." Dengan khawatir Ella menyingkirkan helaian rambut Alexa yang hampir terkena rembesan darah.
"Tega lo ya, gue gak nyangka lo bisa setega ini sama Alexa." Sinis Ella sambil menatap Elvan tajam. Tanpa menunggu balasan Elvan, Ella membantu tubuh Alexa bangkit dan kembali duduk di atas sofa.
"Bawa wanita ini pergi dari rumah ini." Tukas Elvan tak kalah sinis dari Ella.
Dengan dahi yang mengernyit, Ella menatap Elvan dengan bingung. Mengapa sahabatnya ini sangat berubah dari hari-hari sebelumnya? Bukannya dia yang membawa Alexa kemari? Lalu kenapa sekarang ia ingin wanita itu pergi dari rumahnya? Virgo yakin, pasti sesuatu yang besar dan mengerikan telah terjadi di rumah ini.
"Lo kenapa sih? Kenapa lo jadi kaya gini? Bukannya kepulangan Alexa sangat lo nanti-nantikan? Kenapa lo malah jadi cowok kasar dan gak berperasaan kayak gini?" Tanya Ella marah lalu membersihkan darah yang mengalir di pelipis Alexa.
"Dia udah fitnah gue dan buat Helen jadi marah sampai akhirnya Helen ngusir gue dari rumah ini." Balas Elvan. Tatapan mengintimidasinya menatap Alexa tajam.
"Enggak! Aku gak ada fitnah kamu." Bantah Alexa.
"La, kamu percayakan sama aku kalau aku gak mungkin kaya gitu?" Alexa menatap Ella dengan kesedihannya.
Ella mengangguk membalas ucapan Alexa lalu membawa tubuh sahabatnya itu ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Bersambung..
Maaf ya teman-teman baru bisa lanjut karena baru bisa. Jangan lupa dukungannya ya. Terima kasih🙏