My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 57


__ADS_3

Happy Reading❤


Helen merasa canggung tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana.


"Emm.. Kita pernah ketemu ya sebelumnya?" Tanya Helen saat mereka bertiga sudah duduk pada bangku yang terletak di kedai itu.


Lagi-lagi orang itu hanya mengangguk.


Helen duduk diantara Ella dan orang itu yang berkulit putih bersih itu dengan jarak yang tidak terlalu dekat.


"Lo kenapa bisa disini?" Tanya Orang itu sambil melirik Helen.


"Emm.. itu.. tadinya gue sama temen-temen gue mau piknik, tapi mobil kami nabrak pohon besar di pinggir jalan. Jadi, gue sama Ella kesini mau cari bantuan." Jawab Helen sambil sesekali menatap wajah orang di sampingnya.


"Oiya kita belum kenalan, nama lo siapa sih? Kok gue gak ingat." Tanya Helen heran.


"Daniel Mahendra." Jawab pria itu dengan menekankan ucapannya.


"Daniel Mahendra." Ulang Helen menerawang. Ia merasa tidak asing dengan nama itu.


"Kok gue kayak pernah tau ya?" Tanyanya berusaha mengingat.


"Ya tau lah. Lo gak ingat waktu lo marah-marah karna kecipratan air di pinggir jalan itu. Lo maki-maki gue cuma karna baju lo kotor." Jawab pria yang diketahui bernama Daniel itu sedikit kesal.


Helen berusaha mengingat.


"Oh iya gue ingat. Masa sih cowok songong itu lo?" Tanya Helen sembari meneliti wajah Daniel.


"Itu gue dan lo cewek jutek yang sok galak itu." Timpal Daniel.


Kesan pertama yang buruk. Helen tersenyum kikuk merasa malu. Bukan maksudnya ingin membentak atau memarahi Daniel waktu itu. Hanya saja, ia terlalu syok menanggapi perjodohannya kalau itu sehingga ia melampiaskan emosinya pada pria asing yang sekarang telah sedikit membantunya.


"Soal itu, gue minta maaf ya. Gue lagi kesel aja waktu itu." Ujar Helen merasa bersalah.


"Oke gue maafin. Tapi ada syaratnya." Ucap Daniel.


"Idih, pakai syarat segala. Emang syaratnya apa?" Tanya Helen.


"Lo harus mau jadi temen gue." Ucap Daniel.


"Cuman itu?" Tanya Helen sedikit tidak yakin.


"Iya." Jawab Daniel.


"Oke. Mulai sekarang kita temenan." Ujar Helen.

__ADS_1


Mereka saling menatap dengan lekat.


Setelah beberapa menit terdiam dengan pemikiran masing-masing, Daniel berpamitan ingin pergi.


“Kalau gak ada yang mau dibicarain lagi, gue pergi duluan ya.” Ujarnya lalu berdiri.


Helen tampak bingung.


Ella? Gadis itu mengangguk sambil tersenyum ramah. Tatapan memuja ia tunjukkan ke arah Daniel. Untuk sesaat ia lupa dengan Virgo.


“Eem.. itu.. lo mau gak bantuin gue?” tanya Helen.


Daniel diam menatap Helen.


Helen meneruskan perkataannya.


“Maksud gue, lo mau gak nganterin gue sama temen-temen gue ke tempat yang kita tuju?” pinta Helen sambal memelas lalu berdiri dihadapan Elvan.


“Mau ya?” pinta Helen sedikit memohon dengan penuh harap. Ia mewanti-wanti jawaban Daniel.


Dalam hati, Daniel tertawa senang. Namun, hanya tampang datar yang ia perlihatkan pada Helen, seolah-olah permintaan gadis itu sangat sulit untuk disetujui.


“Please..” lirih Helen dengan sedikit menunduk.


Daniel mendesah bingung lalu mengangkat dagu Helen dengan jemarinya.


