My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 17


__ADS_3

Happy Reading Guyyss!!


Ella menatap kesal ponselnya yang berada di atas meja. Waktu makan siang sudah masuk sepuluh menit yang lalu. Namun, Ella masih belum beranjak dari kursinya.


"Kenapa lo?" Suara Helen mengalihkan pandangannya.


"Ini nih, sih Virgo. Katanya mau ngajakin gue makan di luar, tapi sampai sekarang masih belum kasih kabar." Ella memanyunkan bibirnya.


"Dia lupa kali, mending lo telpon aja deh dari pada lo kelamaan nunggu." Helen memberi solusi.


"What? Yang benar aja lo! Masa iya gue duluan yang nelpon, kan gue malu. Mau ditaro dimana wajah cantik gue ini. Nanti dia pikir gue terlalu berharap lagi." Protes Ella tidak setuju dengan solusi Helen.


"Lo mah gitu, gengsinya kebangetan." Helen berujar sambil membereskan lembaran-lembaran kertas yang berserakan diatas mejanya.


Ella bungkam, tidak membantah perkataan Helen. Helen yang melihat Ella tidak menjawab melanjutkan ucapannya.


"Kalau gue jadi lo ya, gue bakalan telpon tuh sih Virgo. Lagi pula gak ada salahnya kalau sesama teman, lagian lo mau kan jadian sama Virgo? Masa gitu doang lo gak berani." Tambah Helen semakin memanas-manasi Ella.


"Iiihh lo mah gak ngerti perasaan gue." Ella memasang tampang sedih.

__ADS_1


"Udah deh, mending lo ikut sama gue aja. Kita makan di kantin dari pada disini terus nungguin yang gak pasti." Helen menarik pergelangan tangan Ella agar berdiri dari duduknya.


Ella hanya pasrah dengan perlakuan Helen yang terus menarik pergelangan tangannya.


"Kita duduk disana aja ya." Tanya Helen sambil terus berjalan menuju sudut ruangan yang menghadap ke belakang gedung. Disini mereka dapat melihat gedung-gedung pencakar langit yang berada tidak jauh dari gedung yang mereka tempati sekarang. Baru saja teman sejoli itu untuk di kursi kantin, suara pekikan Ella membuat puluhan pasang mata menatap mereka heran.


"Hehe.. sorry sorry." Ella sedikit membungkukkan badannya sembari meminta maaf pada penghuni kantin atas tindakannya itu.


"Lo kenapa lagi sih?" Tanya Helen sambil menghidupkan ponselnya yang mati.


"Virgo, dia telpon gue!" Jawab Ella girang. Helen tersenyum maklum melihat kelakuan sahabatnya yang sedang jatuh cinta.


"Lo lama banget sih, gua dari tadi nungguin telpon dari lo tau gak." Ella langsung meluapkan kekesalannya setelah mendengar suara Virgo. Ia terlihat sedang mendengarkan penjelasan pria itu di seberang sana.


"......."


"Iya deh, iya. Ntar gue bilangin sama Helen supaya dia mau." Ella melirik Helen sambil tersenyum manis. Helen yang mendengar namanya disebut mengalihkan pandangannya dari ponsel yang sedang dimainkannya, tapi setelah itu ia kembali menatap benda pipih itu lagi.


"Tunggu gue ya, bye." Ella merasa hatinya berbunga-bunga saat ini. Semua rasa kesal yang tadi hinggap di hatinya menguap entah kemana. Ia menyentuh dadanya yang terasa berdetak tidak karuan.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat sekarang. Virgo bilang, dia udah hampir sampai di restaurant yang ada di dekat perusahaan tempat dia kerja." Ella tersenyum bahagia menatap Helen yang bengong.


"Helen, lo dengerin gue kan?" Tanya Ella sembari mengibas-ngibarkan tangannya di depan wajah Helen.


"Hah apaan, La?" Tanya Helen balik. Ia memasang wajah menyesal telah mengabaikan sahabatnya itu.


"Virgo juga ngajak lo buat pergi sama kita, katanya biar lebih asik gitu." Ucap Ella.


"Kok gue ikut sih? Enggak deh, kalian aja. Nanti kalian jadi ke ganggu kalau ada gue." Tolak Helen halus.


"Gak bakalan. Lagian kalau ada lo, gue jadi gak kaku-kaku amat kalau ketemu Virgo." Ucap Ella.


Helen terdiam beberapa saat setelahnya.


"Lo kenapa sih ngelamun terus? Emangnya lo habis liat apaan?" Tanya Ella sambil mengulurkan tangannya ingin mengambil ponsel Helen. Namun, Helen langsung menjauhkan ponselnya dari jangkauan tangan Ella.


"Enggak. Gak ada apa-apa. Ya udah deh gue ikut." Helen langsung beranjak dari kursinya menghindari pertanyaan Ella yang akan membuatnya sulit untuk menjawab.


Ella yang sedang bahagia mengabaikan gelagat Helen yang menurutnya sedikit aneh. Ia menyusul Helen yang sudah berjalan di depannya.

__ADS_1


~BERSAMBUNG~


Terima kasih yang sudah memberikan like dan komen nya teman-teman.


__ADS_2