
Happy Readingđź’–
Pagi hari pertama di tempat itu. Di antara mereka, Helen lah yang lebih dulu bangun. Mungkin karena sudah terbiasa bangun pagi saat tinggal Bersama Elvan di apartemen mereka. Saat kesadarannya sudah mulai penuh, Helen menyalakan ponsel dan melihat jam pada ponselnya sudah menunjukkan angka 05:10.
Sekitar 20 menit kemudian, Helen sudah tampak lebih fresh dengan pakaian santainya. Ia berdiri di depan balkon kamar yang menampakkan pemandangan yang sangat indah. Walaupun sedikit jauh dari pantai, tapi Helen masih dapat melihat bagaimana derasnya ombak yang menggulung lalu menghempas pasir-pasir yang berada di bibir pantai itu.
Helen merapatkan sweater yang dikenakannya saat rasa sejuk menyentuh kulit mulusnya. Ia menarik nafas dengan dalam, menghirup udara sejuk sebanyak-banyaknya. Ia merasa tenang di tempat yang indah itu.
Helen mengeluarkan ponselnya lalu memotret pemandangan matahari yang mulai menampakkan dirinya. Ia tersenyum puas melihat hasil potretannya. Lagi, Helen mengangkat ponselnya dan mencari background yang pas.
Deg.
Helen tersentak saat tanpa sengaja ia menekan layar ponselnya Ketika melihat wajah Elvan muncul di layar benda pipih itu. Ia langsung menurunkan ponselnya dan menatap Elvan yang tengah berdiri di balkon samping kamarnya.
“H-hai..” sapa Helen kikuk. Dari tempatnya berdiri, ia dapat melihat Elvan yang sudah rapi dengan celana Panjang dan kaos oblong putihnya. Warna yang sama dengan yang ia kenakan saat ini, hanya saja dengan motif yang berbeda.
Tidak ada jawaban atas sapaan Helen. Elvan yang tadinya menoleh kea rah Helen Kembali menghadap depan melihat hamparan laut yang sangat luas. Samar-samar suara ombak masuk kependengaran mereka.
Kali ini Helen merasa canggung untuk memulai pembicaraan dengan Elvan, padahal biasanya ia yang selalu menimbulkan keributan diantara mereka.
“Kamu udah bangun?” tanya Helen pelan setelah berperang batin dengan pikirannya.
“Bodoh.” Sarkas Elvan.
Helen merutuki dirinya yang salah melontarkan pertanyaan. Jelas saja pria itu sudah bangun karena sekarang ia sudah bangun karena sekarang ia sudah berdiri di depan balkon dengan wajah datarnya.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Elvan setelah mereka terdiam beberapa saat.
Helen mengulum senyum tertahan. Ia tidak menjawab, namun dirinya senang mendengar Elvan yang Kembali mengajaknya berbicara setelah dari kemarin pria itu mendiamkannya.
“Pemandangannya cantik kan?” Elvan Kembali menoleh, menatap Helen yang mengangguk menyetujui perkataannya.
“Iya. Cantiknya kaya lo.” Ujar Elvan dengan suara yang terdengar berbeda.
Helen mengernyit. Pipinya merona, namun dirinya cukup heran mendengar perkataan Elvan tidak biasa.
“Lo pasti senang ketika pria itu mengatakan hal seperti gitu? Senang di rayu sama semua cowok di luar sana? Murahan.” Tukas Elvan tajam.
Helen bertambah bingung.
Ck!
“Dia temen lo? Sejak kapan?” tanya Elvan lagi.
“Siapa?” tanya Helen balik. Ia belum mengerti.
“Cowok yang kemaren.” Ucap Elvan.
Helen kini mengerti.
“Maksud kamu, Daniel?” Helen menatap Elvan lekat.
__ADS_1
Elvan diam.
“Iya, dia temanku.” Lanjutnya.
“Memangnya kenapa?” tanya Helen.
“Gak papa. Hanya tanya doang.” Ucap Elvan.
Helen pun diam dan bingung, entah kenapa tiba-tiba Elvan menanyakan Daniel. Apakah dia cemburu dengan sosok pria itu?? Semoga saja dia sudah membukakan sedikit hatinya untuk Helen.
❇❇❇
Pagi pertama di kota terpencil tempat mereka berlibur, Helen dan yang lainnya telah berencana akan pergi mengelilingi semua Kawasan wisata. Lebih tepatnya, itu adalah keinginan Helen, Ella, dan Virgo. Sedangkan Elvan? Pria berparas tampan itu tampak ogah-ogahan mengikuti kemauan kedua teman dan istrinya.
Helen dan Ella sudah siap dengan pakaian santai mereka, serta sandal jepit yang menjadi alas kaki mereka yang mulus.
“Cuaca hari ini bagus deh.” Helen mengangkat kepalanya menatap langit di atasnya.
“Ya bagus deh kalau gitu, berarti timing kita pas buat jalan-jalan.” Balas Ella sembari mengunci pintu kamar mereka.
“Let’s go.” Ella membuyarkan lamunan Helen yang tengah asik memandangi Kawasan di sekelilingnya.
Bersambung..
Jangan lupa di like dan komen ya guys.. Terima kasih.
__ADS_1