Helen hanya diam kebingungan.


“Lo harus turutin tiga permintaan gue.” Jelas Daniel sambal menatap Helen intens.


Prok… prok… prok…


Ella bertepuk tangan senang.


Helen dan Daniel lantas menoleh ke arah Ella yang tersenyum sumringah. Ditatap tajam oleh Helen dan Daniel membuat Ella langsung menghentikan tepuk tangannya.


“Ayo!” ajak Daniel lalu berjalan menuju mobilnya yang terparkir di tepi jalan.


Melihat itu, Ella langsung berdiri dari duduknya dan berlari kecil mengikuti Daniel. Sementara Helen, ia terperangah melihat kepergian Daniel dan Ella.


“Gue kan belum setuju.” Ujar Helen terheran-heran.


“Helen, ayo!” teriak Ella dari dalam mobil.


Helen mendengus kesal ke arah Ella dan Daniel, kesal karena pria berkulit putih itu mengajukan penawaran yang bahkan belum ia setujui.

__ADS_1


Helen masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang pengemudi. Daniel lantas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah beberapa lama, mobil hitam yang dikemudi oleh Daniel terlihat menepi lalu berhenti di depan mobil silver yang tampak penyok di bagian kap depannya.


Helen langsung turun dan menghampiri Elvan dan Virgo yang melihat dirinya dengan tatapan bingung. Elvan menajamkan tatapannya saat melihat Daniel yang baru turun bersama Ella dan berjalan ke arah mereka. Elvan menatap pria berkulit putih itu dengan datar namun menusuk. Begitu pun dengan Daniel, ia memandang Elvan dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Sayang, kamu gapapa?” pertanyaan Virgo berhasil menarik keterdiaman mereka.


“Aku cape banget.” Keluh Ella sambal memeluk pinggang kekasihnya itu.


Virgo mengelus puncak kepala Ella lalu menyandarkannya pada dada bidangnya.


“Kenalin, ini Daniel. Dia yang akan membantu kita pergi dari sini.” Ujar Helen menjawab pertanyaan yang ada dipikiran Elvan dan Virgo.


Elvan diam menatap Helen dalam. Tatapannya begitu menusuk membuat Helen keheranan.


Salah gue apa?, batin Helen.


“Ehem..” deheman Daniel menyadarkan Elvan dan Helen yang saling pandang.


Helen gelagapan, begitu pun dengan Elvan yang langsung mengalihkan tatapannya.


Elvan melihat Daniel yang tersenyum lembut menatap Helen.


“Daniel, ini Elvan.” Ujar Helen memperkenalkan Elvan.


“Udah tau.” Sahut Daniel sembari menatap Elvan datar.


“Kalian udah saling kenal?” tanya Helen sambal menatap Elvan dan Daniel bergantian.


“Enggak.” Sanggah Elvan datar lalu beranjak dari tempatnya.


“Dia siapa lo?” tanya Daniel membuat Helen mengalihkan perhatiannya dari Elvan yang sedang sibuk mengeluarkan koper dan barang bawaan mereka yang lain dari mobil.


Helen mengernyit.


“Hubungan kalian apa?” tanya Daniel lagi. Ia menatap dalam Helen yang berdiri di depannya. Ditatap seperti itu membuat Helen sedikit kikuk.


Kenapa natap gue gitu banget?, gerutu Helen membatin.


“Temen.” Sahutnya pelan.


“Gue bantuin mereka dulu ya.” Ujar Helen lalu mendekati Ella yang juga sedang mengeluarkan kopernya.


Elvan yang sibuk memindahkan barang-barang mereka ke dalam bagasi mobil Daniel sesekali melirik interaksi Helen dengan pria itu.


Wahh, kayanya ada yang cemburu nih?? Kalian pada setuju gak kalau Helen sama Daniel aja? wkwkwk.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya guys.. Terima kasih.


__ADS_2