My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 48


__ADS_3

Sudah sekitar 6 hari Miranda tinggal di apartemen Elvan dan Helen. Hari ini, ia akan pulang ke rumahnya dijemput oleh suami tercinta, Bima.


Saat ini mereka semua, yakni Elvan, Helen, Miranda dan Bima sudah berkumpul di lobby apartemen. Bima kembali dari luar kota beberapa jam yang lalu dan langsung menjemput istrinya untuk pulang.


"Kapan-kapan kesini lagi ya Mom, Dad." Helen mencium punggung tangan Miranda dan Bima bergantian.


Bima mengangguk mengiyakan.


"Iya sayang, kamu juga datang dong ke rumah Mommy, ajakin nih suami kamu." Ujar Miranda sambil melirik Elvan yang berdiri di samping Helen.


"Susah dia nya, Mom." Timpal Elvan pelan.


"Gue denger." Elvan menatap kesal dua wanita di dekatnya yang selalu saja menyudutkan dirinya.


"Sengaja." Tekan Helen dengan sedikit melirik Elvan.


"Udah-Udah, kalian ini dimana-mana taunya berdebat aja. Baru juga Daddy beberapa jam ketemu kalian, tapi udah mau meledak liat kalian kayak gini, selalu aja ada yang di jadiin bahan perdebatan." Sanggah Bima menyurahkan rasa tengahnya melihat tingkah menantu dan putranya.


"Biasa aja kali Hon, namanya juga mereka lagi PDKT-an." Ujar Miranda sembari mengapit lengan kanan suaminya.


"Gak nyambung." Ujar Elvan pelan.

__ADS_1


Helen terkekeh pelan melihat situasi absrud itu.


*****


Elvan dan Helen kembali ke apartemen setelah mengantarkan kedua orang tua mereka beberapa menit yang lalu.


Helen berjalan ke kamar dengan Elvan yang mengekor di belakangnya.


Matahari sudah turun dan langit tampak berwarna kemerahan, menandakan malam hari akan segera tiba.


Seperginya Miranda dan Bima tadi, baik Elvan maupun Helen tak satu pun di antara mereka yang mengeluarkan suara.


Helen memasuki kamar lalu duduk di sofa dekat jendela sambil memangku laptop miliknya.


Mata Elvan terpejam dengan kepalanya yang menengadah. Tangannya ia rentangkan dan bertumpu pada punggung sofa, hal itu tidak luput dari pengamatan Helen. Elvan masih mengenakan setelan kerjanya walaupun sudah tidak serapi dan selengkap tadi pagi.


Helen memperhatikan wajah suaminya yang terlihat letih. Kerutan di kening Elvan menarik perhatiannya. Dengan tidak canggung, Helen mengusap pelan kening itu dengan lembut.


"Kamu pusing?" Tanya Helen sesudah Elvan membuka mata.


Perubahan di antara mereka terlihat sangat jelas, Elvan sudah sedikit merubah sikapnya kepada Helen. Tatapannya sudah tidak setajam dulu, tapi wajah datarnya itu sepertinya memang tidak akan pernah berubah.

__ADS_1


Elvan mengangguk mengiyakan.


Elvan menyingkirkan laptop miliknya ke atas meja lalu mengubah posisi duduknya menghadap Elvan.


"Aku pijitin ya?" Tanya Helen pelan. Bagaimana pun ia masih harus berhati-hati pada pria di depannya yang bisa saja marah tidak menentu.


Elvan mengangguk lagi.


Helen memijit pelan pelipis Elvan dan mengamati wajah suaminya itu.


"Kamu beneran mau ikut?" Tanya Helen.


"Hemm.." Elvan berdehem mengiyakan. Ia tau maksud pertanyaan Elvan adalah mengenai keputusannya untuk ikut refreshing bersama dengan Virgo dan Ella ke pantai.


"Tapi bukannya kerjaan kamu lagi --"


"Bisa gue tunda." Ujar Elvan dingin lalu kembali memejamkan matanya.


Kalian semua pasti bingung mengapa mereka berdua terlihat sangat akur saat ini. Hal itu sungguh sangat berbeda dibandingkan dengan satu minggu yang lalu. Sepertinya rencana Miranda sudah 50 persen berhasil untuk membuat putranya bisa menerima kehadiran Helen. Hal itu, terbukti dari Elvan yang sudah mulai bersikap lebih manusiawi kepada Helen dan tidak sekasar dulu. Elvan masih ingat jelas bagaimana marahnya Miranda tiga hari yang lalu saat ia membentak dan menampar Helen.


Bersambung...

__ADS_1


Waduhhh kira-kira ada masalah apa ya sampai-sampai Elvan tampar Helen?? Penasaran?? Jangan lupa ya di like dan komen ya guys.


Terima kasih


__ADS_2