My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 51


__ADS_3

Happy Readingā¤


"Nanti kalau Ella curiga gimana?" Helen bertanya pada Elvan yang terlihat sedang menikmati sarapannya.


Semenjak peristiwa beberapa hari yang lalu, pria itu sudah mulai mau memakan masakan Helen walaupun terkadang ogah-ogahan.


Elvan mendongak.


"Gak akan." Jawabnya singkat.


"Terus kalau Ella nanya, aku kenapa bisa disini gimana?" Tanya Helen lagi.


Elvan mendengus.


"Ya lo tinggal bilang aja kalo tadi kita ketemu di jalan terus gue ngajak lo kemari." Jelas Elvan.


Helen mengangguk mengerti. Sepertinya kali ini ia harus ekstra hati-hati agar tidak ada tambahan orang lagi yang mengetahui perihal pernikahannya dengan Elvan. Kemarin malam Elvan memberi tau Helen kalau Virgo memang mengetahui status mereka yang sebenarnya sehingga Helen berharap Virgo tidak memberi tau Ella perihal pernikahan tersebut.


Ting!


Suara lift berbunyi, Elvan dan Helen langsung bergegas melangkah ke arah lobby. Helen melihat di sana sudah ada Ella dan Virgo. Ia tersenyum manis melihat mereka. Elvan yang berjalan di belakang Helen menatap datar punggung istrinya itu.

__ADS_1


"Hai." Sapa Helen pada Ella dan Virgo yang terlihat sudah siap untuk berangkat.


Ella memeluk Helen sesaat dan hal itu tidak luput dari penglihatan dua pria di dekat mereka.


"Lo punya hutang cerita sama gue." Bisik Ella di telinga Helen lalu mengurai pelukannya.


Mereka segera berangkat memasuki mobil Virgo setelah memasukkan semua koper dan keperluan lainnya yang mereka bawa.


Virgo tampak fokus menyetir dan melihat jalanan yang padat di depannya dengan Ella yang duduk di samping jok pengemudi.


Elvan dan Helen duduk di jok belakang. Mereka tampak diam dengan pemikiran masing-masing.


Untung aja Ella tadi gak nanya apa-apa, Helen membatin.


Sial, baru juga ngucap syukur, gerutu Helen dalam hati.


"Oh itu, tadi kita ketemu di jalan depan toko buku, jadi ya udah, gue sekalian aja ikut sama dia, lagian kita kan emang mau pergi bareng." Jawab Helen dengan mulus untuk meyakinkan Ella.


Ella melirik Helen melalui kaca mobil di depannya sambil ber oh ria.


Dua jam lamanya merek telah menempuh perjalanan. Sepanjang perjalanan itu pula hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka.

__ADS_1


"Yang, liat deh bangunan di depan itu, unikkan? Kata orang itu bangunan kuno, loh." Virgo melirik Ella lalu menunjukkan sebuah bangunan yang besar dengan arsitektur kuno.


Ella melihat objek yang dimaksud Virgo.


"Iya ya, ternyata di zaman sekarang masih ada yang begituan." Komentar Ella.


Sepasang kekasih itu terus melanjutkan perbincangan mereka.


Elvan memutar bola matanya jengah saat mendengar ucapan Virgo yang berulang kali menggoda Ella.


"Yang, liat deh matahari nya cerah kan? Bagi aku, kamu itu sama seperti matahari yang mampu menyinari hati dan mencerahkan hari-hari ku." Gombal Virgo lagi.


Ella memalingkan wajahnya ke arah jendela agar Virgo tidak melihat semburat merah yang memenuhi pipi mulusnya.


Ck!


Elvan berdecak. Sementara Helen terkekeh melihat interaksi kedua sahabatnya itu.


Kapan ya terakhir kali gue di gombal kaya gitu? Kayanya udah lama banget deh, Helen membatin.


Dalam hati ia bersyukur karena sahabatnya itu kini telah mendapatkan pujaan hatinya. Semoga saja hubungan mereka akan langgeng untuk selamanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2