
Elvan dan orang tuanya hanya memperhatikan dua wanita yang sedang beristeru itu. Elvan menatap gadis yang berdiri membelakanginya dengan sebelah alis yang terangkat. Dilihatnya penampilan gadis itu dari atas hingga bawah. Tatapan tak suka langsung terpancar dari kedua matanya.
“Sana masuk! Selesai itu langsung kemari, kita makan malam bersama dengan tamu Mama. Yang cepat mandinya.” Perintah Sandra. Helen langsung melangkahkan kaki menuju kamar sambir menggerutu.
“Sial! Sial! Sial!” gerutunya dengan suara yang keras. Ia membanting pintu kamarnya kuat membuat semua orang yang berada di meja makan tergelonjak kaget.
“Helen!!” teriak Sandra pada anak semata wayangnya itu.
“APA LAGI SIH MA!” teriak Helen tak kalah keras.
Frans geleng kepala melihat tingkah istri dan anaknya.
Dasar anak sama Mama sama saja, batinnya.
Satu jam yang lalu.
Setelah Helen mendapat telpon dari Mamanya. Ia langsung berpamitan pulang kepada Ella dan orang tua sahabatnya itu. Saat diperjalanan, tiba-tiba saja ia merasa ada yang aneh dengan mobilnya sehingga ia berhenti dipinggir jalan. Setelah dilihatnya, ternyata ban mobil bagian depannya kempes. Helen yang merasa bingung mencoba menghubungi orang bengkel agar segera memperbaiki ban mobilnya.
Helen berdiri didepan mobilnya sambil menunggu kedatangan orang yang akan memperbaiki ban mobilnya. Di saat ia tengah kesal, tiba-tiba saja sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan sedang membuat air yang tergenang didekat mobilnya terciprat dan mengenai pakaiannya. Helen berteriak memaki sih pengemudi mobil tersebut.
__ADS_1
“WOY!” teriak Helen.
“BERHENTI LO BREN*SEK!” teriak Helen lagi semakin keras. Rasa kesal semakin menyeruak di dalam dirinya.
Mobil mewah berwarna hitam yang diteriaki Helen berhenti begitu saja. Suasana jalanan tempat ban mobil Helen bocor memang sunyi, sehingga mobil hitam yang entah siapa pengemudinya itu bisa mundur secara perlahan dan berhenti diseberang mobil Helen.
“Turun lo!” perintah Helen. Ia sangat kesal saat pemilik mobil hitam itu hanya menurunkan kaca jendelanya, tidak ada niat sedikit pun untuk keluar dari mobilnya dan meminta maaf pada Helen. Helen menyeberangi jalan menghampiri mobil hitam didepannya. Ia langsung memukul kaca depan mobil hitam itu dan berteriak.
“Turun lo!” suruhnya lagi. Pria didalam mobil itu jengah melihat tingkah Helen yang bar-bar. Akhirya ia keluar dan berdiri dihadapan Helen.
“Kenapa lo?” tanyanya cuek.
“Liat pakaian gue jadi kotor gara-gara lo!” ucap Helen keras sambil memperlihatkan pakaiannya yang kotor.
“Terus?” tanya pria itu seolah tak bersalah sedikit pun. Helen menggertakan giginya menatap tajam pria didepannya.
“Ya, y-ya setidaknya lo harus minta maaf, bo*oh!” bentak Helen lagi.
“Lo ini cewek jenis apa sih? Suka sekali berteriak.” Pria itu mengusap telinganya yang terasa panas.
__ADS_1
“Bukan urusan lo.” Sergah Helen.
“Udah lah, gue gak punya waktu untuk berurusan sama lo. Lo urusi aja pakaian lo itu dan ini kartu nama gue. Kalau lo mau ganti rugi hubungi aja gue.” Ucap pria itu sambil menerahkan sebuah kartu.
“Heh! Gua gak butuh kartu nama lo. Gue cuma mau lo minta maaf. Apa susahnya coba?!” ucap Helen tak habis piker menatap pria didepannya.
“Lo berisik banget sih!” pria itu menarik tangan Helen dan meletakkan kartu namanya ditelapak tangan Helen dengan keras. Setelah itu ia kembali memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan Helen yang terlihat menahan amarahnya.
“DASAR PRIA ARROGANT”, jangan sampai gue nemu jodoh kayak lo!” teriak Helen sambil menendang batu kecil didepannya.
Helen Kembali menyeberangi jalan menuju mobilnya. Hari sudah gelap, hembusan angin malam membuat tubuhnya kedinginan sehingga ia memutuskan untuk menunggu di dalam mobil. Sekitar lima menit kemudian, Helen merasa penasaran siapa pria tadi dan ia langsung mengambil kartu yang tadi dilemparnya asal ke jok disebelahnya.
“Daniel Mahendra.” Ucap Helen sambil mangut-mangut.
~BERSAMBUNG~
JANGAN LUPA DI LIKE DAN KOMEN YA TEMAN-TEMAN.
TERIMA KASIH
__ADS_1