My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
123


__ADS_3

Helen baru saja keluar dari gedung tempatnya bekerja. Sekarang ia tengah mengendarai mobilnya sambil bersenandung ria. Helen mengetuk-ngetuk stir dengan telunjuknya mengikuti irama musik yang ia dengar. Helen menatap jalanan di depannya. Orang-orang tampak sedang menunggu lampu berubah hijau, termasuk dirinya.


Helen termenung beberapa saat, pikirannya melayang memikirkan Elvan, pasti pria itu sedang bertemu dengan Alexa saat ini. Ia tidak mengungkit hal tersebut tadi pagi karena menunggu pengakuan dari Elvan, tapi tampaknya pria itu tidak berniat memberitahunya bahwa ia akan bertemu Alexa sore ini. Helen juga malas untuk bertanya. Biarkan saja pria itu melakukan apapun yang ia suka. Lampu di depannya sudah berubah, Helen langsung tancap gas menyusuri jalan disana. Beberapa menit kemudian, ia keluar dari mobil setelah melepas sealtbelt dan mengambil tasnya di jok sebelah.


Setelah memasuki kamar, Helen menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Entah mengapa ia merasa hari ini sangat melelahkan. Tubuhnya butuh istirahat dan pikirannya butuh ketenangan. Helen menatap langit-langit kamarnya yang putih. Termenung beberapa saat, lalu ia teringat dengan buku diary yang ia temukan di perpustakaan mini milik Daniel. Ia langsung bangkit dari tempatnya dan mengambil buku tersebut.

__ADS_1


Helen berjalan ke balkon kamar, ia akan membaca lembaran buku itu disana. Angin sepoi-sepoi langsung menerpa wajahnya ketika ia membuka pintu kaca. Setelah duduk di kursi rotan yang ada disana, Helen menatap lekat buku biru muda itu. Di sampulnya terdapat gambar pohon yang rindang. Helen menyukai buku itu hanya dengan pandangan pertama. Ia membuka lembaran pertama. Tulisan tangan yang cukup rapi memenuhi kertas itu. Helen mulai membacanya dalam hati.


Dear, My Love…


Bolehkah aku mengatakan kalau kau cintaku?

__ADS_1


Apakah ini bisa dikatakan cinta atau sekadar rasa kagum yang berlebihan? Entahlah. Tapi hatiku mulai berdetak tidak karuan ketika melihatmu berdiri di atas podium. Kau tampak gagah dan berwibawa saat menyampaikan pesan-pesan kepada kami yang masih junior ini. Kau sangat mengaggumkan sehingga teman-teman di kampusku mulai membicarakanmu. Mereka memujimu, mereka mengatakan kau pria yang tampan, cerdas, dan berwajah kaku. Aku mengiyakan semua perkataan mereka dalam hati. Kau memang pria yang seperti itu sehingga aku mulai merasakan hal yang tidak wajar ini. Aku mengetuk kepala ku ketika membayangkan kau menjadi kekasihku. Hahaha terdengar gila memang, tapi aku yang menganggumimu ini benar-benar dibuat jatuh hati. Aku melihatmu dengan tatapan kagum dan terpesona tanpa berkedip. Sudah pasti tidak ada satu pun kata-kata yang kau ucapkan melekat dipikiranku.


Aku langsung tersentak ketika kau menuruni panggung. Leherku ikut berputar mengikuti dirimu yang hendak menuju kursimu. Kau duduk disana, sangat jauh dari tempat duduk ku. Andai saja tadi aku memilih kursi paling depan, pasti aku bisa melihat wajahmu dengan jelas. Huftt baru kali ini aku menyesal memilih kursi yang jauh ke belakang. Mungkin lain kali, jika ada ada acara seperti ini, aku akan cepat datang dan memilih kursi paling depan agar bisa melihatmu dari dekat.


...Teman - teman mohon maaf ya, bukan nya Author gak mau lanjut tapi Author belum bisa lanjut dulu karena kalau Author lihat-lihat sepertinya peminat nya juga kurang. Author juga minta pendapat nya juga dong dari kalian, kira-kira Novel My Cold Husband is A CEO lebih baik lanjut atau stop sampai di sini aja ya??...

__ADS_1


...Oh iya jangan lupa juga ya baca karya Author yang lainnya ya yang berjudul "Menikah Dengan Duda"....


...Terima kasih🙏...


__ADS_2