My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO
Part 109


__ADS_3

Elvan menatap Helen dengan tatapan memohon. Hatinya tiba-tiba terasa sakit saat menerima penolakan wanita itu. Jika selama ini Helen yang selalu berusaha untuk berdekatan dan menyentuhnya, maka saat ini berbeda. Wanita itu bahkan beringsut mundur memberi jarak dengannya. Hal itu membuat Elvan merasa sakit dan tertampar. Inikah yang Helen rasakan saat menerima penolakan darinya? Jadi ini rasa sakit yang selalu dia berikan kepada gadis itu? Elvan kemudian menatap Helen dengan rasa bersalah yang amat besar.


“Pergi kalian.” Lirih Helen sembari menatap Elvan dan Alexa berganian.


Alexa membalas tatapan Helen dengan senyum misteriusnya.


“Elvan, ayo kita pergi. Biarkan Wanita ini tinggal sendirian di rumah ini.” Alexa menarik lengan Elvan dan dibalas dengan dorongan kuat membuatnya lagi-lagi terhuyung ke belakang.


“Lo yang pergi dari rumah ini.” Sinis Elvan.


“Enggak! Bukan cuman dia, tapi kamu juga harus pergi dari rumah ini!” potong Helen mengkoreksi.


“Aku muak ngeliat muka munafik kalian!” sambungnya.


“Helen, aku bisa jelasin. Tolong kamu tenang dulu.” Elvan kembali mendekati Helen.

__ADS_1


“Penjelasan apa lagi, huh? Semuanya sudah jelas, gak ada lagi yang perlu kamu jelasin. Toh, semua keinginan kamu udah terwujudkan? Alexa udah kembali dan kamu udah berhasil buat aku jatuh hingga sejatuh-jatuhnya.” Lirih Helen sambil menatap Elvan sendu.


“Aku nyerah. Aku nyerah untuk perjuangin kamu.” Ujar Helen pelan lalu bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Elvan yang tampak putus asa.


Sebelum Helen benar-benar berbalik dari hadapannya, Elvan sempat melihat air mata gadis itu kembali jatuh dan tatapan kecewa istrinya itu membuat Elvan benar-benar sangat menyesal. Elvan menunduk lesu, entah apa yang harus ia lakukan agar Helen mau mendengar penjelasan yang sesungguhnya.


Jika sudah begini, siapa yang harus disalahkan? Helen? Tidak mungkin. Gadis itu pantas marah dan salah paham setelah apa yang Alexa katakan, karena selama ini Helen sangat tau kalau Elvan sangat mencintai Wanita itu.


Elvan? Ya! Pria bodoh itu lah yang paling bersalah saat ini. Jika saja cinta buta dan keegoisan tidak menguasai dirinya, semua ini pasti tidak akan terjadi. Andai saja ia mengetahui lebih jelas bagaimana tingkah laku Alexa sebenarnya mungkin saja wanita ular itu tidak mengotori pikiran Helen. Andai saja ia sedikit memikirkan perasaan Helen pasti gadis itu masih mau memperjuangkan cintanya. Andai saja mendengarkan nasihat Virgo pasti semuanya akan baik-baik saja. Penyesalan yang besar akhirnya datang menemui Elvan yang membuat pria berwajah datar itu menyadari perasaannya yang sesungguhnya, membuat ia sadar siapa yang seharusnya ia perjuangkan dan siapa seharusnya yang ia tinggalkan.


Alexa? Ya! Wanita yang sudah jatuh miskin dan tidak tau diri itu sangat-sangat pantas untuk disalahkan. Kehadirannya sudah membuat Helen menjadi salah paham dan membuat hubungan sepasang suami istri itu menjadi merenggang. Tidak! Bukan karena kehadirannya, karena nyatanya, disaat wanita itu jauh pun sudah selalu membuat hubungan Elvan dan Helen tidak bisa akur. Jadi, keberadaan Alexa di muka bumi ini lah yang membuat pasangan itu tidak dapat bersama.


Dengan rahang yang mengeras dan tangan yang terkepal kuat, Elvan bungkam menahan dirinya untuk tidak menghabisi Alexa. Jangan sampai ia hilang kendali hingga nanti membunuh wanita gila itu. Jangan sampai ia membuat masalah baru yang semakin membuat Helen murka dan membenci dirinya. Tidak! Elvan tidak akan pernah mau. Mengabaikan perkataan Alexa, Elvan mengeluarkan ponselnya dari saku celana lalu menghubungi Virgo. Sembari menunggu Virgo menjawab panggilannya, Elvan menyeret kakinya ke sofa empuk yang terletak di tengah-tengah ruang tamu.


Melihat itu, Alexa dengan tidak tau dirinya mengikuti Elvan dan duduk di samping pria itu dan meninggalkan kopernya di samping pintu.

__ADS_1


Setelah Virgo menjawab panggilannya, Elvan langsung meminta pria itu untuk datang ke rumahnya bersama beberapa bodyguard yang selalu mengawasi gerak gerik musuhnya. Elvan kembali menyimpan ponselnya setelah menutup panggilan terlebih dulu.


Elvan menghembuskan nafas lelah. Sel-sel tubuhnya terasa akan lepas dari tempatnya. Melakukan perjalanan yang panjang dari Finlandia ke Indonesia bukan tidak melelahkan, walaupun ia hanya duduk diam dengan sesekali menatap tap nya untuk melihat bagaimana kemajuan perusahaannya selama berada di tangan Virgo.


"Kamu capek kan? Aku pijitin ya?" Alexa bertanya tentang percaya dirinya. Masih berpikir kalau Elvan masih mau menanggapinya setelah apa yang ia lakukan.


Elvan diam tak menanggapi, menganggap Alexa tidak ada di dekatnya. Sungguh, dirinya sangat kecewa dengan Alexa. Ia tidak menyangka sedikit pun kalau Alexa akan membalas kebaikannya seperti ini.


Merasa terabaikan, Alexa beringsut maju mendekati Elvan. Dengan pergerakan cepat ia langsung memeluk tubuh pria itu dari samping, membuat Elvan tersentak di tempat duduknya. Elvan berusaha menjauhkan Alexa dari tubuhnya dengan menyentak bahu wanita itu.


Tanpa mereka sadari, Helen menatap keduanya datar dari atas sana. Gadis itu baru saja hendak turun ke dapur untuk mengambil minum. Menangis membuat tenggorokannya terasa kering sehingga harus dialiri oleh oleh air. Namun, Helen langsung mengurungkan niatnya saat melihat pemandangan yang lagi-lagi menambah luka di hatinya. Dari tempatnya berdiri, Helen melihat Elvan dan Alexa yang sedang berpelukan mesra. Tangannya yang berada diatas pembatas besi terkepal kuat saat melihat Elvan menyentuh bahu wanita itu.


"Jadi ini yang mau kamu jelasin." Lirih Helen dengan sorot mata kebencian. Darahnya terasa mendidih saat melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain di rumah mereka sendiri, di saat istri sahnya masih berada di rumah itu.


"Saat aku ada disini saja kalian berani berbuat seperti itu, apalagi kalo aku tidak ada. Huh! Kalian sama-sama menjijikkan." Desisnya tajam.

__ADS_1


"Ternyata benar apa yang wanita ****** itu katakan. Tidak seharusnya aku memperjuangkan mu selama ini." Setelah menatap Elvan dari kejauhan, Helen berbalik lalu kembali ke kamarnya.


...Bersambung......


__ADS_2